Ketika saya membaca 1 kor 14, maka Paulus digambarkan sebagai pribadi yang "balance". Dia pribadi yang "addicted" terhadap BR, tetapi dia juga orang yang berkata lebih baik bernubuat dalam jemaat.
Sikap dia yang balance juga bisa terlihat dalam ayat berikut : 1 Korintus 14:39 Karena itu, saudara-saudaraku, usahakanlah dirimu untuk memperoleh karunia untuk bernubuat dan janganlah melarang orang yang berkata-kata dengan bahasa roh.
Jika anda melihat ini, maka mungkin anda bisa dilanda kebingungan. Tetapi satu yang saya lihat dari tulisan Paulus ini adalah bahwa dia menghendaki orang-orang percaya menjadi dewasa dalam hal karakter. Dia berkata bahwa "ini dan itu boleh, tetapi jangan penganut ini bersikap superior dari penganut itu, dan sebaliknya". Hendaklah penganut masing-masing kubu jangan merasa diri paling benar ataupun mulai menghakimi penganut paham lainnya.
Hal lain yang Paulus inginkan adalah biarlah Roh Kudus yang memimpin kita dalam bersikap ketika situasi tertentu datang. Misal dalam pertemuan ibadah, keputusan seseorang berbahasa roh atau tidak adalah karena tuntunan Roh Kudus. Ini membuat kita akan semakin bergantung pada-Nya. Sehingga hikmat yang kita dapatkan bukanlah hikmat manusia, tetapi hikmat Allah.
Jika boleh jujur, ada begitu banyak cara ber-BR tanpa merusak hubungan dalam tubuh Kristus sendiri. Misalkan orang yang ber-BR bisa mengecilkan suaranya ataupun orang yang tidak ber-BR jangan menghakimi saudara yang ber-BR. Semua bisa diselesaikan dengan komunikasi yang baik. Tetapi jika semua dilakukan dengan emosi, maka semua tentu menjadi rusak.
Akhir kata, Paulus menutup 1 korintus 14 dengan sebuah ayat yang indah : "Tetapi segala sesuatu harus berlangsung dengan sopan dan teratur."
Tampilkan postingan dengan label belajar bareng tentang Roh Kudus. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label belajar bareng tentang Roh Kudus. Tampilkan semua postingan
Kamis, 15 September 2016
Berbahasa roh lebih banyak ...
1 Korintus 14:18 Aku mengucap syukur kepada Allah, bahwa aku berkata-kata dengan bahasa roh lebih dari pada kamu semua.
Paulus terlihat "sombong" dan bangga dengan BR yang dia yang dia miliki dan lakukan. Paulus ada "super charismatic person" dan sangat "addicted (kecanduan)" dengan BR. Adakah dari anda yang berani berkata bahwa dia berbahasa roh lebih banyak dari rekan yang lain? Belum pernah saya dengar itu, bahkan di komunitas Sion Ministry yang kata orang super karismatik!
Paulus sejatinya adalah seorang akademisi. Dia seorang yang berpikir logis dan penganut "untung-rugi". Bagi dia, segala sesuatu adalah halal tetapi tidak semuanya berguna (1 kor 6:12; versi amplified menyebut istilah "profit"). Jadi jelas sekali, paulus tidak akan melakukan sesuatu yang menurut dia "tidak menguntungkan" buatnya (Mungkin itu salah satu alasan mengapa dia tidak menikah karena menurutnya orang yang single lebih baik (atau mungkin lebih untung-> ingat, paulus penganut untung/rugi) daripada yang menikah, 1 kor 7:38). Jika paulus sangat menyombongkan frekuensi nya dalam ber-BR, maka itu pasti menurutnya sangat-sangat-sangat menguntungkan!
Saudara-saudari sebangsa dan setanah air, anda mungkin belum begitu merasakan manfaat dari BR. Tetapi itu sangat-sangat-sangat dahsyat. Anda mungkin bisa mencela orang yang ber-BR. Itu karena anda belum merasakan. Jika Paulus hadir disini, maka mungkin saja dia akan jadi pengajara utama kelas BR dalam gereja-gereja. Maukah anda mengikutinya?
BR bukan dari manusia. Itu berasal dan diinspirasi dari Allah (1 kor 14:2, kata kunci : "oleh Roh").
Jika anda dalam kondisi down, atau dalam kondisi galau, atau bahkan susah tidur karena banyak pikiran (ini real, kalau saya susah tidur karena banyak pikiran, maka saya berbahasa roh sampai tertidur), maka berbahasa roh lah.
Bahkan disaat anda ingin berdoa tetapi tidak tau apa yang didoakan, maka berbahasa roh lah. Atau mungkin saat anda merasa cemas dan galau, tetapi tidak tau masalahnya apa, maka BR adalah jawaban untuk anda. Disaat anda menangis tetapi tidak tau karena apa, maka gunakan BR. Cuma roh anda lah yang mengerti apa sebenarnya masalah anda. Karena itu adalah tempat dimana Roh Allah berdiam. Akhir kata, berbahasa roh lah sebanyak mungkin.
Paulus terlihat "sombong" dan bangga dengan BR yang dia yang dia miliki dan lakukan. Paulus ada "super charismatic person" dan sangat "addicted (kecanduan)" dengan BR. Adakah dari anda yang berani berkata bahwa dia berbahasa roh lebih banyak dari rekan yang lain? Belum pernah saya dengar itu, bahkan di komunitas Sion Ministry yang kata orang super karismatik!
Paulus sejatinya adalah seorang akademisi. Dia seorang yang berpikir logis dan penganut "untung-rugi". Bagi dia, segala sesuatu adalah halal tetapi tidak semuanya berguna (1 kor 6:12; versi amplified menyebut istilah "profit"). Jadi jelas sekali, paulus tidak akan melakukan sesuatu yang menurut dia "tidak menguntungkan" buatnya (Mungkin itu salah satu alasan mengapa dia tidak menikah karena menurutnya orang yang single lebih baik (atau mungkin lebih untung-> ingat, paulus penganut untung/rugi) daripada yang menikah, 1 kor 7:38). Jika paulus sangat menyombongkan frekuensi nya dalam ber-BR, maka itu pasti menurutnya sangat-sangat-sangat menguntungkan!
Saudara-saudari sebangsa dan setanah air, anda mungkin belum begitu merasakan manfaat dari BR. Tetapi itu sangat-sangat-sangat dahsyat. Anda mungkin bisa mencela orang yang ber-BR. Itu karena anda belum merasakan. Jika Paulus hadir disini, maka mungkin saja dia akan jadi pengajara utama kelas BR dalam gereja-gereja. Maukah anda mengikutinya?
BR bukan dari manusia. Itu berasal dan diinspirasi dari Allah (1 kor 14:2, kata kunci : "oleh Roh").
Jika anda dalam kondisi down, atau dalam kondisi galau, atau bahkan susah tidur karena banyak pikiran (ini real, kalau saya susah tidur karena banyak pikiran, maka saya berbahasa roh sampai tertidur), maka berbahasa roh lah.
Bahkan disaat anda ingin berdoa tetapi tidak tau apa yang didoakan, maka berbahasa roh lah. Atau mungkin saat anda merasa cemas dan galau, tetapi tidak tau masalahnya apa, maka BR adalah jawaban untuk anda. Disaat anda menangis tetapi tidak tau karena apa, maka gunakan BR. Cuma roh anda lah yang mengerti apa sebenarnya masalah anda. Karena itu adalah tempat dimana Roh Allah berdiam. Akhir kata, berbahasa roh lah sebanyak mungkin.
Bahasa roh sebagai dongkrak rohani
1 Korintus 14:4a Siapa yang berkata-kata dengan bahasa roh, ia membangun dirinya sendiri, ...
BR adalah sebuah "dongkrak" rohani. Disaat anda "galau", roh anda berada dalam tekanan. Iblis menekan sedemikian rupa sampai perasaan (jiwa) anda men-takeover kendali dari roh.
Manusia diilustrasikan sebagai kereta dengan gerbong-gerbongnya. Ada 3 gerbong : roh, jiwa, dan tubuh. Hal yang sepatutnya terjadi adalah roh sebagai kemudi, lalu diikuti jiwa dan tubuh. Tetapi karena dosa atau bahkan saat roh anda lemah, maka jiwa memegang kemudi, lalu diikuti daging, dan roh selalu paling belakang. Pada umumnya, daging selalu mengikuti di belakang jiwa.
Bayangkan jika anda hidup dalam roh, maka semua serangan iblis akan mental. Semua janji firman Tuhan akan menyegarkan anda. Tetapi tidak setiap saat itu terjadi bukan?
Itulah pentingnya BR. Dengan ber-BR, roh anda mulai "dibakar". Sampai pada akhirnya roh dapat mengambil alih kembali kemudi hidup anda. Dengan ber-BR, ibaratnya anda sedang memberikan bensin pada roh anda.
Itu mengapa dalam persekutuan doa, BR adalah suatu keperluan (need), tetapi bukan keharusan (must). Anda perlu berbahasa roh jika roh anda lagi down. Tetapi jika anda bisa rasakan roh anda sedang terbakar-bakar, maka gunakan bahasa manusia agar orang lain bisa mengerti dan dibangun dengan doa anda. Tapi jika anda lagi down, maka disarankan untuk membangun roh anda dengan BR.
BR adalah sebuah "dongkrak" rohani. Disaat anda "galau", roh anda berada dalam tekanan. Iblis menekan sedemikian rupa sampai perasaan (jiwa) anda men-takeover kendali dari roh.
