1. Prolog…
Malam ini Tuhan berbicara dengan sebuah visualisasi indah dan luar biasa. Pertama adalah ketika saya sedang beristirahat sejenak di pinggir jalan, lalu sebuah mobil berhenti dan memberikan makanan kepada pemulung yang sedang lewat dengan kaki kosong di aspal. Pikiran saya campur aduk ketika itu. Kemudian selang kira-kira 20 menit ketika saya melanjutkan perjalanan saya, sebuah motor di depan saya berhenti dan memberikan uang kepada seorang miskin yang sudah cacat kedua kakinya. Sejenak saya berpikir apa yang Tuhan mau dari saya.
Kemudian Tuhan bicara sesuatu yang jelas sekali. 2 pihak yang memberi kepada orang miskin itu tidak memberi karena mengenal orang miskin itu, tetapi karena digerakkan belas kasihan. Lalu mereka yang tidak mengenal orang miskin itu saja bisa memberi apalagi yang mengenalnya. Lalu Tuhan membawa saya kepada pengertian bagaimana bisa saya mengenal baik rekan saya dalam pelayanan lalu mengetahui dia dalam masalah keuangan lalu saya diam saja.
Saya bertemu dengan beberapa rekan pelayanan dalam waktu belakangan ini. Isu yang sama juga beredar. Seorang berkata bahwa anak PA nya mengalami masalah keuangan dan dia menyesal tidak bisa membantu karena dia sedang menghadapi masalah yang sama pula. Beberapa waktu lalu ada seorang adik yang juga berkata bahwa dia sedang menghadapi masalah keuangan. lalu saya teringat kurang lebih 2 bulan lalu ada seorang adik yang tidak mau ikut makan dengan saja di warteg. Selidik demi selidik, alasannya adalah karena dia tidak ada uang lagi. Akhirnya saya ajak dia makan dan saya yang bayar. Lalu ketika saya bertanya apakah dia cerita kepada abang PA nya dan dia berkata tidak. Kemarin saya WA salah satu adik di luar kota dan berkata padanya untuk bilang saya jika dia kekurangan uang selama pelayanannya. Saya tidak mau pelayanan dia terganggu karena berpikir soal uang. Dan dia salah satu orang yang tidak cerita pada pembimbingnya jika di akhir bulan dia sering kekurangan uang.
Jujur, hati saya sangat terganggu dengan itu. Sebuah pertanyaan keluar di kepala saya, apakah ketidakadaan uang adalah sebuah dosa besar yang memalukan? Apakah pengakuan itu jauh lebih memalukan daripada mengaku kepada pembimbing bahwa saya baru saja jatuh dalam dosa pornografi sehingga saya tidak berani cerita kepada pembimbing saya dan meminta bantuan padanya?
2. Mar 6:37 -> .. “Kamu harus memberi mereka makan!”
Ketika saya mendengar semua beban keuangan dari orang-orang yang saya kenal di pelayanan ini, maka ayat di atas terus bergema. Tuhan seolah berbicara “Kamu harus memberi mereka makan!”. “kamu,, yaa,, kamu!” Ketika Tuhan berbicara hal itu, satu keinginan saya pada Tuhan: saya ingin uang, yaa saya ingin uang!
Tuhan bukakan begitu banyak hal tentang kelimpahan dan tabur tuai kepada saya. Dan karena saya dibukakan banyak, maka saya pun dituntut banyak! Saya tidak bisa tahan mendengan rekan saya menghadapi masalah keuangan. walaupun uang saya pun tidaklah seberapa.
Hari minggu malam saya bersama keluarga saya makan di sebuah restoran di bandung. Lalu Bapak saya bertanya bagaimana tentang kelanjutan masa depan saya, apakah saya mau lanjut PhD atau bekerja. Saya Cuma bilang kalau kehendak Tuhan yang jadi. Tetapi saya cerita pada bapak saya bagaimana beban hati saya untuk membantu rekan-rekan saya di pelayanan yang berkekurangan dan juga ingin menabur lebih banyak untuk pelayanan. Jadi sejenak saya simpulkan saya ingin bekerja dan memiliki banyak uang. Tetapi bapak saya Cuma berkata bahwa Tuhan punya seribu cara untuk memberi kita uang. Saat kita mulai batasi Dia, maka terbatas pulalah sumber uang kita. Tuhan tidak pernah tidak punya cara untuk menolong kita dalam hal keuangan.
3. Luk 4:18 -> Roh Tuhan ada pada-Ku, oleh sebab Ia telah mengurapi Aku, untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin,
Kabar baik kepada orang miskin? Kabar baik apakah itu? Bukankah kabar baik itu adalah bahwa dalam Yesus kamu dapat dibebaskan dari kemiskinanmu? Tetapi bukankah kabar baik itu adalah mengenai keselamatan? Yaa bisa jadi. Tetapi tidak ada kabar lain yang lebih baik dari pada itu kepada orang yang mengalami masalah keuangan daripada firman yang berkata bahwa “Aku datang supaya kami mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan” dan “Allahku akan memenuhi segala keperluanmu menurut kekayaan dan kemuliaan-Nya dalam Kristus Yesus”.
Yaa, dalam Yesus anda akan alami terobosan dalam hal keuangan! dalam Yesus anda akan berkelimpahan sehingga anda bisa menolong orang lain yang berkekurangan juga!Ini kabar baik untuk anda yang mengalami masalah keuangan.
4. Yak 2:5 -> .. Allah memilih orang-orang yang dianggap miskin oleh dunia ini untuk menjadi kaya oleh iman
Jika anda mengalami masalah keuangan, maka anda sangat beruntung karena anda sedang dilatih untuk memiliki iman lebih besar lagi. Sekali waktu saya bertanya pada salah satu rekan mengapa dia menolak menerima persembahan dari pelayanan walaupun saya tahu dia sedang bergumul juga dalam hal keuangan. Dan jawaban dia adalah karena lebih baik bagi dia untuk memberi daripada menerima. Ok, saya bisa terima jawaban itu. Tetapi yang menarik bagi saya adalah saya bisa lihat imannya. Saya merasakan (entah benar atau tidak), dia sedang “menantang” Tuhan untuk mencukupkan kebutuhan dia sehari-hari dengan cara-cara yang dia tidak tahu. Dia mencoba berserah pada Tuhan tentang hidupnya. Entah ini benar atau tidak terjadi dalam pikirannya.
