Ada 1 istilah yang begitu mengena di kepala saya ketika materi kuliah ekonomi disampaikan di kelas belakangan ini. dia adalah "opportunity cost". opportunity cost atau dalam bahasa indonesia adalah biaya peluang bisa diartikan secara sederhana sebagai harga yang harus kita bayar karena kita memilih suatu pilihan yang bukan pilihan terbaik dalam hidup kita. atau ada terjemahan lain yang berkata kehilangan keuntungan karena pilihan yang kita buat bukanlah yang terbaik. yupp, semua ada resikonya.
Ketika satu malam share dengan satu abang di pelayanan, dia berkata suatu kalimat yang sangat kena di kepala saya sampai hari ini : "kamu harus berani bertanggung jawab atas pilihan yang kamu ambil". banyak orang berani melakukan ini itu, tetapi mereka tidak berani bertanggung jawab atas resikonya dan menyalahkan orang lain. lalu apa yang pantas kita katakan buat orang ini?? bagi saya dia adalah orang yang sangat tidak pantas menjadi seorang pemimpin dan taruh saja dia di barisan bawahan yang paling rendah! karena seorang pemimpin adalah pengambil keputusan dan yang berani bertanggung jawab dengan pilihan yang dia ambil.
Begitu sering kita mendengar kalimat ini : "hal yang baik merusak hal yang paling baik". dan saya mau bilang pada anda bahwa mata pikiran manusia tidak bisa membedakan mana yang baik dan mana yang paling baik! tidak percaya?? mari lihat kisah adam dan hawa. mungkin saya dan anda bisa berkata bahwa pilihan mereka memakan buah pohon pengetahuan yang baik dan yang jahat adalah pilihan yang paling buruk. tetapi di mata mereka itu adalah pilihan yang "paling" baik saat itu. dan mereka akhirnya memilih itu dan harus menanggung akibatnya.
Istilah kedua yang begitu mengena pada saya di kelas ekonomi adalah "externality". externality bisa diartikan secara sederhana sebagai efek samping yang timbul karena suatu hal, dimana hal itu diluar perkiraan atau mekanisme yang bisa diperhitungkan. sebagai contoh, adam dan hawa tidak pernah berpikir bahwa pilihan yang mereka ambil akan memberi dampak pada semua manusia sampai kepada akhir jaman. externality tidak bisa diperhitungkan dengan logika (itu mengapa disebut externality). so, secara tidak sadar, pilihan yang saya dan anda buat mungkin akan berdampak pada orang lain, bisa negatif atau positif.
Jika saya melihat istilah opportunity cost dan externality diatas, maka itu memberikan saya suatu pelajaran yang sederhana : berhati-hatilah dalam mengambil keputusan. sekali lagi, manusia tidak akan bisa melihat dengan mata sendiri mana yang baik dan mana yang terbaik. karena yang terbaik adalah sesuatu yang sempurna dan pikiran kita tidaklah sempurna. oleh karena itu kita butuh sosok yang sempurna, yaitu Allah, untuk menunjukkan mana yang terbaik.
Saat tulisan ini sedang diketik, saya sedang bergumul tentang sesuatu juga. haha.. saat ini adalah musim diskon di belanda. ada sepatu incaran yang menurut saya bagus sedang didiskon. dan itu yang menjadi foto dari tulisan ini. haha.. menurut logika saya, adalah murah mengeluarkan 40 euro dari harga asli 60 euro untuk sepatu ini. sepatu ini memiliki sol yang tebal, water proof, dan dalamnya sangat hangat karena ada lapisan penuh bulu. sehingga sangat cocok untuk udara di Belanda selama musim dingin ini. tetapi disisi yang lain ramalan cuaca berkata kalau mungkin tidak ada salju di Belanda pada tahun ini karena udara tahun ini adalah anomali selama puluhan tahun. tetapi siapa yang bisa menebak kapan salju akan turun?? semua suka-suka Tuhan bukan?? hehe.. jadi prinsip sedia payung sebelum hujan harus tetap dilakukan. tetapi disisi yang lain, sepatu saya sudah ada 4 disini. jadi jika memang salju tidak turun, maka 5 sepatu adalah pemborosan buat saya yang cuma 1,5 tahun disini. lalu 40 euro bisa saya pakai biaya makan minimal 3 minggu. so?? jujur saya bingung. itu mengapa dalam doa saya malam ini saya khusus sampaikan kebingungan saya pada Tuhan. haha.. beruntung sekali saja diajari berdoa, sehingga saya bisa berkomunikasi dengan Dia. belum ada kejelasan soal ini sampai berita ini diturunkan. tapi saya percaya Dia akan bicara sesuatu. hehe..
