Beberapa waktu lalu kisah “angin rebut diredakan” mengiang-ngiang di kepala saya. Lalu saya putuskan untuk membaca dengan cukup seksama apa yang dikatakan disana. Karena tiga kitab injil menceritakan hal itu, saya coba bandingkan ketiganya untuk mendapat gambaran kisah itu secara lengkap. Dan seperti biasa (ya, seperti biasa!), pasti ada hal istimewa yang Roh Kudus siapkan jika Dia “mengalihkan duniaku” kepada dunia-Nya.
Setelah saya perhatikan dengan seksama, Mar 4:35-41 menjelaskan dengan lebih lengkap dibanding dengan dua kitab injil lain. Jadi saya putuskan saya akan memakai kitab ini.
Saya cukup sering mendengar banyak kotbah memakai cerita ini. Salah satu kesimpulan yang sering dibagikan dari kisah ini adalah: jangan biarkan Yesus tertidur dalam hidupmu. Tetapi saat saya renungkan kisah ini, maka saya simpulkan bahwa Yesus seharusnya dibiarkan tidur! Mengapa?
Jawaban pertama adalah karena Dia capek habis kotbah. Silakan lihat ayat-ayat sebelumnya. Yesus kotbah kepada banyak orang. Wajar jika Dia lelah dan tertidur. Kok murid-murid malah banguni Dia?! Pantas mungkin Yesus bangun lalu langsung menghardik angin itu. Ya, mungkin karena Dia ingin tidur lagi. Hehe..
Okay, ini bukan jawaban yang anda mau bukan? Hehe.. sekarang kita lebih serius.
Kisah ini dibuka dengan kalimat yang dahsyat abis dari Yesus: marilah kita bertolak ke seberang”. Kalimat ini begitu jelas! Yesus “suruh” murid-murid untuk berlayar bersama ke seberang (dengan penekanan pada kata “suruh”). Jika Yesus sudah suruh ke seberang, maka apa yang perlu dikuatirkan ?! wong Yesus sudah jelas-jelas suruh pergi ke seberang. Wajar jika anda takut melangkah karena belum dengar suara Tuhan untuk pergi. Nah jika jelas dengar suara Tuhan untuk pergi atau lakukan sesuatu, maka mengapa perlu kuatir? Jika Dia suruh ke seberang, maka pasti akan sampai seberang, tidak peduli apapun yang terjadi di tengah jalan. Ayub 42:2 “Aku tahu, bahwa Engkau sanggup melakukan segala sesuatu, dan tidak ada rencana-Mu yang gagal”.
Dan ternyata Yesus tertidur dengan nyenyak! Saya bisa bilang nyenyak karena badai itu tidak bisa membangunkan dia (sekarang jelas kan mengapa saya bilang Yesus lelah banget, badai aja ga bisa banguni Dia, wkwk). Apa alasan lain mengapa Yesus bisa tidur nyenyak dengan mimpi indah dan kedamaian walaupun ada badai? Karena Dia yakin bahwa badai pun tidak bisa halangi Dia untuk sampai ke seberang! “Ya bodo amat ada badai, ada gempa, ada gunung meletus, Gw pasti sampai ke seberang”, kata Yesus dalam mimpi (ceritanya). Orang-orang kalang kabut karena ada “badai” dalam hidup. Tetapi yok tiru Yesus yang bisa tidur nyenyak walaupun ada badai. Tidak ada satu hal pun yang bisa memisahkan kita dari kasih Tuhan (Roma 8:39).
Murid-murid mulai ketakutan. Beberapa murid yang berlatar belakang nelayan pun mulai ambil ancang-ancang kalau kapal terbalik (ceritanya). Murid yang tidak bisa berenang mulai cari pelampung. Ehh tidak ada! Ya jelas lah, belum ada badan sejenis K3L di zaman itu (keamanan, kesehatan, dan keselamatan kerja dan lingkungan). Belum ada prosedur keamanan jadi ga ada pelampung. Setelah melihat pelampung yang tidak ada, mulai mereka bilang “cilaka, kita binasa” (Mark 4:38). Mereka mulai berkata-kata negatif terhadap diri sendiri. Mereka lupa bahwa “hidup dan mati dikuasai lidah” (Ams 18:21).
Mereka lalu banguni Yesus dan mulai nuduh-nuduh, “guru, Engkau tidak perduli kalau kita binasa?”. Ini biasa dipakai sama banyak orang jika ada masalah besar datang, mulai nuduh-nuduh Tuhan. Bilang ini lah, bilang itu lah, bilang apa saja untuk menyalahkan Tuhan. “Nah itu kan, gara-gara Tuhan suruh ini jadi saya gagal”, atau “Tuhan, tidakkah Engkau peduli?”. Ya jelas Yesus peduli! Karena kalau kapal itu tenggelam, Dia juga bisa KO! Dia bukan Tuhan yang berkuasa kalau mereka tenggelam disana. Ga mungkin lah Dia biarkan firman-Nya gagal. Ga mungkin. Dia perduli dan sangat perduli. Bukan saja karena Dia mengasihi kita, tetapi lebih karena sifat-Nya yang tidak pernah gagal. Dia harus “bela” sifat-Nya ini, kalau tidak maka Dia bukan Tuhan yang Maha besar.
Nah, akhirnya sampai ke bagian yang saya suka. Yesus berkata “mengapa kami begitu takut? Mengapa kamu tidak percaya?” Yesus yang menyuruh mereka ke seberang, dan iman mereka goyah karena ada badai. Badai itu membuat mereka lupa bahwa Yesus yang suruh mereka ke seberang. Dan juga bahwa Yesus ada bersama mereka! Wajarkah anda merasa takut, walaupun ada badai sekalipun, jika Yesus yang suruh anda melakukan sesuatu dan anda bisa lihat (atau rasakan) bahwa Yesus ada disana bersama anda. NO!
Saya seketika melihat alasan lain mengapa Yesus tertidur saat itu. Dia ingin para murid belajar untuk tetap beriman dan mem-praktekkan apa yang sudah mereka pelajari selama ini. Jika apa-apa harus Yesus yang turun tangan, maka mereka belum menjadi seorang yang dewasa. Gambaran sederhananya, jika apa-apa saya cepat sekali minta tolong pada pembimbing rohani, maka saya belum lah cukup dewasa untuk mempraktekkan semua “ilmu” yang sudah saya pelajari. Yesus sedang memberi kesempatan para murid, lewat badai itu, untuk mempraktekkan iman mereka tetapi mereka malah gagal dan takut!
Apa yang bisa saya simpulkan? Pertama, anda pasti akan sampai ke “seberang” jika Tuhan suruh anda pergi (atau lakukan sesuatu). Kedua, “badai” adalah sebuah kesempatan untuk “promosi” rohani, jangan lewatkan kesempatan emas itu. Ketiga (dan paling penting), jika anda mendengar suara Tuhan untuk “pergi ke seberang” (atau melakukan sesuatu), maka badai sekalipun tidak akan bisa menghalangi anda untuk “tidur nyenyak" (karena kenyataannya banyak orang tidak bisa tidur nyenyak karena memikirkan masalah, wkwk), bahkan akan membuat anda tidur lebih nyenyak karena tahu bahwa ada mujizat segera datang. Selamat malam (waktu disini) dan selamat tidur nyenyak!
Gogetglory.blogspot.com
Tampilkan postingan dengan label apa yang aku dapat hari ini. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label apa yang aku dapat hari ini. Tampilkan semua postingan
Rabu, 24 Mei 2017
Kamis, 15 September 2016
Menghargai firman Tuhan
Job 23:12 (amp) ... I have esteemed and treasured the words of His mouth more than my necessary food.
"saya telah menghormati dan menghargai firman-Nya lebih daripada makanan (jasmani) yang kuperlukan" (ayub)
Manusia terdiri dari roh, jiwa, dan tubuh. Usia tubuh anda mungkin sekarang sudah belasan atau puluhan tahun. Begitu juga dengan jiwa anda. Lalu bagaimana dengan roh anda? Usia tubuh dan jiwa anda boleh dewasa, tetapi mungkin roh anda bisa saja masih bayi atau balita. Itulah alasan utama mengapa anda kalah dengan kedagingan dan perasaan anda.
Ada orang yang baru lahir baru langsung ingin melayani di mimbar. Tidak ada yang salah dengan itu. Tetapi anda riskan sekali untuk "jatuh" dalam mimbar yang "licin" karena roh anda masih "belajar merangkak".
Ada orang concern untuk membentuk badannya. Dia rajin olahraga, makan bergizi, dan lainnya. Lalu ada yang membentuk jiwanya, dengan cara membaca buku motivasi atau leadership mungkin. Tidak ada yang salah. Tetapi jika roh anda tidak diberi makan, maka anda rawan sekali untuk jatuh.
Jika anda bisa hargai tubuh anda dengan makan 3 kali sehari dan rajin olahraga, maka lakukan yang sama pada roh mu. Berikan dia makanan yaitu firman Tuhan setiap hari. Tentu firman Tuhan yang "berkualitas" dan "bergizi". Perhatikan juga kualitas saat teduhmu. Jika pembacaan firman mu jarang memberikan rhema, maka ada yang harus diperbaiki.
Tidak ada yang salah dengan "benih" firman Tuhan. Yang harus diperhatikan adalah jenis tanahnya, yaitu hati manusia. Tuhan selalu hargai dan hormati firman-Nya. Percayalah.
Biarkan firman Tuhan jadi prioritas utama dalam hidup kita. Jadilah generasi yang mencintai firman Tuhan lebih dari yang lain.
"saya telah menghormati dan menghargai firman-Nya lebih daripada makanan (jasmani) yang kuperlukan" (ayub)
Manusia terdiri dari roh, jiwa, dan tubuh. Usia tubuh anda mungkin sekarang sudah belasan atau puluhan tahun. Begitu juga dengan jiwa anda. Lalu bagaimana dengan roh anda? Usia tubuh dan jiwa anda boleh dewasa, tetapi mungkin roh anda bisa saja masih bayi atau balita. Itulah alasan utama mengapa anda kalah dengan kedagingan dan perasaan anda.
Ada orang yang baru lahir baru langsung ingin melayani di mimbar. Tidak ada yang salah dengan itu. Tetapi anda riskan sekali untuk "jatuh" dalam mimbar yang "licin" karena roh anda masih "belajar merangkak".
