Aku baru saja mendapat sebuah lagu yang keren banget menurut aku. Judulnya “power of the dream”. Lagu ini dinyanyikan oleh Celine Dion waktu olimpiade Atlanta 1996. Aku sangat suka kata-katanya. Dibilang bahwa mimpi punya kekuatan yang besar. Mimpi membuat hidup kita tidak biasa lagi. Mimpi juga membuat kita melangkah jauh ke depan. Mimpi membuat kita memiliki kekuatan menghadapi rasa takut kita. Ini adalah lirik lagu itu :
“POWER OF THE DREAM”
Deep within each heart
There lies a magic spark
That lights the fire of our imagination
And since the dawn of man
The strength of just "i can"
Has brought together people of all nations
There's nothing ordinary in the living of each day
There's a special part of every one of us we'll play
Chorus:
feel the flame forever burn
Teaching lessons we must learn
To bring us closer to the power of the dream
As the world gives us it's best
To stand apart from all the rest
It is the power of the dream that brings us here
Your mind will take you far
The rest is just your heart
You'll find your fate is all your own creation
And every boy and girl
As they come into this world
They bring the gift of hope and inspiration
the world unites in hope and peace
We pray that it will always be
It is the power of your dream that brings us here
There's so much strength in my voice
Every woman child and man
It's the moment that you think you can't
You'll discover that you can
The power of the dream
The faith in things unseen
The courage to embrace your fear
No matter where you are
To reach for your own star
To realize the power of the dream
To realize the power of the dream
(kalau mau dengar ada di youtube.com)
Itu semua menurut aku sangat tepat. Sangat banyak penulis tersohor dunia menulis berbagai buku tentang kekuatan mimpi atau kekuatan visi. Intinya semuanya hampir sama. Mimpi atau impian atau visi membuat hidup kita terarah dan berani untuk melangkah. Salah satu tulisan yang terdapat dalam buku bestseller “purpose driven life” karya Rick Warren kurang lebih mengatakan seperti ini :
“tujuan memberi makna bagi hidup kita. Harapan muncul karena ada tujuan. Mengetahui tujuan memudahkan kita dalam mengambil keputusan, membagi waktu, dan menggunakan potensi kita. Tujuan membuat kita fokus. Jika kita ingin memiliki hidup yang memiliki pengaruh, maka kita harus fokus! Tujuan memotivasi hidup kita.”
So, apa yang kita tunggu. Bermimpilah dan buat hidup kita bermakna.
GO GET GLORY!
gogetglory.blogspot.com
Tampilkan postingan dengan label about dream and our mind. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label about dream and our mind. Tampilkan semua postingan
Jumat, 22 Mei 2009
Senin, 18 Mei 2009
Segera Lakukan langkah pertama!
Beberapa waktu belakangan ini, Tuhan mengajarkan banyak hal tentang statemen “aku percaya”. Aku sangat rhema dengan statemen ini. Ini salah satu statemen yang aku suka dan aku belajar untuk melakukan hal ini dalam setiap kehidupanku. Ini kelihatannya pernyataan sederhana dan simple. Tapi sebenarnya ini pernyataan yang luar biasa. Statemen “aku percaya” menggambarkan penyerahan total pada sesuatu yang kita percayai. Kita seperti sudah berserah sepenuhnya padanya. Ini bukan soal perkataan yang keluar dari mulut saja, melainkan soal sikap hati berserah sepenuhnya. Percaya mempunyai pengertian kurang lebih sama dengan beriman, walaupun beriman memiiki “level” yang lebih tinggi dari sekedar percaya.
Aku lalu diajar hal baru tentang hal ini. Seringkali kita bermimpi tentang sesuatu atau beriman tentang satu hal. Lalu kita mulai berdoa pada Tuhan agar hal itu digenapi. Itu bukan sesuatu yang salah. Itu benar. Hanya saja, aku diajar untuk tidak hanya berdoa saja tentang semua iman dan mimpiku. Tuhan menuntut suatu langkah nyata dari kita untuk menggenapinya. Mungkin kita berpikir berdoa sudah merupakan suatu langkah nyata untuk menggenapi mimpi kita. Atau kita mulai mencari suara Tuhan dan setelah mendengar-Nya kita berpikir kita sudah melakukan suatu langkah nyata. Memang benar kita harus berdoa dulu lalu mencari suara Tuhan tentang mimpi kita tersebut. Tapi Tuhan butuh suatu bukti juga dari kita bahwa kita sedang menghidupi mimpi dan iman kita tersebut. Tuhan mau agar kita tidak hanya berdoa saja, tapi berjalan sesuai iman dan mimpi kita tersebut.