Dari sejuta atau semilyar nasihat yang bapak saya pernah kasih di rumah, cuma ada segilintir nasihat yang saya ingat. haha.. salah satunya adalah "jangan kalah cepat dengan gerak Roh Kudus jika tidak mau kehilangan hal-hal yang terbaik". Tuhan punya waktunya sendiri. dan Dia tidak pernah melambatkan langkahnya. saya dan andalah yang melambatkan langkah. coba lihat satu kasus. sudah 2000 tahun Yesus mati di kayu salib dan DIa berkata akan segera datang ke bumi jika nama Yesus diberitakan ke seluruh bumi (matius 24:14). lalu mengapa Dia tidak datang-datang? yaa pasti karena ada orang yang lebih kenal coca-cola dibanding nama Yesus. mereka pikir Yesus adalah seorang vokalis boyband korea dan bukan Tuhan. dan bukankah itu karena orang-orang yang mengaku Kristen berlambat-lambat menceritakan Kristus?
Dari kisah ini juga seharusnya kita sadari bahwa keputusan yang saya dan anda ambil sebagai anak-anak Tuhan akan berdampak pada hidup orang lain. mengapa? karena saya dan anda adalah imamat yang rajani (1 Pet 2: 9). Engkau adalah imam yang punya kuasa seperti raja. dan memang kuasa ini yang ada pada adam dan hawa sebelum jatuh dalam dosa. jadi jika engkau sedang bermalas-malas dengan waktumu, maka mungkin ada 1 orang yang akan mati diluar sana. engkau tidak akan tahu ini karena ini adalah "externality-mu". setelah di penghakiman baru saya dan anda akan tahu apa yang terjadi sebenarnya. oh yaa, di Pengkotbah 12:14 berkata : "karena Allah akan membawa setiap perbuatan ke pengadilan yang berlaku atas segala sesuatu yang tersembunyi, entah itu baik, entah itu jahat".
Lalu sekarang bagaimana jika saya sudah terlanjur memilih opsi yang baik dan bukan yang terbaik? atau bahkan opsi yang buruk yang saya pilih. yaa kawan, ingatlah baik-baik nasihat saya : "jadilah orang yang bertanggung jawab". apa yang anda tabur, itu yang akan anda tuai bukan?? tetapi orang selalu pakai ayat ini, begitu juga dengan saya, hehe.. Roma 8:28 : "Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah". so, sekalipun anda harus mengeluarkan air mata karena resiko yang anda ambil, ketahuilah Allah ada disana bersama anda.
Oh ya, tahukah anda Tuhan punya Plan B? kematian Yesus di kayu salib adalah contoh dari Plan B Tuhan karena Plan A -nya adalah manusia tidak akan jatuh dalam dosa dan selamanya tinggal di taman eden. dan seperti istilah opportunity cost diatas, ada harga yang harus dibayar karena pilihan terbaiknya tidak dipilih. apa saja? sakit penyakit pada manusia, bencana, dosa, kematian, dan Yesus harus turun tahta buat selamatkan kita. tetapi karena Dia Tuhan, maka Plan B nya tentu sempurna juga. tetapi ini tidak jadi alasan saya dan anda sembarangan memilih keputusan dalam hidup kita.
So, in conclusion, firstly, be careful to choose every option in your life. jangan terlalu cepat mengambil keputusan untuk suatu hal. doakan dan pertimbangkan. secondly, be responsible for what you have chosen. jangan lari dari "efek samping", tetapi hadapi. and the last, you can be extraordinary with God. jadi andalkan DIa dan jangan bersandar pada hikmatmu sendiri.