Ada orang concern untuk membentuk badannya. Dia rajin olahraga, makan bergizi, dan lainnya. Lalu ada yang membentuk jiwanya, dengan cara membaca buku motivasi atau leadership mungkin. Tidak ada yang salah. Tetapi jika roh anda tidak diberi makan, maka anda rawan sekali untuk jatuh.
Jika anda bisa hargai tubuh anda dengan makan 3 kali sehari dan rajin olahraga, maka lakukan yang sama pada roh mu. Berikan dia makanan yaitu firman Tuhan setiap hari. Tentu firman Tuhan yang "berkualitas" dan "bergizi". Perhatikan juga kualitas saat teduhmu. Jika pembacaan firman mu jarang memberikan rhema, maka ada yang harus diperbaiki.
Tidak ada yang salah dengan "benih" firman Tuhan. Yang harus diperhatikan adalah jenis tanahnya, yaitu hati manusia. Tuhan selalu hargai dan hormati firman-Nya. Percayalah.
Biarkan firman Tuhan jadi prioritas utama dalam hidup kita. Jadilah generasi yang mencintai firman Tuhan lebih dari yang lain.
There is no Plan B
Salah satu penghalang terbesar mujizat adalah "Plan B". Tuhan tidak pernah sediakan Plan B. Dan mujizat cuma tersedia untuk Plan A.
Plan A biasanya adalah sesuatu yang kelihatannya mustahil. Lalu kemudian iblis mulai membujuk kita untuk melihat diri kita sendiri. Kemudian yang terjadi adalah kita pikir kita tidak bisa lakukan itu (yaa, jelas tidak bisa. Cuma Tuhan yang bisa kerjakan lewat kita). Setelah iblis berhasil, maka dia membujuk kita untuk membuat Plan B. Suatu target yang jauh lebih rasional dan lebih mudah dari Plan A. Dan itu adalah sebuah kesalahan.
memikirkan alternatif-alternatif lain selain Plan A adalah penghalang iman kita untuk bekerja. Iman memandang kepada Allah dan berkata kepada plan A : "dalam nama Yesus, saya percaya firman Tuhan digenapi!" No plan B!
Plan A biasanya adalah sesuatu yang kelihatannya mustahil. Lalu kemudian iblis mulai membujuk kita untuk melihat diri kita sendiri. Kemudian yang terjadi adalah kita pikir kita tidak bisa lakukan itu (yaa, jelas tidak bisa. Cuma Tuhan yang bisa kerjakan lewat kita). Setelah iblis berhasil, maka dia membujuk kita untuk membuat Plan B. Suatu target yang jauh lebih rasional dan lebih mudah dari Plan A. Dan itu adalah sebuah kesalahan.
memikirkan alternatif-alternatif lain selain Plan A adalah penghalang iman kita untuk bekerja. Iman memandang kepada Allah dan berkata kepada plan A : "dalam nama Yesus, saya percaya firman Tuhan digenapi!" No plan B!
- kepekaan pada firman Tuhan vs kepekaan pada dunia -
Hai anakku, perhatikanlah perkataanku, arahkanlah telingamu kepada ucapanku;
janganlah semuanya itu menjauh dari matamu, simpanlah itu di lubuk hatimu - amsal 4:20-21
Saya adalah salah satu orang yang paling tidak suka dengan hal-hal berbau biologi. Nilai-nilai saya dalam hal-hal berbau biologi tidaklah memuaskan, itu sejak SMA sampai kuliah. Mengapa? Karena saya tidak suka hapalan.
Saya sering mengatakan bahwa saya tipe orang yang tidak begitu baik dalam menghapal. Saya tidak ingat hari ulang tahun orang tua saya (cuma tahu bulannya), sampai hari ini saya cuma hapal no hp bapak saya dan tidak yang lain, saya tidak mudah ingat nama orang, dll. Tetapi lucunya, saya cukup hapal hal-hal berbau sejarah, tentang beberapa komik yang saya baca, dan tentu saja hal-hal berbau klub favorit saya : inter milan.
Amsal memakai sebuah kata yang menarik "ARAHKAN telingamu kepada ucapanku". "Arahkan" mirip dengan kata "condongkan" dan "perhatikanlah". Sebuah definisi yang saya rasa pas dengan semua kata itu adalah "membuat lebih peka". Sehingga maksud dari amsal 4:21 tadi adalah "kita harus membuat diri kita lebih peka pada firman Tuhan dibanding hal-hal lain".
Ada orang yang berkata sulit menghapal firman, tetapi anehnya dia bisa hapal hal-hal lain. Mengapa itu terjadi? Karena dia membuat dirinya "lebih peka" terhadap hal-hal lain dibanding kepada firman Tuhan.
Saya dan anda bisa setiap hari saat teduh, membaca firman, berdoa, dan lainnya. Tetapi jika telinga dan mata kita lebih terlatih pada dunia maka semua firman itu akan menguap dengan cepat. Itulah alasan mengapa saya dan anda berkekalahan dalam hidup. Karena panca indera kita lebih terlatih pada dunia daripada firman Tuhan.
Beberapa bulan lalu saya sadari sesuatu dalam hidup saya. Jika saat bangun pagi saya lebih dahulu membuka hp saya dan membaca pesan yang masuk atau membuka internet maka kualitas firman yang saya dapat tidaklah maksimal. Dan jika saya biarkan HP itu berdering atau bergetar selama saya saat teduh dan berdoa maka konsentrasi saya akan teralihkan. Dari situ saya belajar untuk tidak terlebih dahulu membuka hp saat bangun pagi dan juga men-silent hp saat sedang berdoa.
Iblis tidak suka anda dapatkan suara Tuhan. Oleh karena itu dia ganggu konsentrasi anda, salah satunya dengan bunyi HP atau berita-berita yang anda baca dari internet. Iblis mengerti strategi ini. Dia buat saya dan anda begitu bergantung pada dunia internet sehingga ada yang kurang dalam hidup ketika tidak menyentuh HP.
Ibrani 5:14 bicara tentang "orang-orang dewasa yang memiliki pancaindera yang terlatih untuk membedakan yang baik daripada yang jahat". Saya dan anda perlu melatih pancaindera untuk merespon Tuhan lebih daripada dunia. Itulah salah satu kunci kemenangan dalam Kristus.
Cara yang paling baik untuk membuat pancaindera kita terlatih pada Tuhan adalah dengan cara mengurangi akses masuk dunia dalam hidup kita. Matikan HP mu sejenak dan berdoalah. Sehingga tidak ada yang bisa mengganggu konsentrasimu dengan Tuhan.
"Mata adalah pelita tubuh. Jika matamu baik, teranglah seluruh tubuhmu (matius 6:22)"
mata dan telinga adalah 2 pintu masuk utama dalam pikiran manusia. Jika kita lebih banyak membuka 2 pintu itu pada Firman daripada dunia, maka "teranglah seluruh hidupmu".
Saya adalah salah satu orang yang paling tidak suka dengan hal-hal berbau biologi. Nilai-nilai saya dalam hal-hal berbau biologi tidaklah memuaskan, itu sejak SMA sampai kuliah. Mengapa? Karena saya tidak suka hapalan.
Saya sering mengatakan bahwa saya tipe orang yang tidak begitu baik dalam menghapal. Saya tidak ingat hari ulang tahun orang tua saya (cuma tahu bulannya), sampai hari ini saya cuma hapal no hp bapak saya dan tidak yang lain, saya tidak mudah ingat nama orang, dll. Tetapi lucunya, saya cukup hapal hal-hal berbau sejarah, tentang beberapa komik yang saya baca, dan tentu saja hal-hal berbau klub favorit saya : inter milan.
Amsal memakai sebuah kata yang menarik "ARAHKAN telingamu kepada ucapanku". "Arahkan" mirip dengan kata "condongkan" dan "perhatikanlah". Sebuah definisi yang saya rasa pas dengan semua kata itu adalah "membuat lebih peka". Sehingga maksud dari amsal 4:21 tadi adalah "kita harus membuat diri kita lebih peka pada firman Tuhan dibanding hal-hal lain".
Ada orang yang berkata sulit menghapal firman, tetapi anehnya dia bisa hapal hal-hal lain. Mengapa itu terjadi? Karena dia membuat dirinya "lebih peka" terhadap hal-hal lain dibanding kepada firman Tuhan.
Saya dan anda bisa setiap hari saat teduh, membaca firman, berdoa, dan lainnya. Tetapi jika telinga dan mata kita lebih terlatih pada dunia maka semua firman itu akan menguap dengan cepat. Itulah alasan mengapa saya dan anda berkekalahan dalam hidup. Karena panca indera kita lebih terlatih pada dunia daripada firman Tuhan.
Beberapa bulan lalu saya sadari sesuatu dalam hidup saya. Jika saat bangun pagi saya lebih dahulu membuka hp saya dan membaca pesan yang masuk atau membuka internet maka kualitas firman yang saya dapat tidaklah maksimal. Dan jika saya biarkan HP itu berdering atau bergetar selama saya saat teduh dan berdoa maka konsentrasi saya akan teralihkan. Dari situ saya belajar untuk tidak terlebih dahulu membuka hp saat bangun pagi dan juga men-silent hp saat sedang berdoa.
Iblis tidak suka anda dapatkan suara Tuhan. Oleh karena itu dia ganggu konsentrasi anda, salah satunya dengan bunyi HP atau berita-berita yang anda baca dari internet. Iblis mengerti strategi ini. Dia buat saya dan anda begitu bergantung pada dunia internet sehingga ada yang kurang dalam hidup ketika tidak menyentuh HP.
Ibrani 5:14 bicara tentang "orang-orang dewasa yang memiliki pancaindera yang terlatih untuk membedakan yang baik daripada yang jahat". Saya dan anda perlu melatih pancaindera untuk merespon Tuhan lebih daripada dunia. Itulah salah satu kunci kemenangan dalam Kristus.
Cara yang paling baik untuk membuat pancaindera kita terlatih pada Tuhan adalah dengan cara mengurangi akses masuk dunia dalam hidup kita. Matikan HP mu sejenak dan berdoalah. Sehingga tidak ada yang bisa mengganggu konsentrasimu dengan Tuhan.
