Tampilkan postingan dengan label reflection. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label reflection. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 05 Agustus 2017

substantial root: akar yang besar, kuat, dan real

Sebuah kata yang terngiang di kepala selama minggu lalu adalah “akar”. Saya coba mencari tahu apa yang Roh Kudus mau agar saya mengerti. Lalu tiba-tiba pikiran saya berlari kepada perumpamaan seorang penabur yang sangat tersohor itu. Btw, Ini perumpamaan favorit saya. Hehe..

Amplified bible mencatat sebuah kalimat yang tidak ada dalam alkitab versi Bahasa Indonesia, yaitu “listen carefully” alias “dengarkan baik-baik”. Sebuah kalimat sederhana yang bermakna keseriusan. Saya tidak akan berkata seperti itu jika saya tidak benar-benar serius dengan kalimat-kalimat saya. Lalu perumpamaan ini begitu kaya makna. Saya tidak pernah bosan jika menggali lagi tentang perumpamaan ini. Hehe..

Ada 4 tipe tanah yang disebutkan Yesus (Mat 13;1-23). Dan kebetulan, tipe tanah kedua mengandung kata “akar”. Disana dikatakan bahwa sebagian benih jatuh di tanah berbatu-batu dan tidak banyak tanahnya. Benih itu SEGERA (dengan penekanan; I love this word!) tumbuh, tetapi kemudian layu dan mati ketika ada matahari karena dia tidak berakar.

Apa arti dari bagian ini? Yesus menjelaskan bahwa itu adalah tipe orang yang dengar Firman dan SEGERA menerima dengan gembira. Tetapi kemudian karena ia tidak berakar, maka ia cuma tahan sebentar saja lalu murtad karena ada pencobaan.

Saya tidak akan bahas soal faktor tanahnya yang tipis karena saya cuma mau bahas “akar” sekarang. Itu jadi topik selanjutnya lah. Hehe..

apa yang membuat seseorang menjadi pengikut Kristus yang kuat? Salah satu jawaban utamanya adalah karena dia berakar yang dalam dan kuat di dalam Kristus. Sebuah tanaman tidak akan mudah dicabut jika akarnya dalam dan kuat. Tanaman tidak akan kering dan mati di musim kemarau jika akar-akarnya begitu dalam dan mencapai lapisan confined aquifer dan tidak cuma shallow groundwater (ada guna juga pernah belajar hydrology, wkwk).

Anda tahu seberapa dalam lapisan confined aquifer? Beda-beda tiap wilayah tetapi umumnya sangat dalam, bahkan bisa ratusan meter. Confined aquifer umumnya memiliki kualitas air yang sangat bersih (sedikit yang terkontaminasi, misal oleh arsenic) dan juga abadi, alias tidak pernah (susah) habis. Di sisi lain, shallow ground water mudah didapat tetapi umumnya tercemar karena dekat dengan permukaan tanah dan mudah kering. Effort untuk mendapat confined aquifer jauh lebih besar daripada shallow groundwater. Tetapi jika bicara jangka panjang, maka confined aquifer perlu untuk diperjuangkan.

#Cukup dengan kuliah singkat hydrology*..

Begitu juga dengan akar rohani. Effort untuk membuat akar rohani menjadi lebih dalam harusnya menjadi prioritas utama dibanding effort untuk “naik ke atas”. Banyak orang ingin cepat “pelayanan di atas” dan lupa membuat akarnya lebih dalam. Dan jika anda merasa kering rohani, bisa jadi akar anda ada di level shallow groundwater dan perlu anda buat lebih dalam.

Orang yang berakar sangat dalam juga susah sekali diombang-ambingkan oleh angin-angin pengajaran yang palsu, sama seperti confined aquifer yang sangat bersih itu. Dia juga tidak mudah kering karena airnya selalu ada bahkan dalam musim kemarau sekalipun. Lalu apakah dia mudah dicabut? Tentu saja tidak! #Ehh sebentar,,

Saya baru sadar kalau Matius 13:21 ternyata membahas orang yang (bahkan) tidak punya akar! Bentar, bentar, saya jadi bingung. Bagaimana bisa tumbuhan tumbuh kalau tidak punya akar? Padahal di ayat 5 dibilang tumbuhan itu sempat tumbuh sebentar. Selidik demi selidik, Amplified bible memakai frasa “substantial root” disana yang secara harafiah (menurut google) berarti akar yang besar atau kuat atau akar yang real alias bukan akar palsu (ya iyalah, real kan lawannya palsu atau imitasi). Nah, sekarang tidak kontradiksi dengan ayat sebelumnya.

#Kembali ke jalur,,

Apa yang mau saya tekankan? Kualitas “akar” menentukan kehidupan rohani jangka panjang seseorang (menurut saya). Bagaimana cara menguji kualitas akar itu? Matius 13:21 (juga Markus 4:17) bicara penindasan dan penganiayaan. Tetapi saya lebih suka pakai versi Lukas 8:13 yang memakai kata “masa pencobaan”. Pencobaan tidak cuma berarti penindasan dan penganiayaan (kondisi negatif), tetapi juga bicara masa-masa kemakmuran dan keberhasilan (kondisi positif). Apakah dalam masa-masa penuh air mata dan penuh tawa (baca: penuh berkat) itu saya masih mencari Tuhan atau tidak. Hal-hal itu akan menguji apakah akar rohani saya palsu (pura-pura), tidak dalam, dan tidak besar atau akar rohani saya real (benar-benar dibangun di dalam kasih Kristus (Efe 3:17; Kol 2:7), dalam (sampai ke lapisan confined aquifer), dan besar (sehingga bisa menyerap air dan sari makanan dengan banyak sesuai kebutuhan).

#selingan bentar,,

Saya baru sadar google translate* memberikan arti yang keren abis untuk substantial , yaitu besar, kuat, berwujud (real, concrete, nyata). Mungkin kriteria orang yang seperti ini adalah orang yang sangat heboh di awal tetapi kemudian meredup dan padam pada akhirnya (Mat 13:20). Dia pakai sukacita palsu, kesaksian hidup yang palsu, dan hal-hal rohani palsu lainnya yang kelihatan berasal dari hubungan dengan Tuhan tetapi ternyata itu semua imitasi. Lalu apa guna akar yang kuat? Itu agar dia tidak mudah tercabut dari tanah. Mau ada badai atau banjir bandang tidak akan membuat tanaman itu tercabut dari tanah. Dia akan tetap berdiri disana karena akarnya kuat. Lalu untuk apa akar yang besar? Jika tanaman makin besar maka dia butuh air lebih banyak. Jika akarnya besar dan banyak (yeaa, ternyata google juga mengartikan substantial sebagai “banyak”), maka akarnya akan bisa membawa air lebih banyak pada pohon. Jika akarnya kecil dan sedikit, maka pohonnya tidak akan tumbuh besar alias akan kurus dan pendek. Sampai disini sepertinya mudah dipahami. Hehe..

#balik lagi ke jalur utama..

Sama seperti mencari air dari lapisan confined aquifer yang membutuhkan usaha besar, begitu juga usaha yang harus kita lakukan agar mendapat akar rohani yang dalam. Saya ingat ketika saya ingin menjadi seorang pekerja di pelayanan Sion Ministry (love this community so much), kami wajib (wajib!) selesai baca Yesaya dan Kisah Para Rasul selama kurang lebih 2 bulan. Kalau ga habis nanti kena hukuman. Yang kasian kalau dihukum kan vwxyz (#censored, wkwk). Yesaya ada 66 pasal dan KPR ada 28 pasal. Artinya kurang lebih harus baca 1,5 pasal per hari. Sebenarnya ga ribet-ribet amat dibanding disuruh baca buku kalkulus (reality: ada juga yang ga bisa habiskan 2 kitab itu dalam 2 bulan; ayo berubah!). Itu sarana saya memperdalam akar saya sebelum saya membimbing orang lain dan melayani lebih jauh lagi.

Disamping effort pribadi untuk memperdalam akar rohaninya, Rasul Paulus menuliskan dengan sangat indah di Efesus 3:14-17, “Itulah sebabnya aku sujud kepada Bapa, … dan kamu berakar serta berdasar di dalam kasih”. Wow! Di balik anak-anak rohani yang kuat, ada bapak-ibu rohani yang berlutut berdoa membela kehidupan anak-anak rohaninya. Bukan cuma doa agar hidup mereka penuh keberhasilan, tetapi doa agar mereka berakar (besar, kuat, dan real) dalam kasih Kristus. Doa agar mereka mengenal Kristus lebih dalam. Doa agar semua benih-benih Firman yang ditaburkan tidak mati dan terus dapat bertumbuh dan berbuah. Hai kawan, masihkah doa-doa syafaat itu rutin dinaikkan setiap hari?

Akhir cerita, akar rohani yang besar, kuat, dan real akan membuat orang itu tidak mengalami datangnya panas terik, yang daunnya tetap hijau, yang tidak kuatir dalam tahun kering, dan yang tidak berhenti menghasilkan buah … (Yer 17:7-8)

FIN!

-Hombz-

Catatan kaki:

*Kalau mau tahu lebih dalam hydrology silakan hubungi partner kerja saya bernama Ipin Chun, pendiri aliran Chun-Helps, saingan Wing-chun. Cari di FB atau tanya saya. Tapi kalau tidak ketemu, jangan hubungi pos polisi terdekat, dia bukan orang hilang atau maling. Hahaha..

*ga percaya sama arti substantial? Silakan ketik sendiri di google translate. Dia pintar kok.. wkwk..

Minggu, 14 Mei 2017

The selfish God

Perbendaharaan bahasa Inggris saya tidak lah cukup banyak. Saya tidak punya kosakata/istilah yang tepat untuk melukiskan Tuhan dan Abraham pada kisah di kejadian 22 selain "crazy" (or insane). Permintaan Tuhan yang "mematikan" lewat kombinasi frasa "tunggal" dan "yang sangat dikasihi" dan respon Abraham yang juga "gila dan bodoh" benar-benar tidak bisa dilukiskan dengan sebuah istilah yang pas di hati (monggo baca tulisan saya sebelumnya: "satu-satunya dan sangat dikasihi").

Banyak orang berkata bahwa Tuhan meminta Ishak karena Dia ingin melihat siapa yang paling Abraham kasihi: Ishak ataukah Tuhan. Ketika begitu banyak orang memuja Tuhan sebagai pribadi yang sangat baik, tetapi bukankah kejadian 22 bicara mengenai Tuhan yang "egois"? Tuhan tidak suka akan adanya "pesaing" lain yang mengakibatkan cemburu Tuhan. Dia cuma ingin menjadi "satu-satunya dan yang paling dikasihi". Cukup kuatkah argumen saya bahwa Dia adalah Tuhan yang egois?

Egois identik dengan konotasi negatif. Tetapi hebatnya, ketika saya sematkan kata "egois" kepada Tuhan, konotasi nya berbalik menjadi sesuatu yang positif. Mengapa? Sudah bertahun-tahun saya ikut Tuhan yang katanya egois itu dan tidak pernah saya dirugikan dalam hidup saya. Yaa, that's absolutely true!

Jika anda berkata si A adalah orang egois, maka ada pasti pernah merasa dirugikan oleh si A. Tetapi berbeda dengan Tuhan. Saya sebut Dia egois, tetapi saya tidak punya satu celah pun untuk berkata saya dirugikan. Aneh bukan? Tetapi itu sungguh benar.

Mungkin ada orang yang berkata "saya dikecewakan Tuhan" saat kegagalan datang. Tetapi dalam hidup saya, saya gagal bukan karena Tuhan mau mengecewakan saya. Tetapi bisa saja karena saya cukup "ngeyel" untuk tidak mau ikuti arahan Tuhan saat itu. Mungkin sebenarnya yang dikecewakan adalah Tuhan karena Dia sudah bicara tetapi saya "ngeyel".

