Tampilkan postingan dengan label komunitas rohani. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label komunitas rohani. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 05 Agustus 2017

substantial root: akar yang besar, kuat, dan real

Sebuah kata yang terngiang di kepala selama minggu lalu adalah “akar”. Saya coba mencari tahu apa yang Roh Kudus mau agar saya mengerti. Lalu tiba-tiba pikiran saya berlari kepada perumpamaan seorang penabur yang sangat tersohor itu. Btw, Ini perumpamaan favorit saya. Hehe..

Amplified bible mencatat sebuah kalimat yang tidak ada dalam alkitab versi Bahasa Indonesia, yaitu “listen carefully” alias “dengarkan baik-baik”. Sebuah kalimat sederhana yang bermakna keseriusan. Saya tidak akan berkata seperti itu jika saya tidak benar-benar serius dengan kalimat-kalimat saya. Lalu perumpamaan ini begitu kaya makna. Saya tidak pernah bosan jika menggali lagi tentang perumpamaan ini. Hehe..

Ada 4 tipe tanah yang disebutkan Yesus (Mat 13;1-23). Dan kebetulan, tipe tanah kedua mengandung kata “akar”. Disana dikatakan bahwa sebagian benih jatuh di tanah berbatu-batu dan tidak banyak tanahnya. Benih itu SEGERA (dengan penekanan; I love this word!) tumbuh, tetapi kemudian layu dan mati ketika ada matahari karena dia tidak berakar.

Apa arti dari bagian ini? Yesus menjelaskan bahwa itu adalah tipe orang yang dengar Firman dan SEGERA menerima dengan gembira. Tetapi kemudian karena ia tidak berakar, maka ia cuma tahan sebentar saja lalu murtad karena ada pencobaan.

Saya tidak akan bahas soal faktor tanahnya yang tipis karena saya cuma mau bahas “akar” sekarang. Itu jadi topik selanjutnya lah. Hehe..

apa yang membuat seseorang menjadi pengikut Kristus yang kuat? Salah satu jawaban utamanya adalah karena dia berakar yang dalam dan kuat di dalam Kristus. Sebuah tanaman tidak akan mudah dicabut jika akarnya dalam dan kuat. Tanaman tidak akan kering dan mati di musim kemarau jika akar-akarnya begitu dalam dan mencapai lapisan confined aquifer dan tidak cuma shallow groundwater (ada guna juga pernah belajar hydrology, wkwk).

Anda tahu seberapa dalam lapisan confined aquifer? Beda-beda tiap wilayah tetapi umumnya sangat dalam, bahkan bisa ratusan meter. Confined aquifer umumnya memiliki kualitas air yang sangat bersih (sedikit yang terkontaminasi, misal oleh arsenic) dan juga abadi, alias tidak pernah (susah) habis. Di sisi lain, shallow ground water mudah didapat tetapi umumnya tercemar karena dekat dengan permukaan tanah dan mudah kering. Effort untuk mendapat confined aquifer jauh lebih besar daripada shallow groundwater. Tetapi jika bicara jangka panjang, maka confined aquifer perlu untuk diperjuangkan.

#Cukup dengan kuliah singkat hydrology*..

Begitu juga dengan akar rohani. Effort untuk membuat akar rohani menjadi lebih dalam harusnya menjadi prioritas utama dibanding effort untuk “naik ke atas”. Banyak orang ingin cepat “pelayanan di atas” dan lupa membuat akarnya lebih dalam. Dan jika anda merasa kering rohani, bisa jadi akar anda ada di level shallow groundwater dan perlu anda buat lebih dalam.

