Tampilkan postingan dengan label doa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label doa. Tampilkan semua postingan

Minggu, 16 April 2017

Sebuah komitmen untuk berdoa

Hari Senin kemarin menjadi hari yang tidak biasa dalam kehidupan doa saya..

Semua cerita diawali ketika saya makan siang bersama dengan rekan sekerja. Biasa kami makan jam 1.15 di kantin untuk menghindari keramaian mahasiswa yang makan siang biasa sekitar jam 12.30. tapi senin kemarin menjadi makan siang yang panjang. Kami bercerita cukup lama sampai sekitar jam 2.30 padahal biasa jam 2 kami sudah selesai.

Saya mempunyai kebiasaan baru di tahun 2017, yaitu meluangkan waktu sejenak berdoa kurang lebih 15 menit sekitar pukul 3.30 – 4 sore. Tahukah anda tempat terbaik berdoa di kantor? Jawabannya adalah WC alias toilet. Hehe.. Puji Tuhan WC di tempat saya terjamin kebersihannya. Tidak ada bau kotoran karena setiap 10 atau 15 menit parfum akan otomatis menyemprot. Maklum, anak WC, jadi saya sudah hapal jadwalnya. (saya juga tahu kalau lampu akan otomatis mati jika tidak ada gerakan selama 15 menit) Hehe.. kebiasaan itu terus saya lakukan sampai hari ini.

Tetapi Senin kemarin sedikit berbeda. Karena makan siang cukup lama, lalu tiba-tiba saya dapat jurnal yang sangat bagus jadi saya habiskan waktu untuk membacanya dari laptop saya. Singkat cerita, saya melobi Tuhan untuk berdoa nanti-nanti saja karena saya pikir bahwa toh yang penting tetap berdoa.

Tetapi tepat jam 5, mata saya tiba-tiba dialihkan oleh sebuah whatsup yang masuk dari grup komsel saya:

“Shalom! Sesibuk apa pun kita bekerja jangan pernah melupakan jam-jam doa. Senantiasalah melibatkan Tuhan di setiap pekerjaan dan usaha kita, pastilah Tuhan akan memberkatiNya. TETAP SEMANGAT. (Ulangan 8:17-18, Mazmur 127:1 (Alkitab bhs. Ind/Nl). "Have a Blessed Monday" Ps Victor, Ps Vivie”

Saya terkejut lihat isi pesan itu. Selang beberapa detik tiba-tiba muncul warning dari laptop saya yang mengatakan bahwa batere nya sudah mau habis dan harus di isi*. Ow ow! Saya langsung sadar Roh Kudus suruh saya berdoa. Segera saya matikan laptop dan menuju WC.

Hal itu sangat berkesan buat saya. Saya bisa lihat bahwa adalah kerinduan Tuhan bersekutu dengan anak-anak-Nya. Tiba-tiba saya berpikir: bukan saya yang ingin saya berdoa tetapi Tuhan yang ingin saya berdoa. Doa yang tidak cuma dinaikkan karena ingin meminta sesuatu, tetapi doa yang dinaikkan karena ingin mendengar Tuhan berbicara. Pada dasarnya Tuhan tahu kebutuhan kita bahkan sebelum kita berdoa (mazmur 139:4). Tetapi kita tidak akan tahu apa mau Tuhan jika kita tidak berdoa! itu kenyataannya.

Salah satu pelajaran istimewa tentang doa yang menempel erat di pikiran saya adalah bahwa doa merubah pendoanya pertama kali. Dia tidak akan merubah orang lain pertama kali, bahkan tidak akan merubah posisi Allah (karena pada dasarnya semua yang Allah mau adalah sangat sangat baik). Tetapi doa merubah sikap hati pendoa, merubah pikiran pendoa, merubah ketakutan pendoa menjadi sebuah keberanian, mengingatkan pendoa bahwa mungkin dia melakukan kesalahan, dan sebagainya.

Bagian selanjutnya yang menarik dari doa adalah doa mempersiapkan “jalan” untuk hal-hal besar. Jika anda seorang petani, anda tidak mungkin menabur padi jika tanahnya keras. Silakan anda lakukan dan padi tidak akan tumbuh. Tetapi anda perlu membajak tanahnya dan menyiraminya dengan air sehingga menjadi gembur lalu anda taburkan benih padi.

Begitulah doa. Tuhan mau lakukan hal-hal besar dan oleh karena itu Dia suruh orang berdoa untuk mempersiapkan segala sesuatu: atmosfer rohani, hati orang-orang lain, dan tentu saja doa mempersiapkan hati pada pendoanya pertama kali. Mustahil anda berkata akan melihat hal besar terjadi dari Allah jika kegairahan berdoa pun tidak ada.

Pentakosta diawali oleh murid-murid yang berdoa (Kisah 1-2). Bahkan penyaliban Kristus pun diawali oleh Yesus yang berdoa di taman getsemani (Mat 26:36-46). Seketika saya sadar mengapa Yesus menyuruh para murid berdoa di taman itu. Akan ada hal besar terjadi: Yesus akan disiksa, disalib, mati, dan bangkit untuk menebus umat manusia. Tetapi para murid memilih tidur. Mereka tidak mempersiapkan “hati” mereka untuk melihat hal-hal besar itu. Mungkin itu alasan petrus memotong telinga seseorang karena dia tidak siap. Mungkin itu alasan orang-orang terdekat Yesus melihat Yesus dari jauh pada waktu disalib (Luk 23:49). Bagi mereka saat itu, kematian Yesus adalah kekalahan besar dan sangat memalukan. Itu bisa jadi karena mereka lalaikan waktu doa sebelum detik-detik hal besar itu terjadi. Mereka tidak siap karena mereka tidak berdoa.

Kebiasaan berdoa tidak hanya mempersiapkan hati kita untuk suatu hal besar tetapi jika melatih telinga kita untuk lebih peka terhadap suara Tuhan. Banyak orang bertanya bagaimana cara mengetahui panggilan hidup. Saya percaya, hal-hal penting seperti ini tidak dalam sekejap menjadi jelas dan pikiran kita terang-benderang. Tetapi yang saya percaya, Tuhan berbicara berkali-kali tentang hal itu. Tetapi pertanyaannya, apakah saya sedang sadar bahwa Tuhan sedang berbicara tentang panggilan hidup saya atau tidak. Tuhan bisa berbicara, tetapi jika saya tidak sadar maka semua itu akan sia-sia.