Bagi Tuhan, akan sangat mudah menggenapi semua iman dan mimpi kita tersebut. Tetapi seringkali kita yang mempersulit semua itu tergenapi. Yang Tuhan tuntut dari kita hanya suatu langkah pertama untuk menggenapinya. Lalu langkah pertama itu dilanjutkan dengan langkah berikutnya. Dimana-mana, jika kita ingin melakukan sesuatu, pasti langkah pertama yang paling sulit (walaupun gak semua seperti itu). Misal kita ingin masuk ke suatu universitas terkemuka, maka yang paling sulit adalah tes masuknya. Jika sudah masuk, proses pembelajaran biasanya tidak sesulit yang kita bayangkan. mengapa itu semua bisa terjadi? Itu karena langkah pertama biasanya berjalan singkat dan cepat. Tetapi langkah pertama itu akan sangat menentukan langkah ke depan selanjutnya. Tidak ada langkah kedua jika langkah pertama tidak dilakukan. Semakin lama kita melakukan langkah pertama (maksudnya mengulur waktu untuk melakukan langkah pertama), maka semakin lama juga mimpi dan iman kita akan digenapi. Langkah pertama ini bukan dilakukan oleh Tuhan, tetapi oleh kita.
Lalu aku diperjelas tentang korelasi statemen “aku percaya” dan suatu sikap hidup. Statemen “aku percaya” tidak ada gunanya jika tidak dibarengi dengan suatu sikap hidup yang membuktikan kita sedang dalam kondisi percaya. Misalnya, saat aku sakit lalu berkata, “Tuhan aku percaya bahwa aku sudah sembuh”. Lalu ternyata aku sering mengeluh tentang penyakit itu sendiri. itu sedang tidak membuktikan suatu sikap hidup yang menggambarkan “aku percaya”. Jika aku gabung statemen “aku percaya” dan “lakukan langkah pertama”, maka kira-kira seperti ini: aku percaya akan satu hal, dan aku akan segera melakukan langkah pertama untuk membuktikan pada dunia luar bahwa aku percaya akan hal itu segera terjadi. sederhana bukan?! Yang sulit hanya melakukan langkah pertama.
Aku beri contoh lainnya. Jika aku berdoa pada Tuhan minta karunia menyembuhkan orang sakit, lalu aku percaya aku sudah menerimanya. Lalu ada temanku sakit dan aku tidak mau mendoakannya karena merasa ragu akan kuasa yang ada dalam diriku, sia-sialah semua doaku itu. Yang dituntut dariku hanya suatu langkah pertama untuk mendoakan temanku itu. Karena jika aku berani mendoakan temanku itu, maka jika disuruh mendoakan orang lain aku tidak akan pernah takut lagi. Walaupun misalnya teman kita itu tidak sembuh otomatis saat kita doakan. Yang sulit dari kasus diatas hanya suatu langkah pertama untuk mendoakan temanku tadi. Jika misalnya aku sudah melakukan langkah pertama tadi, maka langkah kedua akan jauh lebih berani karena sebenarnya langkah kedua tidak jauh beda dengan langkah pertama.
Penggenapan iman dan mimpi kita juga ditentukan oleh langkah pertama tersebut. Seperti yang sudah saya bilang diatas, semakin lama kita melakukan langkah pertama, semakin lama mimpi dan iman kita itu akan terwujud. Bayangkan jika Abram mengulur waktu untuk berangkat dari haran ke kanaan. Abram baru saja mendapat janji dari Tuhan dan abram percaya akan janji yang kelihatannya mustahil itu. Tetapi dia segera berangkat saat berumur 75 tahun dan berjalan dalam imannya tersebut. Dia baru saja melakukan langkah pertama dalam menjalani mimpi dan imannya tersebut. Tentu saja tidak mudah bagi Abram meninggalkan kampung halamannya dan semua saudaranya. Tetapi dia berani melakukan langkah pertama. Jika Abram berangkat misalnya saat berumur 80 tahun, mungkin penggenapan janji Tuhan akan diundur juga.
Oleh karena itu, segera lakukan langkah pertama dalam menggenapi mimpi dan iman kita tersebut. Memang dibutuhkan “energi ekstra” untuk melakukannya. Tetapi karena kita punya Tuhan yang akan menguatkan kita, maka seharusnya tidak sulit bagi kita untuk melakukan langkah pertama. So, buktikan statemen “aku percaya” yang kita katakan dengan suatu langkah pertama yang nyata untuk menggenapi semua mimpi dan iman kita.
GO GET GLORY!