Mari kembali ke topik semula. Dalam "keegoisan" Tuhan itu, tidak pernah saya merasa dirugikan dalam hidup saya. Seolah mungkin saya kehilangan segalanya saat saya mengikut Kristus, tetapi justru saya dapatkan segalanya. Saya dapatkan hidup saya yang sesungguhnya dalam Kristus yang "egois" itu.

Saya mencoba menggali isi logika saya. Bagaimana bisa istilah "egois" yang berkonotasi negatif berubah menjadi konotasi positif jika disematkan pada Tuhan? Saya pun tidak tahu kenapa.

Saya akan coba "memperberat" dakwaan "egois" itu pada Tuhan. Tahukah anda bahwa Tuhan tidak suka yang setengah-setengah dari hidup anda? Tuhan cuma mau yang terbaik (atau istilah sebenarnya "sempurna"). Dia tidak suka anda memberikan nominal uang seadanya dalam persembahan ibadah, dia suka anda memberikan yang terbaik dari uang anda.

Huff, cukup! biarkan saya memetik gitalele ini sejenak sebelum pikiran saya mentok, sementok-mentoknya. Hohoho..

Newton berpikir mengapa apel bisa jatuh ke bawah. Lalu keluarlah persamaan gravitasi yang terkenal itu. Tidak ada satupun yang bisa menggugat persamaan gravitasi itu. Itu ada disana. Anda bisa bilang di luar angkasa tidak ada gravitasi, tetapi bukankah gravitasi dari matahari yang membuat susunan 9 (atau 8) planet itu tetap pada orbitnya? Hukum gravitasi itu ada disana dan jangan tanyakan "kenapa". Cukup terima saja faktanya.

Begitu juga dengan Tuhan yang saya sebut egois itu. Ketika saya bilang konotasi negatif "egois" berubah menjadi positif ketika disematkan pada Tuhan, maka ya sudah. Saya terima saja seperti saya menerima mentah-mentah hukum gravitasi.

Ckckck,, sampai paragraf ini, pikiran saya masih belum bisa lari dari istilah "selfish God". Saya masih belum ketemu istilah lain yang cocok dengan itu dan saya masih bertanya kenapa istilah itu bermakna positif ketika disematkan pada Tuhan. Hahaha.. OK! Enough! jika anda punya istilah yang lebih baik, tolong berikan pada saya. Hahaha..

Ketika saya menulis ini, seolah saya rasakan Tuhan tertawa pada saya. Dia berkata dengan PD nya "iya, gw Tuhan yang egois, ente ada masalah?" Hahaha..

Cepat-cepat saya balas " sejauh ini masih lancar jaya Tuhan dan sepertinya ga akan ada masalah. Lanjutkan saja keegoisan-Mu. Semakin baik malah jika Engkau semakin egois". Hahaha..

Mata, telinga, ataupun perasaan bisa berkata bahwa adalah sebuah kehilangan besar, jika saya memilih ikut Tuhan yang egois itu. Tetapi waktu dan pengalaman membuktikan, justru "keegoisan" Tuhan lah yang memberikan hidup yang sesungguhnya.

La la la.. jrengg., #gitalele dimainkan

Bersambung (semoga,, hahaha)

Satu-satunya dan yang sangat di kasihi

Kejadian 22:2 Firman-Nya: "Ambillah anakmu yang tunggal itu, yang engkau kasihi, yakni Ishak, pergilah ke tanah Moria dan persembahkanlah dia di sana sebagai korban bakaran pada salah satu gunung yang akan Kukatakan kepadamu."

Saya berhenti sejenak saat membaca bagian di atas pada saat teduh saya beberapa hari lalu. Kombinasi kata/frasa "tunggal" dan "yang engkau kasihi" berhasil menyita perhatian saya. Kemudian saya buka versi NLT dan dia membuat kombinasi itu menjadi lebih menawan.

Genesis 22:2 " Take your son, your only son--yes, Isaac, whom you love so much... " [NLT]

Penambahan frasa "so much" memperdalam makna "whom you love". Saya bisa berkata saya mengasihi seseorang/sesuatu, tetapi bisa saja tidak "so much". "So much" mengartikan bahwa saya SANGAT mengasihi seseorang/sesuatu itu.

Mari kembali ke konteks awal. Kombinasi frasa "tunggal" dan "yang (sangat) engkau kasihi" adalah sebuah kombinasi frasa yang saling melengkapi dan sempurna. Kombinasi 2 frasa itu membuat permintaan Tuhan pada Abraham menjadi SANGAT GILA!

Saya bisa saja mempunyai sesuatu yang satu-satunya, tetapi ternyata barang itu tidak saya cintai. Jika orang meminta sesuatu itu pada saya, maka saya bisa berikan karena saya berpikir saya tidak mencintai sesuatu itu.

Atau saya bisa mencintai sesuatu tetapi bukan barang satu-satunya. Jika saya harus kehilangan barang itu, saya bisa saja sedih tetapi saya berpikir "toh saya masih punya yang lainnya".

Tetapi di depan kombinasi frasa "tunggal" dan "sangat engkau kasihi", tidak ada zona abu-abu, either you choose 0 or 1. Tidak ada pilihan 0.5 atau di tengah-tengah. Pilihan angka antara 0 dan 1 cuma tersedia jika tidak ada kombinasi kedua frasa itu.

Sejenak pikiran saya berkata Tuhan itu "gila" dan "sangat egois". Kenapa Tuhan harus berikan pilihan "mematikan" seperti itu. Cukup lama saya merenung hal itu dan logika saya tidak bisa mendekati jalan pikiran Tuhan saat itu. Dan lebih gila lagi saat melanjutkan bacaan ke ayat 3.

Kejadian 22:3 "KEESOKAN HARINYA PAGI-PAGI bangunlah Abraham, ... memanggil dua orang bujangnya beserta Ishak, anaknya; ... lalu berangkatlah ia dan pergi ke tempat yang dikatakan Allah kepadanya"

Hey, come on!! This is so unbelievable! Abraham got up .... EARLY in the morning (AMP). He is totally insane!! Kenapa dia tidak berlambat-lambat tetapi malah bangun SANGAT PAGI seolah dia bersemangat menjawab permintaan Tuhan. Dan kenapa Abraham tidak melakukan tawar-menawar dulu dengan Tuhan. Ini bukan soal kehilangan 1 milyar dollar, tetapi ini adalah kehilangan SEGALANYA.

Abraham punya segala nya, tetapi ketidakadaan anak membuat hidupnya tidak sempurna. Dia bisa hasilkan semua kekayaan dalam sekejap mata tetapi dia menanti 25 tahun untuk Ishak lahir. Tuhan berjanji bahwa keturunan dari Ishak lah yang akan menjadi berkat bagi bangsa-bangsa dan bukan dari ismail (Kej 17:19-21). Kehilangan Ishak berarti kehilangan SEGALANYA, termasuk semua janji Tuhan itu. Abraham terlihat sangat gila dan bodoh!

Lalu apa yang bisa saya katakan tentang permintaan Tuhan yang "mematikan" itu dan respon Abraham yang "gila dan bodoh" itu?

Ahh, saya harus istirahatkan sejenak pikiran saya disini. No comment lah buat mereka berdua (Tuhan dan Abraham), karena memang tidak bisa saya comment dengan logika saya. Bye and fijne weekend!

# biarkan sebuah caffe latte cappuccino menyegarkan tenggorokan saya. Akhir tulisan ini bisa ngambang, tapi kasih Yesus tidak lah ngambang padaku dan padamu,, eeaaa!!

Bersambung.. (I hope)

Sabtu, 03 Desember 2016

hidup, kuat, dan tajam

Hebrews 4:12 For the word of God is alive and powerful. It is sharper than the sharpest two-edged sword, cutting between soul and spirit, ... It exposes our innermost thoughts and desires. (NLT) -> For the Word that God speaks is alive and full of power [making it active, operative, energizing, and effective]; ... exposing and sifting and analyzing and judging the very thoughts and purposes of the heart. (AMP) -> Sebab firman Allah hidup dan kuat dan lebih tajam dari pada pedang bermata dua mana pun; ia menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh, sendi-sendi dan sumsum; ia sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita. (IND)

Kurikurikuri... la la la..

Ayat yang sudah biasa di dengar. Tetapi saya tertarik melihat berbagai versi dari ayat di atas, dan ternyata hasilnya sangat menarik.

Firman Tuhan itu hidup. Dia tidak mati. Satu yang sangat saya kagumi, manusia bisa mati, tetapi firman Tuhan tidak bisa mati. Dia hidup melintasi segala jaman dan generasi manusia. Allah berfirman pada abram bahwa kaum nya akan menjadi bangsa yang besar. Dan dia mati tidak melihat janji itu karena dia cuma punya satu anak. Tetapi sekarang siapa yang tidak tahu "kebesaran" orang Israel. Mereka tidak cuma besar secara jumlah, tetapi mereka memang "orang-orang besar" yang mempunyai pengaruh global.

... full of power [making it active, operative, energizing, and effective].. Firman Tuhan bukanlah "sebuah benda" yang pasif. Dia bagikan "allspark" di film transformer. Dekatkan sebuah alat elektronik yang mati total pada allspark, maka alat itu akan hidup bahkan menjadi "liar". Itulah gambaran firman Tuhan. Dia aktif dan berkekuatan besar dan jika "sentuh" seseorang, maka orang itu akan aktif, penuh energi, dan efektif. Tidak ada orang yang "loyo" pada waktu bersentuhan dengan firman Tuhan.

... It exposes our innermost thoughts and desires... manusia bisa berpikir bahwa dia sedang melakukan hal yang benar. Tetapi firman Tuhan yang akan menyelidikinya apakah itu benar atau tidak. Manusia tidak mudah untuk sadar bahwa jauh di kedalaman hati, ada ruangan khusus 3×4 meter untuk harga diri, ingin dilihat orang, ingin dipuji, ingin dilihat, ingin dipuaskan, ingin pamer, dan hal-hal lainnya. "Kamar ukuran mahasiswa" itu tidak seberapa dengan total luas rumah dan halaman dan tidak pernah dipamerkan kepada tamu yang datang ke rumah. Tetapi hampir semua orang setuju bahwa kamar tidur adalah tempat paling nyaman di rumah. Tamu cuma melihat ruang tamu dan halaman. Orang bisa melihat yang baik dari hidup kita, tetapi siapa yang tahu isi hati dan pikiran kita. Tempat paling nyaman berbuat dosa adalah di pikiran dan tidak ada yang bisa lihat itu. Tetapi firman Tuhan mau melihat semuanya. Itu kenapa pembacaan firman seharusnya disertai dengan pertobatan-pertobatan. Firman Tuhan dapat berkata "itu salah" pada waktu kita merasa "itu benar".

Hidup, kuat, dan tajam: itu gambaran firman Tuhan yang sesungguhnya. Jika anda tidak merasakannya, maka secara garis besar cuma ada 3 alasan: alkitab anda palsu atau anda yang tidak mengerti firman itu atau anda menolak firman itu.

Tidak ada yang terlambat buat anda dan saya. Semua janji firman Tuhan masih berlaku sampai hari ini. Job 23:12 .. I have esteemed and treasured the words of His mouth more than my necessary food (AMP) -> saya memandang menghormati firman-Nya lebih dari pada saya menghargai makanan saya sendiri (terjemahan saya). Jika firman Tuhan (pada pagi hari) berada pada prioritas yang lebih tinggi dari makanan atau line/whatsup/telegram, maka karakter asli firman Tuhan itu akan keluar: hidup, kuat, dan tajam.

Kurikurikuri.. la la la..

bisakah anda dipercaya?