"Mata adalah pelita tubuh. Jika matamu baik, teranglah seluruh tubuhmu (matius 6:22)"
mata dan telinga adalah 2 pintu masuk utama dalam pikiran manusia. Jika kita lebih banyak membuka 2 pintu itu pada Firman daripada dunia, maka "teranglah seluruh hidupmu".
memberi adalah bentuk iman
Karena iman Habel telah mempersembahkan kepada Allah korban yang lebih baik daripada korban kain. (Ibr 11:4)
(Amp: a better and more acceptable sacrifice; nkjv: more excellent sacrifice)
Melakukan sesuatu dengan "excellent" dan "more (lebih)" daripada apa yang orang normal lakukan adalah bentuk iman. Allah berkenan pada persembahan Habel karena Allah cuma menghargai iman.
1 Korintus 15:10 Tetapi karena kasih karunia Allah aku adalah sebagaimana aku ada sekarang, dan kasih karunia yang dianugerahkan-Nya kepadaku tidak sia-sia. Sebaliknya, aku telah bekerja lebih keras dari pada mereka semua; tetapi bukannya aku, melainkan kasih karunia Allah yang menyertai aku.
Kasih karunia Allah memampukan anda dan saya bekerja lebih daripada orang-orang lain. Kasih karunia bukan alasan untuk bermalas-malasan. Kasih karunia adalah alasan untuk bekerja, yaa, bekerja.
Melakukan sesuatu dengan "excellent" dan "more (lebih)" daripada apa yang orang normal lakukan adalah bentuk iman. Allah berkenan pada persembahan Habel karena Allah cuma menghargai iman.
1 Korintus 15:10 Tetapi karena kasih karunia Allah aku adalah sebagaimana aku ada sekarang, dan kasih karunia yang dianugerahkan-Nya kepadaku tidak sia-sia. Sebaliknya, aku telah bekerja lebih keras dari pada mereka semua; tetapi bukannya aku, melainkan kasih karunia Allah yang menyertai aku.
Kasih karunia Allah memampukan anda dan saya bekerja lebih daripada orang-orang lain. Kasih karunia bukan alasan untuk bermalas-malasan. Kasih karunia adalah alasan untuk bekerja, yaa, bekerja.
Selasa, 01 Maret 2016
Waktu, dimensi Allah yang penuh misteri
Hampir semua aspek dari Allah bisa kira jangkau dan rasakan. Kita bisa merasakan hati-Nya yang penuh belas kasihan, kita bisa merasakan uluran tangan-Nya menyembuhkan kita, kita bisa tahu apa rancangan-Nya akan hidup seseorang lewat suara nabi-nabi-Nya, dan sebagainya. Tetapi ada hal-hal dari Allah yang juga tidak bisa kita jangkau, yaitu pikiran-Nya. Firman Tuhan berkata bahwa bagai bumi dan langit demikianlah bedanya pikiran manusia dan Allah.
Pengkotbah 3:1 : segala sesuatu ada masanya, apapun di bawah langit ada waktunya
Ada satu dimensi dalam pikiran Allah yang sangat sulit dijangkau oleh manusia, yaitu waktu. Waktu adalah hak mutlak dari Allah yang tidak bisa diintervensi oleh manusia. Ya, bisakah anda tetapkan kapan anda akan lahir dan meninggal? Bisakah anda tetapkan kapan seseorang yang anda layani bertobat sepenuhnya? Tidak bisa. Mungkin kita berkata bahwa mujizat “instan” yang terjadi saat itu juga adalah bentuk dari kita yang bisa “mengatur” waktu. Tetapi itu tidak benar. Mujizat instan itu juga sudah ada dalam timeframe Allah.
Allah berkata bahwa Dia akan memberitahukan segala sesuatu kepada orang yang mengasihi Dia. Tetapi seringkali Dia merahasiakan waktunya. Dia tidak bermain-main dengan Abraham mengenai janji akan keturunannya. Tetapi dia tidak beritahukan kapan waktunya. Allah juga tidak bermain-main saat mengurapi Daud menjadi raja lewat tangan Samuel. Tetapi Allah tidak memberitahukan kapan Daud akan duduk di atas tahta Israel. Bahkan mengenai kedatangan-Nya yang kedua pun dikatakan bahwa tidak ada yang tahu kapan waktunya tiba (mat 24:42).
Dari sinilah keluar sebuah fakta bahwa janji Tuhan seringkali tidak disertai dengan kapan waktunya janji itu akan digenapi. Lalu apa maksud Tuhan disini?
Pengkotbah 3:11 : Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya
Allah adalah EO terbaik sepanjang sejarah. Ketika Dia buat sesuatu event, maka Dia akan mempersiapkan event itu sebaik mungkin. Mengapa? Karena jika event itu berantakan, maka nama besar-Nya sebagai Allah akan tercemar. Dan hal yang lebih utama lagi adalah Allah adalah pribadi extraordinary, Dia tidak suka sesuatu yang biasa. Dan yang lebih saya suka adalah, Dia adalah pribadi yang suka memberikan surprise kepada orang yang dikasihi-Nya.
Ketika janji Tuhan itu seolah mengawang-ngawang dan tidak akan terpenuhi, maka sadari bahwa itu belum waktunya. Berpikirlah bahwa Tuhan sedang membuat suatu waktu terbaik agar janji itu terealisasi. Dia sedang siapkan “pesta besar” untuk janji itu. Dan karena itu, maka persiapannya pun lebih sulit dari biasanya sehingga membutuhkan waktu lebih panjang.
Jika saja Abraham langsung mendapatkan anak pada tahun pertama sesudah ia mendengar janji Tuhan, maka tidak akan ada kisah iman yang luar biasa yang bisa kita ikuti. Proses panjang itu membuat Abraham mendapat gelar bapak orang beriman. Semua tahu bahwa Abraham sempat gagal dan berharap sesuatu yang instan lewat kisah hagar dan Ismail. Tetapi dari kejatuhannya itu, dia masih tetap berharap.
Berbeda dengan Abraham, Daud tidak suka hal-hal berbau instan. Memang dia tidak harus menunggu lama untuk janji menjadi raja. Tetapi dia melewatkan dua kali “shortcut” dengan cara tidak membunuh Saul. Daud tidak mau bermain-main dengan waktu Allah. Dia sabar menanti. Tahukah anda bahwa waktu adalah salah satu elemen terpenting dalam iman? Waktu menguji kemurnian iman itu. Waktu juga yang membuat iman itu menjadi sesuatu yang sangat berharga. Waktu juga yang membuat seseorang menjadi raksasa iman. Jika saya dan anda ingin sesuatu yang instan dari janji Tuhan yang besar, maka sia-sia lah iman kita. jika anda tidak mau menunggu, maka janganlah beriman. Jika anda beriman, maka anda harus mau menantikan waktunya dengan sabar.
Waktu juga yang membuat seseorang “layak” untuk menerima janji itu. Karena janji Tuhan itu besar, maka tidak mungkin Dia berikan itu pada seorang “anjing atau babi” (matius 7:6). Jika orang itu belum siap, maka janji itu akan menjadi sia-sia. Waktu yang membuat orang itu siap menerima janji Tuhan. jadi jika janji itu belum digenapi, lembutkan dirimu untuk mau diproses Tuhan lebih lagi.
Akhir kata, manusia boleh berharap sesuatu yang instan dan cepat, tetapi waktu adalah kedaulatan Tuhan. di bumi ada mie instan, sayangnya di surga tidak ada. Menantilah dengan sabar. Karena penantianmu akan janji Tuhan tidak akan pernah sia-sia.
Pengkotbah 3:1 : segala sesuatu ada masanya, apapun di bawah langit ada waktunya
Ada satu dimensi dalam pikiran Allah yang sangat sulit dijangkau oleh manusia, yaitu waktu. Waktu adalah hak mutlak dari Allah yang tidak bisa diintervensi oleh manusia. Ya, bisakah anda tetapkan kapan anda akan lahir dan meninggal? Bisakah anda tetapkan kapan seseorang yang anda layani bertobat sepenuhnya? Tidak bisa. Mungkin kita berkata bahwa mujizat “instan” yang terjadi saat itu juga adalah bentuk dari kita yang bisa “mengatur” waktu. Tetapi itu tidak benar. Mujizat instan itu juga sudah ada dalam timeframe Allah.
Allah berkata bahwa Dia akan memberitahukan segala sesuatu kepada orang yang mengasihi Dia. Tetapi seringkali Dia merahasiakan waktunya. Dia tidak bermain-main dengan Abraham mengenai janji akan keturunannya. Tetapi dia tidak beritahukan kapan waktunya. Allah juga tidak bermain-main saat mengurapi Daud menjadi raja lewat tangan Samuel. Tetapi Allah tidak memberitahukan kapan Daud akan duduk di atas tahta Israel. Bahkan mengenai kedatangan-Nya yang kedua pun dikatakan bahwa tidak ada yang tahu kapan waktunya tiba (mat 24:42).
Dari sinilah keluar sebuah fakta bahwa janji Tuhan seringkali tidak disertai dengan kapan waktunya janji itu akan digenapi. Lalu apa maksud Tuhan disini?
Pengkotbah 3:11 : Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya
Allah adalah EO terbaik sepanjang sejarah. Ketika Dia buat sesuatu event, maka Dia akan mempersiapkan event itu sebaik mungkin. Mengapa? Karena jika event itu berantakan, maka nama besar-Nya sebagai Allah akan tercemar. Dan hal yang lebih utama lagi adalah Allah adalah pribadi extraordinary, Dia tidak suka sesuatu yang biasa. Dan yang lebih saya suka adalah, Dia adalah pribadi yang suka memberikan surprise kepada orang yang dikasihi-Nya.
Ketika janji Tuhan itu seolah mengawang-ngawang dan tidak akan terpenuhi, maka sadari bahwa itu belum waktunya. Berpikirlah bahwa Tuhan sedang membuat suatu waktu terbaik agar janji itu terealisasi. Dia sedang siapkan “pesta besar” untuk janji itu. Dan karena itu, maka persiapannya pun lebih sulit dari biasanya sehingga membutuhkan waktu lebih panjang.
Jika saja Abraham langsung mendapatkan anak pada tahun pertama sesudah ia mendengar janji Tuhan, maka tidak akan ada kisah iman yang luar biasa yang bisa kita ikuti. Proses panjang itu membuat Abraham mendapat gelar bapak orang beriman. Semua tahu bahwa Abraham sempat gagal dan berharap sesuatu yang instan lewat kisah hagar dan Ismail. Tetapi dari kejatuhannya itu, dia masih tetap berharap.