Aku lalu diajar hal baru tentang hal ini. Seringkali kita bermimpi tentang sesuatu atau beriman tentang satu hal. Lalu kita mulai berdoa pada Tuhan agar hal itu digenapi. Itu bukan sesuatu yang salah. Itu benar. Hanya saja, aku diajar untuk tidak hanya berdoa saja tentang semua iman dan mimpiku. Tuhan menuntut suatu langkah nyata dari kita untuk menggenapinya. Mungkin kita berpikir berdoa sudah merupakan suatu langkah nyata untuk menggenapi mimpi kita. Atau kita mulai mencari suara Tuhan dan setelah mendengar-Nya kita berpikir kita sudah melakukan suatu langkah nyata. Memang benar kita harus berdoa dulu lalu mencari suara Tuhan tentang mimpi kita tersebut. Tapi Tuhan butuh suatu bukti juga dari kita bahwa kita sedang menghidupi mimpi dan iman kita tersebut. Tuhan mau agar kita tidak hanya berdoa saja, tapi berjalan sesuai iman dan mimpi kita tersebut.
Bagi Tuhan, akan sangat mudah menggenapi semua iman dan mimpi kita tersebut. Tetapi seringkali kita yang mempersulit semua itu tergenapi. Yang Tuhan tuntut dari kita hanya suatu langkah pertama untuk menggenapinya. Lalu langkah pertama itu dilanjutkan dengan langkah berikutnya. Dimana-mana, jika kita ingin melakukan sesuatu, pasti langkah pertama yang paling sulit (walaupun gak semua seperti itu). Misal kita ingin masuk ke suatu universitas terkemuka, maka yang paling sulit adalah tes masuknya. Jika sudah masuk, proses pembelajaran biasanya tidak sesulit yang kita bayangkan. mengapa itu semua bisa terjadi? Itu karena langkah pertama biasanya berjalan singkat dan cepat. Tetapi langkah pertama itu akan sangat menentukan langkah ke depan selanjutnya. Tidak ada langkah kedua jika langkah pertama tidak dilakukan. Semakin lama kita melakukan langkah pertama (maksudnya mengulur waktu untuk melakukan langkah pertama), maka semakin lama juga mimpi dan iman kita akan digenapi. Langkah pertama ini bukan dilakukan oleh Tuhan, tetapi oleh kita.
Lalu aku diperjelas tentang korelasi statemen “aku percaya” dan suatu sikap hidup. Statemen “aku percaya” tidak ada gunanya jika tidak dibarengi dengan suatu sikap hidup yang membuktikan kita sedang dalam kondisi percaya. Misalnya, saat aku sakit lalu berkata, “Tuhan aku percaya bahwa aku sudah sembuh”. Lalu ternyata aku sering mengeluh tentang penyakit itu sendiri. itu sedang tidak membuktikan suatu sikap hidup yang menggambarkan “aku percaya”. Jika aku gabung statemen “aku percaya” dan “lakukan langkah pertama”, maka kira-kira seperti ini: aku percaya akan satu hal, dan aku akan segera melakukan langkah pertama untuk membuktikan pada dunia luar bahwa aku percaya akan hal itu segera terjadi. sederhana bukan?! Yang sulit hanya melakukan langkah pertama.
Aku beri contoh lainnya. Jika aku berdoa pada Tuhan minta karunia menyembuhkan orang sakit, lalu aku percaya aku sudah menerimanya. Lalu ada temanku sakit dan aku tidak mau mendoakannya karena merasa ragu akan kuasa yang ada dalam diriku, sia-sialah semua doaku itu. Yang dituntut dariku hanya suatu langkah pertama untuk mendoakan temanku itu. Karena jika aku berani mendoakan temanku itu, maka jika disuruh mendoakan orang lain aku tidak akan pernah takut lagi. Walaupun misalnya teman kita itu tidak sembuh otomatis saat kita doakan. Yang sulit dari kasus diatas hanya suatu langkah pertama untuk mendoakan temanku tadi. Jika misalnya aku sudah melakukan langkah pertama tadi, maka langkah kedua akan jauh lebih berani karena sebenarnya langkah kedua tidak jauh beda dengan langkah pertama.