Anda tahu mengapa tidak ada komisi pemberantas korupsi di negara barat? Saya temukan jawaban menarik: kepercayaan.

Beberapa kantor, sistem absensi tidak memakai scan otomatis. Tetapi harus isi manual jam datang dan masuk dan dilakukan sendiri. Jika ada perjalanan dinas, kita bisa beli tiket pesawat sendiri dan nanti tinggal di-reimburse. Mereka ga cek kita terbang via apa dan berapa lama transit. Begitu pun dengan pesan hotel. Silakan pesan sendiri, bebas bintang berapa pun dan nanti tinggal di reimburse. Cuma bermodal kepercayaan. Tetapi ya tentu anda secara moral tidak akan memesan sesuatu dengan harga selangit. Semua tidak di cek ulang dan mereka percaya pada kita.

1 Corinthians 4:2 Now, a person who is put in charge as a manager must be faithful. (NLT). -> 1 Korintus 4:2 Yang akhirnya dituntut dari pelayan-pelayan yang demikian ialah, bahwa mereka ternyata dapat dipercayai.

Dua terjemahan itu saling melengkapi. Saya suka terjemahan NLT sebagai "faithful manager". Ya, saya lah manager dalam hidup saya. Saya yang harus atur semua hal: pembagian waktu, pengeluaran keuangan, hubungan dengan orang lain, dll. Tetapi pertanyaan akhirnya adalah "apakah saya bisa dipercaya" oleh Tuan saya, yaitu Kristus? (Atau oleh orang-orang di sekitar saya)

Salah satu alasan saya tidak mendapat promosi dalam hidup saya adalah karena saya gagal untuk bisa menjadi orang yang dipercaya atasan saya. Sederhana sekali.

Pemilik 5 talenta harus membuktikan dia dapat dipercaya baru ia dipromosikan. Tetapi pemilik 1 talenta gagal membuktikan dia dapat dipercaya dan akhirnya dia gagal mendapat promosi. Begitu banyak orang ingin dipromosi tetapi dia tidak bisa membuktikan bahwa ia dapat dipercaya.

Saya percaya Tuhan bekerja dengan sistem ini. Dia panggil sebanyak mungkin orang untuk jadi pekerja-Nya. Tetapi kemudian akan ada waktu "pengujian" itu datang dan cuma yang bisa dipercayalah yang akan naik level.

Lalu masih adakah harapan untuk orang-orang yang gagal pada masa pengujian?

Ayat ini begitu indah. 1 Timotius 1:15-16 ... dan di antara mereka akulah yang paling berdosa. Tetapi justru karena itu aku dikasihani, agar dalam diriku ini, sebagai orang yang paling berdosa, Yesus Kristus menunjukkan seluruh kesabaran-Nya. ...

Paulus memandang bahwa mungkin dialah yang paling berdosa, tetapi Allah masih bersabar pada hidupnya. Itulah kasih karunia Allah. Kasih karunia Allah seharusnya membuat saya tidak melihat ke belakang dan sekarang memandang ke depan. Dulu saya bisa gagal dan tidak bisa dipercaya, tetapi sekarang saya mau lihat ke depan dan mau membuktikan bahwa saya bisa dipercaya.

Sebuah ayat penutup yang begitu indah:

1 Korintus 15:10 Tetapi karena kasih karunia Allah aku adalah sebagaimana aku ada sekarang, dan kasih karunia yang dianugerahkan-Nya kepadaku tidak sia-sia. Sebaliknya, aku telah bekerja lebih keras dari pada mereka semua; tetapi bukannya aku, melainkan kasih karunia Allah yang menyertai aku.

Saya pikir Tuhan tidak mencari orang yang sempurna. Tetapi orang yang bisa dipercaya dan mau bekerja lebih dari sebelumnya. Itu mengapa ada promosi dari satu level iman, ke level iman yang lebih tinggi.

kelayakan vs kemauan

Ketika perasaan tidak layak dan trauma akan masa lalu yang penuh dosa menjadi penghalang sebagian besar orang untuk mau sungguh-sungguh melayani Tuhan, maka cobalah untuk melihat kisah Yesaya. Semua pikiran negatif itu: perasaan tidak layak, ketidakmampuan, rendah diri, penuh dosa, dan lainnya datang padanya saat dia melihat kemuliaan Tuhan.

Mari lihat Ibrani 11. Mereka bukan orang-orang yang sempurna. Penipu, penakut, gagap, pembunuh, orang yang ragu pada janji Tuhan, pelacur, dll, tetapi mereka disebut pahlawan iman. Jika mereka melihat masa lalu mereka, maka mereka tidak akan pernah disebut pahlawan iman.

Seketika saya berpikir bahwa mungkin kriteria utama yang Tuhan lihat pada diri seseorang, yang membuat dia layak untuk jadi pekerja Kristus, adalah masa lalu yang penuh dosa. Tuhan mungkin tidak tertarik dengan orang yang sudah mapan dan penuh kesuksesan. Tetapi Dia mencari orang yang penuh dosa dan secara dunia tidak layak, tetapi mau dipakai Tuhan. Sungguh sebuah kebalikan dari kriteria yang biasa dunia pakai.

Saya berpikir Tuhan sedang dialog dengan para serafim di ruangan itu "siapa yang mau pergi?". Dan Yesaya jawab "saya mau". Dan Tuhan tidak bertanya "siapa yang layak". Iblis terus bermain dengan "ketidaklayakan", tapi Tuhan bermain dengan "kemauan".

pengurapan Allah membuat saya jadi pemenang

Somehow, I was so fascinated by this verse:

1 Tawarikh 14:8 Ketika didengar orang Filistin, bahwa Daud telah diurapi menjadi raja atas seluruh Israel, maka majulah semua orang Filistin untuk menangkap Daud. Tetapi Daud mendengar hal itu, lalu majulah ia menghadapi mereka.

Ayat ini begitu komplit (seperti nasi campur komplit, hahaha). Jika saya dan anda diurapi Tuhan (atau mungkin definisi saya adalah: "berjalan dalam pengurapan Tuhan"; karena saya percaya, semua yang sudah menerima Kristus sudah diurapi, tapi pertanyaannya: apakah dia berjalan dalam pengurapan itu atau membiarkan pengurapan itu mati), maka kerajaan setan tidak akan tinggal diam. Mereka akan gunakan segala cara untuk "mematikan" anda. Iblis tidak setengah-setengah saat mengincar orang yang diurapi, tetapi iblis pakai segala kekuatannya.

Dan respon Daud begitu dahsyat. Daud tidak lari, atau merengek-rengek, ataupun mengeluh pada Tuhan. Dia dengar musuh bergerak, lalu dia maju. Dia TIDAK MUNDUR, daud MAJU.

Jika saya dan anda diurapi Tuhan, maka pengurapan itu, somehow (gw entah kenapa suka banget kata "somehow" yang mengartikan kalau gw ga punya kata-kata bagus untuk mendeskripsikan "sesuatu" itu), akan membuat kita berani untuk maju. Orang yang diurapi (definisi saya: berjalan dalam pengurapan), tidak mundur dan kabur saat ada tantangan, tetapi dia MAJU.

Itu juga alasan kenapa orang yang SERIUS ikut Tuhan ga pernah berenti dapat tantangan hidup (saya hindari kata "masalah", diganti jadi "tantangan"). Mulai diomongin orang, dimarahin ortu mungkin, waktu ngelakuin hobby lama mulai berkurang karena mau lebih banyak pelayanan, dll. Iya lahh, iblis pakai semua pasukannya.

Tetapi syukur pada Allah gw yang besar n keren abis! Mazmur 20:6 (20-7) Sekarang aku tahu, bahwa TUHAN memberi kemenangan kepada orang yang diurapi-Nya dan menjawabnya dari sorga-Nya yang kudus dengan kemenangan yang gilang-gemilang oleh tangan kanan-Nya. -> lw pasti menang coy kalau berjalan dalam pengurapan ilahi!

Gw makin ngerti kenapa om Yakobus bicara "anggaplah sebagai suatu kebahagiaan, apabila kamu jatuh ke dalam berbagai-bagai pencobaan". NLT: James 1:2 Dear brothers and sisters, when troubles come your way, consider it an opportunity for great joy. Somehow (somehow lagi), gw suka terjemahan NLT nya. Wkwkwk..

Troubles bagus buat saya dan anda. Troubles akan menunjukkan bahwa saya dan anda adalah pemenang. Pemenang dari sebuah pertandingan resmi, bukan karena pihak musuh milih mundur/abstain.

Kamis, 13 Oktober 2016

saya adalah sebuah MAHAKARYA ALLAH

Ephesians 2:10 “for we are God’s masterpiece.” (NLT)

Saya bersyukur alkitab punya banyak terjemahan yang membantu saya mengerti kedalaman firman Tuhan. Terjemahan Indonesia untuk Efesus 2:10 adalah “karena kita ini buatan Allah, (koma)..” Itu juga ada di terjemahan lain dalam KJV atau Amplified. Tetapi NLT mempunyai sesuatu yang sangat berbeda. “for we are God’s masterpiece. (titik)”

Baru kali ini saya cukup lama merenung tentang sebuah arti dari tanda baca. Bagi saya (bagi saya), tanda koma berarti bahwa ada sesuatu hal lain di belakang koma yang akan membantu menerangkan atau menguatkan argument pada kalimat di depan koma. Tetapi tanda titik berarti tidak ada yang perlu dijelaskan lagi dan (bagi saya) menunjukkan bahwa kalimat itu “sempurna dan selesai”.

Ketika hampir semua terjemahan “cuma” berkata bahwa “kita adalah buatan Allah”, maka NLT membuatnya menjadi begitu berkesan: “WE ARE GOD’S MASTERPIECE.” (titik!!) Dengan apa bisa saya artikan masterpiece? Saya tidak punya kata lain selain MAHAKARYA.

Iblis mungkin berkata bahwa anda adalah manusia gagal, studi anda biasa-biasa saja, tidak membanggakan, seorang pendosa, tidak cakap berbicara, berpenyakitan, dan semua kalimat penghancur gambar diri lainnya. Tetapi alkitab berkata “WE ARE GOD’S MASTERPIECE.” (titik!!) sebanyak iblis berkata buruk tentang dirimu, maka sebanyak itu anda harus sadari bahwa anda adalah MAHAKARYA ALLAH (titik!!).

Bahkan Mazmur 8:4-5 berkata lebih ekstrem lagi “apakah manusia… namun Engkau telah membuatnya sama seperti Allah”. Itu lagu Daud yang lebih “gila” daripada tulisan Paulus.

Banyak orang yang dipakai Tuhan luar biasa bermasalah dengan gambar diri, sebut saja Musa, Gideon, Yeremia (kalau boleh dimasukkan juga si anak bungsu di perumpamaan anak yang hilang; Luk15:19). Bahkan orang Israel sendiri menganggap diri mereka sendiri sebagai belalang (Bil 13:33), dan terjadilah seperti apa yang mereka imani mengenai diri mereka sendiri.

Genap seminggu saya berada di “Negara kedua” ini. Begitu banyak tantangan yang membuat saya harus beriman (Yapp, karena tanpa tantangan, maka iman tidaklah diperlukan): laptop harus diinstal ulang karena bermasalah dan kinerjanya sekarang jadi sangat lambat (tanda harus beli baru, yess! Amin!), tidak punya ruangan untuk kerja karena semua ruangan penuh, hampir tidak bisa pulang ke rumah karena saldo tiket tidak cukup padahal sudah malam, pengajuan uang bulanan ditolak dan harus diundur karena harus menunggu beberapa hari untuk rekening Bank disini keluar, sampai berita bahwa banyak mahasiswa PhD tahun pertama yang gagal karena tidak lolos presentasi proposal, dan lain-lain.