Berbeda dengan Abraham, Daud tidak suka hal-hal berbau instan. Memang dia tidak harus menunggu lama untuk janji menjadi raja. Tetapi dia melewatkan dua kali “shortcut” dengan cara tidak membunuh Saul. Daud tidak mau bermain-main dengan waktu Allah. Dia sabar menanti. Tahukah anda bahwa waktu adalah salah satu elemen terpenting dalam iman? Waktu menguji kemurnian iman itu. Waktu juga yang membuat iman itu menjadi sesuatu yang sangat berharga. Waktu juga yang membuat seseorang menjadi raksasa iman. Jika saya dan anda ingin sesuatu yang instan dari janji Tuhan yang besar, maka sia-sia lah iman kita. jika anda tidak mau menunggu, maka janganlah beriman. Jika anda beriman, maka anda harus mau menantikan waktunya dengan sabar.
Waktu juga yang membuat seseorang “layak” untuk menerima janji itu. Karena janji Tuhan itu besar, maka tidak mungkin Dia berikan itu pada seorang “anjing atau babi” (matius 7:6). Jika orang itu belum siap, maka janji itu akan menjadi sia-sia. Waktu yang membuat orang itu siap menerima janji Tuhan. jadi jika janji itu belum digenapi, lembutkan dirimu untuk mau diproses Tuhan lebih lagi.
Akhir kata, manusia boleh berharap sesuatu yang instan dan cepat, tetapi waktu adalah kedaulatan Tuhan. di bumi ada mie instan, sayangnya di surga tidak ada. Menantilah dengan sabar. Karena penantianmu akan janji Tuhan tidak akan pernah sia-sia.
inovasi dan adaptasi dalam pelayanan
Dunia itu berubah, semua sepakat dengan itu. Lalu bagaimana dengan pelayanan? Apakah pelayanan itu berubah? Ya dan tidak. Pelayanan tidak berubah dari segi nilai-nilai dan target ilahi yang dikejar. Tetapi pelayanan berubah dalam hal strategi mencapai target ilahinya, atau saya sebut inovasi dan adaptasi.
Karena dunia ini berubah, maka perlu 2 hal itu dalam pelayanan. Adaptasi adalah cara kita merespon terhadap perubahan dunia luar. Bagaimana cara kita merespon? Lakukan inovasi. Inovasi adalah suatu strategi baru dan ini mutlak memerlukan upgrade kapasitas diri seseorang.
Semua tau nokia. Dia raja HP tahun 90an. Tetapi dimana sekarang ia? Kesalahan utama nokia adalah karena dia tidak mau investasi banyak untuk inovasi ponsel pintar. Dia terlambat berinovasi. Dan akhirnya dia gugur. Samsung adalah raja baru di dunia HP. Apa kekuatannya? 2 kekuatan utama mereka adalah pemasaran/marketing dan tentu saja INOVASI.
Pelayanan harus lakukan 2 hal ini agar bisa "bertahan hidup" dan mengejar target ilahinya. Kita tidak akan banyak bahas soal marketing/pemasaran. Lain waktu saja. Fokus dulu pada inovasi. Hehe..
Apa yang alkitab ajarkan tentang adaptasi dan inovasi?
1. Pelayanan WAJIB beradaptasi dan berinovasi
1 kor 9:24 -> larilah begitu rupa sehingga kamu memperolehnya
1 kor 9: 19-23 -> ..... segala sesuatu ini aku lakukan demi injil, supaya aku mendapat bagian dalamnya.
Apa maksud "begitu rupa"? Lalu apa maksud paulus "menjadi seperti" orang yang tidak hidup di bawah hukum taurat? Itu semua adalah bahasa lain dari adaptasi dan inovasi.
2. Iblis adalah seorang yang pandai beradaptasi dan berinovasi.
Jika pelayanan tidak mau berinovasi, maka kita akan kalah dengan iblis. Iblis sudah pakai musik untuk menjerat anak-anak muda, dia pakai film, dia pakai medsos, dll. Gereja juga harus adaptif. Mengapa saya bilang iblis adaptif? Mari lihat lagi bagaimana iblis menjerat setiap orang dengan dosa. Kelemahan setiap orang berbeda-beda bukan? Lalu apa dia pakai strategi yang sama untuk menjatuhkan saya dan anda? Pasti berbeda. Saya lemah terhadap X, maka iblis pakai strategi X. Anda lemah terhadap Y, maka iblis pakai strategi Y. Itu mengapa iblis sangatlah adaptif.
Tetapi kabar sukacita datang. Anak Tuhan dapat gunakan senjata iblis yang kreatif itu untuk berbalik menyerang iblis. Saya sangat suka dengan kisah Daud dan goliat (1 sam 17). Apa yang Daud pakai untuk menghabisi goliat? Bukan umban batu, tapi pedang goliat sendiri. Itu yang harus kita imani dan pelajari.
Jika iblis bersenjatakan musik untuk menjerat anak muda, maka gunakan kembali musik untuk mengalahkan iblis dan menarik anak muda. Jika iblis pakai komunitas untuk jerat mereka, maka kita pakai balik komunitas untuk tarik anak muda. Jika iblis pakai medsos, maka kita pakai balik medsos, dan lain-lain.
So, salah satu cara inovasi dalam pelayanan sudah tertulis dengan jelas : gunakan "senjata" iblis untuk menyerang dia balik dan menghabisinya. Iblis memang cerdik, tetapi lebih cerdik orang yang dapat menggunakan senjata musuhnya untuk menyerang balik musuhnya. Am i right??
3. Upgrade kapasitas diri adalah harga mutlak sebuah adaptasi yang berhasil
Mari lihat Daud. Hasil upgrade kapasitas dirinya membuatnya menjadi raja yang luar biasa. Semula dia cuma seorang penggembala dan pembunuh singa. Tetapi di kemudian hari dalam proses hidupnya, dia bisa menjadi pembunuh raksasa, pemain musik luar biasa untuk raja, pengatur administrasi kerajaan (di jaman saul belum ada), aktor hebat (pura-pura gila di depan raja filistin. Lalu menjadi bawahan "palsu" dan mengabdi pada raja filistin), komposer (dia lah raja yang membuat ada tim PW diantara para imam lewi), arsitek hebat (dia yang merancang bangunan bait Allah dan memberikannya pada salomo), businessman sejati (dia kumpulkan uang untuk bait suci dan berikan pada salomo), negosiator ulung (berteman dengan raja Hiram untuk dapatkan bantuan kayu), pencipta lagu hebat, pencetak orang-orang hebat (bawahannya semua pahlawan), dll. Daud upgrade dirinya sendiri dan akhirnya menjadi pribadi yang hebat.
Israel saat itu sebenarnya sudah tertinggal dengan bangsa-bangsa lain soal ilmu pemerntahan. Bangsa lain sudah lama punya raja dan struktur pemerintahan. Tetapi karena Daud cepat beradaptasi dengan kondisi baru, israel bisa kejar ketertinggalan itu.
1 kor 9:27 -> tetapi aku MELATIH TUBUHKU dan menguasainya seluruhnya, supaya sesudah aku memberitakan injil kepada orang lain, jangan aku sendiri ditolak.
Bagi Paulus, upgrade kapasitas diri adalah penting dalam proses menjalani panggilan hidupnya dan proses pemberitaan injil.
4. Adaptasi dan inovasi tidak merubah nilai-nilai dasar pelayanan.
Banyak pelayanan takut berinovasi karena dia berpikir nilai-nilai pelayanannya akan luntur dan hilang. Dan bagi saya ini salah. Mari lihat daud dan daniel.
Daud tidak mau membunuh saul dalam proses adaptasi hidupnya yang terus dikejar-kejar saul untuk dibunuh. Tetapi dia pakai strategi untuk membuat saul berhenti sejenak mengejarnya, yaitu memotong jubah dan mengambil lembing saul. Begitu juga dengan daniel. Saat dia disuruh minum anggur, maka dia tidak mau minum. Strategi yang dia pakai adalah menyuruh membandingkan dirinya yang tidak minum anggur dengan orang yang minum anggur.
Paulus juga dalam 1 kor 9:20-22 berkata bahwa dia "menjadi seperti" orang yang dia layani. Tetapi dia selalu akhiri statementnya dengan perkataan yang berkata bahwa dia tidak menurunkan nilai-nilai yang dia anut (seperti : sekalipun aku tidak hidup diluar hukum Allah).
Jadi bagi saya, inovasi dan adaptasi adalah soal strategi mengejar target ilahi dan "bertahan hidup" dan tidak merubah nilai-nilai dasar pelayanan.
5. Roh Kudus sumber adaptasi dan inovasi
Yoh 3:34 -> Alah mengaruniakan Roh-Nya dengan tidak terbatas.
1 yoh 2:27 -> sebab di dalam diri kamu tetap ada pengurapan yang telah kamu terima dari pada-Nya... pengurapan-Nya mengajar kamu tentang segala sesuatu
Itu mengapa saya tidak percaya jika pelayanan kekurangan ide mengenai penjangkauan, dll. Mengapa samsung sukses dengan inovasinya sedangkan gereja gagal? Karena gereja tidak terhubung dengan Roh Kudus yang tidak terbatas.
6. Doa adalah penghubung tidak terbatas kepada sumber inovasi itu.
Semua sudah tahu ini. Itu mengapa persekutuan doa adalah sesuatu yang mutlak untuk pelayanan yang berinovasi. Doa juga adalah lambang penyerahan dan kerendahatian. Akal manusia adalah licik kata alkitab. Dengan doa, kita belajar menaruh ide-ide kita pada Tuhan. Kita berkata : "Tuhan, ini strateginya, kalau Lu mau, ya kita jalan. Kalau Lu gak mau dan mau yang lain, ya kami ikut". Doa menunjukkan bahwa kita sepenuhnya berserah pada Tuhan.
7. Karunia nabi memegang peranan penting dalam inovasi
Jika saya membaca kisah raja-raja, maka karunia jawatan nabi adalah penyokong sejati dari inovasi yang akan dilakukan raja-raja israel dan yehuda. Silakan baca sendiri bagaimana Saul bergantung pada Samuel, Daud pada yonathan, lalu Yosafat, Yosia, Hizkia, Asa, Ahab, dll. Hampir semua kisah raja-raja mengandung seorang nama nabi Tuhan.
