Sebuah kata yang terngiang di kepala selama minggu lalu adalah “akar”. Saya coba mencari tahu apa yang Roh Kudus mau agar saya mengerti. Lalu tiba-tiba pikiran saya berlari kepada perumpamaan seorang penabur yang sangat tersohor itu. Btw, Ini perumpamaan favorit saya. Hehe..
Amplified bible mencatat sebuah kalimat yang tidak ada dalam alkitab versi Bahasa Indonesia, yaitu “listen carefully” alias “dengarkan baik-baik”. Sebuah kalimat sederhana yang bermakna keseriusan. Saya tidak akan berkata seperti itu jika saya tidak benar-benar serius dengan kalimat-kalimat saya. Lalu perumpamaan ini begitu kaya makna. Saya tidak pernah bosan jika menggali lagi tentang perumpamaan ini. Hehe..
Ada 4 tipe tanah yang disebutkan Yesus (Mat 13;1-23). Dan kebetulan, tipe tanah kedua mengandung kata “akar”. Disana dikatakan bahwa sebagian benih jatuh di tanah berbatu-batu dan tidak banyak tanahnya. Benih itu SEGERA (dengan penekanan; I love this word!) tumbuh, tetapi kemudian layu dan mati ketika ada matahari karena dia tidak berakar.
Apa arti dari bagian ini? Yesus menjelaskan bahwa itu adalah tipe orang yang dengar Firman dan SEGERA menerima dengan gembira. Tetapi kemudian karena ia tidak berakar, maka ia cuma tahan sebentar saja lalu murtad karena ada pencobaan.
Saya tidak akan bahas soal faktor tanahnya yang tipis karena saya cuma mau bahas “akar” sekarang. Itu jadi topik selanjutnya lah. Hehe..
apa yang membuat seseorang menjadi pengikut Kristus yang kuat? Salah satu jawaban utamanya adalah karena dia berakar yang dalam dan kuat di dalam Kristus. Sebuah tanaman tidak akan mudah dicabut jika akarnya dalam dan kuat. Tanaman tidak akan kering dan mati di musim kemarau jika akar-akarnya begitu dalam dan mencapai lapisan confined aquifer dan tidak cuma shallow groundwater (ada guna juga pernah belajar hydrology, wkwk).
Anda tahu seberapa dalam lapisan confined aquifer? Beda-beda tiap wilayah tetapi umumnya sangat dalam, bahkan bisa ratusan meter. Confined aquifer umumnya memiliki kualitas air yang sangat bersih (sedikit yang terkontaminasi, misal oleh arsenic) dan juga abadi, alias tidak pernah (susah) habis. Di sisi lain, shallow ground water mudah didapat tetapi umumnya tercemar karena dekat dengan permukaan tanah dan mudah kering. Effort untuk mendapat confined aquifer jauh lebih besar daripada shallow groundwater. Tetapi jika bicara jangka panjang, maka confined aquifer perlu untuk diperjuangkan.
#Cukup dengan kuliah singkat hydrology*..
Begitu juga dengan akar rohani. Effort untuk membuat akar rohani menjadi lebih dalam harusnya menjadi prioritas utama dibanding effort untuk “naik ke atas”. Banyak orang ingin cepat “pelayanan di atas” dan lupa membuat akarnya lebih dalam. Dan jika anda merasa kering rohani, bisa jadi akar anda ada di level shallow groundwater dan perlu anda buat lebih dalam.
Orang yang berakar sangat dalam juga susah sekali diombang-ambingkan oleh angin-angin pengajaran yang palsu, sama seperti confined aquifer yang sangat bersih itu. Dia juga tidak mudah kering karena airnya selalu ada bahkan dalam musim kemarau sekalipun. Lalu apakah dia mudah dicabut? Tentu saja tidak!
#Ehh sebentar,,
Saya baru sadar kalau Matius 13:21 ternyata membahas orang yang (bahkan) tidak punya akar! Bentar, bentar, saya jadi bingung. Bagaimana bisa tumbuhan tumbuh kalau tidak punya akar? Padahal di ayat 5 dibilang tumbuhan itu sempat tumbuh sebentar. Selidik demi selidik, Amplified bible memakai frasa “substantial root” disana yang secara harafiah (menurut google) berarti akar yang besar atau kuat atau akar yang real alias bukan akar palsu (ya iyalah, real kan lawannya palsu atau imitasi). Nah, sekarang tidak kontradiksi dengan ayat sebelumnya.