Mungkin ketika saya berdoa, tidak ada pewahyuan spesifik atau mujizat supranatural langsung terjadi saat itu. Tetapi doa saya saat itu sedang mempersiapkan sebuah pondasi untuk jawaban doa atau kehendak Allah itu terjadi di masa depan. Atau bahkan 1 menit sesudah saya selesai berdoa! Siapa yang tahu?! Pondasi hati kita sedang dibuat atau dikokohkan ketika kita berdoa.

Karena pekerjaan saya banyak di depan laptop, maka bisa lebih dari 10 jam saya habiskan di depan laptop. Saya bisa membuka apa saja. Dunia berusaha mengakses pikiran saya lebih dalam. Tetapi saya tidak punya pilihan. Jika saya tidak membaca banyak artikel, maka saya tidak akan tahu apa-apa. Lalu apa yang bisa saya lakukan supaya dunia tidak merasuki saya lebih dalam? Waktu doa saya naikkan untuk dengar suara Tuhan lebih banyak dari sebelumnya. Itu pilihan yang lebih baik, bukan?

Apa yang bisa saya sarankan? Ambil waktu doa lebih banyak. Komitmenkan waktu-waktu tertentu untuk berdoa setiap hari. Biarkan Tuhan berbicara lebih banyak. Biarkan juga doamu lebih banyak lagi menjangkau rekan-rekanmu, keluargamu, atau bahkan orang-orang yang terhilang.

Saya berikan saran pada mahasiswa di tingkat 3 atau umur sekitar 20-21 tahun untuk lebih banyak berdoa. Karena 22 tahun adalah waktu yang sangat menentukan. Pada umur 22 biasanya mahasiswa akan diwisuda. Jika anda tidak tahu panggilan hidup anda, maka sisa-sisa waktu anda ke depan akan sangat sia-sia. Percayalah. Dan pastikan saat anda diwisuda pada waktu umur 22 tahun, anda sudah tahu mau kemana dan melakukan apa. Panggilan hidup, teman hidup, dan pekerjaan adalah sebuah keputusan penting dalam hidup manusia. Dan keputusan itu ditentukan oleh sebuah kebiasaan kecil yang dilakukan secara rutin dari jauh-jauh hari sebelumnya, yaitu berdoa.

Berkat mungkin berada di level terbawah dari apa yang Yesus tebus. Hal paling berharga yang Tuhan tebus lewat pengorbanannya di kayu salib buat saya adalah hubungan. Saya bisa hubungi Dia kapan saja dan dimana saja (bahkan di WC!). Jangan sia-siakan itu. FIN.

-Hombz-

*fyi, laptop saya akan mengeluarkan bunyi kipas yang cukup besar pada waktu di-charger sesudah saya update ke windows 10. Walaupun masih bisa ditolerir sih. Tapi karena saya suka ketenangan jadi cukup ganggu. Sehingga biasa saya memilih mematikan laptop pada waktu di-charge daripada mengeluarkan suara cukup besar. lalu biasa membaca dari kertas atau buku atau pindah ke PC yang ada di meja saya.

Rabu, 23 Maret 2016

apakah anda sungguh-sungguh berdoa ?

Yakobus 5:17 Elia adalah manusia biasa sama seperti kita, dan ia telah bersungguh-sungguh berdoa, supaya hujan jangan turun, dan hujan pun tidak turun di bumi selama tiga tahun dan enam bulan.

Ayat ini begitu me-rhema. Ayat ini keluar bukan saat-saat khusyuk dalam saat teduh, atau persekutuan doa, atau ibadah di gereja. Tetapi saat saya sedang mandi dan mencuci muka dengan sabun cuci muka. Muka saya terasa gatal karena debu di jalan.

Yaa, memang dari tingkat 3 kuliah, ada sejenis alergi di wajah saya dan membuat gatal. Sehingga jika digaruk, lama-lama menjadi flek-flek. Dulu saya gunakan sebuah cream dari dokter wajah. Cream itu akan buat kulit wajah saya terkelupas. Kulit matinya terkelupas dan diganti kulit yang baru. Memang pada akhirnya wajah saya bisa mulus lagi. Tetapi rasanya,, OMG! Perih selama 3-6 hari.

Dan alergi itu muncul kembali jika terkena udara kotor saat naik motor (does it means i need car? ) . Akibatnya flek-flek hitam muncul lagi di wajah saya karena saya garuk (bukan garut).

Saat di kamar mandi itulah, Roh Kudus bicara tentang ayat itu. Seolah saya ingin ganti kalimat itu menjadi : Daniel adalah manusia biasa yang mukanya ada flek-flek hitam seperti si X, tetapi dia sungguh-sungguh berdoa maka flek-flek hitam di wajahnya itu menghilang.

Wow! Saat itu saya kegirangan di kamar mandi. Bukan karena flek nya sudah hilang (dia masih ada sampai sekarang tetapi saya beriman dia akan segera hilang tanpa cream yang menyakitkan itu), tetapi saya temukan iman untuk masalah saya yang lain.

Saat ini ada banyak pergumulan pribadi yang saya alami, itu mencakup banyak hal. Seolah saya berpikir saya tidak bisa menangi semua pertarungan iman itu. Tetapi ayat diatas kuatkan saya lagi.

Elia adalah manusia biasa, sama seperti Daniel dan anda. Tetapi dia sungguh-sungguh berdoa. Jadi pertanyaannya, apakah Daniel (dan anda) sungguh-sungguh berdoa atau tidak?

Jika Daniel (dan anda) sungguh-sungguh berdoa, maka mungkinkah Daniel (dan anda) cuma berdoa jika sedang ingat akan masalah itu? Mungkinkah berdoa cuma sekali dalam sehari dan memakan waktu 5 menit? Mungkinkah kesungguhan itu berarti akan berdoa bolong-bolong? Tentu tidak!

Jika Daniel (dan anda) bilang sungguh-sungguh ingin belajar, apakah itu berarti anda belajar cuma sekali dua hari? Bolong-bolong? 15 menit dalam sehari? Bahkan dua seminggu? Tentu tidak!