Saya bisa ceritakan begitu banyak pergumulan keuangan yang saya hadapi untuk hidup saya sendiri dan untuk pelayanan yang saya ikuti. Sekali waktu saya harus berdoa memukul-mukul tembok karena kami butuh uang untuk misi. Saya menangis sejadi-jadinya untuk membayar uang denda saya yang mencapai belasan juta dan saya tidak punya uang. Saya ingat meminta dengan sangat pada Tuhan uang untuk bisa mengajak makan rekan-rekan di Helps dengan uang saya sendiri karena saya seorang kordinator. Dan ending dari semua itu jelas sekali, Tuhan tidak pernah terlambat menolong saya dan Dia sediakan semua uang yang saya butuhkan.
Jika anda melihat saya memiliki cukup uang saat ini, maka saya bisa bilang itu karena Tuhan ijinkan saya mengalami masalah kekurangan uang. Jika anda mengalami masalah keuangan, maka jadikan itu sebagai lompatan imanmu. Jika anda percaya bahwa anda adalah anak Tuhan, maka percayalah juga bahwa Bapamu akan sediakan semua keperluanmu tepat pada waktunya.
5. Luk 21:3-4 -> Lalu Ia berkata: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya janda miskin ini memberi lebih banyak daripada semua orang itu”. Sebab mereka semua memberi persembahannya dari kelimpahannya, tetapi janda ini memberi dari kekurangannya, bahkan ia memberi seluruh nafkahnya.
Satu hal yang saya hindari setelah mengajar tentang menabur adalah menantang jemaat menulis jumlah taburannya dalam secarik kertas sesaat setelah kotbah selesai diucapkan dan memberikan kertas itu kepada bendahara. Tetapi saya lebih suka mengatakan kepada jemaat bahwa siapa yang tergerak menabur bisa meng-SMS bendahara secara personal dan batasnya adalah pada jam tertentu yang saya sebutkan.
Alasan saya sederhana, saya ingin pastikan jemaat menabur uang kepada pelayanan bukan karena emosi dan ingin dilihat orang tetapi karena Tuhan telah bicara padanya dan dia beriman tentang taburannya. Adalah sesuatu yang tidak enak jika sebagai pekerja anda tidak menulis dalam kertas itu. Dan jika motivasi anda untuk menabur adalah karena tidak enak, maka sia-sia lah taburan anda. Bagi saya, taburan yang seperti itu bukanlah taburan tetapi sumbangan! Sumbangan tidaklah melatih imanmu.
Alasan kedua adalah saya ingin “mempersulit” Tuhan. Jika memang Tuhan bekerja lewat apa yang saya kotbahkan dan maka Dia yang akan gerakkan orang untuk menabur. Saya biarkan Tuhan bekerja sendiri secara pribadi dengan setiap orang tanpa embel-embel menabur karena ingin dilihat orang.
Banyak pelayanan mengajar tentang taburan karena mereka berharap jemaat menabur sehingga pelayanan mempunyai uang. Yaa, itu tidaklah salah. Tetapi saya pengajar yang mengajar tabur-tuai supaya jemaat mengalami kelimpahan keuangan! Pengkotbah tabur-tuai yang Cuma ingin agar jemaat menabur uang kepada pelayanan adalah pengkotbah yang sebenarnya mengajarkan kemiskinan kepada jemaatnya. Saya tidak tahu apakah anda setuju atau tidak dengan statement saya diatas.
Beberapa hari lalu seorang adik bercerita pada saya kisah yang sangat menarik. Ada 2 orang rekan di pelayanan. Yang satu dikenal mempunyai cukup uang dan satunya pas-pasan. Ketika diajak menabur, rekan yang dikenal mempunyai cukup uang ini menabur 5 kali lebih banyak dari rekan yang kondisi keuangannya pas-pasan. Saya sangat antusias dan saya berkata pada adik itu agar dia temui orang yang menabur sedikit itu dan bercerita padanya tentang kebenaran tabur-tuai dan kelimpahan keuangan. saya ingin dia mengalami kelimpahan keuangan. karena ditengah kondisinya yang pas-pasan, dia tetap ingin menabur. Saya tidak begitu tertarik dengan rekan yang mempunyai uang cukup karena apalah artinya baginya pengajaran kelimpahan karena saat ini dia sudah berkelimpahan.
Pelayanan ini membutuhkan uang, tetapi tidak membutuhkan sumbangan! Saya tidak berkata bahwa orang kaya yang memberi kepada pelayanan adalah tidak baik. Tetapi saya ingin tekankan bahwa tantang imanmu untuk memberi sesuatu pada Tuhan. Jangan memberi dengan hati yang biasa-biasa. Saya pernah ceritakan pada beberapa orang bahwa sekali waktu Tuhan menantang saya menabur 2 kali dari uang bulanan saya dan puji Tuhan Dia sediakan semua. Akhir kata, tunjukkan imanmu lewat taburanmu!
6. Mar 14:7 -> Karena orang-orang miskin selalu ada padamu, dan kamu dapat menolong mereka, bilamana kamu mengkehendakinya..
Ini adalah bagian terakhir dari inti tulisan ini. Ayat diatas adalah perkataan Tuhan Yesus. Selalu ada orang yang mengalami masalah keuangan di antara kita. Yaa, di antara kita. Ijinkan saya mengubah konteks ayat di atas menjadi bahasa yang lebih sederhana: orang yang bermasalah keuangan selalu ada di Sion; orang yang bermasalah keuangan selalu ada di angkatanmu; orang yang bermasalah keuangan selalu ada di HELPS; bahkan orang yang bermasalah keuangan selalu ada di antara anak rohanimu.
Lalu siapakah yang menjadi jawaban buat mereka? Bukankah anda yang mempunyai uang?
Band of brothers.. ikatan persaudaraan..
HELPS bukan Cuma divisi yang berisi orang-orang yang bermimpi Sion mempunyai peralatan music keren. Tetapi saya bisa rasakan bahwa divisi ini lebih dari itu. Di sini saya temukan rekan-rekan yang mau berkeringat bareng, yang mau luangkan waktunya sangat banyak untuk bekerja menyiapkan dan membereskan alat, yang sering duduk bersama makan-makan bareng sehabis atau sebelum nge-HELPS, yang mungkin cerita-cerita sampai pagi di kamar kos siapa, yang ketawa bareng-bareng, dll. HELPS lebih kepada sebuah keluarga dan bukan Cuma sebagai divisi untuk mengerjakan sesuatu di pelayanan Sion. Kita adalah saudara. Saudara yang diikat sebuah divisi bernama HELPS dalam rumah besar bernama Sion.
Jika ada saudaramu berkekurangan di HELPS, maka mungkinkah hatimu diam?