Manusia diilustrasikan sebagai kereta dengan gerbong-gerbongnya. Ada 3 gerbong : roh, jiwa, dan tubuh. Hal yang sepatutnya terjadi adalah roh sebagai kemudi, lalu diikuti jiwa dan tubuh. Tetapi karena dosa atau bahkan saat roh anda lemah, maka jiwa memegang kemudi, lalu diikuti daging, dan roh selalu paling belakang. Pada umumnya, daging selalu mengikuti di belakang jiwa.
Bayangkan jika anda hidup dalam roh, maka semua serangan iblis akan mental. Semua janji firman Tuhan akan menyegarkan anda. Tetapi tidak setiap saat itu terjadi bukan?
Itulah pentingnya BR. Dengan ber-BR, roh anda mulai "dibakar". Sampai pada akhirnya roh dapat mengambil alih kembali kemudi hidup anda. Dengan ber-BR, ibaratnya anda sedang memberikan bensin pada roh anda.
Itu mengapa dalam persekutuan doa, BR adalah suatu keperluan (need), tetapi bukan keharusan (must). Anda perlu berbahasa roh jika roh anda lagi down. Tetapi jika anda bisa rasakan roh anda sedang terbakar-bakar, maka gunakan bahasa manusia agar orang lain bisa mengerti dan dibangun dengan doa anda. Tapi jika anda lagi down, maka disarankan untuk membangun roh anda dengan BR.
Bahasa roh vs bernubuat
Mungkin ada orang yang berargumen bahwa 1 kor 14 bicara tentang karunia bernubuat lebih baik dipakai dalam jemaat daripada karunia BR. Ya itu tepat sekali dan saya setuju. Tetapi bisakah anda bernubuat jika roh anda belum berada dalam level yang sesungguhnya? Tidak bisa!
Anda cuma bisa bernubuat jika berada dalam level roh yang "seharusnya". Karunia bernubuat adalah sesuatu yang diilhamkan Roh Kudus (2 pet 1:21). Anda tidak akan bisa bernubuat jika kedagingan anda masih memegang kendali, atau bahkan jika perasaan (jiwa) anda masih dominan. Anda tidak bisa bernubuat dalam kondisi hati yang galau. Tetapi anda cuma bisa bernubuat (yang berasal dari Allah) jika anda sedang terbakar dalam roh.
Itu mengapa BR diperlukan. Jika anda berbahasa roh, maka roh anda berdoa dan bukan akal (atau perasaan) anda (1 kor 14:14). Itu adalah awalan yang baik untuk bernubuat saat mungkin hati anda lagi galau. Dengan BR, mungkin saja roh berdoa dan sedang berperang mengatasi kegalauan anda. Dan saat semua itu selesai, maka Roh Kudus akan mengilhamkan anda mengenai nubuatan-nubuatan yang harus anda sampaikan.
Anda cuma bisa bernubuat jika berada dalam level roh yang "seharusnya". Karunia bernubuat adalah sesuatu yang diilhamkan Roh Kudus (2 pet 1:21). Anda tidak akan bisa bernubuat jika kedagingan anda masih memegang kendali, atau bahkan jika perasaan (jiwa) anda masih dominan. Anda tidak bisa bernubuat dalam kondisi hati yang galau. Tetapi anda cuma bisa bernubuat (yang berasal dari Allah) jika anda sedang terbakar dalam roh.
Itu mengapa BR diperlukan. Jika anda berbahasa roh, maka roh anda berdoa dan bukan akal (atau perasaan) anda (1 kor 14:14). Itu adalah awalan yang baik untuk bernubuat saat mungkin hati anda lagi galau. Dengan BR, mungkin saja roh berdoa dan sedang berperang mengatasi kegalauan anda. Dan saat semua itu selesai, maka Roh Kudus akan mengilhamkan anda mengenai nubuatan-nubuatan yang harus anda sampaikan.
Bahasa roh sebagai senjata rahasia orang percaya
Salah satu hal luar biasa yang disepelekan gereja akhir-akhir ini adalah bahasa roh, bahkan bagi golongan karismatik sekalipun.
Bahasa roh (selanjutnya disebut "BR") bukanlah sebuah aksesoris dalam gereja. Bahkan bukan untuk menunjukkan level kerohanian seseorang. Bagi banyak orang, BR adalah aksesoris dalam pujian penyembahan. Atau bumbu pelengkap dalam doa. Jika suatu doa tidak diawali dengan BR, maka terasa hambar. Kita akan kehilangan makna sesungguhnya BR jika kita tidak mengerti kuasa dahsyat didalamnya.
BR adalah senjata rahasia dari Allah. Tidak ada satupun manusia yang dapat mengerti, bahkan iblis pun tidak mengerti (1 kor 14:2). Dalam BR, roh kita mengucapkan pesan-pesan rahasia pada Allah.
Pesan rahasia apa itu? Saya pun tidak tahu. Roma 8:26-27 berkata bahwa kita tidak tahu bagaiman seharusnya berdoa. Apa artinya ini? Kita bisa saja salah berdoa karena ketidakmengertian kita akan firman. Dan dengan BR, Roh Kudus menginspirasi roh kita untuk berdoa dengan tepat seperti apa yang Tuhan mau. Doa-doa dengan kedagingan tidak akan menyentuh Allah, karena Allah cuma bisa digapai dalam roh ("r" kecil) dan kebenaran (yohanes 4:24).
Karena BR adalah senjata rahasia Allah, maka iblis pun tidak mengerti. Jika anda berbahasa manusia, iblis mengerti. Dengan BR, iblis secara tidak sadar "terluka" dan "kesakitan". Dia tidak tau mengapa dia sakit. Karena dia "tidak dapat melihat" senjata rahasia itu. Yang dia tahu cuma ada orang percaya yang sedang memakai senjata rahasia untuk menyerang dia.
Bahasa roh (selanjutnya disebut "BR") bukanlah sebuah aksesoris dalam gereja. Bahkan bukan untuk menunjukkan level kerohanian seseorang. Bagi banyak orang, BR adalah aksesoris dalam pujian penyembahan. Atau bumbu pelengkap dalam doa. Jika suatu doa tidak diawali dengan BR, maka terasa hambar. Kita akan kehilangan makna sesungguhnya BR jika kita tidak mengerti kuasa dahsyat didalamnya.
BR adalah senjata rahasia dari Allah. Tidak ada satupun manusia yang dapat mengerti, bahkan iblis pun tidak mengerti (1 kor 14:2). Dalam BR, roh kita mengucapkan pesan-pesan rahasia pada Allah.
Pesan rahasia apa itu? Saya pun tidak tahu. Roma 8:26-27 berkata bahwa kita tidak tahu bagaiman seharusnya berdoa. Apa artinya ini? Kita bisa saja salah berdoa karena ketidakmengertian kita akan firman. Dan dengan BR, Roh Kudus menginspirasi roh kita untuk berdoa dengan tepat seperti apa yang Tuhan mau. Doa-doa dengan kedagingan tidak akan menyentuh Allah, karena Allah cuma bisa digapai dalam roh ("r" kecil) dan kebenaran (yohanes 4:24).
Karena BR adalah senjata rahasia Allah, maka iblis pun tidak mengerti. Jika anda berbahasa manusia, iblis mengerti. Dengan BR, iblis secara tidak sadar "terluka" dan "kesakitan". Dia tidak tau mengapa dia sakit. Karena dia "tidak dapat melihat" senjata rahasia itu. Yang dia tahu cuma ada orang percaya yang sedang memakai senjata rahasia untuk menyerang dia.
Minggu, 26 Juli 2009
BAPTISAN ROH KUDUS

Dalam yoh 3 diceritakan tentang percakapan antara nikodemus dan Tuhan Yesus. Salah satu ayat disana mengatakan seperti ini :
Yoh 3:5 Jawab Yesus: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan dari air dan Roh, ia tidak dapat masuk ke dalam Kerajaan Allah.
Yoh 3:6 Apa yang dilahirkan dari daging, adalah daging, dan apa yang dilahirkan dari Roh, adalah roh.
Yoh 3:7 Janganlah engkau heran, karena Aku berkata kepadamu: Kamu harus dilahirkan kembali.
Kita tidak akan banyak membahas soal dilahirkan dari air, tetapi yang akan dibahas adalah soal dilahirkan oleh Roh.
Dalam Yoh 1:12-13 dikatakan bahwa untuk menjadi anak-anak Allah kita harus lahir dari Allah. lalu bagaimana caranya dilahirkan dari Allah. disinilah peran Roh Kudus dimainkan. Sesuai yoh 3:5 tadi kita harus dilahirkan oleh Roh. Karena Roh Kudus juga adalah Allah. dalam Yoh 16:14 Yesus menunjukkan bahwa Ia menyingkapkan diri-Nya hanya melalui sarana Roh Kudus. Roh Kudus membuat kita “menjadi lebih mudah” dalam menjalani proses serupa dengan Allah. dalam Yoh 3:5 dibedakan antara dilahirkan dari air dan dari Roh. Dilahirkan dari air secara harafiah berarti dibasuh dan disucikan. dan dilahirkan secara Roh bisa berarti baptisan Roh Kudus. Baptisan air dan baptisan Roh kudus adalah sesuatu yang berbeda walaupun bisa terjadi secara bersamaan. Kita akan coba melihat beberapa kasus dimana baptisan air dan baptisan Roh Kudus tidak terjadi secara bersamaan.