Orang yang berakar sangat dalam juga susah sekali diombang-ambingkan oleh angin-angin pengajaran yang palsu, sama seperti confined aquifer yang sangat bersih itu. Dia juga tidak mudah kering karena airnya selalu ada bahkan dalam musim kemarau sekalipun. Lalu apakah dia mudah dicabut? Tentu saja tidak! #Ehh sebentar,,

Saya baru sadar kalau Matius 13:21 ternyata membahas orang yang (bahkan) tidak punya akar! Bentar, bentar, saya jadi bingung. Bagaimana bisa tumbuhan tumbuh kalau tidak punya akar? Padahal di ayat 5 dibilang tumbuhan itu sempat tumbuh sebentar. Selidik demi selidik, Amplified bible memakai frasa “substantial root” disana yang secara harafiah (menurut google) berarti akar yang besar atau kuat atau akar yang real alias bukan akar palsu (ya iyalah, real kan lawannya palsu atau imitasi). Nah, sekarang tidak kontradiksi dengan ayat sebelumnya.

#Kembali ke jalur,,

Apa yang mau saya tekankan? Kualitas “akar” menentukan kehidupan rohani jangka panjang seseorang (menurut saya). Bagaimana cara menguji kualitas akar itu? Matius 13:21 (juga Markus 4:17) bicara penindasan dan penganiayaan. Tetapi saya lebih suka pakai versi Lukas 8:13 yang memakai kata “masa pencobaan”. Pencobaan tidak cuma berarti penindasan dan penganiayaan (kondisi negatif), tetapi juga bicara masa-masa kemakmuran dan keberhasilan (kondisi positif). Apakah dalam masa-masa penuh air mata dan penuh tawa (baca: penuh berkat) itu saya masih mencari Tuhan atau tidak. Hal-hal itu akan menguji apakah akar rohani saya palsu (pura-pura), tidak dalam, dan tidak besar atau akar rohani saya real (benar-benar dibangun di dalam kasih Kristus (Efe 3:17; Kol 2:7), dalam (sampai ke lapisan confined aquifer), dan besar (sehingga bisa menyerap air dan sari makanan dengan banyak sesuai kebutuhan).

#selingan bentar,,

Saya baru sadar google translate* memberikan arti yang keren abis untuk substantial , yaitu besar, kuat, berwujud (real, concrete, nyata). Mungkin kriteria orang yang seperti ini adalah orang yang sangat heboh di awal tetapi kemudian meredup dan padam pada akhirnya (Mat 13:20). Dia pakai sukacita palsu, kesaksian hidup yang palsu, dan hal-hal rohani palsu lainnya yang kelihatan berasal dari hubungan dengan Tuhan tetapi ternyata itu semua imitasi. Lalu apa guna akar yang kuat? Itu agar dia tidak mudah tercabut dari tanah. Mau ada badai atau banjir bandang tidak akan membuat tanaman itu tercabut dari tanah. Dia akan tetap berdiri disana karena akarnya kuat. Lalu untuk apa akar yang besar? Jika tanaman makin besar maka dia butuh air lebih banyak. Jika akarnya besar dan banyak (yeaa, ternyata google juga mengartikan substantial sebagai “banyak”), maka akarnya akan bisa membawa air lebih banyak pada pohon. Jika akarnya kecil dan sedikit, maka pohonnya tidak akan tumbuh besar alias akan kurus dan pendek. Sampai disini sepertinya mudah dipahami. Hehe..

#balik lagi ke jalur utama..

Sama seperti mencari air dari lapisan confined aquifer yang membutuhkan usaha besar, begitu juga usaha yang harus kita lakukan agar mendapat akar rohani yang dalam. Saya ingat ketika saya ingin menjadi seorang pekerja di pelayanan Sion Ministry (love this community so much), kami wajib (wajib!) selesai baca Yesaya dan Kisah Para Rasul selama kurang lebih 2 bulan. Kalau ga habis nanti kena hukuman. Yang kasian kalau dihukum kan vwxyz (#censored, wkwk). Yesaya ada 66 pasal dan KPR ada 28 pasal. Artinya kurang lebih harus baca 1,5 pasal per hari. Sebenarnya ga ribet-ribet amat dibanding disuruh baca buku kalkulus (reality: ada juga yang ga bisa habiskan 2 kitab itu dalam 2 bulan; ayo berubah!). Itu sarana saya memperdalam akar saya sebelum saya membimbing orang lain dan melayani lebih jauh lagi.