Sampai akhirnya sebuah ibadah kamis malam mengubah hidup saya. Momen dimana saatnya tiba untuk memberikan persembahan. Saya kaget karena saya tidak berpikir ibadah malam itu akan memberikan persembahan. Sekilas saya melihat dompet, tersisa 14€. ATM bank saya yang baru masih kosong. Masih sekitar seminggu lagi untuk uang bulanan dikirim. Pilihan harus dibuat, apakah memberikan uang kertas 10€ atau memberikan uang koin pecahan 2€ atau tidak memberikan sama sekali. Dan Efesus 2:10 itu keluar di kepala saya “I’m God’s masterpiece!” saya bukan seorang yang kekurangan, saya bukan orang yang berkekalahan, saya bukan seorang yang tidak punya pengharapan. Saya adalah sebuah MAHAKARYA ALLAH.

OK, keluarkan 10€ dan biarkan Tuhan cukupkan dan limpahkan dengan 4€ tersisa sampai saya terima uang bulanan saya. Selesai! Tuhan kirim saya kesini dan pasti saya dipelihara. Saya anak Raja dan pewaris kerajaan Allah! Saya adalah MAHAKARYA ALLAH dan tidak mungkin sebuah mahakarya ditinggal di antara rongsokan atau barang-barang sale atau diskonan! Tidak mungkin!

Sampai tulisan ini dibuat, saya tidak temukan uang lain di dompet selain 4€ itu. Saya tidak temukan uang dalam perjalan pulang saya. Tidak ada yang memberi saya uang. Tidak ada (belum ada) mujizat keuangan. tetapi bukankah itu yang disebut iman? Belum melihat tetapi percaya mendapat yang diimani. Tulisan ini dibuat bukan karena sudah ada mujizat terjadi, tetapi karena saya percaya akan ada mujizat. Mujizatnya dimulai saat saya berani mempercayakan hidup saya di depan pada Tuhan. Mujizat terbesarnya adalah iman saya pada Allah yang mencukupkan itu timbul kembali.

Saya tiba-tiba tersadar, bahwa iman erat kaitannya dengan gambar diri. Jika anda tahu siapa dirimu dalam Kristus, maka anda akan berani beriman dan berani untuk bertindak. Seperti orang yang membuat perhitangan dengan dirinya sendiri demikianlah ia (Ams 23:7a). jika anda berpikir bahwa anda adalah anak Allah, maka anda akan berani berharap pada Bapa di surga. Tetapi jika anda berpikir bahwa sepertinya anda akan gagal, maka anda tidak akan berani untuk mengambil resiko.

Beriman adalah sebuah tindakan berani mengambil resiko. Setiap petani tahu bahwa ada resiko gagal panen dari benih yang dia taburkan. Tetapi jika berpikiran negative, maka dia tidak akan menabur dan 100% pasti bahwa dia tidak akan menuai. Tetapi entah kenapa (Yaa, entah kenapa), dia ambil resiko gagal itu dan tetap menabur. Ada kemungkinan dia gagal, tetapi ada kemungkinan dia berhasil. Petani tetap menabur karena dia percaya dia akan menuai, walaupun ada resiko gagal. Seperti itulah iman. Iman bukanlah perjudian. Tetapi iman adalah keberanian untuk LEBIH percaya pada Allah daripada kepada resiko untuk gagal.

Iblis dan dunia boleh berkata apa saja tentang saya, tetapi saya adalah MAHAKARYA ALLAH (titik!). Tidak ada yang bisa ganggu gugat itu. Dan karena saya tahu siapa saya, maka saya berani ambil resiko untuk percaya. Saya tahu bahwa Pemilik saya tidak mungkin membiarkan saya dalam tumpukan barang berdebu. Karena saya adalah sebuah MAHAKARYA, demikian juga anda yang percaya pada Kristus.

Kamis, 15 September 2016

Dosa berarti berhutang pada iblis

Hal melakukan dosa itu "sama" seperti meminjam uang dari seorang penagih utang. Senang sesaat dan "hidup" anda sebenarnya sudah menjadi milik penagih hutang sampai anda bisa membayar semuanya.

Mengapa anda meminjam uang? Tentu karena anda membutuhkan uang. Dan itu adalah masalah. Disaat anda dapatkan uang, maka anda senang karena masalah keuangan anda seolah terbantu. Tetapi anda punya masalah baru karena anda harus membayarkannya lagi. Dan kabar buruknya : anda harus bayar dengan bunganya!

Begitulah prinsip kerja melalukan dosa. Saat anda hadapi masalah, anda butuh jawaban, anda "datang" pada iblis, dia kasih anda solusi. Masalah "selesai" tetapi urusan dengan iblis belum selesai. Dia akan terus meneror anda sampai anda membayar "biaya bantuan" itu. Dan kabar buruknya adalah anda tidak akan bisa membayarnya! Bunganya terlalu besar. Dan, iblis tidak pernah lelah menagih utang anda (dan bunganya)!

Mungkin anda belum merasakan "efek samping" dari perbuatan dosa anda. Tetapi itu tinggal tunggu waktu saja sampai iblis "menagihnya".

Iblis bisa diibaratkan seperti seorang "pengacara" yang pandai memanfaatkan hukum-hukum Tuhan untuk kepentingannya sendiri. Ada 1 hukum Allah yang iblis pakai sebagai dasar dia untuk menjalankan peran sebagai seorang "penagih utang". Itu adalah hukum tabur-tuai.

Kejadian 8:22 Selama bumi masih ada, takkan berhenti-henti musim menabur dan menuai, ..

Dia pakai dasar hukum itu untuk membenarkan profesinya sebagai penagih utang. Jika anda menabur dosa, maka anda akan menuai efek dari dosa itu. Dan iblis adalah eksekutor utama dari aksi itu.

Daripada berhutang, lebih baik datang pada Bapa-mu yang superbaik. Iblis tawarkan "pinjaman" atau "shortcut" atau "instan", tetapi efek jangka panjangnya adalah buruk. Dan kesudahan cerita ini adalah Datanglah pada Tuhan yang bersifat "sustainable" saat anda hadapi gelombang kehidupan.

Menghargai firman Tuhan

Job 23:12 (amp) ... I have esteemed and treasured the words of His mouth more than my necessary food.

"saya telah menghormati dan menghargai firman-Nya lebih daripada makanan (jasmani) yang kuperlukan" (ayub)

Manusia terdiri dari roh, jiwa, dan tubuh. Usia tubuh anda mungkin sekarang sudah belasan atau puluhan tahun. Begitu juga dengan jiwa anda. Lalu bagaimana dengan roh anda? Usia tubuh dan jiwa anda boleh dewasa, tetapi mungkin roh anda bisa saja masih bayi atau balita. Itulah alasan utama mengapa anda kalah dengan kedagingan dan perasaan anda.

Ada orang yang baru lahir baru langsung ingin melayani di mimbar. Tidak ada yang salah dengan itu. Tetapi anda riskan sekali untuk "jatuh" dalam mimbar yang "licin" karena roh anda masih "belajar merangkak".

Ada orang concern untuk membentuk badannya. Dia rajin olahraga, makan bergizi, dan lainnya. Lalu ada yang membentuk jiwanya, dengan cara membaca buku motivasi atau leadership mungkin. Tidak ada yang salah. Tetapi jika roh anda tidak diberi makan, maka anda rawan sekali untuk jatuh.

Jika anda bisa hargai tubuh anda dengan makan 3 kali sehari dan rajin olahraga, maka lakukan yang sama pada roh mu. Berikan dia makanan yaitu firman Tuhan setiap hari. Tentu firman Tuhan yang "berkualitas" dan "bergizi". Perhatikan juga kualitas saat teduhmu. Jika pembacaan firman mu jarang memberikan rhema, maka ada yang harus diperbaiki.

Tidak ada yang salah dengan "benih" firman Tuhan. Yang harus diperhatikan adalah jenis tanahnya, yaitu hati manusia. Tuhan selalu hargai dan hormati firman-Nya. Percayalah.

Biarkan firman Tuhan jadi prioritas utama dalam hidup kita. Jadilah generasi yang mencintai firman Tuhan lebih dari yang lain.

Menang dari pencobaan hidup

"Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan ke luar, sehingga kamu dapat menanggungnya." -> 1 kor 10:13

Kawan, alkitab berkata bahwa pencobaan yang kamu alami adalah pencobaan biasa. Tidak ada yang terlalu istimewa dari setiap pencobaan itu. Kabar baiknya adalah pencobaan itu tidak melebihi kekuatan orang tersebut. Tuhan ijinkan pencobaan itu terjadi atas hidupmu karena Tuhan percaya anda dapat menanggungnya.

Pencobaan yang dialami menunjukkan level rohani seseorang. Semakin tinggi level rohaninya, wajar saja jika pencobaan yang dialami terasa semakin berat. Kabar istimewa lainnya adalah bahwa dalam setiap pencobaan itu, anda dapat temukan bahwa Allah setia. Dia berjanji akan SELALU memberikan jalan keluar (amp version).

Jadi perlukan kita bergembira dalam setiap pencobaan yang kita alami? Yakobus berkata bergembiralah dalam setiap pencobaan (yak 1:2). Dan akhirnya saya mengerti apa maksud Yakobus itu. Bergembiralah karena anda bisa temukan Tuhan yang setia dalam setiap pencobaan-pencobaanmu.

Tetapi saya dan anda perlu BERTAHAN sampai akhir ... (yak 1:12)

There is no Plan B

Salah satu penghalang terbesar mujizat adalah "Plan B". Tuhan tidak pernah sediakan Plan B. Dan mujizat cuma tersedia untuk Plan A.

Plan A biasanya adalah sesuatu yang kelihatannya mustahil. Lalu kemudian iblis mulai membujuk kita untuk melihat diri kita sendiri. Kemudian yang terjadi adalah kita pikir kita tidak bisa lakukan itu (yaa, jelas tidak bisa. Cuma Tuhan yang bisa kerjakan lewat kita). Setelah iblis berhasil, maka dia membujuk kita untuk membuat Plan B. Suatu target yang jauh lebih rasional dan lebih mudah dari Plan A. Dan itu adalah sebuah kesalahan.

memikirkan alternatif-alternatif lain selain Plan A adalah penghalang iman kita untuk bekerja. Iman memandang kepada Allah dan berkata kepada plan A : "dalam nama Yesus, saya percaya firman Tuhan digenapi!" No plan B!

- kepekaan pada firman Tuhan vs kepekaan pada dunia -

Hai anakku, perhatikanlah perkataanku, arahkanlah telingamu kepada ucapanku; janganlah semuanya itu menjauh dari matamu, simpanlah itu di lubuk hatimu - amsal 4:20-21

Saya adalah salah satu orang yang paling tidak suka dengan hal-hal berbau biologi. Nilai-nilai saya dalam hal-hal berbau biologi tidaklah memuaskan, itu sejak SMA sampai kuliah. Mengapa? Karena saya tidak suka hapalan.

Saya sering mengatakan bahwa saya tipe orang yang tidak begitu baik dalam menghapal. Saya tidak ingat hari ulang tahun orang tua saya (cuma tahu bulannya), sampai hari ini saya cuma hapal no hp bapak saya dan tidak yang lain, saya tidak mudah ingat nama orang, dll. Tetapi lucunya, saya cukup hapal hal-hal berbau sejarah, tentang beberapa komik yang saya baca, dan tentu saja hal-hal berbau klub favorit saya : inter milan.

Amsal memakai sebuah kata yang menarik "ARAHKAN telingamu kepada ucapanku". "Arahkan" mirip dengan kata "condongkan" dan "perhatikanlah". Sebuah definisi yang saya rasa pas dengan semua kata itu adalah "membuat lebih peka". Sehingga maksud dari amsal 4:21 tadi adalah "kita harus membuat diri kita lebih peka pada firman Tuhan dibanding hal-hal lain".