Dalam luk 10:20 dikisahkan setelah ketujuhpuluh murid Tuhan pulang dari memberitakan injil, Yesus mengakui bahwa mereka telah menerima hidup kekal (kecuali Yudas Iskariot tentunya). Tetapi dalam Kis 1:4-5 dikatakan bahwa Tuhan Yesus menyuruh mereka menunggu di Yesusalem sampai mereka dibaptis oleh Roh Kudus. Jadi jelas bahwa para murid belum menerima baptisan Roh Kudus saat itu walaupun mereka sudah lahir baru dan mendapat kepastian hidup kekal.
Kasus lainnya terdapat dalam Kis 8:5-13, dikatakan bahwa orang-orang di efesus mendengar pekabaran injil dari Filipus dan mereka memberi diri mereka untuk dibaptis dan bertobat. Tetapi dalam ayat sesudahnya yaitu Kis 8:14-17 dikatakan bahwa mereka belum dibaptis oleh Roh Kudus, sehingga Petrus dan Yohanes perlu berdoa agar mereka dipenuhi dan dibaptis dengan Roh Kudus. Baru Roh Kudus turun ke atas mereka satu per satu.
Kasus lainnya terlihat dari pertobatan Paulus, dalam kis 9:5-17. Kita bisa bilang Paulus bertobat adalah saat dia melihat Tuhan Yesus lewat penampakan ilahi. Dia harus menunggu 3 hari lamanya baru datang Ananias mendoakan agar dia dipenuhi oleh Roh Kudus. Saat inilah baru dia menerima baptisan Roh Kudus.
Contoh lainnya dari kis 19:1-7. Dikatakan bahwa Paulus mengunjungi jemaat di Efesus yang “hanya” berjumlah 12 orang, padahal Efesus adalah kota yang padat penduduknya, walaupun sebagian besar penyembah berhala. Lalu Paulus bertanya apakah jemaat di Efesus sudah menerima Roh Kudus saat mereka percaya (baca: bertobat) atau saat dibaptis (mungkin Paulus heran dan bertanya-tanya mengapa di kota sebesar Efesus “hanya” ada 12 orang percaya). Dan mereka bilang belum. Baru kemudian Paulus berdoa agar Roh Kudus turun atas mereka. Kemudian saat ini kita bisa tahu bahwa Efesus adalah suatu gereja terkenal yang memasyurkan nama Yesus di seluruh Asia kecil. Hal ini dimulai dari baptisan Roh Kudus.
Kita bisa lihat dari contoh tadi bahwa kelahiran baru dan baptisan Roh Kudus adalah sesuatu yang berlainan. Kelahiran baru memberi kita hidup kekal, sedangkan baptisan Roh Kudus memberi kita suatu kuasa Allah untuk memberitakan Kristus. Orang Kristen lemah dan lesu saat ini adalah salah satu akibat dari belum menerima baptisan Roh Kudus. Dalam perjanjian lama, Roh Kudus hanya dicurahkan pada beberapa orang khusus saja, seperti raja, imam, hakim, nabi, dan orang yang telah dipilih-Nya secara khusus. Tetapi sejak pentakosta, Allah mencurahkan Roh Kudus pada semua orang yang meminta pada-Nya. Hal ini sesuai ramalan Yoel 2:28-29. Petrus sendiri yang membenarkan ramalan ini.
Lalu gejala apa yang muncul ketika Roh Kudus telah diterima?
Ada sesuatu yang menarik bisa diambil dari peristiwa pentakosta. Sebelum Tuhan Yesus naik ke surga, Tuhan menyuruh para murid tinggal di Yerusalem menantikan Roh Kudus turun atas mereka (dikatakan dalam kis 1:4 bahwa itu adalah janji Bapa), baru kemudian mereka boleh keluar dari Yerusalem. Mereka menanti tanpa suatu kepastian kapan waktu / hari / tanggal Roh Kudus turun. Kemudian pentakosta terjadi, baru mereka memberitakan firman Tuhan. Secara logika kita berpikir bahwa bagaimana caranya mereka yakin bahwa itu adalah janji Tuhan itu (baca: turunnya Roh Kudus). padahal Tuhan Yesus yang sangat mereka andalkan untuk meyakinkan mereka akan firman Tuhan sudah tidak ada. Juga tidak ada pengalaman di perjanjian lama yang mengisahkan tentang baptisan Roh Kudus. Jadi mereka tidak tahu apa ciri-ciri baptisan Roh Kudus. Tapi mengapa mereka bisa sangat yakin bahwa mereka telah dibaptis oleh Roh Kudus? Itu karena kepenuhan Roh Kudus telah mencakup bukan hanya pengalaman lahiriah, tetapi juga suatu kepastian batiniah. Dalam kis 2:14-18 Petrus sendiri telah mengakuinya. jadi, baptisan Roh Kudus adalah bukan sesuatu yang abstrak dan kita hanya seperti percaya saja sudah dibaptis Roh Kudus tanpa ada sesuatu yang terjadi pada kita (baca: tidak terlihat oleh mata jasmani kita atau tidak dirasakan oleh tubuh jasmani kita). Baptisan Roh Kudus bisa dirasakan oleh jasmani kita juga. jadi ada tanda-tanda lahiriah bahwa seseorang telah dibaptis oleh Roh Kudus. tidak percaya? Buktikan sendiri. saya sudah buktikan.
Ada kisah yang menarik juga dalam kis 8:4-25 dikisahkan bahwa terjadi pertobatan besar-besaran di Samaria. Lalu ada juga seorang mantan penyihir bernama Simon yang bertobat. Dia takjub akan mujizat yang dilakukan oleh Filipus. Lalu kemudian datang Petrus dan Yohanes lalu mereka berdua menumpangkan tangan atas orang Samaria supaya beroleh Roh Kudus. Kemudian Simon berniat membeli karunia Allah itu dengan uang, tetapi Petrus menegornya dengan keras. Hal menariknya adalah bahwa mengapa Simon tidak datang juga pada Filipus lalu menawarkan uang agar dia bisa mendapat karunia melakukan mujizat seperti yang Filipus lakukan? Tetapi baru ketika Petrus dan Yohanes datang dan menumpangkan tangan ke atas orang Samaria baru Simon menawarkan uang. jawabannya adalah karena Simon melihat sendiri dengan mata jasmani bahwa telah terjadi Baptisan Roh Kudus. Jika Simon tidak melihat dengan mata jasmani efek nyata dari baptisan Roh Kudus atau dengan kata lain baptisan Roh Kudus tidak memberi suatu kesan dan hanya lewat begitu saja tanpa ada suatu bukti nyata maka mana mungkin Simon mau membeli karunia Allah ini. jadi baptisan Roh Kudus mempunyai suatu bukti nyata yang bisa dilihat oleh mata jasmani.
Kasus lainnya bisa kita lihat dari peristiwa Kornelius di kis 10. Dimana Roh kudus dicurahkan pada seorang kafir bernama Kornelius beserta keluarganya. Orang-orang percaya yang ada saat itu masih memegang prinsip bahwa karunia baptisan Roh Kudus hanya dicurahkan bagi orang-orang bersunat, begitu juga awalnya dengan Petrus (sampai dia menerima penglihatan tentang makanan haram yang disuruh Tuhan untuk dimakan). Mereka terus memegang prinsip itu. tetapi prinsip itu berubah ketika mereka melihat Roh Kudus juga tercurah bagi bangsa-bangsa lain. Jika baptisan Roh Kudus tidak menimbulkan efek yang bisa dilihat dengan mata jasmani, maka bagaimana mungkin mereka bisa percaya bahwa Roh Kudus sudah tercurah atas bangsa kafir itu? itu salah satu bukti yang tidak dapat kita sangkal lagi.
Bukti bahwa seseorang telah dibaptis dengan Roh Kudus bisa dilihat dari kehidupan rohaninya setiap harinya. Orang itu akan terlihat lebih bersemangat dalam melayani Tuhan dan hidupnya tidak lesu lagi. Keselamatan diterima melalui kelahiran baru, tetapi wibawa dan kuasa hanya dapat diterima bila kita menerima kepenuhan Roh Kudus setelah percaya. bukti alkitab yang sangat nyata jika seseorang sudah dibaptis oleh Roh Kudus adalah bahasa lidah. Ini adalah tanda awal seseorang telah dibaptis oleh Roh Kudus. Bagaimana ini bisa jadi bukti awal? Silakan baca sendiri di Kisah Para Rasul tentang peristiwa-peristiwa pencurahan Roh Kudus. Jadi bahasa lidah / roh bisa menjadi suatu bukti seseorang telah dibaptis dengan Roh Kudus. Lalu jika ada yang coba meniru-niru bahasa lidah sehingga seperti telah dibaptis oleh Roh Kudus bagaimana? Orang yang sudah merasakan sendiri dibaptis oleh Roh Kudus biasanya bisa membedakan mana bahasa lidah yang dibuat-buat atau mana bahasa lidah yang berasal dari Roh Kudus. Atau orang yang mempunyai karunia menafsirkan bahasa roh dan karunia membedakan berbagai macam roh bisa membedakan hal ini. atau kita bisa juga lihat dari buahnya setelah menerima baptisan Roh Kudus.
Jika kita ingin lebih dalam lagi mengenal Tuhan dan hidup dengan dipimpin oleh Roh Kudus hari demi hari, baptisan Roh Kudus adalah sesuatu yang sangat penting untuk dilakukan. Bahkan bila perlu diadakan suatu ibadah khusus tentang hal ini karena baptisan Roh Kudus adalah suatu yang penting dalam gereja. Go Get Glory!