Penggenapan iman dan mimpi kita juga ditentukan oleh langkah pertama tersebut. Seperti yang sudah saya bilang diatas, semakin lama kita melakukan langkah pertama, semakin lama mimpi dan iman kita itu akan terwujud. Bayangkan jika Abram mengulur waktu untuk berangkat dari haran ke kanaan. Abram baru saja mendapat janji dari Tuhan dan abram percaya akan janji yang kelihatannya mustahil itu. Tetapi dia segera berangkat saat berumur 75 tahun dan berjalan dalam imannya tersebut. Dia baru saja melakukan langkah pertama dalam menjalani mimpi dan imannya tersebut. Tentu saja tidak mudah bagi Abram meninggalkan kampung halamannya dan semua saudaranya. Tetapi dia berani melakukan langkah pertama. Jika Abram berangkat misalnya saat berumur 80 tahun, mungkin penggenapan janji Tuhan akan diundur juga.
Oleh karena itu, segera lakukan langkah pertama dalam menggenapi mimpi dan iman kita tersebut. Memang dibutuhkan “energi ekstra” untuk melakukannya. Tetapi karena kita punya Tuhan yang akan menguatkan kita, maka seharusnya tidak sulit bagi kita untuk melakukan langkah pertama. So, buktikan statemen “aku percaya” yang kita katakan dengan suatu langkah pertama yang nyata untuk menggenapi semua mimpi dan iman kita.
GO GET GLORY!
Minggu, 03 Mei 2009
Ambil posisi percaya untuk mimpi kita (minggu, 3 april 2009)
Hari ini aku mengikuti kegiatan paskah di kampus. Aku menjadi anggota choir bersama teman-teman dan abang dan kakak PMK lainnya. Aku sendiri mulai berlatih kurang lebih 2 minggu kemarin. Paskah bertempat di aula barat ITB. Karena tempatnya yang luas, soundsystem yang digunakan pun berkualitas “super”. Aku bisa lihat sendiri mixer super besar, lalu speaker-speaker merek top dan besar (lalu banyak), dan banyak alat lainnya yang aku rindukan dimiliki oleh helps sion. Aku sudah mulai mendoakan tentang alat-alat itu ada. Entah bagaimana caranya Tuhan mewujudkannya. Dan hari minggu ini aku mendapatkan hal yang baru tentang hal itu iman aku tersebut (bukan hanya aku, tetapi semua anak-anak sion).
Kami, choir, menyanyikan beberapa lagu dalam ibadah tersebut. Ada dua lagu yang mengingatkanku tentang iman terhadap helps sion. Yang pertama adalah lagu Allah sanggup. Lagu ini mungkin diinspirasi dari 1 Kor 2:9 yang berbunyi : “Tetapi seperti ada tertulis: "Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul di dalam hati manusia: semua yang disediakan Allah untuk mereka yang mengasihi Dia." Hal yang aku dapat adalah Tuhan akan menyediakan segala sesuatunya hanya bagi yang mengasihi Dia. Kalau kita telaah baik-baik, kalimat itu adalah suatu bentuk urutan kegiatan. Yang pertama kita diminta mengasihi Tuhan dulu, baru kedua semuanya akan disediakan bagi kita. Jika aku artikan, jangan berpikir tentang apa yang akan kita dapat dari Tuhan, tapi lakukan saja bagian kita yaitu mengasihi Tuhan. Jika aku menggebu-gebu selama 2 minggu ini tentang mimpi terhadap helps sion, Tuhan ingatkan aku lewat lagu ini bahwa aku jangan kuatir dari mana datang dana itu. Hanya satu yang diminta, aku harus lebih mengasihi Dia. Tuhan tidak mau alat itu jadi berhala dalam hidup.
Lalu lagu kedua adalah when you believe. Semua lagi ini berisi tentang pengharapan pada Tuhan walaupun keadaan sulit. Dibilang bahwa akan ada keajaiban jika kita percaya. Sekali lagi, yang diminta pertama adalah percaya, baru kedua keajaiban akan datang. Alkitab berkata bahwa permohonan kita akan diwujudkan jika doa kita sesuai dengan kehendak Bapa. Aku mulai bertanya pada Tuhan, apakah doa kami, helps sion, untuk punya alat-alat “super” sebelum PMB PMK ITB 2009 sesuai kehendak Tuhan atau tidak. Pada waktu aku bertanya seperti itu, Roh Kudus bilang sesuatu yang menarik. Dia minta agar aku berdoa minta pada Tuhan hati untuk percaya. Hmm… aku mulai mengerti, soalnya setelah ibadah paskah, aku baru saja menunjukkan sikap tidak percaya.
Setelah ibadah aku mengantar pulang Kirstie ke tempatnya, di motor kami ngobrol tentang rencana sion mempunyai sekre baru. aku bilang bahwa sewanya sangat mahal. Dari mulutku keluar kalimat bahwa aku seakan tidak percaya datang dana sedemikian besar untuk menyewa sekre baru tersebut. Waduh! aku mulai ambil posisi tidak percaya. Aku baru sadar. Aku ikut mendoakan tentang adanya rencana tersebut, tetapi aku sendiri mengambil posisi tidak percaya. Hah!!! Bertolak belakang banget!