Jadi jika anda seorang nabi, kembangkan karunia anda itu. Nabi ibarat telinga bagi pemimpin untuk dengar suara Tuhan dan juga penyambung lidah Tuhan bagi para pemimpin.
8. Inovasi akan lebih baik jika menggunakan dan memaksimalkan semua talenta jemaat
"Beritahukanlah kepadaku apa-apa yang kau punya di rumah" (1 raja 4:2). Itu yang elisa katakan pada seorang janda sebelum inovasi itu terjadi. Tuhan juga gunakan tongkat musa untuk berinovasi dengan alam (wuihh,, keren banget kalimat ini : berinovasi dengan alam). Seringkali kita bingung mau bagaimana berinovasi. Maka lihat talenta jemaatmu dan dirimu sendiri.
Apa guna talenta? Tentu saja untuk memuliakan Tuhan, bukan? Tuhan juga suruh kita kembangkan talenta kita. Itulah alasan mengapa seorang pemimpin harus tau apa talenta jemaatnya. Bahkan saya bilang talenta setiap jemaat!
misal dalam pelayanan ada yang bertalenta seorang MC dan pembuat ice breaking handal. Maka saat pelayanan berhadapan dengan orang-orang yang suka games, maka mulailah berinovasi dengan talentanya itu. Seringkali pemimpin takut berinovasi karena dia melihat dari talenta-talenta umum dan kondisi umum jemaat.tetapi ini adalah sebuah kesalahan. Jika pemimpin ingin berinovasi, silakan tanya pada jemaat siapa yang bisa. Jika mungkin cuma satu yang bisa, ya silakan berinovasi dengan dia.
9. Duduk bersama dan berdiskusi adalah perlu sebelum lakukan inovasi
Luk 14:28 -> sebab siapa diantara kamu yang kalau mau mendirikan sebuah menara tidak duduk dahulu membuat anggaean biayanya, kalau-kalau cukup uangnya untuk menyelesaikan pekerjaannya itu?
Ams 24:6 -> karena hanya dengan perencanaan engkau dapat berperang, dan kemenangan tergantung pada penasihat yang banyak.
Bagi saya diskusi adalah berguna untuk memperluas pola pikir sebelum berinovasi. Seorang pemimpin yang tidak melibatkan orang lain dalam berinovasi rawan jatuh dan gagal. Jadi kombinasi doa + perencanaan + diskusi akan hasilkan inovasi yang luar biasa.
10. Orang yang berinovasi bisa saja gagal, tetapi orang yang tidak berinovasi sudah pasti gagal.
Itu quotes yang populer sekali dalam dunia bisnis. Lalu kapan waktu tepat untuk berinovasi? Mulailah sekarang!
Karena dunia ini berubah, maka perlu 2 hal itu dalam pelayanan. Adaptasi adalah cara kita merespon terhadap perubahan dunia luar. Bagaimana cara kita merespon? Lakukan inovasi. Inovasi adalah suatu strategi baru dan ini mutlak memerlukan upgrade kapasitas diri seseorang.
Semua tau nokia. Dia raja HP tahun 90an. Tetapi dimana sekarang ia? Kesalahan utama nokia adalah karena dia tidak mau investasi banyak untuk inovasi ponsel pintar. Dia terlambat berinovasi. Dan akhirnya dia gugur. Samsung adalah raja baru di dunia HP. Apa kekuatannya? 2 kekuatan utama mereka adalah pemasaran/marketing dan tentu saja INOVASI.
Pelayanan harus lakukan 2 hal ini agar bisa "bertahan hidup" dan mengejar target ilahinya. Kita tidak akan banyak bahas soal marketing/pemasaran. Lain waktu saja. Fokus dulu pada inovasi. Hehe..
Apa yang alkitab ajarkan tentang adaptasi dan inovasi?
1. Pelayanan WAJIB beradaptasi dan berinovasi
1 kor 9:24 -> larilah begitu rupa sehingga kamu memperolehnya
1 kor 9: 19-23 -> ..... segala sesuatu ini aku lakukan demi injil, supaya aku mendapat bagian dalamnya.
Apa maksud "begitu rupa"? Lalu apa maksud paulus "menjadi seperti" orang yang tidak hidup di bawah hukum taurat? Itu semua adalah bahasa lain dari adaptasi dan inovasi.
2. Iblis adalah seorang yang pandai beradaptasi dan berinovasi.
Jika pelayanan tidak mau berinovasi, maka kita akan kalah dengan iblis. Iblis sudah pakai musik untuk menjerat anak-anak muda, dia pakai film, dia pakai medsos, dll. Gereja juga harus adaptif. Mengapa saya bilang iblis adaptif? Mari lihat lagi bagaimana iblis menjerat setiap orang dengan dosa. Kelemahan setiap orang berbeda-beda bukan? Lalu apa dia pakai strategi yang sama untuk menjatuhkan saya dan anda? Pasti berbeda. Saya lemah terhadap X, maka iblis pakai strategi X. Anda lemah terhadap Y, maka iblis pakai strategi Y. Itu mengapa iblis sangatlah adaptif.
Tetapi kabar sukacita datang. Anak Tuhan dapat gunakan senjata iblis yang kreatif itu untuk berbalik menyerang iblis. Saya sangat suka dengan kisah Daud dan goliat (1 sam 17). Apa yang Daud pakai untuk menghabisi goliat? Bukan umban batu, tapi pedang goliat sendiri. Itu yang harus kita imani dan pelajari.
Jika iblis bersenjatakan musik untuk menjerat anak muda, maka gunakan kembali musik untuk mengalahkan iblis dan menarik anak muda. Jika iblis pakai komunitas untuk jerat mereka, maka kita pakai balik komunitas untuk tarik anak muda. Jika iblis pakai medsos, maka kita pakai balik medsos, dan lain-lain.
So, salah satu cara inovasi dalam pelayanan sudah tertulis dengan jelas : gunakan "senjata" iblis untuk menyerang dia balik dan menghabisinya. Iblis memang cerdik, tetapi lebih cerdik orang yang dapat menggunakan senjata musuhnya untuk menyerang balik musuhnya. Am i right??
3. Upgrade kapasitas diri adalah harga mutlak sebuah adaptasi yang berhasil
Mari lihat Daud. Hasil upgrade kapasitas dirinya membuatnya menjadi raja yang luar biasa. Semula dia cuma seorang penggembala dan pembunuh singa. Tetapi di kemudian hari dalam proses hidupnya, dia bisa menjadi pembunuh raksasa, pemain musik luar biasa untuk raja, pengatur administrasi kerajaan (di jaman saul belum ada), aktor hebat (pura-pura gila di depan raja filistin. Lalu menjadi bawahan "palsu" dan mengabdi pada raja filistin), komposer (dia lah raja yang membuat ada tim PW diantara para imam lewi), arsitek hebat (dia yang merancang bangunan bait Allah dan memberikannya pada salomo), businessman sejati (dia kumpulkan uang untuk bait suci dan berikan pada salomo), negosiator ulung (berteman dengan raja Hiram untuk dapatkan bantuan kayu), pencipta lagu hebat, pencetak orang-orang hebat (bawahannya semua pahlawan), dll. Daud upgrade dirinya sendiri dan akhirnya menjadi pribadi yang hebat.
Israel saat itu sebenarnya sudah tertinggal dengan bangsa-bangsa lain soal ilmu pemerntahan. Bangsa lain sudah lama punya raja dan struktur pemerintahan. Tetapi karena Daud cepat beradaptasi dengan kondisi baru, israel bisa kejar ketertinggalan itu.
1 kor 9:27 -> tetapi aku MELATIH TUBUHKU dan menguasainya seluruhnya, supaya sesudah aku memberitakan injil kepada orang lain, jangan aku sendiri ditolak.
Bagi Paulus, upgrade kapasitas diri adalah penting dalam proses menjalani panggilan hidupnya dan proses pemberitaan injil.
4. Adaptasi dan inovasi tidak merubah nilai-nilai dasar pelayanan.
Banyak pelayanan takut berinovasi karena dia berpikir nilai-nilai pelayanannya akan luntur dan hilang. Dan bagi saya ini salah. Mari lihat daud dan daniel.
Daud tidak mau membunuh saul dalam proses adaptasi hidupnya yang terus dikejar-kejar saul untuk dibunuh. Tetapi dia pakai strategi untuk membuat saul berhenti sejenak mengejarnya, yaitu memotong jubah dan mengambil lembing saul. Begitu juga dengan daniel. Saat dia disuruh minum anggur, maka dia tidak mau minum. Strategi yang dia pakai adalah menyuruh membandingkan dirinya yang tidak minum anggur dengan orang yang minum anggur.
Paulus juga dalam 1 kor 9:20-22 berkata bahwa dia "menjadi seperti" orang yang dia layani. Tetapi dia selalu akhiri statementnya dengan perkataan yang berkata bahwa dia tidak menurunkan nilai-nilai yang dia anut (seperti : sekalipun aku tidak hidup diluar hukum Allah).
Jadi bagi saya, inovasi dan adaptasi adalah soal strategi mengejar target ilahi dan "bertahan hidup" dan tidak merubah nilai-nilai dasar pelayanan.
5. Roh Kudus sumber adaptasi dan inovasi
Yoh 3:34 -> Alah mengaruniakan Roh-Nya dengan tidak terbatas.
1 yoh 2:27 -> sebab di dalam diri kamu tetap ada pengurapan yang telah kamu terima dari pada-Nya... pengurapan-Nya mengajar kamu tentang segala sesuatu
Itu mengapa saya tidak percaya jika pelayanan kekurangan ide mengenai penjangkauan, dll. Mengapa samsung sukses dengan inovasinya sedangkan gereja gagal? Karena gereja tidak terhubung dengan Roh Kudus yang tidak terbatas.