Jika Daniel (dan anda) sungguh-sungguh berdoa, maka pasti frekuensi doanya dalam sehari akan sering dan memakan waktu. Itu mungkin (atau seharusnya) dipenuhi dengan erangan, teriakan, dan air mata. Mungkin dilewati dengan puasa beberapa hari. Dan tindakan-tindakan iman yang lain. Itulah kesungguhan doa yang seharusnya.

Perumpamaan Yesus tentang kesungguhan berdoa digambarkan dengan jelas dalam perumpamaan tentang hakim yang tidak benar dan seorang janda (Luk 18). Janda itu sungguh-sungguh meminta pada hakim yang tidak benar itu. Kesungguhannya dilihat dari frekuensi kedatangannya pada hakim itu. Lalu cara janda itu meminta sedemikan rupa sehingga dianggap menyusahkan hakim itu. Pada akhirnya kesungguhan janda itu membuahkan hasil yang baik padanya.

Mungkin jika ada yang bertanya pada Daniel (dan anda) apakah berdoa untuk masalah ini dan itu. Lalu jawab Daniel (dan anda) adalah "Ya". Tetapi pertanyaan berikutnya adalah "apakah Daniel (dan anda) sudah sungguh-sungguh berdoa?".

Hal selanjutnya adalah doa yang spesifik. Elia meminta hujan tidak turun dan hujan tidak turun. Permintaannya jelas pada Tuhan. Maka perjelas juga doamu.

Elia dapatkan apa yang dia minta. Maka Daniel (dan anda) pun bisa. Kita sama-sama manusia biasa dan kita juga berdoa pada Tuhan yang sama. Tetapi mungkin perbedaannya adalah pertanyaan ini : "apakah anda sungguh-sungguh berdoa?"

Jumat, 08 Januari 2016

Salah dengar suara Tuhan?

Di penghujung tahun lalu saya ngobrol2 dengan beberapa orang. Kami sharing2 panjang lebar sampai akhirnya salah seorang berkata "iya nih. Saya salah dengar suara Tuhan". Itu katanya alasan kenapa dia mengalami suatu kegagalan. Lalu cepat2 saya bilang bahwa untuk orang2 yang sudah cukup lama pelayanan tidak seharusnya berkata salah dengar suara Tuhan. Itu salah besar menurut saya.

Mengapa saya bilang begitu? Yoh 10:4 berkata bahwa domba mengenal suara gembala. Jadi jika kita bilang kita salah dengar suara Tuhan, maka mungkinkah kita bukan domba Tuhan? Jika ada 100 orang berbicara dalam 1 ruangan, maka kita tentu bisa kenali mana suara bapak kita. Benar bukan?

Beda pengecualian untuk orang yang tidak pernah dengar suara Tuhan seperti Samuel. Pada waktu Tuhan bicara padanya, dia lari pada Eli karena Samuel belum pernah dengar suara Tuhan (1 sam 3). Tetapi untuk kita yang sudah lama di pelayanan, bukankah kita tau mana suara Tuhan?

Mari kita lihat contoh lain dalam kisah Yosafat di 1 raja 22. Silakan baca kisahnya biar anda mengerti. Ketika nabi2 itu dipanggil ahab, semua dari mereka berbicara memakai nama Tuhan (ayat 6). Itu Tuhan yg asli dan bukan tuhan palsu karena "T" nya besar. Tetapi Yosafat bertanya mengenai keberadaan nabi Tuhan yg asli (ayat 7). Walaupun nabi2 lain berkata memakai nama Tuhan yg asli, tetapi mengapa Yosafat cari yg lain? Itu karena dia kenal mana suara Tuhan dan mana suara tuhan palsu. Iblis boleh menipu dengan meniru suara Tuhan yg asli, tetapi yosafat tau itu salah. Begitu juga dengan kita. Kita harusnya tau mana suara Tuhan yg asli dan palsu.

Jika kita perhatikan, sebenarnya cuma ada 2 suara dlm hidup ini : suara Tuhan dan iblis. Oleh karena itu bukankah tidak sulit kenali mana suara Tuhan? Kecuali ada 100 suara dan kita mungkin saja bingung. Dan 2 suara ini terus berbicara dalam hidup kita. Contoh praktisnya saat kita berbuat dosa. Pasti ada suara RK yang berkata tidak walaupun mungkin suara itu terdengar kecil dibanding suara iblis yang teriak2 supaya kita buat dosa. 2 suara ini aktif. Sekarang mana yang mau kita dengar?

Kemudian saya coba selidiki alkitab dan saya temui fakta2 menarik tentang suara Tuhan dan saya semakin bertambah yakin bahwa kalimat salah dengar suara Tuhan itu harus dijauhkan dalam kalimat kita.

Yang seringkali terjadi dalam hidup kita adalah Tuhan sudah bicara A tapi kita ngeyel dan tidak taat dan memilih B. 1 raja2 22:17-28 bicara bagaimana nabi Tuhan yang asli berkata bahwa orang israel-yehuda akan kalah perang. Tetapi lucunya yosafat tetap memilih berperang. Seharusnya dia biarkan ahab maju sendiri. Jadi disini Yosafat ngeyel tetap maju. Akhirnya dia kalah bukan karena dia salah dengar suara Tuhan tapi karena dia tidak taat.

Ketidaktaatan akan membuat suara Tuhan itu makin kecil dalam hidup kita. Lalu hati nurani kita juga makin tumpul. Ketidaktaatan membuat kita terlatih mendengar suara iblis, tetapi ketaatan membuat kita terlatih mendengar suara Tuhan. Karena saya percaya, ukuran "kemahiran" kita dengar suara Tuhan ditentukan oleh ketaatan kita. 2 suara itu akan tetap bicara dalam hidup kita. Tetapi suara siapa yang paling besar kita dengar, ditentukan oleh ketaatan atau ketidaktaatan kita.