Yoh 15:13 -> Tidak ada kasih yang lebih besar daripada kasih seseorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya
Mengapa seseorang itu memberikan nyawanya pada sahabatnya? Singkat saja karena sahabatnya itu membutuhkan sebuah nyawa. Demand-nya adalah nyawa, maka supply-nya adalah nyawa. Jika rekanmu membutuhkan uang maka solusi apakah yang lebih baik kepadanya selain uang? Anda bisa berkata bahwa “saya mendukungmu dalam doa” tetapi itu saja tidak cukup.
Tunjukkan imanmu lewat perbuatanmu. Bukan berarti doa tidak baik, itu sangat baik. Tetapi jika anda bisa memberikan uang, maka mengapa tidak jadikan dirimu sebagai jawaban doa yaitu sebagai penolong buat saudaramu. Mari jangan berpikir jauh-jauh darimana datangnya jawaban doa. Seringkali kita lah jawaban doa dari saudara-saudara kita yang kekurangan uang. Bukankah itu menjadi hal yang luar biasa jika kita dipakai menjadi jawaban doa buat orang lain?
Perhatikan Markus 14:7 diatas, “kamu dapat menolong mereka, bilamana kamu mengkehendakinya..” semua keputusan itu ada di tanganmu. Bukan di tanganku, tangan kordinator HELPS, tangan abang xxx, dll. Semua itu adalah keputusanmu.
Lalu jika kita adalah saudara, maka perlukah anda yang mengalami masalah keuangan tidak mau cerita tentang pergumulan anda? Jika anda merasa bahwa kita adalah saudara, maka mari ceritakan masalahmu. Jika kita bisa tertawa bersama di divisi ini, mari kita menangis bersama juga! Bukankah itu arti dari sebuah saudara?
Jika anda tidak mau cerita masalah keuanganmu, maka anda juga sedang menahan rekan-rekanmu mengalami pengalaman kelimpahan dan tabur-tuai. Anda sedang menahan dia untuk tidak menabur padahal dia mempunyai benih. Anda juga sedang menahan berkat mengalir dalam komunitas ini karena tindakan anda adalah penyangkalan bahwa kita adalah saudara! Saya ingin sekali semua orang di divisi ini bisa saling menanggung beban orang lain. Sehingga nyata bahwa kita adalah saudara.
7. Epilog..
Saya ingin akhiri tulisan ini dengan sebuah cerita. Saya berbincang dengan beberapa rekan HELPS dan berkata bahwa hubungan kita tidak boleh putus sesudah lulus. Bahkan kami berkata bahwa jika sampai ada rekan HELPS yang menjadi fulltimer, maka kita-kita yang sudah bekerja menjadi barisan terdepan untuk men-support pelayanan dia.
Tetapi jujur saya, beberapa waktu lalu saya memikirkan kembali pernyataan kami itu dan saya sedikit ragu. Mengapa? Karena saya percaya benih firman Tuhan tentang kelimpahan yang sudah ditaburkan di divisi ini akan berbuah 30, 60, dan 100 kali lipat. Tidak akan ada yang mengalami masalah keuangan kelak. Jika pun ada yang menjadi fulltimer, maka dia akan menjadi fulltimer yang berkelimpahan dan memberi banyak kepada orang lain. Bukan fulltimer yang kekurangan uang. Jadi mungkin dia tidak butuh taburan dari rekan-rekan HELPS yang lain tetapi memberi. Saya juga “sedikit ragu” jika ada yang menjadi fulltimer di HELPS setelah semua pengajaran kelimpahan dan tabur-tuai di divisi ini. Hahaha.. Adanya semua kita akan menjadi orang kaya dan berkelimpahan. Hahaha..
Akhir kata, saya bersyukur berada di divisi yang penuh dengan orang-orang yang murah hati. Orang-orang yang beriman Tuhan cukupkan semua kebutuhan keuangan. Dan orang-orang yang menjadi saudara sejati saat rekan-rekannya membutuhkan bantuan. Salam kelimpahan bangsa-bangsa atas dirimu, HELPS, dan atas pelayanan Sion ini!
Tampilkan postingan dengan label kelimpahan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kelimpahan. Tampilkan semua postingan
Minggu, 13 September 2015
Minggu, 03 Juni 2012
kelimpahan bangsa-bangsa (bag. 2)
Ada resiko kalau taburan kita akan habis semuanya dan kita sama sekali tidak menuai! Saya katakan ini sejak awal supaya tidak ada yang kecewa dari kita. Yang menyediakan tuaian adalah Tuhan, bagian kita adalah menabur. Mungkin ini kelihatan bertolak belakang dengan prinsip kasih karunia, dimana Tuhan sudah lakukan semua dan bagian kita menerima semua kelimpahan. Tetapi akses kepada kasih karunia adalah iman. dan iman adalah mengambil resiko! Apakah ada resiko kalau abraham tidak dapat anak? Ada! Padahal dia katanya memiliki iman dan diberikan kasih karunia. Apakah ada resiko kalau sadrakh, mesakh, abednego mati di perapian yang menyala-nyala? Ada! Tetapi lihat hidup mereka. Mereka tau ada peluang mereka gagal dan mati, tetapi apa yang mereka lakukan? Ambil resiko! orang yang beriman adalah orang yang ambil resiko! Cuma satu yang kita tau, Tuhan kita setia. Itu saja dan bagian kita juga harus setia. Ketika di jaman ishak terjadi kelaparan, maka dia ambil resiko untuk terus menabur. dan hasilnya?? Dia mendapat hasil 100 kali lipat! karena dia diberkati Tuhan (kej 26:12). Ishak ambil resiko gagal dan dia mendapat hasil luar biasa karena status dia sebagai orang yang diberkati! Mau ambil resiko??!! Mana nyali anda?!
Perhatikan hakim-hakim 20. Tolong baca perikop ini baik-baik. Orang israel mau berperang dengan suku benyamin dan mereka bertanya pada Tuhan. Tuhan suruh suku yehuda yang maju, dan hasilnya? Suku yehuda kalah. Sampai 2 kali lagi kalahnya! Padahal mereka sudah tanya Tuhan lho dan ikut tepat seperti apa yang Tuhan suruh. Baru yang ketiga mereka bisa menang. Apakah Tuhan mau mempermainkan suku-suku israel? Tidak tahu. Tapi yang pasti, Tuhan kreatif, kawan! Jalan cerita Tuhan tidak selalu sama. Tapi intinya cuma satu, yang setia sampai akhir yang akan menang. Tujuan akhir kita kan bukan cuma sampai kita alami kelimpahan di kampus saja, tetapi sampai kelimpahan bangsa-bangsa datang ke kita. Jadi kalau kesempatan pertama kita belum tuai, maka terus lah menabur! Kalau belum lagi menuai, maka terus menabur! Sampai kapan? Sampai kita menuai! Karena Tuhan pasti akan memberimu tuaian! Dia setia dan menyelidiki hatimu dan lebih mengerti hidupmu bahkan lebih dari dirimu sendiri! Mungkin sekarang anda blm menuai HP baru (misal), tapi Tuhan lebih mengerti kalau tuaian yang terbaik untuk mu adalah motor baru pada 2 bulan lagi. WOW! Ini dahsyat! Kita pasti menuai!