#Kembali ke jalur,,
Apa yang mau saya tekankan? Kualitas “akar” menentukan kehidupan rohani jangka panjang seseorang (menurut saya). Bagaimana cara menguji kualitas akar itu? Matius 13:21 (juga Markus 4:17) bicara penindasan dan penganiayaan. Tetapi saya lebih suka pakai versi Lukas 8:13 yang memakai kata “masa pencobaan”. Pencobaan tidak cuma berarti penindasan dan penganiayaan (kondisi negatif), tetapi juga bicara masa-masa kemakmuran dan keberhasilan (kondisi positif). Apakah dalam masa-masa penuh air mata dan penuh tawa (baca: penuh berkat) itu saya masih mencari Tuhan atau tidak. Hal-hal itu akan menguji apakah akar rohani saya palsu (pura-pura), tidak dalam, dan tidak besar atau akar rohani saya real (benar-benar dibangun di dalam kasih Kristus (Efe 3:17; Kol 2:7), dalam (sampai ke lapisan confined aquifer), dan besar (sehingga bisa menyerap air dan sari makanan dengan banyak sesuai kebutuhan).
#selingan bentar,,
Saya baru sadar google translate* memberikan arti yang keren abis untuk substantial , yaitu besar, kuat, berwujud (real, concrete, nyata). Mungkin kriteria orang yang seperti ini adalah orang yang sangat heboh di awal tetapi kemudian meredup dan padam pada akhirnya (Mat 13:20). Dia pakai sukacita palsu, kesaksian hidup yang palsu, dan hal-hal rohani palsu lainnya yang kelihatan berasal dari hubungan dengan Tuhan tetapi ternyata itu semua imitasi. Lalu apa guna akar yang kuat? Itu agar dia tidak mudah tercabut dari tanah. Mau ada badai atau banjir bandang tidak akan membuat tanaman itu tercabut dari tanah. Dia akan tetap berdiri disana karena akarnya kuat. Lalu untuk apa akar yang besar? Jika tanaman makin besar maka dia butuh air lebih banyak. Jika akarnya besar dan banyak (yeaa, ternyata google juga mengartikan substantial sebagai “banyak”), maka akarnya akan bisa membawa air lebih banyak pada pohon. Jika akarnya kecil dan sedikit, maka pohonnya tidak akan tumbuh besar alias akan kurus dan pendek. Sampai disini sepertinya mudah dipahami. Hehe..
#balik lagi ke jalur utama..
Sama seperti mencari air dari lapisan confined aquifer yang membutuhkan usaha besar, begitu juga usaha yang harus kita lakukan agar mendapat akar rohani yang dalam. Saya ingat ketika saya ingin menjadi seorang pekerja di pelayanan Sion Ministry (love this community so much), kami wajib (wajib!) selesai baca Yesaya dan Kisah Para Rasul selama kurang lebih 2 bulan. Kalau ga habis nanti kena hukuman. Yang kasian kalau dihukum kan vwxyz (#censored, wkwk). Yesaya ada 66 pasal dan KPR ada 28 pasal. Artinya kurang lebih harus baca 1,5 pasal per hari. Sebenarnya ga ribet-ribet amat dibanding disuruh baca buku kalkulus (reality: ada juga yang ga bisa habiskan 2 kitab itu dalam 2 bulan; ayo berubah!). Itu sarana saya memperdalam akar saya sebelum saya membimbing orang lain dan melayani lebih jauh lagi.
Disamping effort pribadi untuk memperdalam akar rohaninya, Rasul Paulus menuliskan dengan sangat indah di Efesus 3:14-17, “Itulah sebabnya aku sujud kepada Bapa, … dan kamu berakar serta berdasar di dalam kasih”. Wow! Di balik anak-anak rohani yang kuat, ada bapak-ibu rohani yang berlutut berdoa membela kehidupan anak-anak rohaninya. Bukan cuma doa agar hidup mereka penuh keberhasilan, tetapi doa agar mereka berakar (besar, kuat, dan real) dalam kasih Kristus. Doa agar mereka mengenal Kristus lebih dalam. Doa agar semua benih-benih Firman yang ditaburkan tidak mati dan terus dapat bertumbuh dan berbuah. Hai kawan, masihkah doa-doa syafaat itu rutin dinaikkan setiap hari?