Ada orang yang berkata sulit menghapal firman, tetapi anehnya dia bisa hapal hal-hal lain. Mengapa itu terjadi? Karena dia membuat dirinya "lebih peka" terhadap hal-hal lain dibanding kepada firman Tuhan.

Saya dan anda bisa setiap hari saat teduh, membaca firman, berdoa, dan lainnya. Tetapi jika telinga dan mata kita lebih terlatih pada dunia maka semua firman itu akan menguap dengan cepat. Itulah alasan mengapa saya dan anda berkekalahan dalam hidup. Karena panca indera kita lebih terlatih pada dunia daripada firman Tuhan.

Beberapa bulan lalu saya sadari sesuatu dalam hidup saya. Jika saat bangun pagi saya lebih dahulu membuka hp saya dan membaca pesan yang masuk atau membuka internet maka kualitas firman yang saya dapat tidaklah maksimal. Dan jika saya biarkan HP itu berdering atau bergetar selama saya saat teduh dan berdoa maka konsentrasi saya akan teralihkan. Dari situ saya belajar untuk tidak terlebih dahulu membuka hp saat bangun pagi dan juga men-silent hp saat sedang berdoa.

Iblis tidak suka anda dapatkan suara Tuhan. Oleh karena itu dia ganggu konsentrasi anda, salah satunya dengan bunyi HP atau berita-berita yang anda baca dari internet. Iblis mengerti strategi ini. Dia buat saya dan anda begitu bergantung pada dunia internet sehingga ada yang kurang dalam hidup ketika tidak menyentuh HP.

Ibrani 5:14 bicara tentang "orang-orang dewasa yang memiliki pancaindera yang terlatih untuk membedakan yang baik daripada yang jahat". Saya dan anda perlu melatih pancaindera untuk merespon Tuhan lebih daripada dunia. Itulah salah satu kunci kemenangan dalam Kristus.

Cara yang paling baik untuk membuat pancaindera kita terlatih pada Tuhan adalah dengan cara mengurangi akses masuk dunia dalam hidup kita. Matikan HP mu sejenak dan berdoalah. Sehingga tidak ada yang bisa mengganggu konsentrasimu dengan Tuhan.

"Mata adalah pelita tubuh. Jika matamu baik, teranglah seluruh tubuhmu (matius 6:22)"

mata dan telinga adalah 2 pintu masuk utama dalam pikiran manusia. Jika kita lebih banyak membuka 2 pintu itu pada Firman daripada dunia, maka "teranglah seluruh hidupmu".

Apa yang berharga bagimu, itu berharga juga bagi Kristus

Apa yang berharga bagimu, itu berharga juga bagi Kristus - John avanzini.

Korban terbaik yang bisa anda berikan pada Tuhan adalah sesuatu yang bernilai buat anda. Bisa berupa uang, waktu tidur, hobby, mungkin hubungan dengan orang lain, dan lainnya. Tuhan tidak melihat kuantitas, tetapi Dia lihat "seberapa hancur" hati kita saat memberikan korban itu.

Uang bukan hal paling bernilai buat abraham karena dia orang kaya. Tetapi ishak adalah hartanya sesungguhnya, dan Tuhan minta itu. Dan abraham memberikannya.

Anda mungkin terlihat kehilangan segalanya saat anda korbankan hal berharga tersebut. Tetapi anda akan dapatkan tuaian terbesar dalam hidup anda, yaitu Tuhan sendiri. Bukankah itu sudah jauh jauh jauh lebih luar biasa daripada apapun juga ?

Mazmur 16:5 Ya TUHAN, Engkaulah bagian warisanku dan pialaku, Engkau sendirilah yang meneguhkan bagian yang diundikan kepadaku.

Tuhan lah warisan terbesar dalam hidupku

Selasa, 01 Maret 2016

Waktu, dimensi Allah yang penuh misteri

Hampir semua aspek dari Allah bisa kira jangkau dan rasakan. Kita bisa merasakan hati-Nya yang penuh belas kasihan, kita bisa merasakan uluran tangan-Nya menyembuhkan kita, kita bisa tahu apa rancangan-Nya akan hidup seseorang lewat suara nabi-nabi-Nya, dan sebagainya. Tetapi ada hal-hal dari Allah yang juga tidak bisa kita jangkau, yaitu pikiran-Nya. Firman Tuhan berkata bahwa bagai bumi dan langit demikianlah bedanya pikiran manusia dan Allah.

Pengkotbah 3:1 : segala sesuatu ada masanya, apapun di bawah langit ada waktunya

Ada satu dimensi dalam pikiran Allah yang sangat sulit dijangkau oleh manusia, yaitu waktu. Waktu adalah hak mutlak dari Allah yang tidak bisa diintervensi oleh manusia. Ya, bisakah anda tetapkan kapan anda akan lahir dan meninggal? Bisakah anda tetapkan kapan seseorang yang anda layani bertobat sepenuhnya? Tidak bisa. Mungkin kita berkata bahwa mujizat “instan” yang terjadi saat itu juga adalah bentuk dari kita yang bisa “mengatur” waktu. Tetapi itu tidak benar. Mujizat instan itu juga sudah ada dalam timeframe Allah.

Allah berkata bahwa Dia akan memberitahukan segala sesuatu kepada orang yang mengasihi Dia. Tetapi seringkali Dia merahasiakan waktunya. Dia tidak bermain-main dengan Abraham mengenai janji akan keturunannya. Tetapi dia tidak beritahukan kapan waktunya. Allah juga tidak bermain-main saat mengurapi Daud menjadi raja lewat tangan Samuel. Tetapi Allah tidak memberitahukan kapan Daud akan duduk di atas tahta Israel. Bahkan mengenai kedatangan-Nya yang kedua pun dikatakan bahwa tidak ada yang tahu kapan waktunya tiba (mat 24:42).

Dari sinilah keluar sebuah fakta bahwa janji Tuhan seringkali tidak disertai dengan kapan waktunya janji itu akan digenapi. Lalu apa maksud Tuhan disini?

Pengkotbah 3:11 : Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya

Allah adalah EO terbaik sepanjang sejarah. Ketika Dia buat sesuatu event, maka Dia akan mempersiapkan event itu sebaik mungkin. Mengapa? Karena jika event itu berantakan, maka nama besar-Nya sebagai Allah akan tercemar. Dan hal yang lebih utama lagi adalah Allah adalah pribadi extraordinary, Dia tidak suka sesuatu yang biasa. Dan yang lebih saya suka adalah, Dia adalah pribadi yang suka memberikan surprise kepada orang yang dikasihi-Nya.

Ketika janji Tuhan itu seolah mengawang-ngawang dan tidak akan terpenuhi, maka sadari bahwa itu belum waktunya. Berpikirlah bahwa Tuhan sedang membuat suatu waktu terbaik agar janji itu terealisasi. Dia sedang siapkan “pesta besar” untuk janji itu. Dan karena itu, maka persiapannya pun lebih sulit dari biasanya sehingga membutuhkan waktu lebih panjang.

Jika saja Abraham langsung mendapatkan anak pada tahun pertama sesudah ia mendengar janji Tuhan, maka tidak akan ada kisah iman yang luar biasa yang bisa kita ikuti. Proses panjang itu membuat Abraham mendapat gelar bapak orang beriman. Semua tahu bahwa Abraham sempat gagal dan berharap sesuatu yang instan lewat kisah hagar dan Ismail. Tetapi dari kejatuhannya itu, dia masih tetap berharap.

Berbeda dengan Abraham, Daud tidak suka hal-hal berbau instan. Memang dia tidak harus menunggu lama untuk janji menjadi raja. Tetapi dia melewatkan dua kali “shortcut” dengan cara tidak membunuh Saul. Daud tidak mau bermain-main dengan waktu Allah. Dia sabar menanti. Tahukah anda bahwa waktu adalah salah satu elemen terpenting dalam iman? Waktu menguji kemurnian iman itu. Waktu juga yang membuat iman itu menjadi sesuatu yang sangat berharga. Waktu juga yang membuat seseorang menjadi raksasa iman. Jika saya dan anda ingin sesuatu yang instan dari janji Tuhan yang besar, maka sia-sia lah iman kita. jika anda tidak mau menunggu, maka janganlah beriman. Jika anda beriman, maka anda harus mau menantikan waktunya dengan sabar.

Waktu juga yang membuat seseorang “layak” untuk menerima janji itu. Karena janji Tuhan itu besar, maka tidak mungkin Dia berikan itu pada seorang “anjing atau babi” (matius 7:6). Jika orang itu belum siap, maka janji itu akan menjadi sia-sia. Waktu yang membuat orang itu siap menerima janji Tuhan. jadi jika janji itu belum digenapi, lembutkan dirimu untuk mau diproses Tuhan lebih lagi.

Akhir kata, manusia boleh berharap sesuatu yang instan dan cepat, tetapi waktu adalah kedaulatan Tuhan. di bumi ada mie instan, sayangnya di surga tidak ada. Menantilah dengan sabar. Karena penantianmu akan janji Tuhan tidak akan pernah sia-sia.

inovasi dan adaptasi dalam pelayanan

Dunia itu berubah, semua sepakat dengan itu. Lalu bagaimana dengan pelayanan? Apakah pelayanan itu berubah? Ya dan tidak. Pelayanan tidak berubah dari segi nilai-nilai dan target ilahi yang dikejar. Tetapi pelayanan berubah dalam hal strategi mencapai target ilahinya, atau saya sebut inovasi dan adaptasi.

Karena dunia ini berubah, maka perlu 2 hal itu dalam pelayanan. Adaptasi adalah cara kita merespon terhadap perubahan dunia luar. Bagaimana cara kita merespon? Lakukan inovasi. Inovasi adalah suatu strategi baru dan ini mutlak memerlukan upgrade kapasitas diri seseorang.

Semua tau nokia. Dia raja HP tahun 90an. Tetapi dimana sekarang ia? Kesalahan utama nokia adalah karena dia tidak mau investasi banyak untuk inovasi ponsel pintar. Dia terlambat berinovasi. Dan akhirnya dia gugur. Samsung adalah raja baru di dunia HP. Apa kekuatannya? 2 kekuatan utama mereka adalah pemasaran/marketing dan tentu saja INOVASI.

Pelayanan harus lakukan 2 hal ini agar bisa "bertahan hidup" dan mengejar target ilahinya. Kita tidak akan banyak bahas soal marketing/pemasaran. Lain waktu saja. Fokus dulu pada inovasi. Hehe..

Apa yang alkitab ajarkan tentang adaptasi dan inovasi?

1. Pelayanan WAJIB beradaptasi dan berinovasi

1 kor 9:24 -> larilah begitu rupa sehingga kamu memperolehnya

1 kor 9: 19-23 -> ..... segala sesuatu ini aku lakukan demi injil, supaya aku mendapat bagian dalamnya.

Apa maksud "begitu rupa"? Lalu apa maksud paulus "menjadi seperti" orang yang tidak hidup di bawah hukum taurat? Itu semua adalah bahasa lain dari adaptasi dan inovasi.

2. Iblis adalah seorang yang pandai beradaptasi dan berinovasi.

Jika pelayanan tidak mau berinovasi, maka kita akan kalah dengan iblis. Iblis sudah pakai musik untuk menjerat anak-anak muda, dia pakai film, dia pakai medsos, dll. Gereja juga harus adaptif. Mengapa saya bilang iblis adaptif? Mari lihat lagi bagaimana iblis menjerat setiap orang dengan dosa. Kelemahan setiap orang berbeda-beda bukan? Lalu apa dia pakai strategi yang sama untuk menjatuhkan saya dan anda? Pasti berbeda. Saya lemah terhadap X, maka iblis pakai strategi X. Anda lemah terhadap Y, maka iblis pakai strategi Y. Itu mengapa iblis sangatlah adaptif.