Lalu sebuah cerita menarik datang dari jaman hakim2. Hakim2 20 menceritakan bagaimana orang israel berperang dengan suku benyamin. Orang israel selalu tanya pada Tuhan sebelum berperang. Tuhan suruh maju, tetapi 2 kali orang israel kalah dari suku benyamin. Baru yang ketiga akhirnya Tuhan memberikan kemenangan pada orang israel. Lalu kok ini aneh? Tuhan suruh maju tetapi orang israel kalah 2x. Mari lihat kalimat Tuhan pada orang israel. Dalam 2 kekalahan itu, Tuhan bicara untuk maju. Tetapi baru pada peperangan ke 3 Tuhan bicara bahwa Ia akan berikan kemenangan pada israel. Mari kita bandingkan sejenak dengan kisah kemenangan Daud atas orang filistin di 2 Sam 5:17-25. Disana Tuhan jelas bilang bahwa Daud akan menang. Tetapi kepada orang Israel Tuhan baru janjikan mereka menang di peperangan yang ketiga. Itu mungkin kenapa orang israel kalah 2x dari suku benyamin.

Apakah Tuhan iseng suruh orang israel maju untuk kalah? saya rasa tidak. Lalu apa maksud Tuhan suruh mreka maju untuk kalah? Saya juga tidak tahu. Mungkin saja untuk melatih mereka berperang (hakim 3:1-2). Mungkin saja untuk memberitahu mereka bahwa perang saudara adalah buruk. Atau alasan lain yang saya tidak tahu. Tetapi jelas sekali dalam kisah ini bahwa Tuhan bicara, mereka taat pada suara Tuhan, tetapi mereka kalah.

Saya tidak mau berkata bahwa suara Tuhan membawa pada kekalahan. Tetapi saya mau bilang bahwa pada endingnya, suara Tuhan akan hasilkan kemenangan. Walaupun kelihatannya kita hilang sesuatu, tetapi akhirnya kita menang. Dan tiru ketaatan orang israel, mereka kalah, tapi tetap maju dan taat pada suara Tuhan. Tuhan mungkin saja ingin mengajari kta sesuatu dalam proses2 itu.

Akhir dari semua ini adalah ajakan untuk semakin taat dengar suara Tuhan. Lalu semakin kenali suara Tuhanmu. Supaya iblis tidak bisa menipumu. Tetapi balik lagi, semakin kita taat, semakin tajam kita dengar suara Tuhan.

Minggu, 29 Desember 2013

pendoa yang diubahkan doa

Saya baru saja menonton pertandingan bola Inter milan vs AC milan langsung di stadion San Siro kota Milan beberapa hari yang lalu. ibarat 2 musuh bebujutan, kedua pihak sangat bernafsu ingin memenangkan pertandingan. sampai-sampai harus ada pemain yang dikartu merah di menit akhir karena kengototannya dalam bermain. yaa,, mungkin bagi kita itu adalah sebuah pertandingan biasa. tetapi bagi beberapa orang, pertandingan itu tidak cuma pertandingan, tetapi adalah pertarungan. pertarungan demi harga diri dan identitas pribadi. dan semua ingin menang dan menghalalkan segala cara..

Jika orang dunia sebegitu ngototnya untuk memenangkan sebuah pertandingan yang fana, maka alangkah lucunya bagi orang-orang Kristen yang tidak ngotot dalam sebuah pertandingan yang kekal. hmm.. saya akan gunakan istilah pertarungan yang kekal disini. yupp,, saya bertarung dengan semua keinginan iblis dalam hidup saya. face to face dengan iblis. dan tahukah anda, iblis sangat ngotot. salah satu hal yang perlu kita "teladani" dari iblis adalah soal kengototan. jika seandainya "kengototan" iblis dipakai oleh anak-anak Tuhan dalam doa, maka seluruh dunia akan bergoncang. jika saja saya ngotot berdoa untuk anak rohani saya diubahkan Kristus, maka hidupnya sekarang akan sangat berbeda. jika saja saya ngotot berdoa untuk terobosan keuangan, maka kondisi keuangan saya tidaklah seperti ini. kengototan berdoa tidak cuma merubah alam roh dan alam nyata, tetapi itu akan merubah saya sebagai pendoa.

Begitu banyak kesaksian yang bisa saya ceritakan bagaimana mujizat terjadi ketika saya ngotot berdoa. tetapi hari ini saya tidak mau ceritakan semua hal itu. karena mujizat bagi setiap orang berbeda. tetapi saya mau ceritakan hal yang sangat penting daripada mujizat. dan hal ini berlaku sama untuk semua orang yang ngotot berdoa. hidup orang-orang yang berdoa diubahkan oleh doa itu sendiri.

Ketika bertemu dengan hadirat Allah (keluaran 3:3-4), maka Musa yang tidak pandai bicara dan tidak percaya diri mampu berdiri di depan firaun dan memimpin ratusan ribu jemaat Israel. ketika yesaya bertemu dengan hadirat Allah (yesaya 6), maka ia yang ketakutan dan merasa penuh dosa dalam sekejap bisa memberi diri untuk menjadi nabi Tuhan. doa pertama-tama merubah pendoanya..

Satu ketika Yesus berkata di Matius 10:38 agar kita berdoa meminta Tuhan mengirimkan pekerja untuk tuaian. jika saya dan anda berdoa hal yang sama, maka siapkan dirimu untuk jadi jawaban doamu sendiri. jika saya berdoa untuk kebangunan rohani terjadi, maka saya yang berdoa harus diubahkan dulu oleh doa itu. hati saya yang keras tidak mau penginjilan harus diterobos dulu lewat doa itu. jika saya dan anda berdoa agar gedung gereja yang baru bisa dibeli, maka sifat saya yang pelit dalam memberi harus diubahkan dulu. seringkali orang tidak sadar bahwa jawaban doa itu sebenarnya sudah ada, dan itu adalah semua yang ada dalam diri kita sendiri.

Begitu banyak orang berdoa agar orang lain diubahkan tanpa menyadari bahwa dirinya sendiri perlu dirubah. semakin banyak saya berhubungan dengan Allah lewat doa, maka semakin saya diubahkan serupa seperti Dia.