Disamping effort pribadi untuk memperdalam akar rohaninya, Rasul Paulus menuliskan dengan sangat indah di Efesus 3:14-17, “Itulah sebabnya aku sujud kepada Bapa, … dan kamu berakar serta berdasar di dalam kasih”. Wow! Di balik anak-anak rohani yang kuat, ada bapak-ibu rohani yang berlutut berdoa membela kehidupan anak-anak rohaninya. Bukan cuma doa agar hidup mereka penuh keberhasilan, tetapi doa agar mereka berakar (besar, kuat, dan real) dalam kasih Kristus. Doa agar mereka mengenal Kristus lebih dalam. Doa agar semua benih-benih Firman yang ditaburkan tidak mati dan terus dapat bertumbuh dan berbuah. Hai kawan, masihkah doa-doa syafaat itu rutin dinaikkan setiap hari?

Akhir cerita, akar rohani yang besar, kuat, dan real akan membuat orang itu tidak mengalami datangnya panas terik, yang daunnya tetap hijau, yang tidak kuatir dalam tahun kering, dan yang tidak berhenti menghasilkan buah … (Yer 17:7-8)

FIN!

-Hombz-

Catatan kaki:

*Kalau mau tahu lebih dalam hydrology silakan hubungi partner kerja saya bernama Ipin Chun, pendiri aliran Chun-Helps, saingan Wing-chun. Cari di FB atau tanya saya. Tapi kalau tidak ketemu, jangan hubungi pos polisi terdekat, dia bukan orang hilang atau maling. Hahaha..

*ga percaya sama arti substantial? Silakan ketik sendiri di google translate. Dia pintar kok.. wkwk..

Kamis, 15 September 2016

Kesatuan tubuh Kristus menghasilkan pelipatgandaan

Kis 2:47 -> ... dan tiap-tiap hari Tuhan menambah jumlah mereka dengan orang yang diselamatkan.

Salah satu hal yang harus dipastikan petani agar dia bisa menikmati hasil panen berlimpah adalah mengecek apakah ada bolong dalam lumbungnya atau tidak. Jika ada bolong, dia boleh panen banyak, tetapi akan ada banyak kerusakan juga pada hasil panen karena ada tikus yang bisa masuk lumbung dan merusak hasil panen. Hal yang sama juga dilakukan oleh nelayan saat mengecek jala nya.

Kita boleh lakukan PI banyak, IC cukup sering, dan sebagainya. Tetapi mengapa banyak yang terhilang kembali alias lumbung kita bocor atau jala kita robek? Ada banyak alasan tentunya. Dan salah satunya adalah kurangnya kesatuan dan kesehatian pekerja.

Di kis 2:47 bicara tentang Tuhan sendiri yang "berniat" dan "aktif" menambahkan jumlah yang percaya. Ini sebuah kalimat yang luar biasa. Saat mungkin kita "sibuk" menambah jumlah kita dan hasilnya mungkin tidak signifikan dibanding kerja yang dilakukan, maka di jemaat mula-mula, Tuhan yang sibuk menambahkan jumlah mereka. Apa rahasianya?

Hal utama yang membuat Tuhan jatuh hati pada jemaat mula-mula adalah soal kesatuan dan kesehatian dari intern jemaat. Ada beberapa kata kunci di ayat-ayat sebelumnya yang menggambarkan kesatuan dan kesehatian jemaat : persekutuan, selalu berkumpul, tetap bersatu, kepunyaan bersama, membagi-bagikannya, kepada semua orang, dengan sehati, secara bergilir, dengan gembira dan tulus hati (Bahkan kita bisa buat kalimat tersendiri dengan kata-kata kunci itu).