Tetapi kabar sukacita datang. Anak Tuhan dapat gunakan senjata iblis yang kreatif itu untuk berbalik menyerang iblis. Saya sangat suka dengan kisah Daud dan goliat (1 sam 17). Apa yang Daud pakai untuk menghabisi goliat? Bukan umban batu, tapi pedang goliat sendiri. Itu yang harus kita imani dan pelajari.

Jika iblis bersenjatakan musik untuk menjerat anak muda, maka gunakan kembali musik untuk mengalahkan iblis dan menarik anak muda. Jika iblis pakai komunitas untuk jerat mereka, maka kita pakai balik komunitas untuk tarik anak muda. Jika iblis pakai medsos, maka kita pakai balik medsos, dan lain-lain.

So, salah satu cara inovasi dalam pelayanan sudah tertulis dengan jelas : gunakan "senjata" iblis untuk menyerang dia balik dan menghabisinya. Iblis memang cerdik, tetapi lebih cerdik orang yang dapat menggunakan senjata musuhnya untuk menyerang balik musuhnya. Am i right??

3. Upgrade kapasitas diri adalah harga mutlak sebuah adaptasi yang berhasil

Mari lihat Daud. Hasil upgrade kapasitas dirinya membuatnya menjadi raja yang luar biasa. Semula dia cuma seorang penggembala dan pembunuh singa. Tetapi di kemudian hari dalam proses hidupnya, dia bisa menjadi pembunuh raksasa, pemain musik luar biasa untuk raja, pengatur administrasi kerajaan (di jaman saul belum ada), aktor hebat (pura-pura gila di depan raja filistin. Lalu menjadi bawahan "palsu" dan mengabdi pada raja filistin), komposer (dia lah raja yang membuat ada tim PW diantara para imam lewi), arsitek hebat (dia yang merancang bangunan bait Allah dan memberikannya pada salomo), businessman sejati (dia kumpulkan uang untuk bait suci dan berikan pada salomo), negosiator ulung (berteman dengan raja Hiram untuk dapatkan bantuan kayu), pencipta lagu hebat, pencetak orang-orang hebat (bawahannya semua pahlawan), dll. Daud upgrade dirinya sendiri dan akhirnya menjadi pribadi yang hebat.

Israel saat itu sebenarnya sudah tertinggal dengan bangsa-bangsa lain soal ilmu pemerntahan. Bangsa lain sudah lama punya raja dan struktur pemerintahan. Tetapi karena Daud cepat beradaptasi dengan kondisi baru, israel bisa kejar ketertinggalan itu.

1 kor 9:27 -> tetapi aku MELATIH TUBUHKU dan menguasainya seluruhnya, supaya sesudah aku memberitakan injil kepada orang lain, jangan aku sendiri ditolak.

Bagi Paulus, upgrade kapasitas diri adalah penting dalam proses menjalani panggilan hidupnya dan proses pemberitaan injil.

4. Adaptasi dan inovasi tidak merubah nilai-nilai dasar pelayanan.

Banyak pelayanan takut berinovasi karena dia berpikir nilai-nilai pelayanannya akan luntur dan hilang. Dan bagi saya ini salah. Mari lihat daud dan daniel.

Daud tidak mau membunuh saul dalam proses adaptasi hidupnya yang terus dikejar-kejar saul untuk dibunuh. Tetapi dia pakai strategi untuk membuat saul berhenti sejenak mengejarnya, yaitu memotong jubah dan mengambil lembing saul. Begitu juga dengan daniel. Saat dia disuruh minum anggur, maka dia tidak mau minum. Strategi yang dia pakai adalah menyuruh membandingkan dirinya yang tidak minum anggur dengan orang yang minum anggur.

Paulus juga dalam 1 kor 9:20-22 berkata bahwa dia "menjadi seperti" orang yang dia layani. Tetapi dia selalu akhiri statementnya dengan perkataan yang berkata bahwa dia tidak menurunkan nilai-nilai yang dia anut (seperti : sekalipun aku tidak hidup diluar hukum Allah).

Jadi bagi saya, inovasi dan adaptasi adalah soal strategi mengejar target ilahi dan "bertahan hidup" dan tidak merubah nilai-nilai dasar pelayanan.

5. Roh Kudus sumber adaptasi dan inovasi

Yoh 3:34 -> Alah mengaruniakan Roh-Nya dengan tidak terbatas.

1 yoh 2:27 -> sebab di dalam diri kamu tetap ada pengurapan yang telah kamu terima dari pada-Nya... pengurapan-Nya mengajar kamu tentang segala sesuatu

Itu mengapa saya tidak percaya jika pelayanan kekurangan ide mengenai penjangkauan, dll. Mengapa samsung sukses dengan inovasinya sedangkan gereja gagal? Karena gereja tidak terhubung dengan Roh Kudus yang tidak terbatas.

6. Doa adalah penghubung tidak terbatas kepada sumber inovasi itu.

Semua sudah tahu ini. Itu mengapa persekutuan doa adalah sesuatu yang mutlak untuk pelayanan yang berinovasi. Doa juga adalah lambang penyerahan dan kerendahatian. Akal manusia adalah licik kata alkitab. Dengan doa, kita belajar menaruh ide-ide kita pada Tuhan. Kita berkata : "Tuhan, ini strateginya, kalau Lu mau, ya kita jalan. Kalau Lu gak mau dan mau yang lain, ya kami ikut". Doa menunjukkan bahwa kita sepenuhnya berserah pada Tuhan.

7. Karunia nabi memegang peranan penting dalam inovasi

Jika saya membaca kisah raja-raja, maka karunia jawatan nabi adalah penyokong sejati dari inovasi yang akan dilakukan raja-raja israel dan yehuda. Silakan baca sendiri bagaimana Saul bergantung pada Samuel, Daud pada yonathan, lalu Yosafat, Yosia, Hizkia, Asa, Ahab, dll. Hampir semua kisah raja-raja mengandung seorang nama nabi Tuhan.

Jadi jika anda seorang nabi, kembangkan karunia anda itu. Nabi ibarat telinga bagi pemimpin untuk dengar suara Tuhan dan juga penyambung lidah Tuhan bagi para pemimpin.

8. Inovasi akan lebih baik jika menggunakan dan memaksimalkan semua talenta jemaat

"Beritahukanlah kepadaku apa-apa yang kau punya di rumah" (1 raja 4:2). Itu yang elisa katakan pada seorang janda sebelum inovasi itu terjadi. Tuhan juga gunakan tongkat musa untuk berinovasi dengan alam (wuihh,, keren banget kalimat ini : berinovasi dengan alam). Seringkali kita bingung mau bagaimana berinovasi. Maka lihat talenta jemaatmu dan dirimu sendiri.

Apa guna talenta? Tentu saja untuk memuliakan Tuhan, bukan? Tuhan juga suruh kita kembangkan talenta kita. Itulah alasan mengapa seorang pemimpin harus tau apa talenta jemaatnya. Bahkan saya bilang talenta setiap jemaat!

misal dalam pelayanan ada yang bertalenta seorang MC dan pembuat ice breaking handal. Maka saat pelayanan berhadapan dengan orang-orang yang suka games, maka mulailah berinovasi dengan talentanya itu. Seringkali pemimpin takut berinovasi karena dia melihat dari talenta-talenta umum dan kondisi umum jemaat.tetapi ini adalah sebuah kesalahan. Jika pemimpin ingin berinovasi, silakan tanya pada jemaat siapa yang bisa. Jika mungkin cuma satu yang bisa, ya silakan berinovasi dengan dia.

9. Duduk bersama dan berdiskusi adalah perlu sebelum lakukan inovasi

Luk 14:28 -> sebab siapa diantara kamu yang kalau mau mendirikan sebuah menara tidak duduk dahulu membuat anggaean biayanya, kalau-kalau cukup uangnya untuk menyelesaikan pekerjaannya itu?

Ams 24:6 -> karena hanya dengan perencanaan engkau dapat berperang, dan kemenangan tergantung pada penasihat yang banyak.

Bagi saya diskusi adalah berguna untuk memperluas pola pikir sebelum berinovasi. Seorang pemimpin yang tidak melibatkan orang lain dalam berinovasi rawan jatuh dan gagal. Jadi kombinasi doa + perencanaan + diskusi akan hasilkan inovasi yang luar biasa.

10. Orang yang berinovasi bisa saja gagal, tetapi orang yang tidak berinovasi sudah pasti gagal.

Itu quotes yang populer sekali dalam dunia bisnis. Lalu kapan waktu tepat untuk berinovasi? Mulailah sekarang!

Jumat, 08 Januari 2016

Salah dengar suara Tuhan?

Di penghujung tahun lalu saya ngobrol2 dengan beberapa orang. Kami sharing2 panjang lebar sampai akhirnya salah seorang berkata "iya nih. Saya salah dengar suara Tuhan". Itu katanya alasan kenapa dia mengalami suatu kegagalan. Lalu cepat2 saya bilang bahwa untuk orang2 yang sudah cukup lama pelayanan tidak seharusnya berkata salah dengar suara Tuhan. Itu salah besar menurut saya.

Mengapa saya bilang begitu? Yoh 10:4 berkata bahwa domba mengenal suara gembala. Jadi jika kita bilang kita salah dengar suara Tuhan, maka mungkinkah kita bukan domba Tuhan? Jika ada 100 orang berbicara dalam 1 ruangan, maka kita tentu bisa kenali mana suara bapak kita. Benar bukan?

Beda pengecualian untuk orang yang tidak pernah dengar suara Tuhan seperti Samuel. Pada waktu Tuhan bicara padanya, dia lari pada Eli karena Samuel belum pernah dengar suara Tuhan (1 sam 3). Tetapi untuk kita yang sudah lama di pelayanan, bukankah kita tau mana suara Tuhan?

Mari kita lihat contoh lain dalam kisah Yosafat di 1 raja 22. Silakan baca kisahnya biar anda mengerti. Ketika nabi2 itu dipanggil ahab, semua dari mereka berbicara memakai nama Tuhan (ayat 6). Itu Tuhan yg asli dan bukan tuhan palsu karena "T" nya besar. Tetapi Yosafat bertanya mengenai keberadaan nabi Tuhan yg asli (ayat 7). Walaupun nabi2 lain berkata memakai nama Tuhan yg asli, tetapi mengapa Yosafat cari yg lain? Itu karena dia kenal mana suara Tuhan dan mana suara tuhan palsu. Iblis boleh menipu dengan meniru suara Tuhan yg asli, tetapi yosafat tau itu salah. Begitu juga dengan kita. Kita harusnya tau mana suara Tuhan yg asli dan palsu.

Jika kita perhatikan, sebenarnya cuma ada 2 suara dlm hidup ini : suara Tuhan dan iblis. Oleh karena itu bukankah tidak sulit kenali mana suara Tuhan? Kecuali ada 100 suara dan kita mungkin saja bingung. Dan 2 suara ini terus berbicara dalam hidup kita. Contoh praktisnya saat kita berbuat dosa. Pasti ada suara RK yang berkata tidak walaupun mungkin suara itu terdengar kecil dibanding suara iblis yang teriak2 supaya kita buat dosa. 2 suara ini aktif. Sekarang mana yang mau kita dengar?

Kemudian saya coba selidiki alkitab dan saya temui fakta2 menarik tentang suara Tuhan dan saya semakin bertambah yakin bahwa kalimat salah dengar suara Tuhan itu harus dijauhkan dalam kalimat kita.