Hal itu juga berlaku untuk iman terhadap helps sion. Disaat aku berdoa, aku mulai mereka-reka berapa dana yang dibutuhkan dan mulai berpikir dari mana datang dana tersebut. Lalu tiba-tiba aku mulai mentok. Ternyata dana yang dibutuhkan jauh lebih besar dari yang aku bayangkan. aku mulai berpikir sepertinya mustahil untuk dapat dana sebesar itu. Dan tanpa aku sadari aku mulai mengambil posisi tidak percaya. Plus melakukan hal yang tidak seharusnya aku lakukan, aku mulai membatasi pekerjaan Tuhan dengan pola pikiran yang aku buat sendiri. aku mulai sadar bahwa aku tidak boleh berpikir dengan cara manusia yang terbatas, tetapi dengan pikiran Tuhan yang tidak terbatas. Yaa, tepat sekali aku berdoa pada Tuhan minta hati untuk lebih percaya lagi.
Pelajaran yang aku dapat sebenarnya sederhana. tetapi karena terlalu sederhana, aku jadi lupa. Aku belajar untuk tetap mengambil posisi untuk percaya. Walaupun mimpiku terasa mustahil. Karena bukan aku yang akan mewujudkannya, tetapi Tuhan sendiri.
GO GET GLORY!
Kami, choir, menyanyikan beberapa lagu dalam ibadah tersebut. Ada dua lagu yang mengingatkanku tentang iman terhadap helps sion. Yang pertama adalah lagu Allah sanggup. Lagu ini mungkin diinspirasi dari 1 Kor 2:9 yang berbunyi : “Tetapi seperti ada tertulis: "Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul di dalam hati manusia: semua yang disediakan Allah untuk mereka yang mengasihi Dia." Hal yang aku dapat adalah Tuhan akan menyediakan segala sesuatunya hanya bagi yang mengasihi Dia. Kalau kita telaah baik-baik, kalimat itu adalah suatu bentuk urutan kegiatan. Yang pertama kita diminta mengasihi Tuhan dulu, baru kedua semuanya akan disediakan bagi kita. Jika aku artikan, jangan berpikir tentang apa yang akan kita dapat dari Tuhan, tapi lakukan saja bagian kita yaitu mengasihi Tuhan. Jika aku menggebu-gebu selama 2 minggu ini tentang mimpi terhadap helps sion, Tuhan ingatkan aku lewat lagu ini bahwa aku jangan kuatir dari mana datang dana itu. Hanya satu yang diminta, aku harus lebih mengasihi Dia. Tuhan tidak mau alat itu jadi berhala dalam hidup.
Lalu lagu kedua adalah when you believe. Semua lagi ini berisi tentang pengharapan pada Tuhan walaupun keadaan sulit. Dibilang bahwa akan ada keajaiban jika kita percaya. Sekali lagi, yang diminta pertama adalah percaya, baru kedua keajaiban akan datang. Alkitab berkata bahwa permohonan kita akan diwujudkan jika doa kita sesuai dengan kehendak Bapa. Aku mulai bertanya pada Tuhan, apakah doa kami, helps sion, untuk punya alat-alat “super” sebelum PMB PMK ITB 2009 sesuai kehendak Tuhan atau tidak. Pada waktu aku bertanya seperti itu, Roh Kudus bilang sesuatu yang menarik. Dia minta agar aku berdoa minta pada Tuhan hati untuk percaya. Hmm… aku mulai mengerti, soalnya setelah ibadah paskah, aku baru saja menunjukkan sikap tidak percaya.
Setelah ibadah aku mengantar pulang Kirstie ke tempatnya, di motor kami ngobrol tentang rencana sion mempunyai sekre baru. aku bilang bahwa sewanya sangat mahal. Dari mulutku keluar kalimat bahwa aku seakan tidak percaya datang dana sedemikian besar untuk menyewa sekre baru tersebut. Waduh! aku mulai ambil posisi tidak percaya. Aku baru sadar. Aku ikut mendoakan tentang adanya rencana tersebut, tetapi aku sendiri mengambil posisi tidak percaya. Hah!!! Bertolak belakang banget!