Gogetglory.co.cc
Disadur oleh penulis dari buku “Roh kudus, adimitra saya” karya Paul Yonggi Cho.
Kamis, 30 April 2009
Nama dan lambang Roh Kudus (bagian 2)
Sekarang kita akan bahas sedikit tentang lambang-lambang dari Roh Kudus yang disebutkan di Alkitab.
1. Air
Yoh 7:38-29 Barangsiapa percaya kepada-Ku, seperti yang dikatakan oleh Kitab Suci: Dari dalam hatinya akan mengalir aliran-aliran air hidup." Yang dimaksudkan-Nya ialah Roh yang akan diterima oleh mereka yang percaya kepada-Nya; sebab Roh itu belum datang, karena Yesus belum dimuliakan.
Roh Kudus dilambangkan seperti air. Mengapa bisa demikian? Kita akan belajar bersama tentang hal ini. Air memiliki peran yang sangat penting dalam hidup manusia. Kita tidak akan bisa hidup tanpa air. (1Kr 12:13 Sebab dalam satu Roh kita semua, baik orang Yahudi, maupun orang Yunani, baik budak, maupun orang merdeka, telah dibaptis menjadi satu tubuh dan kita semua diberi minum dari satu Roh.) jadi Roh Kudus adalah “sumber” air minum kita.
Air juga berperan dalam membersihkan tubuh kita. Jadi hati kita dibersihkan oleh Roh Kudus (Tit 3:5 pada waktu itu Dia telah menyelamatkan kita, bukan karena perbuatan baik yang telah kita lakukan, tetapi karena rahmat-Nya oleh permandian kelahiran kembali dan oleh pembaharuan yang dikerjakan oleh Roh Kudus). Kehidupan rohani kita akan selalu dibersihkan oleh Roh Kudus. Kita akan dibersihkan dari dosa dan akan dibaharui roh kita.
Air yang berlebihan juga bisa membinasakan manusia, seperti banjir dan tsunami. Demikian juga dengan Roh Kudus. Roh Kudus mampu menghakimi orang yang tidak taat pada-Nya, seperti kasus Ananias dan safira.
2. Api
Mat 3:11 Aku membaptis kamu dengan air sebagai tanda pertobatan, tetapi Ia yang datang kemudian dari padaku lebih berkuasa dari padaku dan aku tidak layak melepaskan kasut-Nya. Ia akan membaptiskan kamu dengan Roh Kudus dan dengan api.
Roh Kudus dilambangkan dengan api karena , pertama, dalam perjanjian lama hadirat Allah muncul dalam bentuk api. Musa menjumpai Allah ketika ia sedang melihat semak duri yang menyala (kel 3: 1-5). Lalu para murid menerima Roh Kudus pertama kali dalam bentuk nyala api (kisah 2: 2-3). Kedua, api membakar habis semua hal yang tidak dibutuhkan. Termasuk dosa kita ( ibr 12:29 dan yer 23:29). Semua ini dilakukan agar kita tampil kudus di hadapan Tuhan. Ketiga, api memberikan pada kita terang dalam kehidupan. Roh Kudus menyinari kita dengan terang agar bisa menjalani hidup dengan baik. Keempat, api melambangkan semangat adikodrati. Keberadaan Roh Kudus dalam hati kita membuat kita bersemangat untuk melayani Tuhan. Kelima, api melambangkan kuasa. Jadi Roh Kudus memberikan kita kuasa dari sorga untuk menjalankan perintah Tuhan.
3. Angin
Roh Kudus disamakan dengan angin karena berbagi alasan. Pertama, angin berada di seluruh daerah di bumi. Sama seperti Roh Kudus yang berada di semua tempat. Kedua, angin selalu bergerak dari tekanan tinggi ke tekanan rendah. Roh Kudus juga mengalir ke tempat-tempat dimana banyak terjadi keputusasaan dan dukacita. Ketiga, angin bergerak semaunya. Begitu juga dengan Roh Kudus, kita tidak bisa mengatur Roh Kudus seenak hati kita tetapi kita ynag harus bergerak sesuai gerak Roh Kudus. Keempat, angin member kesegaran. Keberadaan Roh Kudus juga bagai aliran angin yang sejuk bagi jiwa kita. Dia memberikan kita semangat dan tenaga baru.
4. Minyak
1Sam 16:13 Samuel mengambil tabung tanduk yang berisi minyak itu dan mengurapi Daud di tengah-tengah saudara-saudaranya. Sejak hari itu dan seterusnya berkuasalah Roh TUHAN atas Daud. Lalu berangkatlah Samuel menuju Rama.
Minyak dalam perjanjian lama berarti bahwa segala sesuatu yang diurapi minyak adalah sesuatu yang diasingkan untuk Allah. Mulai dari raja Israel, kemah tempat tabut Allah (kel 30: 25-30), Harun dan putra-putranya (kel 30:30), nabi (1 Raja 19:16). Lalu minyak juga diperlukan untuk menyalakan tujuh kaki dian dalam kemah sembayang Allah. Demikian juga Roh Kudus, dunia Rohani disngkapkan oleh Dia. Minyak juga mencegah kerusakan dan kemacetan antara bagian-bagian yang bergerak. Roh Kudus bagai “pelumas” untuk mencegah perpecahan gereja.
5. Hujan
Mzm 72:6 Kiranya ia seperti hujan yang turun ke atas padang rumput, seperti dirus hujan yang menggenangi bumi!
Tanpa hujan bumi akan kering dan tidak akan menghasilkan buah. Begitu juga dengan kita. Tahun 300-600an adalah jaman dimana kerja Roh Kudus diabaikan. Akibatnya gereja mengalami stagnasi besar-besaran. Baru pada tahun 1900an karya Roh Kudus mulai dihidupkan kembali hingga saat ini.
6. Merpati
Yoh 1:32 Dan Yohanes memberi kesaksian, katanya: "Aku telah melihat Roh turun dari langit seperti merpati, dan Ia tinggal di atas-Nya.
Alasan pertama Roh Kudus dilambangkan seperti merpati adalah merpati dilambangkan sebagai lambang perdamaian, sama halnya denga Roh Kudus. Dalam kej 8 dikisahkan bahwa Nuh memastikan bahwa air bah sudah surut dengan menerbangkan merpati. Air bah adalah lambang murka Allah saat itu. Jika kita sudah menerima Yesus sebagai Tuhan, kita akan menerima Roh Kudus yang adalah bukti pendamaian Allah dengan kita. Kedua, merpati adalah lambang kelemahlembutan dan kerendahan hati. Lalu ketiga, merpati adalah makhluk yang “tidak berdosa” karena tidak memangsa makhluk lainnya. Lalu yang terakhir adalah Roh Kudus mudah didukacitakan sama seperti merpati yang mudah terkejut.
7. Anggur
Sama seperti anggur, orang yang telah kepenuhan Roh Kudus mengalami sukacita yang besar dalam hati kita seperti orang yang sedang mabuk. Orang yang mabuk dengan anggur memiliki keberanian yang luar biasa. Jika kita dipenuhi Roh Kudus maka kita akan memiliki keberanian untuk memberitakan injil. Tetapi jika mabuk berefek tidak baik, maka kepenuhan Roh Kudus memberikan efek yang menyempurnakan.
8. Meterai
Efe 1:13 Di dalam Dia kamu juga--karena kamu telah mendengar firman kebenaran, yaitu Injil keselamatanmu--di dalam Dia kamu juga, ketika kamu percaya, dimeteraikan dengan Roh Kudus, yang dijanjikan-Nya itu.
Sesuatu yang dicap meterai tidak boleh digunakan seenaknya oleh orang yang tidak berwenang. Itu artinya kita yang telah dimeterai oleh Roh Kudus tidak bisa dicobai seenaknya oleh iblis, tetapi harus seijin Tuhan. Lalu pemeteraian berarti wewenang. Dengan adanya Roh Kudus kita diberi wewenang untuk memakai kuasa Allah dalam diri kita. Murid-murid baru dapat melakukan tanda mujizat setelah Roh Kudus turun atas mereka (kisah 1:8).
9. Jaminan
2Kor 1:22 memeteraikan tanda milik-Nya atas kita dan yang memberikan Roh Kudus di dalam hati kita sebagai jaminan dari semua yang telah disediakan untuk kita.
Salah satu kerjaan iblis adalah terus mendakwa kita bahwa kita berdosa dan pasti masuk neraka. Dengan adanya Roh Kudus, kita dijamin akan masuk surga. Jaminan memberikan rasa aman dan nyaman bagi yang memilikinya. Sama seperti kita yang belum pernah melihat sorga, tapi dengan adanya jaminan Roh Kudus, kita sudah merasa nyaman dan aman saat ini. Tapi tentunya kita harus menjaga jaminan itu dengan baik.
GO GET GLORY!
*Disadur oleh penulis dari buku “Roh kudus, adimitra saya” karya Paul Yonggi Cho.
1. Air
Yoh 7:38-29 Barangsiapa percaya kepada-Ku, seperti yang dikatakan oleh Kitab Suci: Dari dalam hatinya akan mengalir aliran-aliran air hidup." Yang dimaksudkan-Nya ialah Roh yang akan diterima oleh mereka yang percaya kepada-Nya; sebab Roh itu belum datang, karena Yesus belum dimuliakan.