Yang seringkali terjadi dalam hidup kita adalah Tuhan sudah bicara A tapi kita ngeyel dan tidak taat dan memilih B. 1 raja2 22:17-28 bicara bagaimana nabi Tuhan yang asli berkata bahwa orang israel-yehuda akan kalah perang. Tetapi lucunya yosafat tetap memilih berperang. Seharusnya dia biarkan ahab maju sendiri. Jadi disini Yosafat ngeyel tetap maju. Akhirnya dia kalah bukan karena dia salah dengar suara Tuhan tapi karena dia tidak taat.

Ketidaktaatan akan membuat suara Tuhan itu makin kecil dalam hidup kita. Lalu hati nurani kita juga makin tumpul. Ketidaktaatan membuat kita terlatih mendengar suara iblis, tetapi ketaatan membuat kita terlatih mendengar suara Tuhan. Karena saya percaya, ukuran "kemahiran" kita dengar suara Tuhan ditentukan oleh ketaatan kita. 2 suara itu akan tetap bicara dalam hidup kita. Tetapi suara siapa yang paling besar kita dengar, ditentukan oleh ketaatan atau ketidaktaatan kita.

Lalu sebuah cerita menarik datang dari jaman hakim2. Hakim2 20 menceritakan bagaimana orang israel berperang dengan suku benyamin. Orang israel selalu tanya pada Tuhan sebelum berperang. Tuhan suruh maju, tetapi 2 kali orang israel kalah dari suku benyamin. Baru yang ketiga akhirnya Tuhan memberikan kemenangan pada orang israel. Lalu kok ini aneh? Tuhan suruh maju tetapi orang israel kalah 2x. Mari lihat kalimat Tuhan pada orang israel. Dalam 2 kekalahan itu, Tuhan bicara untuk maju. Tetapi baru pada peperangan ke 3 Tuhan bicara bahwa Ia akan berikan kemenangan pada israel. Mari kita bandingkan sejenak dengan kisah kemenangan Daud atas orang filistin di 2 Sam 5:17-25. Disana Tuhan jelas bilang bahwa Daud akan menang. Tetapi kepada orang Israel Tuhan baru janjikan mereka menang di peperangan yang ketiga. Itu mungkin kenapa orang israel kalah 2x dari suku benyamin.

Apakah Tuhan iseng suruh orang israel maju untuk kalah? saya rasa tidak. Lalu apa maksud Tuhan suruh mreka maju untuk kalah? Saya juga tidak tahu. Mungkin saja untuk melatih mereka berperang (hakim 3:1-2). Mungkin saja untuk memberitahu mereka bahwa perang saudara adalah buruk. Atau alasan lain yang saya tidak tahu. Tetapi jelas sekali dalam kisah ini bahwa Tuhan bicara, mereka taat pada suara Tuhan, tetapi mereka kalah.

Saya tidak mau berkata bahwa suara Tuhan membawa pada kekalahan. Tetapi saya mau bilang bahwa pada endingnya, suara Tuhan akan hasilkan kemenangan. Walaupun kelihatannya kita hilang sesuatu, tetapi akhirnya kita menang. Dan tiru ketaatan orang israel, mereka kalah, tapi tetap maju dan taat pada suara Tuhan. Tuhan mungkin saja ingin mengajari kta sesuatu dalam proses2 itu.

Akhir dari semua ini adalah ajakan untuk semakin taat dengar suara Tuhan. Lalu semakin kenali suara Tuhanmu. Supaya iblis tidak bisa menipumu. Tetapi balik lagi, semakin kita taat, semakin tajam kita dengar suara Tuhan.

Senin, 04 Januari 2016

- inisiator -

Saya teringat sebuah tulisan yg mengatakan bahwa pelayanan yg berjalan "normal" akan membawa kpd kematian secara perlahan. Thn 2016 sdh mau datang, diperlukan mimpi dan niat untuk menjalani pelayanan yg "tdk normal" demi ledakan pelayanan yg kt impikan di 2016.

Ketika saya mulai berpikir utk 2016, maka sebuah kata yg terus terngiang di kepala sejak beberapa minggu lalu adalah "inisiator". Inisiator adlh org yg langka. Inisiator berbeda dgn penerus atau peng-improve. Inisiator bs disamakan dgn "pencipta", yaitu seorang yg membuat langkah berbeda dr sblmnya dan membuat suatu yg tdk ada menjadi ada. Dia yg ciptakan 1 dari 0. Sedangkan penerus dan peng-improve adalah membuat 1 menjadi 1.5 atau 1.7 dan seterusnya. Inisiator adlh org yg dpt membuka mata org yg berpkir "itu mustahil" menjadi "wow! Itu mungkin!"

2 kombinasi ini akan hasilkan penciptaan : Roh Kudus dan Firman. Roh Kudus melayang2 di bumi dan Allah berfirman maka jadilah segala sesuatu (kej 1:1-3). Firman disampaikan dan Roh Kudus bekerja maka Yesus pun lahir (Luk 1:35). Firman Allah disampaikan dalam hidupmu dan Roh Kudus bekerja maka anda dapat menjadi seorang inisiator! Roh Kudus selalu ada dalam hidupmu. Maka sekarang yg mungkin kita perlukan adalah Firman. Maka makin seringlah berdoa dan membaca Firman dan biarkan Dia memberikan ide-ide gila dalam hidupmu. Itu mengapa saya beriman sekali kalau anak-anak Tuhan yg mengerti gambar dirinya secara utuh tidak akan mengalami stagnasi ide, apalagi dalam penjangkauan. Bahkan dalam menyelesaikan masalahmu sehari-hari.

Semua pasti tau perumpamaan tentang 5 gadis bijaksana dan 5 gadis yg bodoh (matius 25:1-13). Ketika firman itu disampaikan, mungkin pengkotbah akan bertanya "ingin jadi siapakah kalian? Gadis bijaksana atau bodoh?" Saya yakin semua akan menjawab ingin menjadi gadis yg bijaksana. Tetapi tahukah anda 2 fakta lain yg jarang dibahas? Pertama, bahwa gadis bijaksana TERTIDUR sama seperti gadis yg bodoh. Lalu fakta lainnya bahwa ada 2 tokoh lain disana, yaitu mempelai pria dan SOMEONE (25:6, the message) yang membangunkan gadis2 yg tertidur itu. Jangan jadikan dirimu gadis bijaksana yg tertidur, tetapi jadilah "someone" yg membangunkan orang2 yg tertidur. Someone ini adalah seorang bertipe inisiator. Di saat orang-orang lain kelihatannya sudah mempersiapkan diri dengan baik dalam pelayanan, dia melakukan yg lebih. Dia tetap terbangun dan terjaga dan pada akhirnya menjadi orang pertama yg menyadari kehadiran mempelai pria. Tanpa dia, para gadis tidak menyadari mempelai pria datang. Tanpa inisiator, pelayanan tidak akan menyadari bahwa Tuhan masih bekerja dengan luar biasa dan dia dapat "membangunkan" orang-orang pelayanan yg masih tertidur

Saya galau sekali saat melihat kisah Daud dan Yonatan. Kisah persahabatan mereka berakhir tragis. Mereka sesungguhnya adalah tipe inisiator sejati di jaman perjanjian lama. Bahkan ketika leader mereka, raja saul, mengalami stagnasi.

1 sam 14 mengisahkan kisah heroic Yonatan. Ketika Saul dan orang israel mulai lari dan bersembunyi di hadapan orang filistin, Yonatan memilih maju berdua dengan bujangnya. Dia AKTIF melakukan tindakan. Dia tidak diam saat orang lain mundur. Dia mencari partnernya, yaitu bujangnya, dan mulai bergerak. Dia adalah tipe seorang "backstreet" sejati. Tanpa bertanya dan melapor pada Saul, dia berani maju menyerang filistin. Dia percaya pada Allahnya. Dan saat itu mreka berdua kalahkan 20 orang. Yes, CUMA 20 orang. Angka yg kecil. Tetapi kemenangan Yonatan dan bujangnya menginspirasi orang israel lain. Pada akhirnya orang israel dan Saul yg penakut itu pun bisa melihat kemenangan Tuhan. Pergerakan dari seorang inisiator yg tidak banyak bicara seperti Yonatan menghasilan kemenangan sebuah bangsa. Itu adalah tipe inisiator yg pertama

Lalu tipe inisiator yg kedua pun lahir dari sahabatnya Daud. 1 sam 17 mengisahkan kisah Daud. Daud berbeda 180% dengan Yonatan. Daud adalah tipe seorang yg banyak bicara. Jika pergerakan Yonatan "sunyi senyap" dan tanpa penonton, maka pergerakan Daud sebaliknya. Daud berkoar-koar mengenai goliat. Daud pun melapor pada Saul jika dia ingin hadapi goliat, beda dengan Yonatan. Semua mata orang israel melihat Daud ketika dia maju melawan goliat, berbeda dengan Yonatan. Daud seorang diri melawan goliat, tetapi Yonatan berdua. Akhir ceritanya sudah kita ketahui, goliat kalah. Walaupun daud dan yonatan berbeda karakter, tetapi efeknya sama. Kemenangan mereka, menghasilkan kemenangan 1 bangsa. Ini adalah tipe inisiator sejati. Pantas sekali jika mereka bersahabat karena mereka adalah seorang inisiator. Mereka penuh dengan ide-ide baru dan berani untuk melakukannya.

Lalu tipe manakah anda? Tipe sunyi senyap, tidak melapor pada pemimpin saat bergerak, tidak banyak bicara, mencari partner, dll seperti Yonatan. Atau tipe rame, melapor pada pemimpin saat bergerak, bergerak sendiri, dll seperti Daud. Atau kombinasi keduanya? Tidak ada masalah dengan semua itu.

Yang jadi masalah apakah anda seorang inisiator atau tidak. Atau anda menjadi Saul dan orang israel atau gadis bijaksana dan bodoh yang menunggu seseorang beraksi baru mereka beraksi. Sudah saatnya kita melangkah lebih maju menjadi orang-orang yg menginisiasi sesuatu. Yaa, menjadi seorang inisiator.

Hal lain yg saya suka dari kisah Daud dan Yonatan adalah mereka bukanlah leader di bangsanya. Saul adalah raja saat itu dan dia mengalami stagnasi. Terobosan muncul bukan dari leader tetapi dari bawahan seperti daud dan yonatan. Jika mungkin leader kita, mas alit, mariska, dita, dll, mengalami stagnasi ide, maka diperlukan inisiator2 dari bawah untuk membangunkan semuanya dan menginspirasi kemenangan semua orang dalam pelayanan. Berhenti menjadi seorang bawahan yang pasif. Siapa yg tahu idemu dan aksimu bisa membawa perubahan dalam pelayanan? Anda tidak pernah tahu hasilnyajika anda tidak pernah mencoba.

Lalu apa yg bisa kita lakukan sebagai inisiator? Banyak sekali. Roh Kudus dan Firman akan lahirkan sesuatu. Jika mungkinTuhan berfirman agar fellowship diperbanyak di pelayanan ini, maka mulai dari komselmu. Traktir anak Pa mu makan. Jika mungkin Tuhan bicara agar PI diperbanyak ya mulai PI lah seorang diri atau bersama partnermu. Dan dari kesaksianmu tentang PI orang lain akan mulai PI. Jika Tuhan bicara mengenai praise worship di sion, maka mulai improve kapasitasmu sebagai WL atau pemusik. Lalu ajukan diri menjadi pelayan. Dan aspek2 lainnya.

Ingatlah satu hal bahwa perbuatanlah yg dpt menginspirasi orang dan bukan perkataan. Orang-orang israel dan saul bersemangat ketika melihat perbuatan dan kemenangan Daud dan Yonatan, bukan ketika mendengar mereka berkoar-koar. Daud berkoar-koar mengenai goliat dan dia dihina abangnya sendiri (1 sam 17:28). Bukannya kita tidak butuh firman dan perkataan. Tetapi lebih dari situ, kita butuh contoh dan teladan dari perbuatan.