6. Doa adalah penghubung tidak terbatas kepada sumber inovasi itu.
Semua sudah tahu ini. Itu mengapa persekutuan doa adalah sesuatu yang mutlak untuk pelayanan yang berinovasi. Doa juga adalah lambang penyerahan dan kerendahatian. Akal manusia adalah licik kata alkitab. Dengan doa, kita belajar menaruh ide-ide kita pada Tuhan. Kita berkata : "Tuhan, ini strateginya, kalau Lu mau, ya kita jalan. Kalau Lu gak mau dan mau yang lain, ya kami ikut". Doa menunjukkan bahwa kita sepenuhnya berserah pada Tuhan.
7. Karunia nabi memegang peranan penting dalam inovasi
Jika saya membaca kisah raja-raja, maka karunia jawatan nabi adalah penyokong sejati dari inovasi yang akan dilakukan raja-raja israel dan yehuda. Silakan baca sendiri bagaimana Saul bergantung pada Samuel, Daud pada yonathan, lalu Yosafat, Yosia, Hizkia, Asa, Ahab, dll. Hampir semua kisah raja-raja mengandung seorang nama nabi Tuhan.
Jadi jika anda seorang nabi, kembangkan karunia anda itu. Nabi ibarat telinga bagi pemimpin untuk dengar suara Tuhan dan juga penyambung lidah Tuhan bagi para pemimpin.
8. Inovasi akan lebih baik jika menggunakan dan memaksimalkan semua talenta jemaat
"Beritahukanlah kepadaku apa-apa yang kau punya di rumah" (1 raja 4:2). Itu yang elisa katakan pada seorang janda sebelum inovasi itu terjadi. Tuhan juga gunakan tongkat musa untuk berinovasi dengan alam (wuihh,, keren banget kalimat ini : berinovasi dengan alam). Seringkali kita bingung mau bagaimana berinovasi. Maka lihat talenta jemaatmu dan dirimu sendiri.
Apa guna talenta? Tentu saja untuk memuliakan Tuhan, bukan? Tuhan juga suruh kita kembangkan talenta kita. Itulah alasan mengapa seorang pemimpin harus tau apa talenta jemaatnya. Bahkan saya bilang talenta setiap jemaat!
misal dalam pelayanan ada yang bertalenta seorang MC dan pembuat ice breaking handal. Maka saat pelayanan berhadapan dengan orang-orang yang suka games, maka mulailah berinovasi dengan talentanya itu. Seringkali pemimpin takut berinovasi karena dia melihat dari talenta-talenta umum dan kondisi umum jemaat.tetapi ini adalah sebuah kesalahan. Jika pemimpin ingin berinovasi, silakan tanya pada jemaat siapa yang bisa. Jika mungkin cuma satu yang bisa, ya silakan berinovasi dengan dia.
9. Duduk bersama dan berdiskusi adalah perlu sebelum lakukan inovasi
Luk 14:28 -> sebab siapa diantara kamu yang kalau mau mendirikan sebuah menara tidak duduk dahulu membuat anggaean biayanya, kalau-kalau cukup uangnya untuk menyelesaikan pekerjaannya itu?
Ams 24:6 -> karena hanya dengan perencanaan engkau dapat berperang, dan kemenangan tergantung pada penasihat yang banyak.
Bagi saya diskusi adalah berguna untuk memperluas pola pikir sebelum berinovasi. Seorang pemimpin yang tidak melibatkan orang lain dalam berinovasi rawan jatuh dan gagal. Jadi kombinasi doa + perencanaan + diskusi akan hasilkan inovasi yang luar biasa.
10. Orang yang berinovasi bisa saja gagal, tetapi orang yang tidak berinovasi sudah pasti gagal.
Itu quotes yang populer sekali dalam dunia bisnis. Lalu kapan waktu tepat untuk berinovasi? Mulailah sekarang!
Jumat, 08 Januari 2016
Salah dengar suara Tuhan?
Di penghujung tahun lalu saya ngobrol2 dengan beberapa orang. Kami sharing2 panjang lebar sampai akhirnya salah seorang berkata "iya nih. Saya salah dengar suara Tuhan". Itu katanya alasan kenapa dia mengalami suatu kegagalan. Lalu cepat2 saya bilang bahwa untuk orang2 yang sudah cukup lama pelayanan tidak seharusnya berkata salah dengar suara Tuhan. Itu salah besar menurut saya.
Mengapa saya bilang begitu? Yoh 10:4 berkata bahwa domba mengenal suara gembala. Jadi jika kita bilang kita salah dengar suara Tuhan, maka mungkinkah kita bukan domba Tuhan? Jika ada 100 orang berbicara dalam 1 ruangan, maka kita tentu bisa kenali mana suara bapak kita. Benar bukan?
Beda pengecualian untuk orang yang tidak pernah dengar suara Tuhan seperti Samuel. Pada waktu Tuhan bicara padanya, dia lari pada Eli karena Samuel belum pernah dengar suara Tuhan (1 sam 3). Tetapi untuk kita yang sudah lama di pelayanan, bukankah kita tau mana suara Tuhan?
Mari kita lihat contoh lain dalam kisah Yosafat di 1 raja 22. Silakan baca kisahnya biar anda mengerti. Ketika nabi2 itu dipanggil ahab, semua dari mereka berbicara memakai nama Tuhan (ayat 6). Itu Tuhan yg asli dan bukan tuhan palsu karena "T" nya besar. Tetapi Yosafat bertanya mengenai keberadaan nabi Tuhan yg asli (ayat 7). Walaupun nabi2 lain berkata memakai nama Tuhan yg asli, tetapi mengapa Yosafat cari yg lain? Itu karena dia kenal mana suara Tuhan dan mana suara tuhan palsu. Iblis boleh menipu dengan meniru suara Tuhan yg asli, tetapi yosafat tau itu salah. Begitu juga dengan kita. Kita harusnya tau mana suara Tuhan yg asli dan palsu.
Jika kita perhatikan, sebenarnya cuma ada 2 suara dlm hidup ini : suara Tuhan dan iblis. Oleh karena itu bukankah tidak sulit kenali mana suara Tuhan? Kecuali ada 100 suara dan kita mungkin saja bingung. Dan 2 suara ini terus berbicara dalam hidup kita. Contoh praktisnya saat kita berbuat dosa. Pasti ada suara RK yang berkata tidak walaupun mungkin suara itu terdengar kecil dibanding suara iblis yang teriak2 supaya kita buat dosa. 2 suara ini aktif. Sekarang mana yang mau kita dengar?
Kemudian saya coba selidiki alkitab dan saya temui fakta2 menarik tentang suara Tuhan dan saya semakin bertambah yakin bahwa kalimat salah dengar suara Tuhan itu harus dijauhkan dalam kalimat kita.
Yang seringkali terjadi dalam hidup kita adalah Tuhan sudah bicara A tapi kita ngeyel dan tidak taat dan memilih B. 1 raja2 22:17-28 bicara bagaimana nabi Tuhan yang asli berkata bahwa orang israel-yehuda akan kalah perang. Tetapi lucunya yosafat tetap memilih berperang. Seharusnya dia biarkan ahab maju sendiri. Jadi disini Yosafat ngeyel tetap maju. Akhirnya dia kalah bukan karena dia salah dengar suara Tuhan tapi karena dia tidak taat.
Ketidaktaatan akan membuat suara Tuhan itu makin kecil dalam hidup kita. Lalu hati nurani kita juga makin tumpul. Ketidaktaatan membuat kita terlatih mendengar suara iblis, tetapi ketaatan membuat kita terlatih mendengar suara Tuhan. Karena saya percaya, ukuran "kemahiran" kita dengar suara Tuhan ditentukan oleh ketaatan kita. 2 suara itu akan tetap bicara dalam hidup kita. Tetapi suara siapa yang paling besar kita dengar, ditentukan oleh ketaatan atau ketidaktaatan kita.
Lalu sebuah cerita menarik datang dari jaman hakim2. Hakim2 20 menceritakan bagaimana orang israel berperang dengan suku benyamin. Orang israel selalu tanya pada Tuhan sebelum berperang. Tuhan suruh maju, tetapi 2 kali orang israel kalah dari suku benyamin. Baru yang ketiga akhirnya Tuhan memberikan kemenangan pada orang israel. Lalu kok ini aneh? Tuhan suruh maju tetapi orang israel kalah 2x. Mari lihat kalimat Tuhan pada orang israel. Dalam 2 kekalahan itu, Tuhan bicara untuk maju. Tetapi baru pada peperangan ke 3 Tuhan bicara bahwa Ia akan berikan kemenangan pada israel. Mari kita bandingkan sejenak dengan kisah kemenangan Daud atas orang filistin di 2 Sam 5:17-25. Disana Tuhan jelas bilang bahwa Daud akan menang. Tetapi kepada orang Israel Tuhan baru janjikan mereka menang di peperangan yang ketiga. Itu mungkin kenapa orang israel kalah 2x dari suku benyamin.
Apakah Tuhan iseng suruh orang israel maju untuk kalah? saya rasa tidak. Lalu apa maksud Tuhan suruh mreka maju untuk kalah? Saya juga tidak tahu. Mungkin saja untuk melatih mereka berperang (hakim 3:1-2). Mungkin saja untuk memberitahu mereka bahwa perang saudara adalah buruk. Atau alasan lain yang saya tidak tahu. Tetapi jelas sekali dalam kisah ini bahwa Tuhan bicara, mereka taat pada suara Tuhan, tetapi mereka kalah.
Saya tidak mau berkata bahwa suara Tuhan membawa pada kekalahan. Tetapi saya mau bilang bahwa pada endingnya, suara Tuhan akan hasilkan kemenangan. Walaupun kelihatannya kita hilang sesuatu, tetapi akhirnya kita menang. Dan tiru ketaatan orang israel, mereka kalah, tapi tetap maju dan taat pada suara Tuhan. Tuhan mungkin saja ingin mengajari kta sesuatu dalam proses2 itu.
Akhir dari semua ini adalah ajakan untuk semakin taat dengar suara Tuhan. Lalu semakin kenali suara Tuhanmu. Supaya iblis tidak bisa menipumu. Tetapi balik lagi, semakin kita taat, semakin tajam kita dengar suara Tuhan.
Mengapa saya bilang begitu? Yoh 10:4 berkata bahwa domba mengenal suara gembala. Jadi jika kita bilang kita salah dengar suara Tuhan, maka mungkinkah kita bukan domba Tuhan? Jika ada 100 orang berbicara dalam 1 ruangan, maka kita tentu bisa kenali mana suara bapak kita. Benar bukan?