Saya baru sadari 1 hal yang berubah dari perkataan saya akhir-akhir ini. beberapa waktu ini saya suka berkata "cool" pada sesuatu yang membuat saya terpesona atau senang. dan ternyata itu akibat saya sering bicara dengan rekan satu rumah saya yang orang Belanda dan suka bicara "cool". begitu juga dengan hidup dari seorang pendoa. dari wajahnya akan timbul hadirat Allah. coba lihat musa. musa adalah seorang yang suka berdoa pada Allah dan bahkan di alkitab tertulis kalau Tuhan berbicara pada Musa berhadapan muka seperti seorang teman (keluaran 33:11). Dan ketika musa selesai berbicara dengan Allah, maka mukanya bercahaya (Keluaran 34:29).

Mengapa musa bisa memancarkan kemuliaan Allah sehabis doa? karena dia memiliki hati yang murni (lihat matius 5:8). Dan hati yang murni perlu proses yang lama dan tidak instan. hati yang murni diproses seperti pemurnian emas, butuh waktu lama dan sakit rasanya.

Mari coba kita lihat lebih dalam. di alkitab dikatakan bahwa Tuhan mengetahui sepenuhnya hidup kita dan apa yang kita perlukan. bahkan dikatakan Tuhan sudah mengetahui apa yang akan kita doakan. jadi doa bukanlah cuma untuk meminta sesuatu pada Allah, tetapi juga untuk merubah saya. merubah sikap hati saya yang keras menjadi lembut. dalam doa saya ditegur mengenai dosa-dosa saya dan cara hidup saya yang salah. benar sekali apa yang pernah saya dengar tentang doa : doa membuat saya kehilangan niat untuk berbuat dosa, dan dosa membuat saya kehilangan niat untuk berdoa.

Jika saya berdoa agar keuangan saya mengalami terobosan, maka dalam doa Roh Kudus akan memberikan sejuta hikmat dalam diri saya dan menegur semua yang salah dalam pengelolaan keuangan saya. mungkin saja yang salah itu adalah dari saya yang sangat suka makan di tempat mewah setiap hari dan tidak pernah membayar perpuluhan. lalu saya berdoa dan Roh Kudus mengingatkan saya akan hal itu. karena pekerjaan Dia adalah menginsafkan dunia akan dosa, kebenaran, dan penghakiman (Yohanes 12:8). Mungkin di doa yang pertama saya belum sadar, tetapi semakin saya sering berdoa untuk terobosan keuangan, maka semakin Roh Kudus ingatkan saya akan kedua hal tadi. sehingga makin lama pola pikir saya diubahkan dan hidup saya pun berubah. beginilah salah satu cara kerja dari doa : mengubah pendoanya.

Satu kali saya pernah kesal dengan seseorang di pelayanan. firman Tuhan jelas sekali berkata bahwa kita harus saling mengampuni. tetapi saya begitu sakit hati dengan orang ini sehingga saya tidak mau mengampuninya. tetapi semakin lama saya berdoa, Roh Kudus semakin berkata agar saya memaafkan orang itu. tetapi saya tidak mau. dan pada akhirnya saya pun menyerah dan bisa memaafkan dia. bisakah anda lihat sesuatu dari sini? dalam pikiran saya tahu bahwa saya harus ampuni dia, tetapi saya tidak mau. sudah bertahun-tahun saya melayani Tuhan. tetapi hati saya masih begitu keras. saya sangat mengingat isi firman Tuhan mengenai pengampunan itu, tetapi hati saya sangat keras. tetapi begitulah dahsyatnya doa. semakin saya berdoa, semakin hati saya yang keras dilembutkan oleh Tuhan.

Banyak mungkin dari kita gemes menghadapi orang yang tahu yang benar tetapi tidak pernah melakukannya. bagaimana cara dia supaya berubah? suruh dia berdoa sendiri dengan mulutnya! jika anda menghadapi seorang anak rohani yang tidak mau lepas dari rokok, padahal dia sendiri sudah tahu dan berkata dengan mulutnya bahwa merokok itu salah dan dia mau berubah tetapi kenyataannya belum, maka setiap pertemuan rohani suruh dia berdoa untuk kelepasannya dari rokok. biarkan dia berdoa dengan mulutnya sendiri. jika anda bertemu dengan anak rohani yang selalu menunda atau tidak mau penginjilan padahal dia berkata mau penginjilan maka suruh dia berdoa buat jiwa-jiwa dengan mulutnya sendiri dan tunggulah perubahan ilahi dalam hidupnya.

Bukan cuma karena saya butuh sesuatu maka saya berdoa, tetapi juga karena hati saya keras dan memberontak terhadap Allah. jadi sekeras apapun hati anda, maka berdoalah. jika anda tahu tentang kebenaran firman Tuhan tetapi hati anda keras untuk melakukannya, maka berdoalah. maka semakin ngotot kita berdoa, semakin kita serupa dengan Allah. sehingga kita bisa berkata seperti apa yang Yesaya katakan (Yesaya 7:8) : "ini aku Tuhan, jadikan aku jawaban doa".

Selasa, 03 September 2013

kekristenan tanpa doa = omong kosong

Api akan menghasilkan api!

Tidak ada kisah “cinta pada pandangan pertama” di pertemuan Allah dengan Musa di gunung Horeb (kel 3-4). Yang terjadi adalah kegentaran dan ketakutan ilahi. Tidak ada romantisme dan gejolak-gejolak cinta disana. Yang ada adalah Musa sangat ketakutan (kel 3:6). Entah seberapa “mengerikan” wajah Tuhan disana, tetapi musa harus menutup mukanya karena takut. Dia sadar ada Allah disana. Jika seorang pria dapat jatuh cinta dan bahkan rela memberikan nyawanya pada seorang wanita karena jatuh cinta pada pandangan pertama, maka adalah sangat logis bagi musa untuk lari dari Tuhan karena impresi pertama yang sangat mengerikan. Ditambah tugas yang sangat berat dan konyol dari Allah, maka dia seharusnya lari saja!

Tetapi kawan, perjumpaan pertama yang kelihatan sangat mengerikan bagi musa telah membuat dia jadi pribadi yang berbeda. Allah adalah api yang menghanguskan (ibr 12:29). Perjumpaan musa dengan Allah yang adalah api membuat dia menjadi api. Dari seorang pecundang yang berkata kalau dia tidak pandai bicara, menjadi orang yang berkata “hapuskan saja namaku dari kitab kehidupan jika Engkau tidak mengampuni dosa mereka (kel 32:32)”.