Akhir cerita, akar rohani yang besar, kuat, dan real akan membuat orang itu tidak mengalami datangnya panas terik, yang daunnya tetap hijau, yang tidak kuatir dalam tahun kering, dan yang tidak berhenti menghasilkan buah … (Yer 17:7-8)
FIN!
-Hombz-
Catatan kaki:
*Kalau mau tahu lebih dalam hydrology silakan hubungi partner kerja saya bernama Ipin Chun, pendiri aliran Chun-Helps, saingan Wing-chun. Cari di FB atau tanya saya. Tapi kalau tidak ketemu, jangan hubungi pos polisi terdekat, dia bukan orang hilang atau maling. Hahaha..
*ga percaya sama arti substantial? Silakan ketik sendiri di google translate. Dia pintar kok.. wkwk..
Tampilkan postingan dengan label referensi alkitab. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label referensi alkitab. Tampilkan semua postingan
Sabtu, 05 Agustus 2017
Kamis, 15 September 2016
Menghargai firman Tuhan
Job 23:12 (amp) ... I have esteemed and treasured the words of His mouth more than my necessary food.
"saya telah menghormati dan menghargai firman-Nya lebih daripada makanan (jasmani) yang kuperlukan" (ayub)
Manusia terdiri dari roh, jiwa, dan tubuh. Usia tubuh anda mungkin sekarang sudah belasan atau puluhan tahun. Begitu juga dengan jiwa anda. Lalu bagaimana dengan roh anda? Usia tubuh dan jiwa anda boleh dewasa, tetapi mungkin roh anda bisa saja masih bayi atau balita. Itulah alasan utama mengapa anda kalah dengan kedagingan dan perasaan anda.
Ada orang yang baru lahir baru langsung ingin melayani di mimbar. Tidak ada yang salah dengan itu. Tetapi anda riskan sekali untuk "jatuh" dalam mimbar yang "licin" karena roh anda masih "belajar merangkak".
Ada orang concern untuk membentuk badannya. Dia rajin olahraga, makan bergizi, dan lainnya. Lalu ada yang membentuk jiwanya, dengan cara membaca buku motivasi atau leadership mungkin. Tidak ada yang salah. Tetapi jika roh anda tidak diberi makan, maka anda rawan sekali untuk jatuh.
Jika anda bisa hargai tubuh anda dengan makan 3 kali sehari dan rajin olahraga, maka lakukan yang sama pada roh mu. Berikan dia makanan yaitu firman Tuhan setiap hari. Tentu firman Tuhan yang "berkualitas" dan "bergizi". Perhatikan juga kualitas saat teduhmu. Jika pembacaan firman mu jarang memberikan rhema, maka ada yang harus diperbaiki.
Tidak ada yang salah dengan "benih" firman Tuhan. Yang harus diperhatikan adalah jenis tanahnya, yaitu hati manusia. Tuhan selalu hargai dan hormati firman-Nya. Percayalah.
Biarkan firman Tuhan jadi prioritas utama dalam hidup kita. Jadilah generasi yang mencintai firman Tuhan lebih dari yang lain.
"saya telah menghormati dan menghargai firman-Nya lebih daripada makanan (jasmani) yang kuperlukan" (ayub)
Manusia terdiri dari roh, jiwa, dan tubuh. Usia tubuh anda mungkin sekarang sudah belasan atau puluhan tahun. Begitu juga dengan jiwa anda. Lalu bagaimana dengan roh anda? Usia tubuh dan jiwa anda boleh dewasa, tetapi mungkin roh anda bisa saja masih bayi atau balita. Itulah alasan utama mengapa anda kalah dengan kedagingan dan perasaan anda.
Ada orang yang baru lahir baru langsung ingin melayani di mimbar. Tidak ada yang salah dengan itu. Tetapi anda riskan sekali untuk "jatuh" dalam mimbar yang "licin" karena roh anda masih "belajar merangkak".