Beda pengecualian untuk orang yang tidak pernah dengar suara Tuhan seperti Samuel. Pada waktu Tuhan bicara padanya, dia lari pada Eli karena Samuel belum pernah dengar suara Tuhan (1 sam 3). Tetapi untuk kita yang sudah lama di pelayanan, bukankah kita tau mana suara Tuhan?
Mari kita lihat contoh lain dalam kisah Yosafat di 1 raja 22. Silakan baca kisahnya biar anda mengerti. Ketika nabi2 itu dipanggil ahab, semua dari mereka berbicara memakai nama Tuhan (ayat 6). Itu Tuhan yg asli dan bukan tuhan palsu karena "T" nya besar. Tetapi Yosafat bertanya mengenai keberadaan nabi Tuhan yg asli (ayat 7). Walaupun nabi2 lain berkata memakai nama Tuhan yg asli, tetapi mengapa Yosafat cari yg lain? Itu karena dia kenal mana suara Tuhan dan mana suara tuhan palsu. Iblis boleh menipu dengan meniru suara Tuhan yg asli, tetapi yosafat tau itu salah. Begitu juga dengan kita. Kita harusnya tau mana suara Tuhan yg asli dan palsu.
Jika kita perhatikan, sebenarnya cuma ada 2 suara dlm hidup ini : suara Tuhan dan iblis. Oleh karena itu bukankah tidak sulit kenali mana suara Tuhan? Kecuali ada 100 suara dan kita mungkin saja bingung. Dan 2 suara ini terus berbicara dalam hidup kita. Contoh praktisnya saat kita berbuat dosa. Pasti ada suara RK yang berkata tidak walaupun mungkin suara itu terdengar kecil dibanding suara iblis yang teriak2 supaya kita buat dosa. 2 suara ini aktif. Sekarang mana yang mau kita dengar?
Kemudian saya coba selidiki alkitab dan saya temui fakta2 menarik tentang suara Tuhan dan saya semakin bertambah yakin bahwa kalimat salah dengar suara Tuhan itu harus dijauhkan dalam kalimat kita.
Yang seringkali terjadi dalam hidup kita adalah Tuhan sudah bicara A tapi kita ngeyel dan tidak taat dan memilih B. 1 raja2 22:17-28 bicara bagaimana nabi Tuhan yang asli berkata bahwa orang israel-yehuda akan kalah perang. Tetapi lucunya yosafat tetap memilih berperang. Seharusnya dia biarkan ahab maju sendiri. Jadi disini Yosafat ngeyel tetap maju. Akhirnya dia kalah bukan karena dia salah dengar suara Tuhan tapi karena dia tidak taat.
Ketidaktaatan akan membuat suara Tuhan itu makin kecil dalam hidup kita. Lalu hati nurani kita juga makin tumpul. Ketidaktaatan membuat kita terlatih mendengar suara iblis, tetapi ketaatan membuat kita terlatih mendengar suara Tuhan. Karena saya percaya, ukuran "kemahiran" kita dengar suara Tuhan ditentukan oleh ketaatan kita. 2 suara itu akan tetap bicara dalam hidup kita. Tetapi suara siapa yang paling besar kita dengar, ditentukan oleh ketaatan atau ketidaktaatan kita.
Lalu sebuah cerita menarik datang dari jaman hakim2. Hakim2 20 menceritakan bagaimana orang israel berperang dengan suku benyamin. Orang israel selalu tanya pada Tuhan sebelum berperang. Tuhan suruh maju, tetapi 2 kali orang israel kalah dari suku benyamin. Baru yang ketiga akhirnya Tuhan memberikan kemenangan pada orang israel. Lalu kok ini aneh? Tuhan suruh maju tetapi orang israel kalah 2x. Mari lihat kalimat Tuhan pada orang israel. Dalam 2 kekalahan itu, Tuhan bicara untuk maju. Tetapi baru pada peperangan ke 3 Tuhan bicara bahwa Ia akan berikan kemenangan pada israel. Mari kita bandingkan sejenak dengan kisah kemenangan Daud atas orang filistin di 2 Sam 5:17-25. Disana Tuhan jelas bilang bahwa Daud akan menang. Tetapi kepada orang Israel Tuhan baru janjikan mereka menang di peperangan yang ketiga. Itu mungkin kenapa orang israel kalah 2x dari suku benyamin.
Apakah Tuhan iseng suruh orang israel maju untuk kalah? saya rasa tidak. Lalu apa maksud Tuhan suruh mreka maju untuk kalah? Saya juga tidak tahu. Mungkin saja untuk melatih mereka berperang (hakim 3:1-2). Mungkin saja untuk memberitahu mereka bahwa perang saudara adalah buruk. Atau alasan lain yang saya tidak tahu. Tetapi jelas sekali dalam kisah ini bahwa Tuhan bicara, mereka taat pada suara Tuhan, tetapi mereka kalah.
Saya tidak mau berkata bahwa suara Tuhan membawa pada kekalahan. Tetapi saya mau bilang bahwa pada endingnya, suara Tuhan akan hasilkan kemenangan. Walaupun kelihatannya kita hilang sesuatu, tetapi akhirnya kita menang. Dan tiru ketaatan orang israel, mereka kalah, tapi tetap maju dan taat pada suara Tuhan. Tuhan mungkin saja ingin mengajari kta sesuatu dalam proses2 itu.
Akhir dari semua ini adalah ajakan untuk semakin taat dengar suara Tuhan. Lalu semakin kenali suara Tuhanmu. Supaya iblis tidak bisa menipumu. Tetapi balik lagi, semakin kita taat, semakin tajam kita dengar suara Tuhan.
Minggu, 20 Juli 2014
buah dan pohon rohani
Baru saja kuliah 3 minggu yang sangat melelahkan dan menyibukkan selesai. jujur, ketika pertama kali mendapat jadwal kuliah, saya sudah cukup stres. bayangkan saja, selama 3 minggu itu jadwal saya penuh dari pagi sampai sore. lalu ditambah ada tugas kelompok yang cukup berat maka saya berpikir ini akan menjadi 3 minggu yang berat. dan memang itu terjadi.
Tetapi saya sangat bersyukur jika banyak pola pikir saya diubahkan dalam 3 minggu ini. Ada 1 hal yang baru saya sadari, banyak pola pikir saya yang diubahkan justru ketika saya mendapat modul kuliah yang sangat berat. dari situ saya tarik kesimpulan jika ingin mendapat hal-hal besar, maka harga yang anda harus bayar juga besar. tidak ada hal besar yang instan dalam hidup ini kecuali keselamatan dalam Kristus. hehe..
Begitu juga dalam masalah anda sehari-hari. tidak ada masalah pelik yang terjadi dengan tiba-tiba. semua pasti ada sumbernya, dan sumbernya bermula dari sesuatu yang kecil yang anda biarkan. sudah berjuta kali (yaa, saya hiperbolkan karena memang sangat sering saya alami) saya sadari bahwa masalah yang saya hadapi itu ternyata sudah diperingatkan oleh Roh Kudus sebelumnya. Dia berkata dengan lembut bahwa saya harus lakukan ini itu. ada yang tidak saya lakukan sehingga saya gagal dan jatuh, tetapi ada yang saya lakukan sehingga saya berhasil. saya sudah alami apa yang disebut dengan peran Roh Kudus sebagai Pribadi yang memberitahukan hal-hal di masa yang akan datang.
Jika anda sakit kepala, apa yang anda pikirkan pertama kali? mungkin anda berpikir jika anda perlu minum obat, atau perlu beristirahat, atau yang lainnya. tetapi pernahkan anda berpikir mengapa anda sakit kepala? banyak orang ketika menghadapi masalah langsung fokus pada penyelesaian di "hilir masalah". tetapi sadarkah anda bahwa penyelesaian terbaik adalah pada "hulu masalah" itu sendiri? mari perhatikan pepatah ini, "lebih baik mencegah daripada mengobati". "mencegah" berarti menyelesaikan masalah di hulu, sedangkan "mengobati" berarti menyelesaikan masalah di hilir.
Adakah orang dewasa yang tiba-tiba gemuk dalam 1 malam? adakah suami yang tiba-tiba minta cerai dalam 1 malam? adakah nilai kuliah baik tiba-tiba muncul dalam 1 malam (please, jangan libatkan menyontek disini)?
Mari baca sejenak Lukas 6:43-45. Adakah buah yang tiba-tiba muncul dalam 1 malam?
Buah yang baik adalah akibat dari pohon yang baik dan sebaliknya. saya ilustrasikan masalah adalah buah. masalah yang pelik adalah akibat dari kumpulan masalah-masalah kecil yang kita biarkan. jika anda berhutang 1 miliar rupiah, maka mungkin anda sudah terbiasa berhutang dari 100 ribu rupiah. banyak orang ketika menghadapi masalah, maka dia datang pada Tuhan dan meminta Tuhan menyelesaikan masalahnya itu dalam 1 malam (bahasa ilustrasinya meminta Tuhan mengganti buah mangga yang asam dengan yang manis). tentu saja Dia bisa lakukan itu! tetapi jika "pohonnya" tetap sama, maka anda harus datang berkali-kali pada Tuhan agar Dia menyelesaikan masalah yang sama.
Anda mengerti poin utamanya disini? solusi terbaik buat masalah anda bukanlah agar masalah anda beres dalam 1 malam. tetapi agar "pohon" anda dirubah dan diganti baru! alias anda sedang menyelesaikan masalah dari hulu dan bukan dari hilir. alias pola hidup dan pikir anda harus diubahkan baru.
Jika anda gemuk, lalu anda berdoa pada Tuhan agar lemak anda dihilangkan semua. itu baik dan Dia bisa lakukan dalam 1 malam. tetapi jika anda tidak bisa mengelola input makanan anda, maka semua sama saja. jika anda ingin ahli dalam berkotbah, lalu anda banyak dengarkan kotbah pendeta terkenal tanpa anda perbaiki waktu-waktu saat teduh anda, maka semua itu akan menjadi sia-sia pada akhirnya. karena waktu akan buktikan bahwa cara instan yang anda lakukan semuanya nonsense! Mungkin anda berkata bahwa "tidak, semua baik-baik saja kok"; "cara instan dan hidup saya yang seperti ini baik-baik saja kok"; "kenapa saya harus berbuat baik jika dengan berbuat baik saya tidak beruntung, lihat tuh orang jahat saja beruntung terus dalam hidupnya", dll., maka anda perlu waspada! mengapa? karena anda tidak pernah tahu kapan waktu Tuhan akan bekerja menguji anda.