Apa rahasia pelayanan yang berkobar-kobar? Jawabannya Cuma satu : bertemulah dengan Allah yang adalah api. Begitu banyak orang sadar jika pelayanannya dingin dan tidak segera berlari pada Allah. Maka saya katakan, datanglah pada Allah. Ketika Yesaya melihat kemuliaan Allah (kembali dengan kegentaran dan ketakutan, yes 6), maka semua pelayanannya yang penuh api dimulai. Begitu banyak juga orang melihat pada segudang kekurangan dirinya dan tidak mau ikut melayani. Tetapi contohlah Yeremia yang bertemu dengan Allah dan Allah menjamah semua hidupnya, dan dikenallah Yeremia sebagai nabi yang sangat keras menegur raja-raja Yehuda.

Tidak ada ketakutan, karena api tidak pernah takut akan apa pun juga. Api tidak pernah meminta ijin untuk membakar sesuatu. Tetapi selama bisa, dia akan membakar apa saja. Maka pelayanan yang penuh dengan api Tuhan, akan hasilkan kebangunan rohani dimana-mana.

Tidak ada stagnasi dalam pimpinan Roh Kudus!

Ketika kebangunan rohani belum terjadi, maka orang akan berkata ini bukan waktunya Tuhan. maka akan timbul satu pertanyaan kecil : apakah Allah rela menunda keselamatan pada jutaan jiwa di waktu ini? bukan Allah yang rela, tetapi semua rekan sekerjanya di muka bumi (baca : manusia yang mengaku kristen) rela saudara-saudaranya yang lain masuk ke nereka. Saat mereka tidak mau memberitakan injil, saat mereka tidak mau berdoa, dan saat mereka fokus pada kegiatan yang berlabel rohani dan tidak hasilkan apa-apa, dan saat mereka hidup untuk diri mereka sendiri.

Begitu banyak orang mengaku bergaul dengan Roh Kudus dalam kehidupan rohani mereka. tetapi jika demikian, maka seharusnya hati mereka penuh dengan hati Bapa. Jika 2 orang sahabat berjalan bersama selama beberapa waktu (misal X dan Y), maka adalah sesuatu yang mustahil jika X tidak mengetahui apa beban hati utama Y (karena mereka sahabat). Untuk apa Yesus datang ke dunia? Dia datang bukan untuk orang sehat, tetapi untuk orang sakit. Maka akan ada kabar yang sangat mengerikan buat gereja, jika hari ini Yesus datang, maka dia mungkin akan memilih mengunjungi orang-orang yang penuh dosa yang terus diabaikan gereja daripada datang kepada gereja. Dia memilih mencari orang berdosa, sebelum hari penghakiman tiba.

Banyak orang bahkan mengaku menerima karunia-karunia Roh Kudus tetapi tidak melakukan apa-apa. Apakah karunia itu Cuma dipakai di dalam gereja (misal berbahasa roh)? Begitu banyak orang terbuai dengan karunia-karunia Roh Kudus, tetapi lupa untuk apa digunakan. Ada 2 alasan utama mengapa Roh Kudus turun ke atas semua manusia : penginjilan dan berdoa. Roh Kudus turun supaya saya dan anda jadi saksi sampai ujung bumi (kis 1:8) lalu supaya saya dan anda dapat berdoa dengan luar biasa (roma 8:26). Jika karunia itu Cuma “aksesoris” selama ibadah, maka sia-sialah Dia turun atas hidup kita.

Kekristenan tanpa doa = omong kosong!

Cukup dengarkan satu kotbah dari satu pendeta maka anda akan siap menjadi pengkhotbah baru. Cukup baca satu renungan maka anda akan siap untuk berbicara di kelompok PA/komsel/pemuridan anda. Bahkan ikutilah semua acara motivasi-motivasi sekuler, maka anda akan cukup mahir menjadi seorang konselor rohani. Inilah kematian di lingkungan kristen!

Kegiatan-kegiatan rohani, komsel-komsel, PA-PA, ibadah, dan apapun yang berlabel kekristenan yang tidak dibela lewat doa, akan hasilkan kematian rohani! Khotbah dan share yang dihasilkan tanpa doa dan dimasuki beberapa humor tetap akan hasilkan kekaguman yang luar biasa dari audience. Tetapi itu Cuma hasilkan efek sesaat pada jiwa. Tetapi kotbah-kotbah yang penuh dengan doa dan mungkin terkesan keras dan menegur, akan hasilkan efek kekal. Begitu banyak kegiatan rohani dan kotbah yang ada ditujukan untuk menyenangkan jiwa. Tetapi itu tidak akan membangkitkan orang lain dari kematian rohaninya. Mereka takut kehilangan jemaat, takut ditolak, di cap rohaniawan, dan lainnnya. tetapi marilah teladani Yesus. Begitu banyak orang memuja-Nya, tetapi begitu banyak juga yang menolak-Nya! Parameter keberhasilan suatu acara Kristen bukanlah dari berapa orang yang datang, seberapa mewah acara tersebut, dan segudang lainnya. tetapi bagi Allah, parameter keberhasilan suatu acara kristen adalah : berapa orang yang diubahkan hidupnya oleh Kristus!

Belas kasihan manusia sangat bertolak belakang dengan belas kasihan Allah! Belas kasihan manusia berkata : “tidak enak menegur dia, nanti dia tersinggung”. Tetapi belas kasihan Allah berkata “lebih baik menghajar dia, daripada dia berjalan menuju neraka”. Belas kasihan manusia melihat pada jiwa dan sesuatu yang sementara, tetapi belas kasihan Allah melihat pada sesuatu yang kekal. Dan belas kasihan Allah Cuma bisa lahir lewat doa! Tidak ada tawaran untuk ini. dan berdoalah agar belas kasihan Tuhan turun atas hati kita yang dingin.

ketika sodom dan Gomora hendak dihancurkan, maka Allah berpikir untuk memberitahukan hal besar dan bersejarah itu pada Abraham. Dan timbullah tawar-menawar antara manusia dengan Allah (yaa, manusia menawar Allah!). kawan, jika Allah ingin melakukan pekerjaan besar di bumi, maka Dia akan ceritakan itu pada manusia dan MENGHARUSKAN mereka untuk berdoa. Pentakosta terjadi karena ada murid-murid yang berdoa(kis 2). Israel menang dari amalek karena ada musa yang terus mengangkat tangan pada Allah (kel 17). 12 murid dihasilkan karena ada Yesus yang berdoa semalam-malaman bagi mereka (luk 6:12).