Bayangkan anda seorang bapak. Mungkinkah anda mempercayakan anak anda yang tercinta pada sekumpulan orang yang tidak sehati dan penuh problem di antara mereka? Tentu tidak. Tetapi anda akan dengan senang hati "menitipkan" anak anda pada keluarga yang sangat mengasihi, saling memperhatikan, tulus hati, dll. Bukankah ini sangat logis?

Mazmur 133 : 1-3 menceritakan dengan indah sebuah persatuan. Disana dikatakan bahwa Tuhan perintahkan berkat kehidupan selama-lamanya pada komunitas yang rukun. Jika saya cerna pasal ini, maka saya bilang bahwa yang perlu saya kejar bukanlah berkat Tuhan, tetapi kerukunan dengan saudara-seiman. Tuhanlah yang akan sibuk memberkati orang-orang yang rukun.

Roma 12:18 -> sedapat-dapatnya, kalau hal itu bergantung kepadamu, hiduplah dalam perdamaian dengan semua orang. Kita tidak bisa paksa orang lain memaafkan kita, tetapi kita bisa "memaksa" diri kita untuk memaafkan orang lain. Setiap orang akan mempertanggungjawabkan perbuatan masing-masing di depan tahta Anak domba. Dia cuma bertanggung jawab atas dirinya sendiri dan tidak atas diri orang lain. Oleh karena itu, penyelidikan terhadap hati sendiri adalah penting. Apakah saya masih tidak suka pada saudara saya atau mungkin abang/kakak Pa saya. Atau mungkinkah ada iri hati dalam diri saya pada saudara saya di pelayanan. Hati kita yang tahu. Tetapi jika kita yang memegang "bolanya", maka Paulus berkata hiduplah dalam perdamaian dengan setiap orang.

Dalam 1 kor 11: 23-32 mengenai perjamuan kudus, disana dikatakan bahwa "barangsiapa makan dan minum tanpa mengakui tubuh Tuhan, ia mendatangkan hukuman atas dirinya sendiri". Sekilas mungkin kita berpikir bahwa tubuh disini mengarah kepada Tuhan Yesus. Tetapi itu jauh lebih dalam dari tubuh Yesus.

1 kor 12:27 bicara bahwa "kamu adalah tubuh Kristus". Jadi tidak mengakui saudaramu (marah, dendam, iri, masih simpan kesalahannya, tidak mau memaafkan, ketidaktundukan, pikiran negatif, dll) dalam pelayanan akan mengakibatkan hukuman pada saat anda melakukan perjamuan suci. Itu mengapa Paulus berkata agar tiap orang menguji dirinya sendiri sebelum melakukan perjamuan suci.

Ada banyak hal yang memang harus kita benahi dalam pelayanan ini. Saya sangat setuju jika bang Parlin senior berkata bahwa Sion ini adalah pelayanan yang masih sangat muda. Kita dicetuskan tahun 80an tetapi baru benar-benar berkembang di tahun 2011. Kita masih perlu banyak belajar. Termasuk dalam hal membereskan hati kita terhadap orang lain.

Saya teringat satu pernyataan bahwa "cuma orang yang kuatlah yang bisa memaafkan orang lain". Semakin kuat pelayanan ini, maka semakin tulus para pekerjanya, semakin mudah memaafkan dan mengasihi di antara pekerjanya, semakin saling menolong satu dengan yang lain, semakin menghormati, dan pada akhirnya, Tuhan menambahkan jumlah orang percaya kedalam pelayanan.

Senin, 23 Mei 2016

- menjadi garam dan terang dan menginjili komunitas lama saya -

Setelah membaca tulisan-tulisan saya sebelumnya, bisa saja keluar sebuah pertanyaan ini : "lalu bagaimana cara saya menyelamatkan teman-teman di komunitas lama saya?" Mari lihat contoh dari hidup Yesus.