Ada orang concern untuk membentuk badannya. Dia rajin olahraga, makan bergizi, dan lainnya. Lalu ada yang membentuk jiwanya, dengan cara membaca buku motivasi atau leadership mungkin. Tidak ada yang salah. Tetapi jika roh anda tidak diberi makan, maka anda rawan sekali untuk jatuh.
Jika anda bisa hargai tubuh anda dengan makan 3 kali sehari dan rajin olahraga, maka lakukan yang sama pada roh mu. Berikan dia makanan yaitu firman Tuhan setiap hari. Tentu firman Tuhan yang "berkualitas" dan "bergizi". Perhatikan juga kualitas saat teduhmu. Jika pembacaan firman mu jarang memberikan rhema, maka ada yang harus diperbaiki.
Tidak ada yang salah dengan "benih" firman Tuhan. Yang harus diperhatikan adalah jenis tanahnya, yaitu hati manusia. Tuhan selalu hargai dan hormati firman-Nya. Percayalah.
Biarkan firman Tuhan jadi prioritas utama dalam hidup kita. Jadilah generasi yang mencintai firman Tuhan lebih dari yang lain.
Rabu, 23 Maret 2016
kekuatan firman Tuhan
Ketika saya berdoa malam ini, tiba-tiba pertanyaan ini keluar "apa rhema firman Tuhan pagi ini?". What?! Saya merenung sejenak saat doa dan ternyata saya lupa! Pertanyaan itu keluar saat saya mau mulai menyatakan keluhan-keluhan dan beban-beban doa saya pada Tuhan.
Kemudian sebuah perenungan ini keluar. Bagaimana bisa saya menang terhadap masalah jika saya sendiri lupa akan firman Tuhan. Firman Tuhan adalah pedang roh untuk menyerang masalah kita. Lalu perisai iman untuk bertahan dari serangan iblis juga cuma bisa timbul dari firman Tuhan (efesus 6:16-17; roma 10:17).
1 Yoh 5:14 berkata "Ia mengabulkan doa kita, jikalau kita meminta sesuatu kepada-Nya menurut kehendak-Nya". Bagaimana cara tahu kehendak Tuhan? Bukankah dengan membaca firman Tuhan? Pengetahuan akan firman akan membuat doa-doa kita tepat sasaran dan penuh iman! (Balik lagi, iman timbul dari firman Tuhan) dan Allah cuma merespon doa yang penuh iman!
Baru saja saya selesai berdoa, saya membuka sebuah grup line dan ada tulisan sebuah pepatah yang kita semua tahu "tak kenal maka tak sayang". Bagaimana kita dapat menyayangi Tuhan tanpa mengenalnya? Dari pengenalan akan Tuhan bahwa Dia itu baik, pengampun, penyembuh, penegur dosa, gembala, dll akan membawa kita lebih menyayangi dia. Lalu darimana pengenalan itu? Bukankah dari pembacaan firman Tuhan?
Siapa yang mau berhasil dalam hidup? Bukankah alkitab jelas katakan bahwa "janganlah engkau lupa memperkatakan kitab taurat ini, tetapi renungkanlah itu siang dan malam, supaya engkau bertindak hati-hati sesuai dengan segala yang tertulis di dalamnya, sebab dengan demikian perjalananmu akan berhasil dan engkau akan beruntung" (Yosua 1:8). Anda mau berhasil? Sudahkan anda membaca alkitabmu?
Beberapa waktu lalu Tuhan memberikan rhema buat saya. Apakah ada suatu paksaan dari seorang bayi untuk bertransformasi menjadi seorang pria dewasa yang sehat? Tidak! Itu adalah proses natural, tetapi memang perlu waktu. Tetapi walaupun itu natural dan hukum alam, adakah syarat untuk proses transformasi itu? Ada! Syaratnya adalah manusia itu harus diberi makan sesuai aturan kesehatan yang berlaku untuk usianya. Jika tidak maka dia akan jadi manusia dewasa yang abnormal : kelihatan dewasa secara fisik tetapi di dalam tubuh tidaklah dewasa/kuat.