Roh Kudus dilambangkan seperti air. Mengapa bisa demikian? Kita akan belajar bersama tentang hal ini. Air memiliki peran yang sangat penting dalam hidup manusia. Kita tidak akan bisa hidup tanpa air. (1Kr 12:13 Sebab dalam satu Roh kita semua, baik orang Yahudi, maupun orang Yunani, baik budak, maupun orang merdeka, telah dibaptis menjadi satu tubuh dan kita semua diberi minum dari satu Roh.) jadi Roh Kudus adalah “sumber” air minum kita.
Air juga berperan dalam membersihkan tubuh kita. Jadi hati kita dibersihkan oleh Roh Kudus (Tit 3:5 pada waktu itu Dia telah menyelamatkan kita, bukan karena perbuatan baik yang telah kita lakukan, tetapi karena rahmat-Nya oleh permandian kelahiran kembali dan oleh pembaharuan yang dikerjakan oleh Roh Kudus). Kehidupan rohani kita akan selalu dibersihkan oleh Roh Kudus. Kita akan dibersihkan dari dosa dan akan dibaharui roh kita.
Air yang berlebihan juga bisa membinasakan manusia, seperti banjir dan tsunami. Demikian juga dengan Roh Kudus. Roh Kudus mampu menghakimi orang yang tidak taat pada-Nya, seperti kasus Ananias dan safira.
2. Api
Mat 3:11 Aku membaptis kamu dengan air sebagai tanda pertobatan, tetapi Ia yang datang kemudian dari padaku lebih berkuasa dari padaku dan aku tidak layak melepaskan kasut-Nya. Ia akan membaptiskan kamu dengan Roh Kudus dan dengan api.
Roh Kudus dilambangkan dengan api karena , pertama, dalam perjanjian lama hadirat Allah muncul dalam bentuk api. Musa menjumpai Allah ketika ia sedang melihat semak duri yang menyala (kel 3: 1-5). Lalu para murid menerima Roh Kudus pertama kali dalam bentuk nyala api (kisah 2: 2-3). Kedua, api membakar habis semua hal yang tidak dibutuhkan. Termasuk dosa kita ( ibr 12:29 dan yer 23:29). Semua ini dilakukan agar kita tampil kudus di hadapan Tuhan. Ketiga, api memberikan pada kita terang dalam kehidupan. Roh Kudus menyinari kita dengan terang agar bisa menjalani hidup dengan baik. Keempat, api melambangkan semangat adikodrati. Keberadaan Roh Kudus dalam hati kita membuat kita bersemangat untuk melayani Tuhan. Kelima, api melambangkan kuasa. Jadi Roh Kudus memberikan kita kuasa dari sorga untuk menjalankan perintah Tuhan.
3. Angin
Roh Kudus disamakan dengan angin karena berbagi alasan. Pertama, angin berada di seluruh daerah di bumi. Sama seperti Roh Kudus yang berada di semua tempat. Kedua, angin selalu bergerak dari tekanan tinggi ke tekanan rendah. Roh Kudus juga mengalir ke tempat-tempat dimana banyak terjadi keputusasaan dan dukacita. Ketiga, angin bergerak semaunya. Begitu juga dengan Roh Kudus, kita tidak bisa mengatur Roh Kudus seenak hati kita tetapi kita ynag harus bergerak sesuai gerak Roh Kudus. Keempat, angin member kesegaran. Keberadaan Roh Kudus juga bagai aliran angin yang sejuk bagi jiwa kita. Dia memberikan kita semangat dan tenaga baru.
4. Minyak
1Sam 16:13 Samuel mengambil tabung tanduk yang berisi minyak itu dan mengurapi Daud di tengah-tengah saudara-saudaranya. Sejak hari itu dan seterusnya berkuasalah Roh TUHAN atas Daud. Lalu berangkatlah Samuel menuju Rama.
Minyak dalam perjanjian lama berarti bahwa segala sesuatu yang diurapi minyak adalah sesuatu yang diasingkan untuk Allah. Mulai dari raja Israel, kemah tempat tabut Allah (kel 30: 25-30), Harun dan putra-putranya (kel 30:30), nabi (1 Raja 19:16). Lalu minyak juga diperlukan untuk menyalakan tujuh kaki dian dalam kemah sembayang Allah. Demikian juga Roh Kudus, dunia Rohani disngkapkan oleh Dia. Minyak juga mencegah kerusakan dan kemacetan antara bagian-bagian yang bergerak. Roh Kudus bagai “pelumas” untuk mencegah perpecahan gereja.
5. Hujan
Mzm 72:6 Kiranya ia seperti hujan yang turun ke atas padang rumput, seperti dirus hujan yang menggenangi bumi!
Tanpa hujan bumi akan kering dan tidak akan menghasilkan buah. Begitu juga dengan kita. Tahun 300-600an adalah jaman dimana kerja Roh Kudus diabaikan. Akibatnya gereja mengalami stagnasi besar-besaran. Baru pada tahun 1900an karya Roh Kudus mulai dihidupkan kembali hingga saat ini.
6. Merpati
Yoh 1:32 Dan Yohanes memberi kesaksian, katanya: "Aku telah melihat Roh turun dari langit seperti merpati, dan Ia tinggal di atas-Nya.
Alasan pertama Roh Kudus dilambangkan seperti merpati adalah merpati dilambangkan sebagai lambang perdamaian, sama halnya denga Roh Kudus. Dalam kej 8 dikisahkan bahwa Nuh memastikan bahwa air bah sudah surut dengan menerbangkan merpati. Air bah adalah lambang murka Allah saat itu. Jika kita sudah menerima Yesus sebagai Tuhan, kita akan menerima Roh Kudus yang adalah bukti pendamaian Allah dengan kita. Kedua, merpati adalah lambang kelemahlembutan dan kerendahan hati. Lalu ketiga, merpati adalah makhluk yang “tidak berdosa” karena tidak memangsa makhluk lainnya. Lalu yang terakhir adalah Roh Kudus mudah didukacitakan sama seperti merpati yang mudah terkejut.
7. Anggur
Sama seperti anggur, orang yang telah kepenuhan Roh Kudus mengalami sukacita yang besar dalam hati kita seperti orang yang sedang mabuk. Orang yang mabuk dengan anggur memiliki keberanian yang luar biasa. Jika kita dipenuhi Roh Kudus maka kita akan memiliki keberanian untuk memberitakan injil. Tetapi jika mabuk berefek tidak baik, maka kepenuhan Roh Kudus memberikan efek yang menyempurnakan.
8. Meterai
Efe 1:13 Di dalam Dia kamu juga--karena kamu telah mendengar firman kebenaran, yaitu Injil keselamatanmu--di dalam Dia kamu juga, ketika kamu percaya, dimeteraikan dengan Roh Kudus, yang dijanjikan-Nya itu.
Sesuatu yang dicap meterai tidak boleh digunakan seenaknya oleh orang yang tidak berwenang. Itu artinya kita yang telah dimeterai oleh Roh Kudus tidak bisa dicobai seenaknya oleh iblis, tetapi harus seijin Tuhan. Lalu pemeteraian berarti wewenang. Dengan adanya Roh Kudus kita diberi wewenang untuk memakai kuasa Allah dalam diri kita. Murid-murid baru dapat melakukan tanda mujizat setelah Roh Kudus turun atas mereka (kisah 1:8).
9. Jaminan
2Kor 1:22 memeteraikan tanda milik-Nya atas kita dan yang memberikan Roh Kudus di dalam hati kita sebagai jaminan dari semua yang telah disediakan untuk kita.
Salah satu kerjaan iblis adalah terus mendakwa kita bahwa kita berdosa dan pasti masuk neraka. Dengan adanya Roh Kudus, kita dijamin akan masuk surga. Jaminan memberikan rasa aman dan nyaman bagi yang memilikinya. Sama seperti kita yang belum pernah melihat sorga, tapi dengan adanya jaminan Roh Kudus, kita sudah merasa nyaman dan aman saat ini. Tapi tentunya kita harus menjaga jaminan itu dengan baik.
GO GET GLORY!
*Disadur oleh penulis dari buku “Roh kudus, adimitra saya” karya Paul Yonggi Cho.
Nama dan Lambang Roh Kudus (bagian 1)
Alkitab menyebut 4 nama penting dari Roh Kudus, yaitu : Roh Kudus, Roh Allah, Roh Kristus, Penghibur. Juga ada beberapa lambang dari Roh Kudus, yaitu : air, api, angin, minyak, hujan, merpati, anggur, meterai, jaminan. Kita akan bahas sedikit satu-persatu.
1. Roh Kudus
1Tes 4:7-8: Allah memanggil kita bukan untuk melakukan apa yang cemar, melainkan apa yang kudus. Karena itu siapa yang menolak ini bukanlah menolak manusia, melainkan menolak Allah yang telah memberikan juga Roh-Nya yang kudus kepada kamu.
Dari ayat di atas kita belajar bahwa Roh Kudus adalah lambang dari kekudusan dan kesucian orang percaya. Roh kesucian inilah yang membedakan kita dari dunia.
3. Roh Allah
Efe 4:30 Dan janganlah kamu mendukakan Roh Kudus Allah, yang telah memeteraikan kamu menjelang hari penyelamatan.
Beberapa ayat yang mengatakan bahwa Roh Kudus adalah Roh Allah terdapat di kej 1: 2 dan 1 kor :11. Roh Kudus juga disebut Roh Allah karena Ia diutus oleh Allah sendiri (yoh 15: 26).