Memang waktu kita menabur kita kehilangan apa yang kita punya saat itu. ada resiko hilang semua, dan ada resiko tuaian 100 kali lipat. iman mengambil resiko kawan. Tetapi ini bukan perjudian lho.
Banyak kebutuhan kita kawan. Tapi jangan pikirkan tuaian! Pikirkan mana rotimu dan mana benihmu! baca 2 korintus 9:6-12. Mari mulai berdoa soal ini. Aku mau kita menabur. Ada resiko gagal, tapi ada resiko menuai 100 kali lipat. Tuhan yang sediakan benihanya untuk kita. Banyak tuaian adalah hak Tuhan, tetapi kita boleh beriman juga kok mau tuai berapa. Aku berdoa kita semua mengalami kemurahan hati seperti ayat 11, sehingga syukur bertambah-tambah pada Tuhan.
Hosea 10:12a bicara : menaburlah bagimu sesuai dengan keadilan, menuailah menurut kasih setia. Kasih setia siapa? Tentu kasih setia Tuhan. seperti apa tuaian yang sesuai dengan kasih setia Tuhan? Lukas 5:38 bicara : berilah dan kamu akan diberi; suatu takaran yang baik, yang dipadatkan, yang digoncangkan dan yang tumpah keluar akan dicurahkan ke dalam ribaanmu. Anda mengerti maksud ayat ini? “bejana” tuaian akan penuh, padat, bahkan sampai meluap-luap. Bahkan tidak akan ada satu kecil rongga pun buat udara bisa tinggal. Hehe.. atau supaya mudah, seperti apa kasih karunia Tuhan? lihat pengorbanan Dia di salib yang kelihatan “boros” dan “gila” di kayu salib buat sampah seperti saya dan anda (sebelum diselamatkan). Dia selalu memberi dengan boros dan berlebihan untuk saya dan anda. So, pikirkan tuaian tidak apa-apa, tetapi jangan focus disitu. Karena Tuhan sangat pasti terlebih tahu apa yang kita perlukan.
Aku berdoa Roh Kudus sendiri yang berkata-kata pada anda semua. Saya tidak mau setelah kita 10 tahun ikut Tuhan baru kita alami kelimpahan dan menuai. Kita menuai yaa sejak di kampus! Maka kita juga harus menabur di kampus. Ini salah satu kesempatan anda mengalami tuaian 100 kali lipat (dan ada resiko gagal). Mari ambil resiko ini.
Faith, pray, n serve!
Perhatikan hakim-hakim 20. Tolong baca perikop ini baik-baik. Orang israel mau berperang dengan suku benyamin dan mereka bertanya pada Tuhan. Tuhan suruh suku yehuda yang maju, dan hasilnya? Suku yehuda kalah. Sampai 2 kali lagi kalahnya! Padahal mereka sudah tanya Tuhan lho dan ikut tepat seperti apa yang Tuhan suruh. Baru yang ketiga mereka bisa menang. Apakah Tuhan mau mempermainkan suku-suku israel? Tidak tahu. Tapi yang pasti, Tuhan kreatif, kawan! Jalan cerita Tuhan tidak selalu sama. Tapi intinya cuma satu, yang setia sampai akhir yang akan menang. Tujuan akhir kita kan bukan cuma sampai kita alami kelimpahan di kampus saja, tetapi sampai kelimpahan bangsa-bangsa datang ke kita. Jadi kalau kesempatan pertama kita belum tuai, maka terus lah menabur! Kalau belum lagi menuai, maka terus menabur! Sampai kapan? Sampai kita menuai! Karena Tuhan pasti akan memberimu tuaian! Dia setia dan menyelidiki hatimu dan lebih mengerti hidupmu bahkan lebih dari dirimu sendiri! Mungkin sekarang anda blm menuai HP baru (misal), tapi Tuhan lebih mengerti kalau tuaian yang terbaik untuk mu adalah motor baru pada 2 bulan lagi. WOW! Ini dahsyat! Kita pasti menuai!
Memang waktu kita menabur kita kehilangan apa yang kita punya saat itu. ada resiko hilang semua, dan ada resiko tuaian 100 kali lipat. iman mengambil resiko kawan. Tetapi ini bukan perjudian lho.
Banyak kebutuhan kita kawan. Tapi jangan pikirkan tuaian! Pikirkan mana rotimu dan mana benihmu! baca 2 korintus 9:6-12. Mari mulai berdoa soal ini. Aku mau kita menabur. Ada resiko gagal, tapi ada resiko menuai 100 kali lipat. Tuhan yang sediakan benihanya untuk kita. Banyak tuaian adalah hak Tuhan, tetapi kita boleh beriman juga kok mau tuai berapa. Aku berdoa kita semua mengalami kemurahan hati seperti ayat 11, sehingga syukur bertambah-tambah pada Tuhan.
Hosea 10:12a bicara : menaburlah bagimu sesuai dengan keadilan, menuailah menurut kasih setia. Kasih setia siapa? Tentu kasih setia Tuhan. seperti apa tuaian yang sesuai dengan kasih setia Tuhan? Lukas 5:38 bicara : berilah dan kamu akan diberi; suatu takaran yang baik, yang dipadatkan, yang digoncangkan dan yang tumpah keluar akan dicurahkan ke dalam ribaanmu. Anda mengerti maksud ayat ini? “bejana” tuaian akan penuh, padat, bahkan sampai meluap-luap. Bahkan tidak akan ada satu kecil rongga pun buat udara bisa tinggal. Hehe.. atau supaya mudah, seperti apa kasih karunia Tuhan? lihat pengorbanan Dia di salib yang kelihatan “boros” dan “gila” di kayu salib buat sampah seperti saya dan anda (sebelum diselamatkan). Dia selalu memberi dengan boros dan berlebihan untuk saya dan anda. So, pikirkan tuaian tidak apa-apa, tetapi jangan focus disitu. Karena Tuhan sangat pasti terlebih tahu apa yang kita perlukan.