Selasa, 07 Januari 2014
Minggu, 29 Desember 2013
pendoa yang diubahkan doa
Saya baru saja menonton pertandingan bola Inter milan vs AC milan langsung di stadion San Siro kota Milan beberapa hari yang lalu. ibarat 2 musuh bebujutan, kedua pihak sangat bernafsu ingin memenangkan pertandingan. sampai-sampai harus ada pemain yang dikartu merah di menit akhir karena kengototannya dalam bermain. yaa,, mungkin bagi kita itu adalah sebuah pertandingan biasa. tetapi bagi beberapa orang, pertandingan itu tidak cuma pertandingan, tetapi adalah pertarungan. pertarungan demi harga diri dan identitas pribadi. dan semua ingin menang dan menghalalkan segala cara..
Jika orang dunia sebegitu ngototnya untuk memenangkan sebuah pertandingan yang fana, maka alangkah lucunya bagi orang-orang Kristen yang tidak ngotot dalam sebuah pertandingan yang kekal. hmm.. saya akan gunakan istilah pertarungan yang kekal disini. yupp,, saya bertarung dengan semua keinginan iblis dalam hidup saya. face to face dengan iblis. dan tahukah anda, iblis sangat ngotot. salah satu hal yang perlu kita "teladani" dari iblis adalah soal kengototan. jika seandainya "kengototan" iblis dipakai oleh anak-anak Tuhan dalam doa, maka seluruh dunia akan bergoncang. jika saja saya ngotot berdoa untuk anak rohani saya diubahkan Kristus, maka hidupnya sekarang akan sangat berbeda. jika saja saya ngotot berdoa untuk terobosan keuangan, maka kondisi keuangan saya tidaklah seperti ini. kengototan berdoa tidak cuma merubah alam roh dan alam nyata, tetapi itu akan merubah saya sebagai pendoa.
Begitu banyak kesaksian yang bisa saya ceritakan bagaimana mujizat terjadi ketika saya ngotot berdoa. tetapi hari ini saya tidak mau ceritakan semua hal itu. karena mujizat bagi setiap orang berbeda. tetapi saya mau ceritakan hal yang sangat penting daripada mujizat. dan hal ini berlaku sama untuk semua orang yang ngotot berdoa. hidup orang-orang yang berdoa diubahkan oleh doa itu sendiri.
Ketika bertemu dengan hadirat Allah (keluaran 3:3-4), maka Musa yang tidak pandai bicara dan tidak percaya diri mampu berdiri di depan firaun dan memimpin ratusan ribu jemaat Israel. ketika yesaya bertemu dengan hadirat Allah (yesaya 6), maka ia yang ketakutan dan merasa penuh dosa dalam sekejap bisa memberi diri untuk menjadi nabi Tuhan. doa pertama-tama merubah pendoanya..
Satu ketika Yesus berkata di Matius 10:38 agar kita berdoa meminta Tuhan mengirimkan pekerja untuk tuaian. jika saya dan anda berdoa hal yang sama, maka siapkan dirimu untuk jadi jawaban doamu sendiri. jika saya berdoa untuk kebangunan rohani terjadi, maka saya yang berdoa harus diubahkan dulu oleh doa itu. hati saya yang keras tidak mau penginjilan harus diterobos dulu lewat doa itu. jika saya dan anda berdoa agar gedung gereja yang baru bisa dibeli, maka sifat saya yang pelit dalam memberi harus diubahkan dulu. seringkali orang tidak sadar bahwa jawaban doa itu sebenarnya sudah ada, dan itu adalah semua yang ada dalam diri kita sendiri.
Begitu banyak orang berdoa agar orang lain diubahkan tanpa menyadari bahwa dirinya sendiri perlu dirubah. semakin banyak saya berhubungan dengan Allah lewat doa, maka semakin saya diubahkan serupa seperti Dia.
Saya baru sadari 1 hal yang berubah dari perkataan saya akhir-akhir ini. beberapa waktu ini saya suka berkata "cool" pada sesuatu yang membuat saya terpesona atau senang. dan ternyata itu akibat saya sering bicara dengan rekan satu rumah saya yang orang Belanda dan suka bicara "cool". begitu juga dengan hidup dari seorang pendoa. dari wajahnya akan timbul hadirat Allah. coba lihat musa. musa adalah seorang yang suka berdoa pada Allah dan bahkan di alkitab tertulis kalau Tuhan berbicara pada Musa berhadapan muka seperti seorang teman (keluaran 33:11). Dan ketika musa selesai berbicara dengan Allah, maka mukanya bercahaya (Keluaran 34:29).