Kunci pergaulan Yesus di tengah komunitas penuh dosa adalah dia tidak pernah sendiri. Yesus bergaul dengan orang berdosa, Dia makan dengan mereka, Dia datang ke rumah mereka. Tetapi Dia tidak sendiri. Ada murid-murid-Nya disana. Yesus adalah Tuhan dan bisa saja Dia sendiri hadapi mereka. Tetapi Dia tunjukkan sebuah teladan yang luar biasa dalam bergaul, yaitu jangan pernah sendiri saat datang ke komunitas orang berdosa.

Itu mengapa Yesus mengutus para murid berdua-dua (markus 6:7). Peng 4:9-10 berkata "berdua lebih baik daripada seorang diri,... karena kalau mereka jatuh, yang seorang mengangkat temannya".

Lalu pertanyaan lain, "bagaimana jika saya belum menemukan teman untuk ke komunitas saya?" Maka pergilah sendiri tetapi temui 1 orang saja, alias bicara empat mata. Mari ikuti lagi teladan Yesus. Yesus seorang diri berbicara dengan orang lain adalah saat Dia bertemu dengan Nikodemus (Yoh 3) dan seorang perempuan dari Samaria (yoh 4). Singkatnya, anda bisa mulai jangkau seorang dari komunitas lama anda. Setelah dia bertobat, dia dapat menjadi partner baru anda menghadapi lebih banyak orang.

Akhir kata, Amsal 13:20: "Siapa bergaul dengan orang bijak menjadi bijak, tetapi siapa berteman dengan orang bebal menjadi malang".

- tidak ada superman rohani dalam komunitas penuh dosa -

Ada juga orang berpikir dia adalah "superman rohani" setelah ikut retret dan berpikir "saya akan menangkan komunitas lama saya seorang diri". Maka saya pastikan anda akan segera kembali ke kehidupan lama anda. Biarkan saya mengutip kata-kata bijak ini : niat anda boleh mulia, tetapi jika caranya salah, maka semua akan sia-sia.

Mari lihat beberapa contoh alkitab mengenai seseorang yang terlihat seperti "superman rohani".

Lot adalah keponakan abraham. Dia adalah orang yang menurut saya "cukup saleh" dan punya posisi penting di kota (pada masa itu, orang yang duduk di pintu gerbang kota adalah pejabat kota; kej 19:1). Hal itu terlihat dari keengganan dia menyerahkan 2 malaikat untuk diperkosa oleh penduduk sodom (kejadian 19:7). Tetapi karena dia berada di tengah-tengah penduduk sodom yang penuh dosa, Tuhan memandang perlu mengeluarkan dia dari sana. Kejadian 19:15-16 berkata "bangunlah, bawalah..., supaya engkau jangan mati lenyap karena kedurjanaan kota ini. Ketika ia berlambat-lambat, maka tangannya, ... dipegang oleh kedua orang itu. Sebab Tuhan hendak mengasihani dia". Karena Tuhan mengasihani dia, maka Tuhan tidak ingin lot berlambat-lambat tinggalkan komunitas lamanya. Hal yang sama terjadi dengan anda. Jangan berlama-lama tinggalkan komunitas lama anda yang penuh dosa.

Lalu mari lihat kisah harun. Dia adalah imam besar, posisi yang sangat penting di Israel. Dia melihat banyak mujizat Tuhan bersama musa. Tetapi apa yang terjadi kemudian ketika dia seorang diri? Keluaran 32:1 dikatakan bahwa orang israel mengerumuni dia dan mendesaknya untuk membuat patung anak lembu emas dan harun pun melakukannya. Singkat kata, harun pun kalah oleh seluruh orang israel yang jahat itu.

Jika anda perhatikan, ada kemiripan antara lot dan harun. Mereka berdua adalah orang yang sangat berpengaruh di komunitas mereka. Mereka terlihat seperti seorang superman rohani. Tetapi pada akhirnya mereka kalah karena mereka seorang diri.