Hal itu juga berlaku untuk iman terhadap helps sion. Disaat aku berdoa, aku mulai mereka-reka berapa dana yang dibutuhkan dan mulai berpikir dari mana datang dana tersebut. Lalu tiba-tiba aku mulai mentok. Ternyata dana yang dibutuhkan jauh lebih besar dari yang aku bayangkan. aku mulai berpikir sepertinya mustahil untuk dapat dana sebesar itu. Dan tanpa aku sadari aku mulai mengambil posisi tidak percaya. Plus melakukan hal yang tidak seharusnya aku lakukan, aku mulai membatasi pekerjaan Tuhan dengan pola pikiran yang aku buat sendiri. aku mulai sadar bahwa aku tidak boleh berpikir dengan cara manusia yang terbatas, tetapi dengan pikiran Tuhan yang tidak terbatas. Yaa, tepat sekali aku berdoa pada Tuhan minta hati untuk lebih percaya lagi.
Pelajaran yang aku dapat sebenarnya sederhana. tetapi karena terlalu sederhana, aku jadi lupa. Aku belajar untuk tetap mengambil posisi untuk percaya. Walaupun mimpiku terasa mustahil. Karena bukan aku yang akan mewujudkannya, tetapi Tuhan sendiri.
GO GET GLORY!
Kamis, 02 April 2009
pikiran kita begitu berkuasa (part 2)
APA YANG BAIK DI MATA MANUSIA BELUM TENTU BAIK DI MATA TUHAN. Jadi, belum tentu semua pikiran kita itu akan terjadi dalam kehidupan kita. Tuhan akan “menyeleksinya” dan akan memberikan kehidupan yang baik menurut Dia. Jadi pikiran seperti apa yang baik di mata manusia dan juga Tuhan? Dalam filipi 2:5: “Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus”. Jika kita menaruh pikiran dalam Kristus, itu adalah pikiran yang paling positif. Dunia mempunyai pilihan untuk memilih berpikir positif atau negatif. Tetapi kita anak Tuhan tidak mempunyai pilihan. Dalam 2 korintus 10:5b berkata: “kami menawan segala pikiran dan menaklukkannya pada Kristus. Pikiran kita harus sesuai dengan apa yang kristus pikirkan juga.
(Dalam roma 12:2 meminta kita untuk memperbaharui pikiran kita. Jika pikiran kita sudah diubah, berarti kita akan lebih lagi berpikir positif dalam kehidupan kita. Jika kita sudah berpikir positif, maka kita dapat membuktikan kehendak Allah yang sempurna. Karena tanpa pikiran positif, kehendak Allah tidak akan sempurna dalam hidup kita. Contoh: jika kita berpikir bahwa dengan mengikut Kristus otomatis kita akan dibenci orang. Jika sudah dibenci maka berarti kita sudah menanggung salib Kristus dengan sempurna. Itu artinya Tuhan akan bersukacita di sorga. Itu contoh pikiran yang negatif. Dan pikiran positifnya adalah : Jika saya mengikut Kristus dengan setia, maka saya akan dengan mudah mengasihi orang lain dan memberi pada orang yang berkekurangan. Dan akibat dari semua itu adalah saya memiliki banyak teman yang mengasihi saya. Mana yang saudara pilih, berpikir negatif atau positif??? Kalau kita berpikir negatif, kehendak Allah tidak akan digenapi sempurna dalam hidup kita. Contoh lainnya, dalam Mat 5:3: "Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga”.
Bagi orang yang berpikiran negatif, maka ayat itu akan dijadikan alasan untuk hidup malas-malasan dalam kemiskinan. Tetapi orang yang berpikiran positif akan berpikir sebaliknya. Mereka berpikir bahwa mereka akan otomatis memiliki kerajaan Allah karena mereka anak Allah. Jadi, mereka tidak akan memilih hidup menderita di bumi dan menjadi miskin hanya untuk memiliki kerajaan Allah. Mereka akan bekerja keras agar hidup bahagia dan sukses di bumi lalu setelah meninggal akan mewarisi kerajaan Allah. Pola pikir yang sangat berbeda bukan.
Mari kita mulai mengisi pikiran kita tentang berbagai hal positif yang sesuai dengan kehendak Allah. Caranya hanya dengan rajin membaca Firman Tuhan dan merenungkannya. Lalu mulai mencari janji Tuhan. Setelah itu mulailah untuk berpikir dan bermimpi sesuai dengan janji Tuhan yang kita dapatkan itu. Karena mimpi kita yang sesuai dengan janji Tuhan akan mempengaruhi masa depan kita dan masa depan orang lain. Karena kitalah kunci dari semua itu. GO GET GLORY!!!)