Begitu juga dengan manusia rohani. Proses transformasi kita dari manusia berdosa menjadi sempurna seperti Allah adalah proses natural. Ada dosa-dosa atau karakter buruk yang membutuhkan waktu untuk dibuang seutuhnya. Tetapi apa syarat untuk itu? Kita harus makan makanan rohani yaitu membaca firman Allah. Jika anda mau lepas dari dosa dan karakter buruk tanpa mau untuk membaca dan merenungkan firman Allah, maka anda akan menjadi manusia abnormal rohani : datang ke gereja bertahun-tahun atau berpuluh-puluh tahun tetapi kehidupan, karakter, dan sikap anda menunjukkan bahwa anda adalah seorang bayi rohani. Anda masih mudah jatuh dalam dosa, karakter anda buruk, ketika ada masalah datang cepat sekali mengeluh dan menyerah, dan hal-hal berkekalahan lainnya.
Yosua 1:8 bicara mengenai merenungkan firman Tuhan siang dan malam. Itu tidak berarti anda tinggalkan pekerjaan anda setiap hari lalu membaca alkitab. Tetapi merenungkan berarti memikirkan itu secara kontinu. Biarkan saya membuatnya menjadi lebih mudah dimengerti.
Tahukan anda bahwa kuatir adalah bentuk perenungan? Jika anda kuatir akan masalah keuangan, maka itu berarti anda memikirkan masalah keuangan itu terus menerus. Bahkan mungkin anda tidak bisa tidur karena pikiran itu. Lalu pernahkan anda menonton sebuah film dan bahkan sampai beberapa hari kemudian adegan atau quotes di film itu masih terngiang-ngiang di kepala anda? Itu adalah bentuk perenungan kepada adegan atau quotes. Atau bisa dibilang adegan atau quotes itu menjadi "rhema" dalam pikiran kita berhari-hari. Itu adalah bentuk dan contoh perenungan.
So, mulai sekarang, mari lakukan perenungan firman Tuhan yang lebih baik dari sebelumnya. Jika kita mudah mengingat pepatah "besar pasak daripada tiang", maka lakukan hal yang lebih baik pada firman Tuhan. Biarkan firman Tuhan berada dalam posisi ingatan lebih baik daripada semua pepatah-pepatah dunia. Jika kita bisa ingat quotes dari tokoh-tokoh populer, maka biarkan ayat-ayat firman Tuhan berada dalam posisi yang jauh lebih terhormat dalam otak kita dibanding semua quotes itu.
Tahun ini Tuhan membuat saya membuka alkitab saya jauh lebih sering dari tahun-tahun sebelumnya. Sudah 3 bulan tahun ini berjalan dan saya bisa pastikan, pekerjaan Tuhan akan jauh lebih dahsyat mengalir pada orang-orang yang mencintai firman Tuhan. Mengapa? Firman Tuhan berkata bahwa di masa-masa akhir jaman, pekerjaan iblis akan semakin nyata: Masalah dimana-dimana, dosa semakin merajalela, kematian seolah mudah terjadi, dan lainnya. Tetapi hanya orang yang membangun pondasi hidupnya diatas dasar yang teguh dan kuat, yaitu firman Tuhan, yang akan tetap bertahan.
jangan salahkan lingkungan sekitar atau bahkan iblis (iblis dari sananya sudah salah kok) atau Tuhan jika permasalahan hidupmu makin sulit. Tetapi mari cek dan lihat apakah pondasi hidup kita dalam firman Tuhan sudah semakin dalam.
Tetapi jika kita coba jujur, kualitas pembacaan firman Tuhan kita seringkali dangkal. Sering kita dengar pertanyaan ini "sudah sate dan baca alkitab belum?". Itu pertanyaan baik. Tetapi sadarkah kita bahwa kita sudah tertipu oleh iblis. Sate dan membaca alkitab boleh jalan, tetapi apakah ada suara Tuhan yang spesifik kita dengar saat itu? Atau sudahkah kita mendapat rhema dari pembacaan firman Tuhan? Baca alkitab boleh jalan, tetapi catatan saat teduh kita kosong dan kita tidak dapat rhema. Inikah yang disebut membaca alkitab?
Saya suka sekali ibrani 4:12 "sebab firman Allah hidup dan kuat". Jika firman itu hidup, maka seharusnya buku catatan sate atau rhema kita tidak seharusnya kosong bukan?! Bukankah pembacaan alkitab yang tidak disertai rhema adalah tindakan mubazir? Itu sama saja dengan makan nasi kosong tanpa lauk dan sayur. Anda bisa hidup karena karbohidratnya tetapi jika penyakit datang maka anda akan segera ambruk karena tidak ada gizi di dalamnya.