Pola kebangunan rohani selalu berbeda-beda. Tetapi harganya tetap sama : DOA! Memang benar Yesus sudah membayar segala sesuatu lunas di kayu salib. Tetapi doa adalah untuk mengubah kita. Mengubah kekerasan hati kita, mengubah kita yang masih jatuh bangun dalam dosa, mengubah segala sesuatu dalam hidup kita.

dan singkat cerita : terbuka 2 lowongan pekerjaan di bumi : untuk menjadi pendoa-pendoa yang merindukan jiwa-jiwa dibawa pada Kristus, dan sekaligus menjadi pemberita injil keselamatan. Lalu gajinya? Sesuatu berkat kekal dan luar biasa di surga dan akan dinikmati juga di bumi

Senin, 15 Oktober 2012

Falling in love to You...

Ketika kegelapan malam mulai memekatkan mata, maka ini waktunya untuk berdua dengan pujaan hati di kamar ukuran 3,5 x 3 meter ini. rutinitas di kegelapan malam sebelum pergantian hari akan segera dimulai. Terpikir begitu banyak beban (meskipun kurang cocok disebut beban) yang harus dicurhatkan malam ini di depan Raja segala raja. Semua list yang akan diucapkan sudah terpikir dengan matang. Rasa lelah menempuh perjalanan sekitar 2 jam pulang pergi demi sesuatu yang berlabel “pelebaran patok kemah” masih terasa di sekujur badan ini. mata minta ditutup lebih cepat. Tetapi apa daya, “beban” curhat begitu banyak malam ini dan harus diucapkan. Kalau bukan aku, siapa lagi ???

Teringat wajah-wajah adik-adik yang dibimbing, adik-adik yang “dikejar-kejar” demi hidupnya yang diubahkan Kristus, wajah rekan-rekan se-tim ku yang biasa kupanggil “power rangers”, kampus-kampus yang masih terlihat dengan jelas menganga “menantikan” pekerjaan iblis yang lebih dahsyat (yaa, pekerjaan iblis), kelanjutan studi di eropa yang kuimpikan, dan semua tanggung jawab yang lain. Yaaa, semua itu bisa membuatku galau sejenak (Cuma sejenak). dan sepertinya Tuhan sudah bersiap menerima “serangan” doaku malam ini. Dan sampai sesuatu terjadi…




Yang terutama di dalam hidup ini, meninggikan nama Yesus

Yang terutama di dalam hidup ini, meninggikan nama-Nya

Haleluya, haleluya, saya mau cinta Yesus

Haleluya, haleluya, saya mau cinta Yesus

Lagu lama terlintas di kepalaku saat gitar mulai dimainkan. Bagian reff membuat air mata ini tidak terbendung lagi. Sepertinya sudah lama aku tidak menyatakan cinta langsung dengan mulutku pada Yang Kuasa. Dan saat kuucapkan, terasa kasih yang sejati yang tidak pernah aku dapatkan dari seorang pun di dunia ini pun mengalir dengan derasnya menyentuh hati ini. sabtu lalu aku berbicara tentang kekristenan yang suam-suam kuku, dan memang aku sudah sadar 2 minggu lalu aku sedang berada dalam kekristenan suam-suam kuku. Minggu lalu aku mencoba berbalik ke cinta mula-mula yang membuatku berjanji menyerahkan sepenuhnya hidupku pada Tuhan. tetapi baru malam ini, kasih yang begitu lembut menyentuh kembali hatiku dengan luar biasa. Dan Roh Kudus memberi suatu jawaban yang anehnya membuatku harus “menelan kembali ludah” yang sudah aku keluarkan di bulan juli lalu…

Teringat aku berdiri di depan kira-kira 50 orang di suatu ruangan kelas. Berbicara tentang doa untuk calon-calon pekerja yang baru di persekutuan. Berulang-ulang aku katakan kalau doa adalah suatu hubungan intim dengan Bapa. Bukan Cuma prosesi “penembakan” Bapa oleh semua permohonanku. Dia bukanlah target penembakan permohonan kita saja. Dia pribadi seperti saya yang juga ingin diajak bercanda dan ngobrol santai. Kemudian teringatlah semua waktu-waktu doaku yang penuh dengan permohonan saja 2 minggu ini. dan semua berubah ketika ucapan jatuh cinta keluar dari mulutku... pada Bapa… bebanku memang banyak, tetapi bukankah Bapa lebih menginginkan aku ???

Kemudian aku membayangkan apa yang dialami oleh nabi Yesaya ketika melihat kemuliaan Tuhan. lalu rasul Yohanes yang melihat kemuliaan Tuhan di akhir jaman. Biarkan kita berimajinasi sedikit. Mungkin mereka melongo, terpesona, kagum, berkata bahwa diri mereka tidak layak melihat kemuliaan Tuhan karena dosa mereka, mulut mereka terkunci, tangan mereka gemetar, jantung mereka berdetak jauh lebih cepat dari yang biasanya, karena mereka melihat seperti apa Tuhan itu.. dan saya coba membayangkan apa yang terjadi jika saya melihat hal yang sama..

Mata saya tidak akan berkedip, jantung ini berdetak kencang, tangan dan kaki ini gemetar, mulut ini terdiam, air mata mulai keluar, pikiranku mulai berkata : “ini gila!!”. Dalam sekejap kecintaanku pada klub bola kesayanganku Inter Milan menghilang, wajah cantik wanita idolaku terasa basi, mimpi-mimpi besarku terasa sampah. Aku ingin mengejar pribadi ini. Dia jauh lebih cantik dari wanita itu, Dia jauh lebih menghibur dibanding permainan Inter Milan, Dia jauh lebih berharga daripada semua mimpi-mimpiku, Dia jauh lebih mempesona dibanding semua jawaban-jawaban doaku.. ohh, tidakkk!! Aku mau mengejar Dia!