(Dalam roma 12:2 meminta kita untuk memperbaharui pikiran kita. Jika pikiran kita sudah diubah, berarti kita akan lebih lagi berpikir positif dalam kehidupan kita. Jika kita sudah berpikir positif, maka kita dapat membuktikan kehendak Allah yang sempurna. Karena tanpa pikiran positif, kehendak Allah tidak akan sempurna dalam hidup kita. Contoh: jika kita berpikir bahwa dengan mengikut Kristus otomatis kita akan dibenci orang. Jika sudah dibenci maka berarti kita sudah menanggung salib Kristus dengan sempurna. Itu artinya Tuhan akan bersukacita di sorga. Itu contoh pikiran yang negatif. Dan pikiran positifnya adalah : Jika saya mengikut Kristus dengan setia, maka saya akan dengan mudah mengasihi orang lain dan memberi pada orang yang berkekurangan. Dan akibat dari semua itu adalah saya memiliki banyak teman yang mengasihi saya. Mana yang saudara pilih, berpikir negatif atau positif??? Kalau kita berpikir negatif, kehendak Allah tidak akan digenapi sempurna dalam hidup kita. Contoh lainnya, dalam Mat 5:3: "Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga”.
Bagi orang yang berpikiran negatif, maka ayat itu akan dijadikan alasan untuk hidup malas-malasan dalam kemiskinan. Tetapi orang yang berpikiran positif akan berpikir sebaliknya. Mereka berpikir bahwa mereka akan otomatis memiliki kerajaan Allah karena mereka anak Allah. Jadi, mereka tidak akan memilih hidup menderita di bumi dan menjadi miskin hanya untuk memiliki kerajaan Allah. Mereka akan bekerja keras agar hidup bahagia dan sukses di bumi lalu setelah meninggal akan mewarisi kerajaan Allah. Pola pikir yang sangat berbeda bukan.
Mari kita mulai mengisi pikiran kita tentang berbagai hal positif yang sesuai dengan kehendak Allah. Caranya hanya dengan rajin membaca Firman Tuhan dan merenungkannya. Lalu mulai mencari janji Tuhan. Setelah itu mulailah untuk berpikir dan bermimpi sesuai dengan janji Tuhan yang kita dapatkan itu. Karena mimpi kita yang sesuai dengan janji Tuhan akan mempengaruhi masa depan kita dan masa depan orang lain. Karena kitalah kunci dari semua itu. GO GET GLORY!!!)
Rabu, 01 April 2009
pikiran kita begitu berkuasa (part 1)
Pikiran kita begitu berkuasa sehingga membentuk watak kita.
Inilah isi tentang hukum pikiran : BAGAIMANA CARANYA KITA BERPIKIR AKAN MENENTUKAN KEPRIBADIAN KITA. Tanpa kita sadari banyak hal yang terjadi dalam kehidupan adalah hasil dari piiran kita. Kalau kita berpikir kita tidak mampu melakukan sesuatu, maka akan terjadilah demikian. Sebaliknya jika kita berpikir kita mampu memenangi suatu kompetisi, maka kita dapat memenanginya. Kalau kita berpikir bahwa pekerjaan kita membosankan, maka jadilah pekerjaan kita itu membosankan. Tetapi jika kita berpikir bahwa pekerjaan bukan sekedar untuk mencari gaji melainkan juga untuk membuat kita memiliki pengaruh, maka kita akan bersemangat dalam bekerja. Apa yang kita katakan adalah hasil dari apa yang kita pikirkan. Bagaimana caranya kita berpikir adalah sangat berkuasa. Jika kita berpikir bahwa kita diberkati, maka kita akan diberkati. Jika kita mengingini sebuah mobil dan yakin akan mendapatkannya lalu berdoa pada Tuhan, jika itu sesuai dengan kehendak-Nya maka pasti akan diberi. Tetapi jika kita mengingini sebuah mobil dan kita tidak yakin aka memilikinya, maka tidak aka nada mobil. Karena Tuhan akan bertindak sesuai pikiran dan keyakinan kita (baca: iman). Itu semua tergantung dari apa yang kita pikirkan dan yakini. contoh lain, jika kita mengingini sebuah rumah baru dan yakin akan memilikinya, maka kita akan mulai mengumpulkan uang untuk membelinya dan beberapa waktu kemudian rumah itu bias kita beli. Tetapi jika kita mengingini sebuah rumah dan tidak yakin akan memilinya, maka tidak akan ada simpanan uang untuk membeli rumah dan tentu saja kita tidak akan memiliki rumah baru. Sederhana bukan?! Tetapi kita yang harus memilih apa yang kita pikirkan. Tuhan memberi kita kebebasan untuk berpikir dan mengingini sesuatu. Apa yang kita pikirkan akan terwujud dalam kehidupan kita. Bukan suatu kebetulan hidup kita senang atau susah. Kita sendiri yang telah memilih hidup yang seperti sekarang ini.