Bukankah sebaiknya pertanyaan ini ditambahkan "apa yang Tuhan bicarakan lewat pembacaan alkitabmu hari ini?" (Sesudah "sudah sate dan baca alkitab belum?").
Sebelum saya tutup, saya sarankan untuk para pengkotbah atau abang dan kakak rohani untuk tidak membagikan/sharing firman Tuhan bersumber (dominan) dari kotbah-kotbah atau buku-buku rohani. Pengalaman saya, itu tidak terlalu powerful dan mengubahkan. Itu ibarat kita membagikan makanan yang sudah 2 kali dicerna, yaitu pertama oleh pengkotbah/penulis buku itu dan kedua dicerna oleh kita. Biarkan jemaat atau anak-anak rohani kita mendapat firman yang "fresh from open", yaitu firman yang baru saja kita dapat langsung dari Tuhan.
Akhir kata, semakin rajinlah merenungkan firman Tuhan dan jadikan pertanyaan ini sebagai koreksi apakah kita merenungkan firman Tuhan di hari itu atau tidak : "apa rhema yang kamu dapat dari firman Tuhan tadi pagi?" (Ajukan pertanyaan ini di malam hari sebelum anda tidur).
Kemudian sebuah perenungan ini keluar. Bagaimana bisa saya menang terhadap masalah jika saya sendiri lupa akan firman Tuhan. Firman Tuhan adalah pedang roh untuk menyerang masalah kita. Lalu perisai iman untuk bertahan dari serangan iblis juga cuma bisa timbul dari firman Tuhan (efesus 6:16-17; roma 10:17).
1 Yoh 5:14 berkata "Ia mengabulkan doa kita, jikalau kita meminta sesuatu kepada-Nya menurut kehendak-Nya". Bagaimana cara tahu kehendak Tuhan? Bukankah dengan membaca firman Tuhan? Pengetahuan akan firman akan membuat doa-doa kita tepat sasaran dan penuh iman! (Balik lagi, iman timbul dari firman Tuhan) dan Allah cuma merespon doa yang penuh iman!
Baru saja saya selesai berdoa, saya membuka sebuah grup line dan ada tulisan sebuah pepatah yang kita semua tahu "tak kenal maka tak sayang". Bagaimana kita dapat menyayangi Tuhan tanpa mengenalnya? Dari pengenalan akan Tuhan bahwa Dia itu baik, pengampun, penyembuh, penegur dosa, gembala, dll akan membawa kita lebih menyayangi dia. Lalu darimana pengenalan itu? Bukankah dari pembacaan firman Tuhan?
Siapa yang mau berhasil dalam hidup? Bukankah alkitab jelas katakan bahwa "janganlah engkau lupa memperkatakan kitab taurat ini, tetapi renungkanlah itu siang dan malam, supaya engkau bertindak hati-hati sesuai dengan segala yang tertulis di dalamnya, sebab dengan demikian perjalananmu akan berhasil dan engkau akan beruntung" (Yosua 1:8). Anda mau berhasil? Sudahkan anda membaca alkitabmu?
Beberapa waktu lalu Tuhan memberikan rhema buat saya. Apakah ada suatu paksaan dari seorang bayi untuk bertransformasi menjadi seorang pria dewasa yang sehat? Tidak! Itu adalah proses natural, tetapi memang perlu waktu. Tetapi walaupun itu natural dan hukum alam, adakah syarat untuk proses transformasi itu? Ada! Syaratnya adalah manusia itu harus diberi makan sesuai aturan kesehatan yang berlaku untuk usianya. Jika tidak maka dia akan jadi manusia dewasa yang abnormal : kelihatan dewasa secara fisik tetapi di dalam tubuh tidaklah dewasa/kuat.