Aku berdoa Roh Kudus sendiri yang berkata-kata pada anda semua. Saya tidak mau setelah kita 10 tahun ikut Tuhan baru kita alami kelimpahan dan menuai. Kita menuai yaa sejak di kampus! Maka kita juga harus menabur di kampus. Ini salah satu kesempatan anda mengalami tuaian 100 kali lipat (dan ada resiko gagal). Mari ambil resiko ini.
Faith, pray, n serve!
kelimpahan bangsa-bangsa (bag. 1)
dengan iman aku melangkah maju,
dengan doa aku klaim segala sesuatu,
dan dengan melayani aku kerjakan panggilan itu..
Assalamu’alaikum Wr.Wb, shalom aleichem…
Aku kembali dibukakan soal kelimpahan yang menjadi bagian Sion. Dan aku percaya, kelimpahan adalah bagian kita juga secara perseorangan. Tuhan br saja wahyukan beberapa hal ke aku soal kelimpahan kembali.
Mari kita baca sejenak di yesaya 60. Ini janji Tuhan soal Sion. Coba baca baik-baik ayat 5, 6, 9, 11, 13, 16, dan 17 (total ada 7 ayat, angka sempurna!). perhatikan baik-baik ayat itu. Semua itu bicara tentang kelimpahan. Tapi perhatikan sumber dari kelimpahan itu. Sumberny bukan berasal dari orang percaya. Tapi dari orang fasik! Dari orang-orang yang belum kenal Tuhan. Amsal 13:22 bicara tentang : kekayaan orang berdosa disimpan bagi orang benar. Jadi sumber kelimpahan sion adalah dari orang fasik. Jadi sumber pemasukan utama kita adalah dari orang-orang dunia ini! Aku berpikir ada hal yang salah di banyak pelayanan. Kita mulai berpikir para alumni pelayanan itulah yang mensupport dana pelayanan itu, tetapi itu tidak alkitabiah. Yang benar adalah orang-orang fasik yang akan mensupport kita. Tuhan “tidak cukup” dimuliakan jika pelayanan mengalami kelimpahan karena alumni yang kaya. Missal ada orang bertanya pada pelayanan anda darimana semua sumber uang pelayanan ini, lalu jawab anda ini berasal dari para alumni yang kaya atau anggota pelayanan yang kaya. Ya wajar jika kita kaya karena ada alumni yang nabur. Tetapi bayangkan sekarang, klu kita di tanya hal yang sama dan jawaban kita spt ini : sumber dana kami berasal dari konsorsium pengusaha arab saudi dan dubai lho. Wow! Mereka akan terheran-heran akan pekerjaan Tuhan menggerakkan orang kedar sendiri untuk berkati kita. Ini baru alkitabiah. Nama Tuhan “lebih” dimuliakan. Bayangkan saat kita pergi misi dan sumber dana dari para pengusaha muslim, ini baru alkitabiah. Tetapi bukan berarti adalah hal yang buruk jika para alumni dan anggota pelayanan adalah orang yang kaya dan suka menabur. Ini baik, bahkan sangat baik, tetapi ini bukan gol akhirnya.
Tetapi bukan maksud aku tidak ada bagian dari orang percaya sendiri. Ada level-level kelimpahan yang harus kita alami. Tuhan memang sudah janjikan kekayaan bangsa-bangsa akan datang ke sion, tetapi gimana cara mengalaminya? Ada “pintu” yang harus kita buka, dan kuncinya bernama : menabur. Keluaran 35 : 4-29 bicara tentang taburan orang israel untuk pembangunan rumah Tuhan. Inilah awal dari kelimpahan Israel: menabur.
Level pertama dari kelimpahan adalah merelakan dari kita untuk menabur bg pekerjaan Tuhan. Baru level kedua bicara tentang kekayaan bangsa-bangsa yang akan datang ke kita. Lalu level terakhir adalah kita menjadi jawaban soal kebutuhan keuangan orang lain atau pelayanan lain di luar pelayanan kita sendiri (tentang jemaat makedonia yang menabur untuk pelayanan lain). Ada langkah-langkah yang harus kita ambil.
Saingan utama Tuhan adalah mamon (uang). Dia sendiri akui itu. Kenapa sangat banyak alumni pelayanan kampus yang setelah lulus langsung cari kerja di kota-kota besar dan tidak mau “meresikokan” dirinya untuk melayani Tuhan. Ini karena tidak ada kemenangan soal uang selama mereka di kampus. Kita selama ini sering bicara tentang jiwa-jiwa, pemuridan, suku-suku bangsa. Tetapi perhatikan baik-baik, kemana anda setelah lulus dari kampus? Apakah orientasi anda sudah menjadi masa depan dan uang? Atau masih tetap jiwa-jiwa seperti di kampus? Tidak ada yang bisa menjamin kita semua akan tetapi memiliki hati yang sama saat kita lulus dari pelayanan kampus. Uang dapat membutakan kita, kawan. Siapa yang berani melepas karirnya di perusahaan X, saat sudah bergaji diatas 50 juta misal, jika suatu saat Tuhan menyuruh berhenti lalu jadi seorang fulltimer? Maka dalam sekejap uang membutakan mata kita dan semua kenangan air mata yang pernah kita keluarkan di kampus untuk jiwa-jiwa hilang tanpa bekas. Uang dapat dengan mudah membutakan kita. Siapa yang berani menolak tawaran kerja di perusahaan Y dengan gaji awal 10 juta, dan disaat yang bersamaan daerah misi membutuhkan pekerja dan tanpa tawaran gaji yang jelas. Saya berdoa kita semua tetapi bisa memilih daerah misi. Tetapi siapa yang menjaminmu akan memilih daerah misi dibanding tawaran gaji besar??? Saya sendiri tidak bisa menjamin diri saya sendiri. Semua karena kasih karunia dan bagian saya sekarang adalah berdoa saya masih bisa tetapi ikuti apa yang Tuhan suruh.
Lalu apa efek hukum tabur tuai dalam hal ini? Lihat ayub 42:5 : hanya dari kata orang saja aku mendengar tentang Engkau, tetapi sekarang mataku sendiri memandang Engkau. Ketika kekuatiran tentang keuangan datang dan mulai menghampirimu, maka pengalaman kelimpahan dengan Tuhan lah yang membuat kita tetapi bisa bertahan dari semua godaan dunia ini. Kita bisa dengan mudah menolak tawaran perusahaan X (dengan tawaran gaji awal 20 juta) karena kita sudah pernah rasakan menuai 100 kali lipat! Kita bisa dengan mudah “membuang” surat tawaran kerja di PT. Y dan melihat tawaran dari kerajaan surga lebih berharga jika kita sudah merasakan Tuhan sendiri yang menyediakan tuaian 100 kali lipat. saya sudah rasakan Tuhan saya memberi saya kelimpahan maka saya tolak tawaran perusahaan itu (contoh). Kita tidak cari berkat, kawan. Saya harap anda menangkap apa yang saya maksud. Pengalaman kelimpahan dengan Tuhan itu penting. Tetapi bukan berarti orang yang bekerja di perusahaan selalu khawatir tentang uang, jangan salah artikan maksud saya. Semua pada dasarnya baik jika sesuai dengan apa yang Tuhan suruh untuk kita kerjakan.
dengan doa aku klaim segala sesuatu,
dan dengan melayani aku kerjakan panggilan itu..