3.Roh Kristus
Rom 8:9 Tetapi kamu tidak hidup dalam daging, melainkan dalam Roh, jika memang Roh Allah diam di dalam kamu. Tetapi jika orang tidak memiliki Roh Kristus, ia bukan milik Kristus.
Roh Kudus sama dengan Roh Kristus. Seringkali ada suatu ajaran yang mengatakan bahwa kita mendapat Roh Kristus ketika sudah lahir baru dan mendapat Roh Kudus ketika dibaptis oleh Roh Kudus. Jika memang demikian, kenapa kita tidak meminta sekalian Roh Bapa? Ini adalah ajaran yang salah yang tidak mengerti tentang konsep Tritunggal Allah, dimana ketiga pribadi adalah sama dan setara.
4. Penghibur
Yoh 15:26 Jikalau Penghibur yang akan Kuutus dari Bapa datang, yaitu Roh Kebenaran yang keluar dari Bapa, Ia akan bersaksi tentang Aku.
Konsep penghibur disini adalah adalah suatu pribadi yang memberikan penghiburan dan dipanggil berdiri di sisi orang yang mengalami kesulitan. Ia memberikan nasihat, membujuk, memberi semangat, dan menguatkan sehingga orang tersebut menjadi seorang pemenang.
Yoh 14:16 Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya,
Maksud “penolong yang lain” disini adalah Roh Kudus itu sendiri, dimana Yesus adalah penolong yang pertama. Dalam Yoh 14:18 dikatakan : Aku tidak akan meninggalkan kamu sebagai yatim piatu. Aku datang kembali kepadamu. Tuhan Yesus akan datang kembali dalam rupa Roh Kudus, karena Tuhan Yesus dan Roh Kudus adalah sama.
GO GET GLORY!
*Disadur oleh penulis dari buku “Roh kudus, adimitra saya” karya Paul Yonggi Cho.
1. Roh Kudus
1Tes 4:7-8: Allah memanggil kita bukan untuk melakukan apa yang cemar, melainkan apa yang kudus. Karena itu siapa yang menolak ini bukanlah menolak manusia, melainkan menolak Allah yang telah memberikan juga Roh-Nya yang kudus kepada kamu.
Dari ayat di atas kita belajar bahwa Roh Kudus adalah lambang dari kekudusan dan kesucian orang percaya. Roh kesucian inilah yang membedakan kita dari dunia.
3. Roh Allah
Efe 4:30 Dan janganlah kamu mendukakan Roh Kudus Allah, yang telah memeteraikan kamu menjelang hari penyelamatan.
Beberapa ayat yang mengatakan bahwa Roh Kudus adalah Roh Allah terdapat di kej 1: 2 dan 1 kor :11. Roh Kudus juga disebut Roh Allah karena Ia diutus oleh Allah sendiri (yoh 15: 26).
3.Roh Kristus
Rom 8:9 Tetapi kamu tidak hidup dalam daging, melainkan dalam Roh, jika memang Roh Allah diam di dalam kamu. Tetapi jika orang tidak memiliki Roh Kristus, ia bukan milik Kristus.
Roh Kudus sama dengan Roh Kristus. Seringkali ada suatu ajaran yang mengatakan bahwa kita mendapat Roh Kristus ketika sudah lahir baru dan mendapat Roh Kudus ketika dibaptis oleh Roh Kudus. Jika memang demikian, kenapa kita tidak meminta sekalian Roh Bapa? Ini adalah ajaran yang salah yang tidak mengerti tentang konsep Tritunggal Allah, dimana ketiga pribadi adalah sama dan setara.
4. Penghibur
Yoh 15:26 Jikalau Penghibur yang akan Kuutus dari Bapa datang, yaitu Roh Kebenaran yang keluar dari Bapa, Ia akan bersaksi tentang Aku.
Konsep penghibur disini adalah adalah suatu pribadi yang memberikan penghiburan dan dipanggil berdiri di sisi orang yang mengalami kesulitan. Ia memberikan nasihat, membujuk, memberi semangat, dan menguatkan sehingga orang tersebut menjadi seorang pemenang.
Yoh 14:16 Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya,
Maksud “penolong yang lain” disini adalah Roh Kudus itu sendiri, dimana Yesus adalah penolong yang pertama. Dalam Yoh 14:18 dikatakan : Aku tidak akan meninggalkan kamu sebagai yatim piatu. Aku datang kembali kepadamu. Tuhan Yesus akan datang kembali dalam rupa Roh Kudus, karena Tuhan Yesus dan Roh Kudus adalah sama.
GO GET GLORY!
*Disadur oleh penulis dari buku “Roh kudus, adimitra saya” karya Paul Yonggi Cho.
Kamis, 16 April 2009
Pentingnya persekutuan dengan Roh Kudus (bagian 2).
Arti lain dari “persekutuan” adalah turut bekerja sama dalam suatu kemitraan. Roh Kudus diutus ke dunia ini untuk turut bekerja sama dengan orang-orang percaya dalam suatu kemitraan kudus.
Yoh 15:26 Jikalau Penghibur yang akan Kuutus dari Bapa datang, yaitu Roh Kebenaran yang keluar dari Bapa, Ia akan bersaksi tentang Aku.
Yoh 15:27 Tetapi kamu juga harus bersaksi, karena kamu dari semula bersama-sama dengan Aku."
Disini disebutkan, bahwa awalnya Roh Kudus yang akan bersaksi tentang Dia, lalu kita juga diharuskan untuk turut bersaksi juga. Dengan kata lain kita harus “berpartner” dengan Roh Kudus. Jika banyak kegiatan penginjilan yang buntu, salah satu alasannya bisa jadi karena kita sudah tidak “berpartner” lagi dengan Roh Kudus.
Kis 5:32 Dan kami adalah saksi dari segala sesuatu itu, kami dan Roh Kudus, yang dikaruniakan Allah kepada semua orang yang mentaati Dia."
(Disitu Petrus menyadari benar karya Roh Kudus yang turut bekerja dalam pelayannya. Tuhan Yesus memulai pekerjaan-Nya di bumi secara resmi setelah menerima Roh Kudus saat dibaptis oleh Yohanes. Tuhan Yesus saja mulai bekerja setelah menerima Roh Kudus, lalu bagaimana dengan kita? Rasul-rasul saja disuruh Tuhan Yesus untuk tetap tinggal di Yerusalem sampai mendapat Roh Kudus baru “diperbolehkan” Tuhan Yesus untuk mulai menginjili (kisah 1:4). Dalam Kisah 1:8 dibilang bahwa kita akan menerima kuasa kalau Roh Kudus turun atas kita. Penginjilan tanpa kuasa adalah bohong, dan kuasa hanya ada kalau Roh Kudus turun atas kita.
Dalam kisah 8:26-40 diceritakan tentang Filipus. Ia baru saja penginjilan besar-besaran di Samaria dan menuai banyak jiwa disana. Tapi tiba-tiba malaikat menyuruhnya untuk pergi dari situ ke suatu jalan yang sunyi untuk menginjili suatu pembesar kerajaan lain. Dan hasilnya adalah orang itu dimenangkan. Itu adalah hasil karya dari kemitraan yang erat dengan Roh Kudus. Karena Roh Kudus tahu hati siapa saja yang siap untuk diinjili dan mana yang tidak siap bahkan akan menolak.
Dalam kisah 10 disebutkan bahwa dengan tuntunan Roh Kudus, Petrus diutus untuk menginjili orang non yahudi, padahal kita tahu Petrus sangat anti pada orang non yahudi. Yang menarik disitu, Roh Kudus tidak hanya mempersiapkan Petrus sebagai penginjil, tetapi juga Kornelius, orang yang akan diinjilinya (kisah 10:3-7). Hebat bukan?!
Kis 13:2 Pada suatu hari ketika mereka beribadah kepada Tuhan dan berpuasa, berkatalah Roh Kudus: "Khususkanlah Barnabas dan Saulus bagi-Ku untuk tugas yang telah Kutentukan bagi mereka.
Perhatikan huruf besar “Ku” dan pahami kalimat diatas. Kalimat diatas berarti Roh Kudus-lah yang berdaulat dalam pemberitaan injil. Jadi, maukah kita memberitakan injil tanpa meminta tolong dari yang berdaulat???
Kis 13:4 Oleh karena disuruh Roh Kudus, Barnabas dan Saulus berangkat ke Seleukia, dan dari situ mereka berlayar ke Siprus.
Diatas adalah ayat yang hebat! Barnabas dan Saulus memberitakan injil ke suatu tempat karena disuruh oleh Roh Kudus, bukan karena disuruh oleh gereja dimana mereka bernaung.
Kis 15:28 Sebab adalah keputusan Roh Kudus dan keputusan kami, supaya kepada kamu jangan ditanggungkan lebih banyak beban dari pada yang perlu ini:
Disitu disebutkan nama “Roh Kudus” dulu baru nama “kami”. Itu artinya para rasul sangat menghargai kinerja Roh Kudus. Mereka tidak mau mendahului Roh Kudus. Sangat penting bagi kita untuk bekerja sama dengan Roh Kudus. Dan jangan melupakan kinerjanya. Kita harus bersikap sama seperti para rasul sesuai ayat diatas. Kita tidak boleh melupakan kerja Roh Kudus dan memberi Dia apresiasi tertinggi karena semua yang Dia lakukan. Dari ini semua kita belajar bersama bahwa kita harus mencari tuntunan Roh Kudus terlebih dahulu. Punyai sikap rendah hati dan patuh untuk dipimpin-Nya. GO GET GLORY!