Begitu juga dengan manusia rohani. Proses transformasi kita dari manusia berdosa menjadi sempurna seperti Allah adalah proses natural. Ada dosa-dosa atau karakter buruk yang membutuhkan waktu untuk dibuang seutuhnya. Tetapi apa syarat untuk itu? Kita harus makan makanan rohani yaitu membaca firman Allah. Jika anda mau lepas dari dosa dan karakter buruk tanpa mau untuk membaca dan merenungkan firman Allah, maka anda akan menjadi manusia abnormal rohani : datang ke gereja bertahun-tahun atau berpuluh-puluh tahun tetapi kehidupan, karakter, dan sikap anda menunjukkan bahwa anda adalah seorang bayi rohani. Anda masih mudah jatuh dalam dosa, karakter anda buruk, ketika ada masalah datang cepat sekali mengeluh dan menyerah, dan hal-hal berkekalahan lainnya.
Yosua 1:8 bicara mengenai merenungkan firman Tuhan siang dan malam. Itu tidak berarti anda tinggalkan pekerjaan anda setiap hari lalu membaca alkitab. Tetapi merenungkan berarti memikirkan itu secara kontinu. Biarkan saya membuatnya menjadi lebih mudah dimengerti.
Tahukan anda bahwa kuatir adalah bentuk perenungan? Jika anda kuatir akan masalah keuangan, maka itu berarti anda memikirkan masalah keuangan itu terus menerus. Bahkan mungkin anda tidak bisa tidur karena pikiran itu. Lalu pernahkan anda menonton sebuah film dan bahkan sampai beberapa hari kemudian adegan atau quotes di film itu masih terngiang-ngiang di kepala anda? Itu adalah bentuk perenungan kepada adegan atau quotes. Atau bisa dibilang adegan atau quotes itu menjadi "rhema" dalam pikiran kita berhari-hari. Itu adalah bentuk dan contoh perenungan.
So, mulai sekarang, mari lakukan perenungan firman Tuhan yang lebih baik dari sebelumnya. Jika kita mudah mengingat pepatah "besar pasak daripada tiang", maka lakukan hal yang lebih baik pada firman Tuhan. Biarkan firman Tuhan berada dalam posisi ingatan lebih baik daripada semua pepatah-pepatah dunia. Jika kita bisa ingat quotes dari tokoh-tokoh populer, maka biarkan ayat-ayat firman Tuhan berada dalam posisi yang jauh lebih terhormat dalam otak kita dibanding semua quotes itu.
Tahun ini Tuhan membuat saya membuka alkitab saya jauh lebih sering dari tahun-tahun sebelumnya. Sudah 3 bulan tahun ini berjalan dan saya bisa pastikan, pekerjaan Tuhan akan jauh lebih dahsyat mengalir pada orang-orang yang mencintai firman Tuhan. Mengapa? Firman Tuhan berkata bahwa di masa-masa akhir jaman, pekerjaan iblis akan semakin nyata: Masalah dimana-dimana, dosa semakin merajalela, kematian seolah mudah terjadi, dan lainnya. Tetapi hanya orang yang membangun pondasi hidupnya diatas dasar yang teguh dan kuat, yaitu firman Tuhan, yang akan tetap bertahan.
jangan salahkan lingkungan sekitar atau bahkan iblis (iblis dari sananya sudah salah kok) atau Tuhan jika permasalahan hidupmu makin sulit. Tetapi mari cek dan lihat apakah pondasi hidup kita dalam firman Tuhan sudah semakin dalam.
Tetapi jika kita coba jujur, kualitas pembacaan firman Tuhan kita seringkali dangkal. Sering kita dengar pertanyaan ini "sudah sate dan baca alkitab belum?". Itu pertanyaan baik. Tetapi sadarkah kita bahwa kita sudah tertipu oleh iblis. Sate dan membaca alkitab boleh jalan, tetapi apakah ada suara Tuhan yang spesifik kita dengar saat itu? Atau sudahkah kita mendapat rhema dari pembacaan firman Tuhan? Baca alkitab boleh jalan, tetapi catatan saat teduh kita kosong dan kita tidak dapat rhema. Inikah yang disebut membaca alkitab?
Saya suka sekali ibrani 4:12 "sebab firman Allah hidup dan kuat". Jika firman itu hidup, maka seharusnya buku catatan sate atau rhema kita tidak seharusnya kosong bukan?! Bukankah pembacaan alkitab yang tidak disertai rhema adalah tindakan mubazir? Itu sama saja dengan makan nasi kosong tanpa lauk dan sayur. Anda bisa hidup karena karbohidratnya tetapi jika penyakit datang maka anda akan segera ambruk karena tidak ada gizi di dalamnya.