Pelayanan ini akan lebih hidup jika ada orang-orang bertipe inisiator. Tetapi mungkin ada juga yang bertipe pasif dan menunggu. Oleh karena itu, saya mendorong sekali orang-orang yg mendengar Firman untuk melakukan sesuatu di pelayanan untuk bergerak. Jangan diam, malu, atau takut untuk melakukan sesuatu yang baru. Mungkin saja pergerakan anda akan lahirkan kebangunan rohani dan kemenangan besar semua orang dalam pelayanan. Pelayanan ini mungkin saja menunggu pergerakan dan ide-ide anda. Jangan pasif, but be active. Bangkitlah para inisiator-inisiator di pelayan ini di 2016!

dicari : orang yang terlatih

1 Tim 4:7 -> latihlah dirimu beribadah.

Kata yang akhir2 ini keluar di kepala adalah "berlatih". Roh Kudus bilang pada saya untuk melatih manusia roh saya. Saya teringat beberapa waktu lalu saat dikirim line untuk kotbah BRK di HC. Setelah saya katakan "Ya", maka langsung ada pikiran kuatir karena ini satu2nya topik di HC yang belum pernah saya kotbahkan. Tapi saya mulai berlatih, dan akhirnya RK bekerja. Ya, kunci utamanya adalah berlatih.

Sebagai seorang fans bola, ada fakta menarik bahwa pesepakbola hebat sekalipun akan duduk di bangku cadangan jika dia terlihat tidak fit saat latihan. Pelatih tidak akan mau menurunkan dia dalam pertandingan jika di latihan dia tidak fit ataupun malas2an. Singkat kata, pelatih melihat latihan.

Saya kira begitu juga Tuhan kita. Dia tidak akan memakai kita luar biasa jika kita tidak melatih roh kita. Ravenhill berkata pengkotbah yang tidak berdoa minimal 60 min sehari tidak layak ada di mimbar. Ya, itu adalah patokan latihan rohani versi ravenhill.

Saya ingat bagaimana saya dulu bermain gitar di sion. Ketika kordinator tim PW bilang saya akan dikasih jadwal bermain gitar di SR, maka saya pun hubungi seorang abang untuk belajar gitar. Saya samperin dia sekali seminggu untuk belajar gitar selama 2-3 bulan. Dan jadilah sekarang Daniel yang bisa bermain gitar. Walaupun biasa2. Hehe..

Saya ingat saya saya berkomitmen berdoa 3 kali sehari. Itu berat karena saya paling banter berdoa pagi dan malam. Siang atau sore begitu susah. Awalnya sering bolong, tetapi akhirnya bisa dan menjadi kebiasaan. Semua dari berlatih.

Mari latih dirimu. Latih dirimu berdoa. Latih dirimu berkotbah. Latih dirimu bermain gitar. Latih dirimu WL. Latih dirimu menang dari dosa2mu. Saya beritahu anda bahwa kemenangan atas dosa2 sehari-hari juga karena hasil latihan rohani untuk menahan dirimu dari godaan2 dosa itu.

Mari lihat bagaimana orang2 terlatih lah yg dipakai untuk berperang : kej 14:14, 1 taw 5:18. Daud pun terlatih melawan singa sehingga dia berani lawan goliat.

Akhir kata, latihan rohani sangat berguna dalam segala hal (1 tim 4:7-8)

Minggu, 20 Juli 2014

buah dan pohon rohani

Baru saja kuliah 3 minggu yang sangat melelahkan dan menyibukkan selesai. jujur, ketika pertama kali mendapat jadwal kuliah, saya sudah cukup stres. bayangkan saja, selama 3 minggu itu jadwal saya penuh dari pagi sampai sore. lalu ditambah ada tugas kelompok yang cukup berat maka saya berpikir ini akan menjadi 3 minggu yang berat. dan memang itu terjadi.

Tetapi saya sangat bersyukur jika banyak pola pikir saya diubahkan dalam 3 minggu ini. Ada 1 hal yang baru saya sadari, banyak pola pikir saya yang diubahkan justru ketika saya mendapat modul kuliah yang sangat berat. dari situ saya tarik kesimpulan jika ingin mendapat hal-hal besar, maka harga yang anda harus bayar juga besar. tidak ada hal besar yang instan dalam hidup ini kecuali keselamatan dalam Kristus. hehe..

Begitu juga dalam masalah anda sehari-hari. tidak ada masalah pelik yang terjadi dengan tiba-tiba. semua pasti ada sumbernya, dan sumbernya bermula dari sesuatu yang kecil yang anda biarkan. sudah berjuta kali (yaa, saya hiperbolkan karena memang sangat sering saya alami) saya sadari bahwa masalah yang saya hadapi itu ternyata sudah diperingatkan oleh Roh Kudus sebelumnya. Dia berkata dengan lembut bahwa saya harus lakukan ini itu. ada yang tidak saya lakukan sehingga saya gagal dan jatuh, tetapi ada yang saya lakukan sehingga saya berhasil. saya sudah alami apa yang disebut dengan peran Roh Kudus sebagai Pribadi yang memberitahukan hal-hal di masa yang akan datang.

Jika anda sakit kepala, apa yang anda pikirkan pertama kali? mungkin anda berpikir jika anda perlu minum obat, atau perlu beristirahat, atau yang lainnya. tetapi pernahkan anda berpikir mengapa anda sakit kepala? banyak orang ketika menghadapi masalah langsung fokus pada penyelesaian di "hilir masalah". tetapi sadarkah anda bahwa penyelesaian terbaik adalah pada "hulu masalah" itu sendiri? mari perhatikan pepatah ini, "lebih baik mencegah daripada mengobati". "mencegah" berarti menyelesaikan masalah di hulu, sedangkan "mengobati" berarti menyelesaikan masalah di hilir.

Adakah orang dewasa yang tiba-tiba gemuk dalam 1 malam? adakah suami yang tiba-tiba minta cerai dalam 1 malam? adakah nilai kuliah baik tiba-tiba muncul dalam 1 malam (please, jangan libatkan menyontek disini)?

Mari baca sejenak Lukas 6:43-45. Adakah buah yang tiba-tiba muncul dalam 1 malam?

Buah yang baik adalah akibat dari pohon yang baik dan sebaliknya. saya ilustrasikan masalah adalah buah. masalah yang pelik adalah akibat dari kumpulan masalah-masalah kecil yang kita biarkan. jika anda berhutang 1 miliar rupiah, maka mungkin anda sudah terbiasa berhutang dari 100 ribu rupiah. banyak orang ketika menghadapi masalah, maka dia datang pada Tuhan dan meminta Tuhan menyelesaikan masalahnya itu dalam 1 malam (bahasa ilustrasinya meminta Tuhan mengganti buah mangga yang asam dengan yang manis). tentu saja Dia bisa lakukan itu! tetapi jika "pohonnya" tetap sama, maka anda harus datang berkali-kali pada Tuhan agar Dia menyelesaikan masalah yang sama.

Anda mengerti poin utamanya disini? solusi terbaik buat masalah anda bukanlah agar masalah anda beres dalam 1 malam. tetapi agar "pohon" anda dirubah dan diganti baru! alias anda sedang menyelesaikan masalah dari hulu dan bukan dari hilir. alias pola hidup dan pikir anda harus diubahkan baru.

Jika anda gemuk, lalu anda berdoa pada Tuhan agar lemak anda dihilangkan semua. itu baik dan Dia bisa lakukan dalam 1 malam. tetapi jika anda tidak bisa mengelola input makanan anda, maka semua sama saja. jika anda ingin ahli dalam berkotbah, lalu anda banyak dengarkan kotbah pendeta terkenal tanpa anda perbaiki waktu-waktu saat teduh anda, maka semua itu akan menjadi sia-sia pada akhirnya. karena waktu akan buktikan bahwa cara instan yang anda lakukan semuanya nonsense! Mungkin anda berkata bahwa "tidak, semua baik-baik saja kok"; "cara instan dan hidup saya yang seperti ini baik-baik saja kok"; "kenapa saya harus berbuat baik jika dengan berbuat baik saya tidak beruntung, lihat tuh orang jahat saja beruntung terus dalam hidupnya", dll., maka anda perlu waspada! mengapa? karena anda tidak pernah tahu kapan waktu Tuhan akan bekerja menguji anda.

Mari lihat sejenak Matius 13:24-30 tentang perumpamaan lalang diantara gandum..

Lalang mempunyai bentuk yang mirip dengan gandum. cara membedakannya adalah dari bentuk buahnya. mengapa lalang bisa tumbuh disana bersama gandum? karena lalang mendapat asupan makanan dan air yang sama dengan gandum. ketika petani menyiram dan memupuk gandum, maka bersamaan lalang juga akan ikut mendapatnya. tidak ada petani yang dengan sengaja memupuk lalang. tujuan dia cuma ingin memupuk gandum, tetapi karena ada lalang disana, maka lalang secara tidak sengaja terkena pupuk dan ikut bertumbuh.

jika anda "gandum", maka anda mungkin akan protes pada Tuhan mengapa orang jahat ( lalang) ikut diberkati padahal hidup mereka tidak sesuai firman, tidak pernah berdoa, tidak pernah baca alkitab, berdosa, korupsi, dll. dan ini lah jawabannya : ibarat Tuhan yang cuma ingin memberkati orang-orang benar. tetapi karena ada orang jahat di sekitar mereka, maka secara "tidak sengaja" orang-orang jahat ini ikut diberkati.

ketika dua-duanya tumbuh bersamaan, Yesus berkata bahwa jangan mencabut lalang karena mungkin gandum akan tercabut. lalu perhatikan kata Yesus pada ayat 30 : "Biarkan keduanya tumbuh bersama sampai waktu menuai". jadi Tuhan seolah membiarkan agar orang jahat terus diberkati dan tidak menghukum mereka, karena mungkin jika mereka dihukum pada waktu itu maka orang baik akan terkena efeknya. lalu akan tiba waktu Tuhan, dimana orang jahat akan "ditebang dan dibakar". darimana Dia tahu bahwa orang ini jahat atau baik? tentu saja dari buahnya. mengapa saya bilang begitu? karena waktu yang Yesus tunggu adalah waktu menuai, dimana pada waktu masa tuaian, buah dari gandum akan kelihatan berbeda dengan buah dari lalang! karena sebelum waktu menuai, tidak ada buah yang menjadi pembeda dan batang lalang dan gandum kelihatan sama. sekarang, dapatkah anda menangkap jalan cerita ini?

Mungkin anda berkata bahwa "yaa tidak apa-apalah tidak saat teduh. toh semua baik-baik saja"; "tidak apa-apalah korupsi sedikit-sedikit, kan tidak banyak juga" dll. tetapi waspadalah, karena anda tidak pernah tahu kapan waktu tuaian Tuhan tiba atas hidup anda. jika anda didapati berbuah baik, maka anda akan selamat. tetapi jika anda didapati berbuah jahat, maka anda akan ditebang dan dibakar. dan jika anda ingin mendapat buah yang baik, periksa "pohon anda", "akar anda", dan "daun anda". apakah semuanya berfungsi dengan normal? jika tidak, segera "tebang pohon lama" anda dan berdoa agar Tuhan "tumbuhkan pohon yang baru".

Mujizat instan yang paling baik yang bisa Tuhan lakukan bukanlah mengganti buah mangga yang asam menjadi mangga yang manis dalam 1 malam. tetapi membakar pohon mangga asam dan menanam pohon mangga yang manis dalam 1 malam. mari selidiki "pohon rohani anda"!