Inilah isi tentang hukum pikiran : BAGAIMANA CARANYA KITA BERPIKIR AKAN MENENTUKAN KEPRIBADIAN KITA. Tanpa kita sadari banyak hal yang terjadi dalam kehidupan adalah hasil dari piiran kita. Kalau kita berpikir kita tidak mampu melakukan sesuatu, maka akan terjadilah demikian. Sebaliknya jika kita berpikir kita mampu memenangi suatu kompetisi, maka kita dapat memenanginya. Kalau kita berpikir bahwa pekerjaan kita membosankan, maka jadilah pekerjaan kita itu membosankan. Tetapi jika kita berpikir bahwa pekerjaan bukan sekedar untuk mencari gaji melainkan juga untuk membuat kita memiliki pengaruh, maka kita akan bersemangat dalam bekerja. Apa yang kita katakan adalah hasil dari apa yang kita pikirkan. Bagaimana caranya kita berpikir adalah sangat berkuasa. Jika kita berpikir bahwa kita diberkati, maka kita akan diberkati. Jika kita mengingini sebuah mobil dan yakin akan mendapatkannya lalu berdoa pada Tuhan, jika itu sesuai dengan kehendak-Nya maka pasti akan diberi. Tetapi jika kita mengingini sebuah mobil dan kita tidak yakin aka memilikinya, maka tidak aka nada mobil. Karena Tuhan akan bertindak sesuai pikiran dan keyakinan kita (baca: iman). Itu semua tergantung dari apa yang kita pikirkan dan yakini. contoh lain, jika kita mengingini sebuah rumah baru dan yakin akan memilikinya, maka kita akan mulai mengumpulkan uang untuk membelinya dan beberapa waktu kemudian rumah itu bias kita beli. Tetapi jika kita mengingini sebuah rumah dan tidak yakin akan memilinya, maka tidak akan ada simpanan uang untuk membeli rumah dan tentu saja kita tidak akan memiliki rumah baru. Sederhana bukan?! Tetapi kita yang harus memilih apa yang kita pikirkan. Tuhan memberi kita kebebasan untuk berpikir dan mengingini sesuatu. Apa yang kita pikirkan akan terwujud dalam kehidupan kita. Bukan suatu kebetulan hidup kita senang atau susah. Kita sendiri yang telah memilih hidup yang seperti sekarang ini.
Senin, 30 Maret 2009
mimpi
mimpi bagi sebagian orang adalah hal biasa. Tetapi itu akan menjadi hal yang luar biasa jika mimpi itu bisa digunakan untuk mempengaruhi orang lain. Ada banyak hal yang dikaruniakan oleh Yang Kuasa atas kita. kita juga diberikan kebebasan untuk mengelola semua itu. salah satu yang terbesar yang dikaruniakan oleh Yang Kuasa adalah kebebasan kita untuk bermimpi atau memiliki impian. Tidak ada yang dapat melarang kita untuk bermimpi. Mimpi juga akan mempengaruhi kemana kita akan melangkah mengarungi masa depan kita.
Ada yang bilang, masa depan ditentukan oleh mimpi kita saat ini. milikilah mimpi yang besar itu. apalagi jika kita tahu bahwa i menghadapYang Kuasa ada disamping kita dan menolong kita untuk mewujudkan mimpi itu. rancang mimpimu sedemikian rupa sehingga kamu bisa melangkah dengan pasti menghadapi hari esok. mimpi menggambarkan siapa kita nanti 20 tahun lagi. ada baiknya mimpi itu sesuai juga dengan apa yang "diimpikan" oleh Yang Kuasa atas kita. Jadi ada baiknya kita tanya dulu pada-Nya. so, ayo bermimpi!!!
Ada yang bilang, masa depan ditentukan oleh mimpi kita saat ini. milikilah mimpi yang besar itu. apalagi jika kita tahu bahwa i menghadapYang Kuasa ada disamping kita dan menolong kita untuk mewujudkan mimpi itu. rancang mimpimu sedemikian rupa sehingga kamu bisa melangkah dengan pasti menghadapi hari esok. mimpi menggambarkan siapa kita nanti 20 tahun lagi. ada baiknya mimpi itu sesuai juga dengan apa yang "diimpikan" oleh Yang Kuasa atas kita. Jadi ada baiknya kita tanya dulu pada-Nya. so, ayo bermimpi!!!
Langganan:
Postingan (Atom)