Mengapa musa bisa memancarkan kemuliaan Allah sehabis doa? karena dia memiliki hati yang murni (lihat matius 5:8). Dan hati yang murni perlu proses yang lama dan tidak instan. hati yang murni diproses seperti pemurnian emas, butuh waktu lama dan sakit rasanya.
Mari coba kita lihat lebih dalam. di alkitab dikatakan bahwa Tuhan mengetahui sepenuhnya hidup kita dan apa yang kita perlukan. bahkan dikatakan Tuhan sudah mengetahui apa yang akan kita doakan. jadi doa bukanlah cuma untuk meminta sesuatu pada Allah, tetapi juga untuk merubah saya. merubah sikap hati saya yang keras menjadi lembut. dalam doa saya ditegur mengenai dosa-dosa saya dan cara hidup saya yang salah. benar sekali apa yang pernah saya dengar tentang doa : doa membuat saya kehilangan niat untuk berbuat dosa, dan dosa membuat saya kehilangan niat untuk berdoa.
Jika saya berdoa agar keuangan saya mengalami terobosan, maka dalam doa Roh Kudus akan memberikan sejuta hikmat dalam diri saya dan menegur semua yang salah dalam pengelolaan keuangan saya. mungkin saja yang salah itu adalah dari saya yang sangat suka makan di tempat mewah setiap hari dan tidak pernah membayar perpuluhan. lalu saya berdoa dan Roh Kudus mengingatkan saya akan hal itu. karena pekerjaan Dia adalah menginsafkan dunia akan dosa, kebenaran, dan penghakiman (Yohanes 12:8). Mungkin di doa yang pertama saya belum sadar, tetapi semakin saya sering berdoa untuk terobosan keuangan, maka semakin Roh Kudus ingatkan saya akan kedua hal tadi. sehingga makin lama pola pikir saya diubahkan dan hidup saya pun berubah. beginilah salah satu cara kerja dari doa : mengubah pendoanya.
Satu kali saya pernah kesal dengan seseorang di pelayanan. firman Tuhan jelas sekali berkata bahwa kita harus saling mengampuni. tetapi saya begitu sakit hati dengan orang ini sehingga saya tidak mau mengampuninya. tetapi semakin lama saya berdoa, Roh Kudus semakin berkata agar saya memaafkan orang itu. tetapi saya tidak mau. dan pada akhirnya saya pun menyerah dan bisa memaafkan dia. bisakah anda lihat sesuatu dari sini? dalam pikiran saya tahu bahwa saya harus ampuni dia, tetapi saya tidak mau. sudah bertahun-tahun saya melayani Tuhan. tetapi hati saya masih begitu keras. saya sangat mengingat isi firman Tuhan mengenai pengampunan itu, tetapi hati saya sangat keras. tetapi begitulah dahsyatnya doa. semakin saya berdoa, semakin hati saya yang keras dilembutkan oleh Tuhan.
Banyak mungkin dari kita gemes menghadapi orang yang tahu yang benar tetapi tidak pernah melakukannya. bagaimana cara dia supaya berubah? suruh dia berdoa sendiri dengan mulutnya! jika anda menghadapi seorang anak rohani yang tidak mau lepas dari rokok, padahal dia sendiri sudah tahu dan berkata dengan mulutnya bahwa merokok itu salah dan dia mau berubah tetapi kenyataannya belum, maka setiap pertemuan rohani suruh dia berdoa untuk kelepasannya dari rokok. biarkan dia berdoa dengan mulutnya sendiri. jika anda bertemu dengan anak rohani yang selalu menunda atau tidak mau penginjilan padahal dia berkata mau penginjilan maka suruh dia berdoa buat jiwa-jiwa dengan mulutnya sendiri dan tunggulah perubahan ilahi dalam hidupnya.
Bukan cuma karena saya butuh sesuatu maka saya berdoa, tetapi juga karena hati saya keras dan memberontak terhadap Allah. jadi sekeras apapun hati anda, maka berdoalah. jika anda tahu tentang kebenaran firman Tuhan tetapi hati anda keras untuk melakukannya, maka berdoalah. maka semakin ngotot kita berdoa, semakin kita serupa dengan Allah. sehingga kita bisa berkata seperti apa yang Yesaya katakan (Yesaya 7:8) : "ini aku Tuhan, jadikan aku jawaban doa".