Bukankah sebaiknya pertanyaan ini ditambahkan "apa yang Tuhan bicarakan lewat pembacaan alkitabmu hari ini?" (Sesudah "sudah sate dan baca alkitab belum?").
Sebelum saya tutup, saya sarankan untuk para pengkotbah atau abang dan kakak rohani untuk tidak membagikan/sharing firman Tuhan bersumber (dominan) dari kotbah-kotbah atau buku-buku rohani. Pengalaman saya, itu tidak terlalu powerful dan mengubahkan. Itu ibarat kita membagikan makanan yang sudah 2 kali dicerna, yaitu pertama oleh pengkotbah/penulis buku itu dan kedua dicerna oleh kita. Biarkan jemaat atau anak-anak rohani kita mendapat firman yang "fresh from open", yaitu firman yang baru saja kita dapat langsung dari Tuhan.
Akhir kata, semakin rajinlah merenungkan firman Tuhan dan jadikan pertanyaan ini sebagai koreksi apakah kita merenungkan firman Tuhan di hari itu atau tidak : "apa rhema yang kamu dapat dari firman Tuhan tadi pagi?" (Ajukan pertanyaan ini di malam hari sebelum anda tidur).
Selasa, 31 Maret 2009
semua orang berdosa
Siapa saja yang berdosa? semua orang berdosa
Jika kita berkata, bahwa kita tidak berdosa, maka kita menipu diri
kita sendiri dan kebenaran tidak ada di dalam kita.
I Yohanes: 1:8
Jika kita berkata, bahwa kita tidak ada berbuat dosa, maka kita
membuat Dia menjadi pendusta dan firman-Nya tidak ada di dalam
kita.
I Yohanes: 1:10
seperti ada tertulis: "Tidak ada yang benar, seorangpun tidak.
Tidak ada seorangpun yang berakal budi, tidak ada seorangpun
yang mencari Allah.
Semua orang telah menyeleweng, mereka semua tidak berguna,
tidak ada yang berbuat baik, seorangpun tidak.
Roma 3:9-12
Jadi sama seperti oleh ketidaktaatan satu orang semua orang telah
menjadi orang berdosa, demikian pula oleh ketaatan satu orang
semua orang menjadi orang benar.
Roma: 5:19
Sebab tidak seorangpun yang dapat dibenarkan di hadapan Allah
oleh karena melakukan hukum Taurat, karena justru oleh hukum
Taurat orang mengenal dosa.
Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan
kemuliaan Allah,
Roma: 3:20,22
Dosa beberapa orang menyolok, seakan-akan mendahului mereka
ke pengadilan, tetapi dosa beberapa orang lagi baru menjadi nyata
kemudian.
I Timotius: 5:24
Jika kita berkata, bahwa kita tidak berdosa, maka kita menipu diri
kita sendiri dan kebenaran tidak ada di dalam kita.
I Yohanes: 1:8
Jika kita berkata, bahwa kita tidak ada berbuat dosa, maka kita
membuat Dia menjadi pendusta dan firman-Nya tidak ada di dalam
kita.
I Yohanes: 1:10
seperti ada tertulis: "Tidak ada yang benar, seorangpun tidak.
Tidak ada seorangpun yang berakal budi, tidak ada seorangpun
yang mencari Allah.
Semua orang telah menyeleweng, mereka semua tidak berguna,
tidak ada yang berbuat baik, seorangpun tidak.
Roma 3:9-12
Jadi sama seperti oleh ketidaktaatan satu orang semua orang telah
menjadi orang berdosa, demikian pula oleh ketaatan satu orang
semua orang menjadi orang benar.
Roma: 5:19
Sebab tidak seorangpun yang dapat dibenarkan di hadapan Allah
oleh karena melakukan hukum Taurat, karena justru oleh hukum
Taurat orang mengenal dosa.
Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan
kemuliaan Allah,
Roma: 3:20,22
Dosa beberapa orang menyolok, seakan-akan mendahului mereka
ke pengadilan, tetapi dosa beberapa orang lagi baru menjadi nyata
kemudian.
I Timotius: 5:24
Langganan:
Postingan (Atom)