Akhir kata, jangan merasa dirimu kuat dan tidak bisa jatuh. 1 Korintus 10:12 Sebab itu siapa yang menyangka, bahwa ia teguh berdiri, hati-hatilah supaya ia jangan jatuh!. Anda boleh berarguman bahwa anda kuat, tetapi firman tetaplah firman : pergaulan uang buruk, merusak kebiasaan yang baik. Dan saya lebih percaya kepada firman daripada semua argumen-argumen manusia.

- friend vs colleague -

1 Korintus 15:33 Janganlah kamu sesat: Pergaulan yang buruk merusakkan kebiasaan yang baik. -> semua tahu itu bukan?

Banyak orang berarguman mengenai hal ini. Mereka tidak mau lepas dari komunitas lama mereka dengan banyak alasan, termasuk alasan rohani seperti : "kan kita orang kristen harus jadi garam dan terang. Gimana kita bisa menginjili mereka jika kita tidak bergaul dengan mereka". Ini alasan yang rohani dan itu benar. Tetapi saya mendapatkan konsep yang benar-benar baru ketika saya bergaul dengan orang barat mengenai kata bergaul.

Orang barat mengenal istilah "friend (teman)" dan "colleague (kolega)". Istilah colleague disini selevel dengan istilah schoolmate, roommate, dll.

Orang indonesia, sebagian besar asia, dan afrika, tidak begitu mengenal istilah ini. Bagi orang barat, seseorang akan disebut friend jika dia akan habiskan malam minggu atau liburan atau bersenang-senang dengan orang itu. Tetapi seseorang akan disebut colleague jika dikenal di dunia kantor atau kampus. Transfer nilai-nilai kehidupan akan lebih banyak dilakukan oleh orang yang disebut friend, dan bukan colleague. Walaupun mungkin jam ketemu dengan colleague lebih banyak daripada jam ketemu dengan friend. Mereka bisa curhat dengan friend, tetapi jarang sekali mereka curhat dengan colleague/roommate/schoolmate.

Mereka membatasi itu dengan cukup jelas. Jadi jika anda disebut colleague/schoolmate/roommate oleh orang barat (walaupun anda sudah ketawa bareng-bareng, keringat bareng-bareng, mungkin sering ke kantin bareng), maka sadarilah bahwa dia merasa hubungan anda dengannya belumlah sedalam dan sedekat yang anda pikirkan.

Itu beda dengan orang indonesia. Semua orang disebut teman atau saudara. Bagi orang barat, cuma segelintir orang yang mereka panggil "friend". Itu mengapa bisa dibilang pergaulan orang barat tidaklah begitu luas.

Balik ke konteks kita tadi. Pada waktu firman Tuhan memakai istilah "pergaulan yang buruk", maka itu merujuk kepada istilah "friend".

Jadi yang Tuhan mau adalah kita harus merenggangkan jarak dengan orang-orang yang memberikan efek buruk buat kita dan memperdalam hubungan dengan komunitas rohani yang sehat. Jika dulu anda habiskan malam minggu anda dengan teman anda yang suka hal-hal cabul, maka anda sekarang pindah haluan ke komunitas rohani. Jika dulu anda habiskan setiap malam dengan komunitas pemalas, maka sekarang habiskan malam anda dengan komunitas yang rajin.

Yang saya maksud disini adalah level hubungan. Dulu level hubungan anda dengan komunitas rohani cuma "schoolmate/colleague", maka naikkan itu menjadi level "friend". Dan lakukan sebaliknya kepada komunitas lama anda yang penuh dosa.