Assalamu’alaikum Wr.Wb, shalom aleichem…
Aku kembali dibukakan soal kelimpahan yang menjadi bagian Sion. Dan aku percaya, kelimpahan adalah bagian kita juga secara perseorangan. Tuhan br saja wahyukan beberapa hal ke aku soal kelimpahan kembali.
Mari kita baca sejenak di yesaya 60. Ini janji Tuhan soal Sion. Coba baca baik-baik ayat 5, 6, 9, 11, 13, 16, dan 17 (total ada 7 ayat, angka sempurna!). perhatikan baik-baik ayat itu. Semua itu bicara tentang kelimpahan. Tapi perhatikan sumber dari kelimpahan itu. Sumberny bukan berasal dari orang percaya. Tapi dari orang fasik! Dari orang-orang yang belum kenal Tuhan. Amsal 13:22 bicara tentang : kekayaan orang berdosa disimpan bagi orang benar. Jadi sumber kelimpahan sion adalah dari orang fasik. Jadi sumber pemasukan utama kita adalah dari orang-orang dunia ini! Aku berpikir ada hal yang salah di banyak pelayanan. Kita mulai berpikir para alumni pelayanan itulah yang mensupport dana pelayanan itu, tetapi itu tidak alkitabiah. Yang benar adalah orang-orang fasik yang akan mensupport kita. Tuhan “tidak cukup” dimuliakan jika pelayanan mengalami kelimpahan karena alumni yang kaya. Missal ada orang bertanya pada pelayanan anda darimana semua sumber uang pelayanan ini, lalu jawab anda ini berasal dari para alumni yang kaya atau anggota pelayanan yang kaya. Ya wajar jika kita kaya karena ada alumni yang nabur. Tetapi bayangkan sekarang, klu kita di tanya hal yang sama dan jawaban kita spt ini : sumber dana kami berasal dari konsorsium pengusaha arab saudi dan dubai lho. Wow! Mereka akan terheran-heran akan pekerjaan Tuhan menggerakkan orang kedar sendiri untuk berkati kita. Ini baru alkitabiah. Nama Tuhan “lebih” dimuliakan. Bayangkan saat kita pergi misi dan sumber dana dari para pengusaha muslim, ini baru alkitabiah. Tetapi bukan berarti adalah hal yang buruk jika para alumni dan anggota pelayanan adalah orang yang kaya dan suka menabur. Ini baik, bahkan sangat baik, tetapi ini bukan gol akhirnya.
Tetapi bukan maksud aku tidak ada bagian dari orang percaya sendiri. Ada level-level kelimpahan yang harus kita alami. Tuhan memang sudah janjikan kekayaan bangsa-bangsa akan datang ke sion, tetapi gimana cara mengalaminya? Ada “pintu” yang harus kita buka, dan kuncinya bernama : menabur. Keluaran 35 : 4-29 bicara tentang taburan orang israel untuk pembangunan rumah Tuhan. Inilah awal dari kelimpahan Israel: menabur.
Level pertama dari kelimpahan adalah merelakan dari kita untuk menabur bg pekerjaan Tuhan. Baru level kedua bicara tentang kekayaan bangsa-bangsa yang akan datang ke kita. Lalu level terakhir adalah kita menjadi jawaban soal kebutuhan keuangan orang lain atau pelayanan lain di luar pelayanan kita sendiri (tentang jemaat makedonia yang menabur untuk pelayanan lain). Ada langkah-langkah yang harus kita ambil.
Saingan utama Tuhan adalah mamon (uang). Dia sendiri akui itu. Kenapa sangat banyak alumni pelayanan kampus yang setelah lulus langsung cari kerja di kota-kota besar dan tidak mau “meresikokan” dirinya untuk melayani Tuhan. Ini karena tidak ada kemenangan soal uang selama mereka di kampus. Kita selama ini sering bicara tentang jiwa-jiwa, pemuridan, suku-suku bangsa. Tetapi perhatikan baik-baik, kemana anda setelah lulus dari kampus? Apakah orientasi anda sudah menjadi masa depan dan uang? Atau masih tetap jiwa-jiwa seperti di kampus? Tidak ada yang bisa menjamin kita semua akan tetapi memiliki hati yang sama saat kita lulus dari pelayanan kampus. Uang dapat membutakan kita, kawan. Siapa yang berani melepas karirnya di perusahaan X, saat sudah bergaji diatas 50 juta misal, jika suatu saat Tuhan menyuruh berhenti lalu jadi seorang fulltimer? Maka dalam sekejap uang membutakan mata kita dan semua kenangan air mata yang pernah kita keluarkan di kampus untuk jiwa-jiwa hilang tanpa bekas. Uang dapat dengan mudah membutakan kita. Siapa yang berani menolak tawaran kerja di perusahaan Y dengan gaji awal 10 juta, dan disaat yang bersamaan daerah misi membutuhkan pekerja dan tanpa tawaran gaji yang jelas. Saya berdoa kita semua tetapi bisa memilih daerah misi. Tetapi siapa yang menjaminmu akan memilih daerah misi dibanding tawaran gaji besar??? Saya sendiri tidak bisa menjamin diri saya sendiri. Semua karena kasih karunia dan bagian saya sekarang adalah berdoa saya masih bisa tetapi ikuti apa yang Tuhan suruh.