Jika orang dunia sebegitu ngototnya untuk memenangkan sebuah pertandingan yang fana, maka alangkah lucunya bagi orang-orang Kristen yang tidak ngotot dalam sebuah pertandingan yang kekal. hmm.. saya akan gunakan istilah pertarungan yang kekal disini. yupp,, saya bertarung dengan semua keinginan iblis dalam hidup saya. face to face dengan iblis. dan tahukah anda, iblis sangat ngotot. salah satu hal yang perlu kita "teladani" dari iblis adalah soal kengototan. jika seandainya "kengototan" iblis dipakai oleh anak-anak Tuhan dalam doa, maka seluruh dunia akan bergoncang. jika saja saya ngotot berdoa untuk anak rohani saya diubahkan Kristus, maka hidupnya sekarang akan sangat berbeda. jika saja saya ngotot berdoa untuk terobosan keuangan, maka kondisi keuangan saya tidaklah seperti ini. kengototan berdoa tidak cuma merubah alam roh dan alam nyata, tetapi itu akan merubah saya sebagai pendoa.
Begitu banyak kesaksian yang bisa saya ceritakan bagaimana mujizat terjadi ketika saya ngotot berdoa. tetapi hari ini saya tidak mau ceritakan semua hal itu. karena mujizat bagi setiap orang berbeda. tetapi saya mau ceritakan hal yang sangat penting daripada mujizat. dan hal ini berlaku sama untuk semua orang yang ngotot berdoa. hidup orang-orang yang berdoa diubahkan oleh doa itu sendiri.
Ketika bertemu dengan hadirat Allah (keluaran 3:3-4), maka Musa yang tidak pandai bicara dan tidak percaya diri mampu berdiri di depan firaun dan memimpin ratusan ribu jemaat Israel. ketika yesaya bertemu dengan hadirat Allah (yesaya 6), maka ia yang ketakutan dan merasa penuh dosa dalam sekejap bisa memberi diri untuk menjadi nabi Tuhan. doa pertama-tama merubah pendoanya..
Satu ketika Yesus berkata di Matius 10:38 agar kita berdoa meminta Tuhan mengirimkan pekerja untuk tuaian. jika saya dan anda berdoa hal yang sama, maka siapkan dirimu untuk jadi jawaban doamu sendiri. jika saya berdoa untuk kebangunan rohani terjadi, maka saya yang berdoa harus diubahkan dulu oleh doa itu. hati saya yang keras tidak mau penginjilan harus diterobos dulu lewat doa itu. jika saya dan anda berdoa agar gedung gereja yang baru bisa dibeli, maka sifat saya yang pelit dalam memberi harus diubahkan dulu. seringkali orang tidak sadar bahwa jawaban doa itu sebenarnya sudah ada, dan itu adalah semua yang ada dalam diri kita sendiri.
Begitu banyak orang berdoa agar orang lain diubahkan tanpa menyadari bahwa dirinya sendiri perlu dirubah. semakin banyak saya berhubungan dengan Allah lewat doa, maka semakin saya diubahkan serupa seperti Dia.
Saya baru sadari 1 hal yang berubah dari perkataan saya akhir-akhir ini. beberapa waktu ini saya suka berkata "cool" pada sesuatu yang membuat saya terpesona atau senang. dan ternyata itu akibat saya sering bicara dengan rekan satu rumah saya yang orang Belanda dan suka bicara "cool". begitu juga dengan hidup dari seorang pendoa. dari wajahnya akan timbul hadirat Allah. coba lihat musa. musa adalah seorang yang suka berdoa pada Allah dan bahkan di alkitab tertulis kalau Tuhan berbicara pada Musa berhadapan muka seperti seorang teman (keluaran 33:11). Dan ketika musa selesai berbicara dengan Allah, maka mukanya bercahaya (Keluaran 34:29).