Mungkin anda merasa rugi kehilangan teman-teman anda itu. Anda berkata bahwa komunitas lama itu sangat berguna untuk masa depan anda atau apapun juga. Tetapi pemisahan yang Yesus lakukan sangat jelas di matius 10:37 "barangsiapa yang mengasihi ..... (seseorang/komunitas) lebih dari pada-Ku, ia tidak layak bagiku". Ini bukan serta merta berarti anda tinggalkan hubungan dengan orang tua, saudara, teman, dll demi Kristus (tetapi beberapa orang ada yang lakukan itu demi mempertahankan iman mereka dan itu saya anggap benar), tetapi lebih kepada level hubungan anda. Mengapa saya bilang itu mengacu soal "level hubungan"? Karena disana ada kata-kata "lebih dari pada-Ku". Ini adalah istilah "level hubungan".

Tetapi janji Tuhan juga luar biasa untuk kita. Markus 10:29-30 Jawab Yesus: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya setiap orang yang karena Aku dan karena Injil meninggalkan rumahnya, saudaranya laki-laki atau saudaranya perempuan, ibunya atau bapanya, anak-anaknya atau ladangnya, orang itu sekarang pada masa ini juga akan menerima kembali seratus kali lipat: rumah, saudara laki-laki, saudara perempuan, ibu, anak dan ladang, sekalipun disertai berbagai penganiayaan, dan pada zaman yang akan datang ia akan menerima hidup yang kekal.

Anda merasa rugi kehilangan komunitas lama anda? Maka dengarlah firman Tuhan ini : "orang itu sekarang pada MASA INI juga akan menerima kembali SERATUS KALI LIPAT... dan ia akan menerima hidup yang kekal.

Saya sering berkata ini : "hidup adalah pilihan". Anda bisa memilih bergaul komunitas lama anda yang penuh dosa dan hidup anda kembali berdosa, atau memilih komunitas rohani yang membawa anda kepada pemenuhan janji-janji Tuhan. Silakan memilih.

- salah satu kunci pelepasan dari dosa : memilih komunitas yang sehat -

Markus 8:22-26 adalah perikop yang sangat menarik. Ini adalah kisah dimana seolah-olah kuasa Yesus terlihat tidak begitu hebat. Di semua kasus, Yesus cuma cukup sekali saja menjamah atau berkata pada orang sakit dan dia sembuh. Tetapi disini, Yesus perlu 2 kali untuk menjamah orang buta itu. Mengapa itu terjadi?

Kisah ini terjadi di betsaida. Betsaida adalah salah satu kota yang dikutuk Yesus. Proses mujizatnya juga menarik. Yesus harus membawa orang itu keluar dari kota (ayat 23) dan pada akhirnya dia juga berkata agar orang itu jangan kembali ke kota (ayat 26). Mengapa Yesus lakukan itu? Hal itu karena "atmosfer dosa" kota itu begitu kuat sehingga membuat iman orang itu menjadi begitu lemah. Bisa saja dia sembuh, tetapi jika ia kembali ke kota, maka imannya akan kesembuhan menjadi mati dan dia bisa kembali menjadi buta.

Ini adalah kunci utama dari pelepasan dari dosa. Jika anda berada dalam lingkungan pencinta film porno, lalu saat di retret anda dilepaskan dari dosa itu. Jika anda kembali bergaul dengan lingkungan lama anda, maka anda akan kehilangan kemerdekaan anda. Itu mengapa komunitas rohani adalah mutlak dan tidak bisa ditawar saat seseorang baru keluar dari retret.

Adalah sesuatu yang salah ketika anda memilih mundur dari komunitas rohani ketika anda dalam dosa. Justru anda butuh komunitas rohani. Firman Tuhan berkata "Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh. Doa orang yang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya. " (yak 5:16). Anda tidak dapat melakukan "saling" jika anda seorang diri. Anda butuh orang lain untuk bisa lakukan "saling". Intimidasi iblis boleh saja mengacaukan niat anda untuk kembali ke komunitas rohani. Tetapi biarlah ingatanmu tentang air mata, sukacita dan tawa yang tulus dari rekan-rekanmu seiman membulatkan tekadmu untuk kembali ke komunitas rohani.