Disadur oleh penulis dari buku “Roh kudus, adimitra saya” karya Paul Yonggi Cho.)
Yoh 15:26 Jikalau Penghibur yang akan Kuutus dari Bapa datang, yaitu Roh Kebenaran yang keluar dari Bapa, Ia akan bersaksi tentang Aku.
Yoh 15:27 Tetapi kamu juga harus bersaksi, karena kamu dari semula bersama-sama dengan Aku."
Disini disebutkan, bahwa awalnya Roh Kudus yang akan bersaksi tentang Dia, lalu kita juga diharuskan untuk turut bersaksi juga. Dengan kata lain kita harus “berpartner” dengan Roh Kudus. Jika banyak kegiatan penginjilan yang buntu, salah satu alasannya bisa jadi karena kita sudah tidak “berpartner” lagi dengan Roh Kudus.
Kis 5:32 Dan kami adalah saksi dari segala sesuatu itu, kami dan Roh Kudus, yang dikaruniakan Allah kepada semua orang yang mentaati Dia."
(Disitu Petrus menyadari benar karya Roh Kudus yang turut bekerja dalam pelayannya. Tuhan Yesus memulai pekerjaan-Nya di bumi secara resmi setelah menerima Roh Kudus saat dibaptis oleh Yohanes. Tuhan Yesus saja mulai bekerja setelah menerima Roh Kudus, lalu bagaimana dengan kita? Rasul-rasul saja disuruh Tuhan Yesus untuk tetap tinggal di Yerusalem sampai mendapat Roh Kudus baru “diperbolehkan” Tuhan Yesus untuk mulai menginjili (kisah 1:4). Dalam Kisah 1:8 dibilang bahwa kita akan menerima kuasa kalau Roh Kudus turun atas kita. Penginjilan tanpa kuasa adalah bohong, dan kuasa hanya ada kalau Roh Kudus turun atas kita.
Dalam kisah 8:26-40 diceritakan tentang Filipus. Ia baru saja penginjilan besar-besaran di Samaria dan menuai banyak jiwa disana. Tapi tiba-tiba malaikat menyuruhnya untuk pergi dari situ ke suatu jalan yang sunyi untuk menginjili suatu pembesar kerajaan lain. Dan hasilnya adalah orang itu dimenangkan. Itu adalah hasil karya dari kemitraan yang erat dengan Roh Kudus. Karena Roh Kudus tahu hati siapa saja yang siap untuk diinjili dan mana yang tidak siap bahkan akan menolak.
Dalam kisah 10 disebutkan bahwa dengan tuntunan Roh Kudus, Petrus diutus untuk menginjili orang non yahudi, padahal kita tahu Petrus sangat anti pada orang non yahudi. Yang menarik disitu, Roh Kudus tidak hanya mempersiapkan Petrus sebagai penginjil, tetapi juga Kornelius, orang yang akan diinjilinya (kisah 10:3-7). Hebat bukan?!
Kis 13:2 Pada suatu hari ketika mereka beribadah kepada Tuhan dan berpuasa, berkatalah Roh Kudus: "Khususkanlah Barnabas dan Saulus bagi-Ku untuk tugas yang telah Kutentukan bagi mereka.
Perhatikan huruf besar “Ku” dan pahami kalimat diatas. Kalimat diatas berarti Roh Kudus-lah yang berdaulat dalam pemberitaan injil. Jadi, maukah kita memberitakan injil tanpa meminta tolong dari yang berdaulat???
Kis 13:4 Oleh karena disuruh Roh Kudus, Barnabas dan Saulus berangkat ke Seleukia, dan dari situ mereka berlayar ke Siprus.
Diatas adalah ayat yang hebat! Barnabas dan Saulus memberitakan injil ke suatu tempat karena disuruh oleh Roh Kudus, bukan karena disuruh oleh gereja dimana mereka bernaung.
Kis 15:28 Sebab adalah keputusan Roh Kudus dan keputusan kami, supaya kepada kamu jangan ditanggungkan lebih banyak beban dari pada yang perlu ini:
Disitu disebutkan nama “Roh Kudus” dulu baru nama “kami”. Itu artinya para rasul sangat menghargai kinerja Roh Kudus. Mereka tidak mau mendahului Roh Kudus. Sangat penting bagi kita untuk bekerja sama dengan Roh Kudus. Dan jangan melupakan kinerjanya. Kita harus bersikap sama seperti para rasul sesuai ayat diatas. Kita tidak boleh melupakan kerja Roh Kudus dan memberi Dia apresiasi tertinggi karena semua yang Dia lakukan. Dari ini semua kita belajar bersama bahwa kita harus mencari tuntunan Roh Kudus terlebih dahulu. Punyai sikap rendah hati dan patuh untuk dipimpin-Nya. GO GET GLORY!
Disadur oleh penulis dari buku “Roh kudus, adimitra saya” karya Paul Yonggi Cho.)
Senin, 13 April 2009
Pentingnya persekutuan dengan Roh Kudus (bagian 1).
Seringkali setelah selesai ibadah, salah satu kalimat yang sering diucapkan saat doa berkat adalah : “kasih karunia Allah Bapa, Anak, dan Roh Kudus menyertai kita sekalian”. Bagi kita mungkin kalimat ini biasa saja. Tetapi tahukah saudara bahwa pengertian kalimat diatas sangat dalam. Itu melebihi ucapan berkat kehidupan yang biasanya juga diucapkan berbarengan. Karena sebenarnya dengan adanya kasih karunia itu dalam kehidupan kita, itu sudah cukup sebagai jaminan hidup yang berkemenangan setiap harinya, tentu jika kita “memanfaatkannya” dengan baik. Lalu bagaimana cara memanfaatkannya dengan baik? Tanyalah pada Roh Kudus.
(Untuk dapat memanfaatkan kasih karunia itu dengan baik, dibutuhkan hati yang penuh dengan cinta yang murni pada Tuhan. Hati seperti itu hanya bisa didapat dari Roh Kudus. Dan juga hati itu tidak dapat diperoleh dengan instan. Dibutuhkan waktu bersama Roh Kudus lebih lagi untuk memperoleh hati itu. Hanya Roh Kudus yang dapat memimpin kita.
Sebagai contoh, sebelum saya menerima Roh kudus, saat teduh terasa biasa saja dan waktu doa hanya sebentar. Tetapi sejak menerima-Nya, saya betah menghabiskan waktu lama untuk bersaat teduh. Bahkan saya pernah bangun jam 2 pagi lalu membaca Firman-Nya dan mendapatkan banyak hal. Saya yakin jika saya belum menerima Roh Kudus, mustahil saya menghabiskan waktu tidur dan bangun jam 2 pagi hanya untuk membaca Firman. Berdoa pun terasa mudah karena Roh Kudus membantu kita dalam berdoa (Rom 8:26 Demikian juga Roh membantu kita dalam kelemahan kita; sebab kita tidak tahu, bagaimana sebenarnya harus berdoa; tetapi Roh sendiri berdoa untuk kita kepada Allah dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan). Apalagi jika kita sudah mendapatkan karunia bahasa lidah.
Kata persekutuan mengandung arti berhubungan secara akrab, lalu pengertian kedua adalah suatu hubungan kemitraan atau sebagai partner.
Menurut pengertian yang pertama, hubungan yang akrab hanya bisa dijalin jika kita sering berkomunikasi dengan Roh Kudus. Lalu mustahil kita berkomunikasi dengan Roh Kudus jika kita mengenalnya saja tidak mau. Apalagi jika kita belum pernah mendengar tentang Roh Kudus. Hal ini sama seperti yang dialami oleh anak-anak Tuhan yang ada di efesus.
Kis 19:1 : Ketika Apolos masih di Korintus, Paulus sudah menjelajah daerah-daerah pedalaman dan tiba di Efesus. Di situ didapatinya beberapa orang murid.
Kis 19:2 : Katanya kepada mereka: "Sudahkah kamu menerima Roh Kudus, ketika kamu menjadi percaya?" Akan tetapi mereka menjawab dia: "Belum, bahkan kami belum pernah mendengar, bahwa ada Roh Kudus."
Mereka belum mendapat Roh Kudus. Tetapi mereka melakukan yang terbaik, rela memberi diri untuk menerima Roh Kudus (baca lebih lengkap di Kisah 19: 1-7).
Ketidakberadaan Roh Kudus juga yang menjadi alasan mengapa banyak gereja menjadi dingin saat ini. Banyak pemuda gerejanya yang lebih memilih menghabiskan waktu bersama komunitasnya daripada datang ke gereja. Mereka merasa bosan dengan atmosfer yang ada di gerejanya. Ini bukan soal aliran gereja. Tetapi lebih kepada kehadiran Roh Kudus. Coba kita bandingkan keadaan para rasul saat dipenuhi oleh Roh Kudus dan saat belum.
Saat belum menerima Roh Kudus, mereka belum dapat memberitakan tentang Kristus. Karena mereka tidak dapat bersaksi tentang Dia. Tetapi setelah mereka menerima Roh Kudus, kehidupan mereka berubah. Mereka berani bersaksi tentang Yesus di tempat-tempat umum, mereka terus bertambah dengan pesat, mereka hidup dalam persekutuan yang erat satu dengan lainnya (lihat perikop cara hidup jemaat mula-mula). Bahkan dalam Kisah 4:8 dikisahkan bahwa Petrus yang penuh dengan Roh berani bersaksi tentang Kristus di depan imam-imam kepala. Hebat bukan?! Go Get Glory!)