S’perti rusa rindu sungai-Mu, jiwaku rindu Engkau, Kaulah Tuhan hasrat hatiku kurindu menyembah-Mu… Yesus, Yesus, Kau berarti bagiku, Yesus, Yesus, Kau segalanya bagiku…

Lebih baik satu hari dipelataran-Mu, daripada seribu hari ditempat lain, memuji-Mu, menyembah-Mu, Kau Allah yang hidup, dan menikmati semua kemurahan-Mu…

Seketika rasa cemburu mengalir di hati. Daud Cuma suku Yehuda dan tidak punya akses bersekutu dengan Tuhan di ruang Maha Kudus seperti imam lewi. Tetapi mazmur-mazmurnya mengokohkan Daud sebagai pribadi paling intim dengan Allah di sepanjang perjanjian lama. Mungkin kita berkata tidak tepat lagu “lebih baik satu hari di pelataran-Mu” di jaman kasih karunia seperti ini, dimana dengan darah Kristus kita beroleh akses langsung ke ruang Maha Kudus. Tetapi berapa banyak yang tetap pergunakan akses itu dengan intens sampai sekarang. ketika darah Yesus sudah membayar lunas tiket ke ruang Maha Kudus, maka seringkali kita sendiri yang tidak mau masuk, bahkan menyentuh pelataran saja tidak mau. Ohhh,, sia-sia darah Yesus tercurah buat kita selama ini…

Mencintai seseorang adalah pilihan…

Salib adalah arti cinta yang sesungguhnya. Cinta yang sangat sejati dipertontonkan disana. Disana terpaku Pribadi yang mau mati untuk orang yang sangat membenci-Nya dan untuk orang yang sudah melukai hati-Nya (dan ada kemungkinan besar akan tetap melukai hati-Nya sampai akhir hidup orang itu). Cinta yang sejati berdoa dan memaafkan musuh, cinta yang sejati tidak menyimpan kesalahan orang lain, cinta yang sejati tidak membalas kejahatan, cinta yang sejati percaya yang terbaik dari setiap orang…

Malam ini, aku bisa rasakan apa yang terjadi pada perumpamaan Yesus tentang anak yang terhilang. Motivasi anak itu mungkin cuma makanan di rumah bapaknya, bukan bapaknya. Tetapi ketika masih jauh, bapaknya langsung berlari dan memeluk anaknya. Dan menganggap seolah-olah tidak ada kesalahan pada anaknya. Kemudian sebuah lagu lama mengalir di kepalaku..

Di Dalam Kehampaan Malam, Terdengar Rintihku Yang Dalam, Hidupku Yang Semakin Kelam, Bagaikan kapal Ku Tenggelam,

Ku Bagai Anak Yang Terhilang, Yang Tak Tahu Arah Tujuan, Sampai Saat Mulai Ku Dengar, Suara Bapaku berkata…

Kembalilah, Anakku Sayang, Aku Rindu Kau Pulang, Di Sini Aku T'lah Menunggu, Ku Harap Engkau mendengarku,

Kembalilah, Anakku Sayang, Aku Rindu Kau Pulang, Di Rumah Telah Kusiapkan, Pesta Untukmu Yang 'Kan Datang, Pulang.... Pulang… Pulang…

Dua minggu ini mungkin aku datang pada Tuhan untuk melihat jawaban doa, bukan Tuhan sendiri. Dan malam ini semua berubah, ketika mulutku berkata “Haleluya, haleluya, saya mau cinta Yesus”. Ketika aku mulai kembali pada Tuhan, maka terjadilah apa yang dikatakan Paulus : “… melainkan aku mengejarnya, kalau-kalau aku dapat juga menangkapnya, karena akupun telah ditangkap oleh Kristus Yesus”. Ketika seolah-olah aku yang berlari pada kasih Tuhan, tetapi ternyata kasih Tuhanlah yang berlari menangkap aku duluan. Ohhh,, kasih yang sejati itu telah menangkapku dengan sempurna…

Apakah Yesus Cuma sekedar pribadi yang menjawab doamu? Ataukah Dia Raja dalam hidupmu juga yang patut disembah? Kapan terakhir kali kita masuk ke ruang Maha Kudus dengan kekaguman? Dengan kusyuk dan perasaan terpesona akan kebesaran Tuhan. ataukah kita selalu masuk dengan kepala yang selalu terangkat dan langsung mengucapkan semua permohonan kita seolah-olah Dia jin peliharaan kita yang mampu dan harus mengabulkan semua permohon kita? Tidak sadarkah kita sedang berhadapan dengan siapa dalam doa? Raja segala Raja, Allah yang Maha Besar yang sudah ciptakan semesta ini (yang ujungnya saja belum manusia ketahui), Allah yang mampu dan berhak melakukan segala yang Dia inginkan. Siang ini ketika aku melihat sebuah clip tentang jaman kerajaan, maka tidak ada satupun bawahan raja yang tidak menunduk pada saat masuk pertama kali bertemu dengan raja. Maka kapan terakhir kali kita menunduk dan membungkuk pada Raja segala raja? Tuhan tidak bisa ditinggikan kecuali kita yang harus menundukkan badan dan merendahkan diri. Karena pada dasarnya, Dia Maha Tinggi dan Maha Besar.

Apa yang anda rasakan dan lakukan jika bertemu dengan artis idolamu? Apa yang anda rasakan dan lakukan ketika bertemu dengan presiden di negaramu? Apa yang anda rasakan dan lakukan ketika bertemu dengan wanita atau pria yang kau idamkan? Apa yang anda rasakan dan lakukan ketika bertemu dengan orang yang sudah menyelamatkanmu dari hukuman mati yang sudah sepantasnya engkau terima?

Lakukan hal yang sama, bahkan jauh lebih baik dan hebat, kepada Yesus yang sudah kerjakan semua bagi kita…

Lihat, Yesus berdiri di pintu hatimu dan mengetoknya dan ingin masuk ke dalam. Dia ingin bersekutu intim denganmu. Bukan Cuma menjawab doamu…

Ohh, Yesus jauh lebih mempesonaaa… aku sedang (dan kembali) jatuh cinta.. ohhh…