Lalu apa efek hukum tabur tuai dalam hal ini? Lihat ayub 42:5 : hanya dari kata orang saja aku mendengar tentang Engkau, tetapi sekarang mataku sendiri memandang Engkau. Ketika kekuatiran tentang keuangan datang dan mulai menghampirimu, maka pengalaman kelimpahan dengan Tuhan lah yang membuat kita tetapi bisa bertahan dari semua godaan dunia ini. Kita bisa dengan mudah menolak tawaran perusahaan X (dengan tawaran gaji awal 20 juta) karena kita sudah pernah rasakan menuai 100 kali lipat! Kita bisa dengan mudah “membuang” surat tawaran kerja di PT. Y dan melihat tawaran dari kerajaan surga lebih berharga jika kita sudah merasakan Tuhan sendiri yang menyediakan tuaian 100 kali lipat. saya sudah rasakan Tuhan saya memberi saya kelimpahan maka saya tolak tawaran perusahaan itu (contoh). Kita tidak cari berkat, kawan. Saya harap anda menangkap apa yang saya maksud. Pengalaman kelimpahan dengan Tuhan itu penting. Tetapi bukan berarti orang yang bekerja di perusahaan selalu khawatir tentang uang, jangan salah artikan maksud saya. Semua pada dasarnya baik jika sesuai dengan apa yang Tuhan suruh untuk kita kerjakan.
Senin, 28 Mei 2012
memberi
Dahulu aku muda, sekarang telah menjadi tua, tetapi tidak pernah kulihat orang benar ditinggalkan, atau anak cucunya meminta-minta roti – mzm 37:25.
Menurut dunia, jika anda ingin menjadi kaya maka kumpulkanlah banyak uang. Tetapi Alkitab berkata lain, jika anda mau menjadi kaya maka rajinlah menabur. Kaya bagi orang dunia adalah memanen, tetapi kaya bagi orang Kristen adalah menabur.
Ada perbedaan antara orang kaya dan orang berkelimpahan. Orang kaya dilihat dari seberapa banyak yang dia punya, tetapi orang berkelimpahan dilihat dari seberapa banyak yang keluar dari yang dia punyai. Anda bisa jadi kaya tetapi tidak berkelimpahan, dan sebaliknya. Lalu mana yang anda pilih? Saya memilih kaya dan berkelimpahan sekaligus! Rakus?! Yaa,, karena iman itu rakus..
Satu hal yang saya rasakan sejak saya mengerti banyak tentang kelimpahan adalah orang yang diwahyukan tentang kelimpahan yang sejati dari Roh Kudus akan otomatis mempunyai spirit memberi. Dan itu yang saya rasakan dan lakukan. Nabur uang beli alat music, traktir rekan-rekan se-tim, pengen menabur besar ke gereja, dll.
Kejadian 12 : 1-3 berkata : Berfirmanlah TUHAN kepada Abram: "Pergilah dari negerimu dan dari sanak saudaramu dan dari rumah bapamu ini ke negeri yang akan Kutunjukkan kepadamu; Aku akan membuat engkau menjadi bangsa yang besar, dan memberkati engkau serta membuat namamu masyhur; dan engkau akan menjadi berkat. Aku akan memberkati orang-orang yang memberkati engkau, dan mengutuk orang-orang yang mengutuk engkau, dan olehmu semua kaum di muka bumi akan mendapat berkat."
Ayat yang familiar bukan? Satu inti yang bisa diambil dari ayat ini adalah :
Abram diberkati supaya bisa jadi berkat. Jika abram tidak diberkati, maka semua bangsa tidak diberkati.
Tuhan tidak punya pilihan lain, Dia harus memberkati Abram. Janji-Nya sendiri yang mengikat Dia. Sedangkan Abram, dia punya pilihan. Posisi Abram sudah dalam posisi kaya raya sebelum mendengar suara Tuhan ini. Lalu apa lagi obsesi pribadinya? Dia bisa memilih tidak pergi dari Ur kasdim dan semua bangsa tidak diberkati (egois), tetapi dia juga bisa memilih pergi. Ingat, dia sudah kaya raya. Tidak ada yang kurang dari dia jika dia menolak pergi ke kanaan.
Terkadang hal egois yang menghalangi kita untuk menabur. Egois tidak Cuma berkata saya sudah merasa cukup dan untuk apa mempedulikan orang lain, tetapi egois juga berkata saya saja merasa kurang apalagi jika saya harus memberi pada orang lain.
5 roti dan 2 ikan tetap 5 roti dan 2 ikan jika Yesus tidak peduli pada 5000 orang laki-laki. Kunci mudah untuk mulai berani menabur adalah mulai memperhatikan kondisi orang lain. Jika keuangan kita membuat kita merasa kurang saat ini dan merasa sulit untuk memperhatikan keuangan orang lain, maka kondisi kita sama seperti para murid yang menyarankan Yesus menyuruh orang banyak itu pulang dan membeli roti sendiri. Kas mereka tidak berjumlah milyaran dollar. Tidak ada toko roti yang ber-afiliasi dengan mereka. Tetapi Yesus memang gila! Dia berkata : “Kamu yang harus memberi mereka makan. “ dan murid-murid pun mulai berpikir Yesus gila!
Mujizat Cuma bisa dilakukan oleh orang-orang gila. Yang tidak percaya pada hal-hal yang dilihat oleh mata, tidak percaya pada apa yang dipegangnya sendiri, tetapi percaya pada hal-hal yang tidak dapat dilihat oleh mata. Itulah iman yang gila!
Jika anda mau mengalami kelimpahan yang supranatural, maka mulai perhatikanlah kebutuhan orang lain. Saya beri ilustrasi yang sederhana. Jika kebutuhan tiap orang diibaratkan sebanyak botol coca-cola, maka saya dan anda mempunyai botol sendiri. Jika anda Cuma memikirkan kebutuhan anda dan memintanya dari Tuhan, maka Tuhan Cuma memberi sebanyak 1 botol coca-cola. Tetapi missal jika anda mulai berpikir : “Tuhan, aku pengen bantu keuangan temanku; Tuhan, aku pengen belikan alat music baru buat gereja; dll.” , maka secara tidak sadar anda sedang berusaha mengisi botol milik orang lain. Jika anda beriman untuk memenuhi 5 botol lain selain punya anda, maka Tuhan harus memberi anda kapasitas berkat 6 botol. Dan secara tidak sadar, anda akan merasa sepertinya uang anda sangat banyak sampai-sampai bisa memberi pada orang lain. Dan kelimpahan pun sedang menjamah anda.
Dan itu membuat anda sedang melakukan kejadian 12:1-3 tadi. Anda diberkati supaya menjadi berkat. Dan Tuhan tidak punya pilihan lain selain memberkati anda!
2 kor 9:10 berkata kalau Tuhan yang akan memberikan benih. jangan berpikir soal darimana datangnya uang, tetapi berpikirlah kepada siapa saya bisa memberi uang saya. Pikiran manusia normal langsung dibatasi dengan darimana uang datang dan malah tidak bergerak kemana-mana, tetapi pikiran manusia supranatural berkata Tuhan bisa kirimkan burung elang untuk memberi saya makan dan DIa sedang membuat orang lain menderita jika tidak memberkati saya berlimpah-limpah.