Disadur oleh penulis dari buku “Roh kudus, adimitra saya” karya Paul Yonggi Cho.
(Untuk dapat memanfaatkan kasih karunia itu dengan baik, dibutuhkan hati yang penuh dengan cinta yang murni pada Tuhan. Hati seperti itu hanya bisa didapat dari Roh Kudus. Dan juga hati itu tidak dapat diperoleh dengan instan. Dibutuhkan waktu bersama Roh Kudus lebih lagi untuk memperoleh hati itu. Hanya Roh Kudus yang dapat memimpin kita.
Sebagai contoh, sebelum saya menerima Roh kudus, saat teduh terasa biasa saja dan waktu doa hanya sebentar. Tetapi sejak menerima-Nya, saya betah menghabiskan waktu lama untuk bersaat teduh. Bahkan saya pernah bangun jam 2 pagi lalu membaca Firman-Nya dan mendapatkan banyak hal. Saya yakin jika saya belum menerima Roh Kudus, mustahil saya menghabiskan waktu tidur dan bangun jam 2 pagi hanya untuk membaca Firman. Berdoa pun terasa mudah karena Roh Kudus membantu kita dalam berdoa (Rom 8:26 Demikian juga Roh membantu kita dalam kelemahan kita; sebab kita tidak tahu, bagaimana sebenarnya harus berdoa; tetapi Roh sendiri berdoa untuk kita kepada Allah dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan). Apalagi jika kita sudah mendapatkan karunia bahasa lidah.
Kata persekutuan mengandung arti berhubungan secara akrab, lalu pengertian kedua adalah suatu hubungan kemitraan atau sebagai partner.
Menurut pengertian yang pertama, hubungan yang akrab hanya bisa dijalin jika kita sering berkomunikasi dengan Roh Kudus. Lalu mustahil kita berkomunikasi dengan Roh Kudus jika kita mengenalnya saja tidak mau. Apalagi jika kita belum pernah mendengar tentang Roh Kudus. Hal ini sama seperti yang dialami oleh anak-anak Tuhan yang ada di efesus.
Kis 19:1 : Ketika Apolos masih di Korintus, Paulus sudah menjelajah daerah-daerah pedalaman dan tiba di Efesus. Di situ didapatinya beberapa orang murid.
Kis 19:2 : Katanya kepada mereka: "Sudahkah kamu menerima Roh Kudus, ketika kamu menjadi percaya?" Akan tetapi mereka menjawab dia: "Belum, bahkan kami belum pernah mendengar, bahwa ada Roh Kudus."
Mereka belum mendapat Roh Kudus. Tetapi mereka melakukan yang terbaik, rela memberi diri untuk menerima Roh Kudus (baca lebih lengkap di Kisah 19: 1-7).
Ketidakberadaan Roh Kudus juga yang menjadi alasan mengapa banyak gereja menjadi dingin saat ini. Banyak pemuda gerejanya yang lebih memilih menghabiskan waktu bersama komunitasnya daripada datang ke gereja. Mereka merasa bosan dengan atmosfer yang ada di gerejanya. Ini bukan soal aliran gereja. Tetapi lebih kepada kehadiran Roh Kudus. Coba kita bandingkan keadaan para rasul saat dipenuhi oleh Roh Kudus dan saat belum.
Saat belum menerima Roh Kudus, mereka belum dapat memberitakan tentang Kristus. Karena mereka tidak dapat bersaksi tentang Dia. Tetapi setelah mereka menerima Roh Kudus, kehidupan mereka berubah. Mereka berani bersaksi tentang Yesus di tempat-tempat umum, mereka terus bertambah dengan pesat, mereka hidup dalam persekutuan yang erat satu dengan lainnya (lihat perikop cara hidup jemaat mula-mula). Bahkan dalam Kisah 4:8 dikisahkan bahwa Petrus yang penuh dengan Roh berani bersaksi tentang Kristus di depan imam-imam kepala. Hebat bukan?! Go Get Glory!)
Disadur oleh penulis dari buku “Roh kudus, adimitra saya” karya Paul Yonggi Cho.
"Pengantar"
Petugas pelaksana ilahi dari Allah di dunia sekarang ini adalah Roh Kudus. Ia sedang meneruskan pekerjaan yang telah dimulai oleh Yesus Kristus. Ia sedang bergerak dan bekerja sebagai tanggapan terhadap permohonan anak-anak Allah dimana-mana. Orang-orang Kristen yang telah mengembangkan suatu kehidupan doa yang tetap dan bertumbuh, dan yang berkomunikasi dengan roh, adalah orang-orang yang terbaik dalam hal mengenal Kristus.
(Ia selalu mengendalikan situasi yang telah diberikan kepada-Nya dalam doa. Ia selalu menyiagakan orang-orang percaya untuk berdoa dan mendukung-Nya dalam doa. Dan hanya orang-orang yang mau memberi waktunya yang tersibuk sekalipun untuk bekerja bersama Roh Kudus dapat menjadi partner kepercayaan-Nya.
Kita memerlukan kepenuhan Roh Kudus dalam setiap aspek kehidupan kita. Apalagi jika kita ingin melayani orang lain, kita harus terlebih dahulu menyelesaikan masalah kita sendiri. Dan kita butuh partner terbaik untuk membantu kita menyelesaikan masalah kita tersebut, yaitu Roh Kudus.
Orang yang selalu dipenuhi oleh Roh kudus dalam kehidupannya, akan tampak berbeda dari sebelumnya. Mereka akan selalu bersukacita dan sejahtera walaupun kesusahan melingkupi mereka. Berdoa berjam-jam pun bukan suatu kesulitan. Berkhotbah pun bukan suatu pekerjaan sulit. Karena saat bekhotbah dan membagikan injil, Roh Kudus sendiri yang akan mengilhami apa yang akan kita katakan dan lakukan. Hal itu karena Roh Kudus sangat paham dan mengerti apa yang harus dibagikan pada waktu itu. Ia mengerti keadaan hati setiap orang. Jadi jika kita ingin menginjili orang, dan ingin membagikan secara tepat dan akurat, tanyalah pada Roh Kudus.
Sebagai seorang pribadi, Roh Kudus memiliki sifat-sifat pribadi yang ada pada manusia. Tentu saja sifat-sifat yang baik. Ia ingin disapa setiap hari, mengobrol tentang banyak hal, Ia juga ingin mencurahkan isi hati-Nya bagi kita.
Jika kita berjalan bersama Roh Kudus, kita akan memandang semua masalah kita dari sudut pandang yang berbeda. Kita akan melihat itu semua kecil dan dapat diselesaikan dengan mudah. Karena kita melihat dari sudut pandang Roh Kudus, karena Dialah yang sang pemegang kendali.
Jika saudara menganggap Roh Kudus sudah tidak bekerja lagi saat ini, saudara sedang melakukan penyangkalan besar, seperti yang pernah dilakukan oleh Petrus saat menyangkal Tuhan Yesus. Memilihlah untuk percaya dalam kondisi apapun. Karena berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya. Go Get Glory!)
(Ia selalu mengendalikan situasi yang telah diberikan kepada-Nya dalam doa. Ia selalu menyiagakan orang-orang percaya untuk berdoa dan mendukung-Nya dalam doa. Dan hanya orang-orang yang mau memberi waktunya yang tersibuk sekalipun untuk bekerja bersama Roh Kudus dapat menjadi partner kepercayaan-Nya.
Kita memerlukan kepenuhan Roh Kudus dalam setiap aspek kehidupan kita. Apalagi jika kita ingin melayani orang lain, kita harus terlebih dahulu menyelesaikan masalah kita sendiri. Dan kita butuh partner terbaik untuk membantu kita menyelesaikan masalah kita tersebut, yaitu Roh Kudus.
Orang yang selalu dipenuhi oleh Roh kudus dalam kehidupannya, akan tampak berbeda dari sebelumnya. Mereka akan selalu bersukacita dan sejahtera walaupun kesusahan melingkupi mereka. Berdoa berjam-jam pun bukan suatu kesulitan. Berkhotbah pun bukan suatu pekerjaan sulit. Karena saat bekhotbah dan membagikan injil, Roh Kudus sendiri yang akan mengilhami apa yang akan kita katakan dan lakukan. Hal itu karena Roh Kudus sangat paham dan mengerti apa yang harus dibagikan pada waktu itu. Ia mengerti keadaan hati setiap orang. Jadi jika kita ingin menginjili orang, dan ingin membagikan secara tepat dan akurat, tanyalah pada Roh Kudus.
Sebagai seorang pribadi, Roh Kudus memiliki sifat-sifat pribadi yang ada pada manusia. Tentu saja sifat-sifat yang baik. Ia ingin disapa setiap hari, mengobrol tentang banyak hal, Ia juga ingin mencurahkan isi hati-Nya bagi kita.
Jika kita berjalan bersama Roh Kudus, kita akan memandang semua masalah kita dari sudut pandang yang berbeda. Kita akan melihat itu semua kecil dan dapat diselesaikan dengan mudah. Karena kita melihat dari sudut pandang Roh Kudus, karena Dialah yang sang pemegang kendali.
Jika saudara menganggap Roh Kudus sudah tidak bekerja lagi saat ini, saudara sedang melakukan penyangkalan besar, seperti yang pernah dilakukan oleh Petrus saat menyangkal Tuhan Yesus. Memilihlah untuk percaya dalam kondisi apapun. Karena berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya. Go Get Glory!)
Langganan:
Postingan (Atom)