Mengapa musa bisa memancarkan kemuliaan Allah sehabis doa? karena dia memiliki hati yang murni (lihat matius 5:8). Dan hati yang murni perlu proses yang lama dan tidak instan. hati yang murni diproses seperti pemurnian emas, butuh waktu lama dan sakit rasanya.
Mari coba kita lihat lebih dalam. di alkitab dikatakan bahwa Tuhan mengetahui sepenuhnya hidup kita dan apa yang kita perlukan. bahkan dikatakan Tuhan sudah mengetahui apa yang akan kita doakan. jadi doa bukanlah cuma untuk meminta sesuatu pada Allah, tetapi juga untuk merubah saya. merubah sikap hati saya yang keras menjadi lembut. dalam doa saya ditegur mengenai dosa-dosa saya dan cara hidup saya yang salah. benar sekali apa yang pernah saya dengar tentang doa : doa membuat saya kehilangan niat untuk berbuat dosa, dan dosa membuat saya kehilangan niat untuk berdoa.
Jika saya berdoa agar keuangan saya mengalami terobosan, maka dalam doa Roh Kudus akan memberikan sejuta hikmat dalam diri saya dan menegur semua yang salah dalam pengelolaan keuangan saya. mungkin saja yang salah itu adalah dari saya yang sangat suka makan di tempat mewah setiap hari dan tidak pernah membayar perpuluhan. lalu saya berdoa dan Roh Kudus mengingatkan saya akan hal itu. karena pekerjaan Dia adalah menginsafkan dunia akan dosa, kebenaran, dan penghakiman (Yohanes 12:8). Mungkin di doa yang pertama saya belum sadar, tetapi semakin saya sering berdoa untuk terobosan keuangan, maka semakin Roh Kudus ingatkan saya akan kedua hal tadi. sehingga makin lama pola pikir saya diubahkan dan hidup saya pun berubah. beginilah salah satu cara kerja dari doa : mengubah pendoanya.
Satu kali saya pernah kesal dengan seseorang di pelayanan. firman Tuhan jelas sekali berkata bahwa kita harus saling mengampuni. tetapi saya begitu sakit hati dengan orang ini sehingga saya tidak mau mengampuninya. tetapi semakin lama saya berdoa, Roh Kudus semakin berkata agar saya memaafkan orang itu. tetapi saya tidak mau. dan pada akhirnya saya pun menyerah dan bisa memaafkan dia. bisakah anda lihat sesuatu dari sini? dalam pikiran saya tahu bahwa saya harus ampuni dia, tetapi saya tidak mau. sudah bertahun-tahun saya melayani Tuhan. tetapi hati saya masih begitu keras. saya sangat mengingat isi firman Tuhan mengenai pengampunan itu, tetapi hati saya sangat keras. tetapi begitulah dahsyatnya doa. semakin saya berdoa, semakin hati saya yang keras dilembutkan oleh Tuhan.
Banyak mungkin dari kita gemes menghadapi orang yang tahu yang benar tetapi tidak pernah melakukannya. bagaimana cara dia supaya berubah? suruh dia berdoa sendiri dengan mulutnya! jika anda menghadapi seorang anak rohani yang tidak mau lepas dari rokok, padahal dia sendiri sudah tahu dan berkata dengan mulutnya bahwa merokok itu salah dan dia mau berubah tetapi kenyataannya belum, maka setiap pertemuan rohani suruh dia berdoa untuk kelepasannya dari rokok. biarkan dia berdoa dengan mulutnya sendiri. jika anda bertemu dengan anak rohani yang selalu menunda atau tidak mau penginjilan padahal dia berkata mau penginjilan maka suruh dia berdoa buat jiwa-jiwa dengan mulutnya sendiri dan tunggulah perubahan ilahi dalam hidupnya.
Bukan cuma karena saya butuh sesuatu maka saya berdoa, tetapi juga karena hati saya keras dan memberontak terhadap Allah. jadi sekeras apapun hati anda, maka berdoalah. jika anda tahu tentang kebenaran firman Tuhan tetapi hati anda keras untuk melakukannya, maka berdoalah. maka semakin ngotot kita berdoa, semakin kita serupa dengan Allah. sehingga kita bisa berkata seperti apa yang Yesaya katakan (Yesaya 7:8) : "ini aku Tuhan, jadikan aku jawaban doa".
Langganan:
Postingan (Atom)