Mental orang miskin dihadapan Allah adalah orang yang sukar untuk memberi, orang yang langsung berpikir darimana datangnya uang, orang yang berpikir saya saja tidak cukup apalagi harus memberi.
Uang bisa menjadi anak buah yang sangat patuh, tetapi bisa juga menjadi bos yang sangat jahat. Bagaimana menjadikan dia anak buah yang sangat patuh???
Memberi adalah jawabannya…
Menurut dunia, jika anda ingin menjadi kaya maka kumpulkanlah banyak uang. Tetapi Alkitab berkata lain, jika anda mau menjadi kaya maka rajinlah menabur. Kaya bagi orang dunia adalah memanen, tetapi kaya bagi orang Kristen adalah menabur.
Ada perbedaan antara orang kaya dan orang berkelimpahan. Orang kaya dilihat dari seberapa banyak yang dia punya, tetapi orang berkelimpahan dilihat dari seberapa banyak yang keluar dari yang dia punyai. Anda bisa jadi kaya tetapi tidak berkelimpahan, dan sebaliknya. Lalu mana yang anda pilih? Saya memilih kaya dan berkelimpahan sekaligus! Rakus?! Yaa,, karena iman itu rakus..
Satu hal yang saya rasakan sejak saya mengerti banyak tentang kelimpahan adalah orang yang diwahyukan tentang kelimpahan yang sejati dari Roh Kudus akan otomatis mempunyai spirit memberi. Dan itu yang saya rasakan dan lakukan. Nabur uang beli alat music, traktir rekan-rekan se-tim, pengen menabur besar ke gereja, dll.
Kejadian 12 : 1-3 berkata : Berfirmanlah TUHAN kepada Abram: "Pergilah dari negerimu dan dari sanak saudaramu dan dari rumah bapamu ini ke negeri yang akan Kutunjukkan kepadamu; Aku akan membuat engkau menjadi bangsa yang besar, dan memberkati engkau serta membuat namamu masyhur; dan engkau akan menjadi berkat. Aku akan memberkati orang-orang yang memberkati engkau, dan mengutuk orang-orang yang mengutuk engkau, dan olehmu semua kaum di muka bumi akan mendapat berkat."
Ayat yang familiar bukan? Satu inti yang bisa diambil dari ayat ini adalah :
Abram diberkati supaya bisa jadi berkat. Jika abram tidak diberkati, maka semua bangsa tidak diberkati.
Tuhan tidak punya pilihan lain, Dia harus memberkati Abram. Janji-Nya sendiri yang mengikat Dia. Sedangkan Abram, dia punya pilihan. Posisi Abram sudah dalam posisi kaya raya sebelum mendengar suara Tuhan ini. Lalu apa lagi obsesi pribadinya? Dia bisa memilih tidak pergi dari Ur kasdim dan semua bangsa tidak diberkati (egois), tetapi dia juga bisa memilih pergi. Ingat, dia sudah kaya raya. Tidak ada yang kurang dari dia jika dia menolak pergi ke kanaan.
Terkadang hal egois yang menghalangi kita untuk menabur. Egois tidak Cuma berkata saya sudah merasa cukup dan untuk apa mempedulikan orang lain, tetapi egois juga berkata saya saja merasa kurang apalagi jika saya harus memberi pada orang lain.
5 roti dan 2 ikan tetap 5 roti dan 2 ikan jika Yesus tidak peduli pada 5000 orang laki-laki. Kunci mudah untuk mulai berani menabur adalah mulai memperhatikan kondisi orang lain. Jika keuangan kita membuat kita merasa kurang saat ini dan merasa sulit untuk memperhatikan keuangan orang lain, maka kondisi kita sama seperti para murid yang menyarankan Yesus menyuruh orang banyak itu pulang dan membeli roti sendiri. Kas mereka tidak berjumlah milyaran dollar. Tidak ada toko roti yang ber-afiliasi dengan mereka. Tetapi Yesus memang gila! Dia berkata : “Kamu yang harus memberi mereka makan. “ dan murid-murid pun mulai berpikir Yesus gila!
Mujizat Cuma bisa dilakukan oleh orang-orang gila. Yang tidak percaya pada hal-hal yang dilihat oleh mata, tidak percaya pada apa yang dipegangnya sendiri, tetapi percaya pada hal-hal yang tidak dapat dilihat oleh mata. Itulah iman yang gila!
Jika anda mau mengalami kelimpahan yang supranatural, maka mulai perhatikanlah kebutuhan orang lain. Saya beri ilustrasi yang sederhana. Jika kebutuhan tiap orang diibaratkan sebanyak botol coca-cola, maka saya dan anda mempunyai botol sendiri. Jika anda Cuma memikirkan kebutuhan anda dan memintanya dari Tuhan, maka Tuhan Cuma memberi sebanyak 1 botol coca-cola. Tetapi missal jika anda mulai berpikir : “Tuhan, aku pengen bantu keuangan temanku; Tuhan, aku pengen belikan alat music baru buat gereja; dll.” , maka secara tidak sadar anda sedang berusaha mengisi botol milik orang lain. Jika anda beriman untuk memenuhi 5 botol lain selain punya anda, maka Tuhan harus memberi anda kapasitas berkat 6 botol. Dan secara tidak sadar, anda akan merasa sepertinya uang anda sangat banyak sampai-sampai bisa memberi pada orang lain. Dan kelimpahan pun sedang menjamah anda.
Dan itu membuat anda sedang melakukan kejadian 12:1-3 tadi. Anda diberkati supaya menjadi berkat. Dan Tuhan tidak punya pilihan lain selain memberkati anda!
2 kor 9:10 berkata kalau Tuhan yang akan memberikan benih. jangan berpikir soal darimana datangnya uang, tetapi berpikirlah kepada siapa saya bisa memberi uang saya. Pikiran manusia normal langsung dibatasi dengan darimana uang datang dan malah tidak bergerak kemana-mana, tetapi pikiran manusia supranatural berkata Tuhan bisa kirimkan burung elang untuk memberi saya makan dan DIa sedang membuat orang lain menderita jika tidak memberkati saya berlimpah-limpah.
Mental orang miskin dihadapan Allah adalah orang yang sukar untuk memberi, orang yang langsung berpikir darimana datangnya uang, orang yang berpikir saya saja tidak cukup apalagi harus memberi.
Uang bisa menjadi anak buah yang sangat patuh, tetapi bisa juga menjadi bos yang sangat jahat. Bagaimana menjadikan dia anak buah yang sangat patuh???
Memberi adalah jawabannya…
Langganan:
Postingan (Atom)