Mari lihat sejenak Matius 13:24-30 tentang perumpamaan lalang diantara gandum..
Lalang mempunyai bentuk yang mirip dengan gandum. cara membedakannya adalah dari bentuk buahnya. mengapa lalang bisa tumbuh disana bersama gandum? karena lalang mendapat asupan makanan dan air yang sama dengan gandum. ketika petani menyiram dan memupuk gandum, maka bersamaan lalang juga akan ikut mendapatnya. tidak ada petani yang dengan sengaja memupuk lalang. tujuan dia cuma ingin memupuk gandum, tetapi karena ada lalang disana, maka lalang secara tidak sengaja terkena pupuk dan ikut bertumbuh.
jika anda "gandum", maka anda mungkin akan protes pada Tuhan mengapa orang jahat ( lalang) ikut diberkati padahal hidup mereka tidak sesuai firman, tidak pernah berdoa, tidak pernah baca alkitab, berdosa, korupsi, dll. dan ini lah jawabannya : ibarat Tuhan yang cuma ingin memberkati orang-orang benar. tetapi karena ada orang jahat di sekitar mereka, maka secara "tidak sengaja" orang-orang jahat ini ikut diberkati.
ketika dua-duanya tumbuh bersamaan, Yesus berkata bahwa jangan mencabut lalang karena mungkin gandum akan tercabut. lalu perhatikan kata Yesus pada ayat 30 : "Biarkan keduanya tumbuh bersama sampai waktu menuai". jadi Tuhan seolah membiarkan agar orang jahat terus diberkati dan tidak menghukum mereka, karena mungkin jika mereka dihukum pada waktu itu maka orang baik akan terkena efeknya. lalu akan tiba waktu Tuhan, dimana orang jahat akan "ditebang dan dibakar". darimana Dia tahu bahwa orang ini jahat atau baik? tentu saja dari buahnya. mengapa saya bilang begitu? karena waktu yang Yesus tunggu adalah waktu menuai, dimana pada waktu masa tuaian, buah dari gandum akan kelihatan berbeda dengan buah dari lalang! karena sebelum waktu menuai, tidak ada buah yang menjadi pembeda dan batang lalang dan gandum kelihatan sama. sekarang, dapatkah anda menangkap jalan cerita ini?
Mungkin anda berkata bahwa "yaa tidak apa-apalah tidak saat teduh. toh semua baik-baik saja"; "tidak apa-apalah korupsi sedikit-sedikit, kan tidak banyak juga" dll. tetapi waspadalah, karena anda tidak pernah tahu kapan waktu tuaian Tuhan tiba atas hidup anda. jika anda didapati berbuah baik, maka anda akan selamat. tetapi jika anda didapati berbuah jahat, maka anda akan ditebang dan dibakar. dan jika anda ingin mendapat buah yang baik, periksa "pohon anda", "akar anda", dan "daun anda". apakah semuanya berfungsi dengan normal? jika tidak, segera "tebang pohon lama" anda dan berdoa agar Tuhan "tumbuhkan pohon yang baru".
Mujizat instan yang paling baik yang bisa Tuhan lakukan bukanlah mengganti buah mangga yang asam menjadi mangga yang manis dalam 1 malam. tetapi membakar pohon mangga asam dan menanam pohon mangga yang manis dalam 1 malam. mari selidiki "pohon rohani anda"!
Tetapi saya sangat bersyukur jika banyak pola pikir saya diubahkan dalam 3 minggu ini. Ada 1 hal yang baru saya sadari, banyak pola pikir saya yang diubahkan justru ketika saya mendapat modul kuliah yang sangat berat. dari situ saya tarik kesimpulan jika ingin mendapat hal-hal besar, maka harga yang anda harus bayar juga besar. tidak ada hal besar yang instan dalam hidup ini kecuali keselamatan dalam Kristus. hehe..
Begitu juga dalam masalah anda sehari-hari. tidak ada masalah pelik yang terjadi dengan tiba-tiba. semua pasti ada sumbernya, dan sumbernya bermula dari sesuatu yang kecil yang anda biarkan. sudah berjuta kali (yaa, saya hiperbolkan karena memang sangat sering saya alami) saya sadari bahwa masalah yang saya hadapi itu ternyata sudah diperingatkan oleh Roh Kudus sebelumnya. Dia berkata dengan lembut bahwa saya harus lakukan ini itu. ada yang tidak saya lakukan sehingga saya gagal dan jatuh, tetapi ada yang saya lakukan sehingga saya berhasil. saya sudah alami apa yang disebut dengan peran Roh Kudus sebagai Pribadi yang memberitahukan hal-hal di masa yang akan datang.
Jika anda sakit kepala, apa yang anda pikirkan pertama kali? mungkin anda berpikir jika anda perlu minum obat, atau perlu beristirahat, atau yang lainnya. tetapi pernahkan anda berpikir mengapa anda sakit kepala? banyak orang ketika menghadapi masalah langsung fokus pada penyelesaian di "hilir masalah". tetapi sadarkah anda bahwa penyelesaian terbaik adalah pada "hulu masalah" itu sendiri? mari perhatikan pepatah ini, "lebih baik mencegah daripada mengobati". "mencegah" berarti menyelesaikan masalah di hulu, sedangkan "mengobati" berarti menyelesaikan masalah di hilir.
Adakah orang dewasa yang tiba-tiba gemuk dalam 1 malam? adakah suami yang tiba-tiba minta cerai dalam 1 malam? adakah nilai kuliah baik tiba-tiba muncul dalam 1 malam (please, jangan libatkan menyontek disini)?
Mari baca sejenak Lukas 6:43-45. Adakah buah yang tiba-tiba muncul dalam 1 malam?
Buah yang baik adalah akibat dari pohon yang baik dan sebaliknya. saya ilustrasikan masalah adalah buah. masalah yang pelik adalah akibat dari kumpulan masalah-masalah kecil yang kita biarkan. jika anda berhutang 1 miliar rupiah, maka mungkin anda sudah terbiasa berhutang dari 100 ribu rupiah. banyak orang ketika menghadapi masalah, maka dia datang pada Tuhan dan meminta Tuhan menyelesaikan masalahnya itu dalam 1 malam (bahasa ilustrasinya meminta Tuhan mengganti buah mangga yang asam dengan yang manis). tentu saja Dia bisa lakukan itu! tetapi jika "pohonnya" tetap sama, maka anda harus datang berkali-kali pada Tuhan agar Dia menyelesaikan masalah yang sama.
Anda mengerti poin utamanya disini? solusi terbaik buat masalah anda bukanlah agar masalah anda beres dalam 1 malam. tetapi agar "pohon" anda dirubah dan diganti baru! alias anda sedang menyelesaikan masalah dari hulu dan bukan dari hilir. alias pola hidup dan pikir anda harus diubahkan baru.
Jika anda gemuk, lalu anda berdoa pada Tuhan agar lemak anda dihilangkan semua. itu baik dan Dia bisa lakukan dalam 1 malam. tetapi jika anda tidak bisa mengelola input makanan anda, maka semua sama saja. jika anda ingin ahli dalam berkotbah, lalu anda banyak dengarkan kotbah pendeta terkenal tanpa anda perbaiki waktu-waktu saat teduh anda, maka semua itu akan menjadi sia-sia pada akhirnya. karena waktu akan buktikan bahwa cara instan yang anda lakukan semuanya nonsense! Mungkin anda berkata bahwa "tidak, semua baik-baik saja kok"; "cara instan dan hidup saya yang seperti ini baik-baik saja kok"; "kenapa saya harus berbuat baik jika dengan berbuat baik saya tidak beruntung, lihat tuh orang jahat saja beruntung terus dalam hidupnya", dll., maka anda perlu waspada! mengapa? karena anda tidak pernah tahu kapan waktu Tuhan akan bekerja menguji anda.
Mari lihat sejenak Matius 13:24-30 tentang perumpamaan lalang diantara gandum..
Lalang mempunyai bentuk yang mirip dengan gandum. cara membedakannya adalah dari bentuk buahnya. mengapa lalang bisa tumbuh disana bersama gandum? karena lalang mendapat asupan makanan dan air yang sama dengan gandum. ketika petani menyiram dan memupuk gandum, maka bersamaan lalang juga akan ikut mendapatnya. tidak ada petani yang dengan sengaja memupuk lalang. tujuan dia cuma ingin memupuk gandum, tetapi karena ada lalang disana, maka lalang secara tidak sengaja terkena pupuk dan ikut bertumbuh.
jika anda "gandum", maka anda mungkin akan protes pada Tuhan mengapa orang jahat ( lalang) ikut diberkati padahal hidup mereka tidak sesuai firman, tidak pernah berdoa, tidak pernah baca alkitab, berdosa, korupsi, dll. dan ini lah jawabannya : ibarat Tuhan yang cuma ingin memberkati orang-orang benar. tetapi karena ada orang jahat di sekitar mereka, maka secara "tidak sengaja" orang-orang jahat ini ikut diberkati.
ketika dua-duanya tumbuh bersamaan, Yesus berkata bahwa jangan mencabut lalang karena mungkin gandum akan tercabut. lalu perhatikan kata Yesus pada ayat 30 : "Biarkan keduanya tumbuh bersama sampai waktu menuai". jadi Tuhan seolah membiarkan agar orang jahat terus diberkati dan tidak menghukum mereka, karena mungkin jika mereka dihukum pada waktu itu maka orang baik akan terkena efeknya. lalu akan tiba waktu Tuhan, dimana orang jahat akan "ditebang dan dibakar". darimana Dia tahu bahwa orang ini jahat atau baik? tentu saja dari buahnya. mengapa saya bilang begitu? karena waktu yang Yesus tunggu adalah waktu menuai, dimana pada waktu masa tuaian, buah dari gandum akan kelihatan berbeda dengan buah dari lalang! karena sebelum waktu menuai, tidak ada buah yang menjadi pembeda dan batang lalang dan gandum kelihatan sama. sekarang, dapatkah anda menangkap jalan cerita ini?
Mungkin anda berkata bahwa "yaa tidak apa-apalah tidak saat teduh. toh semua baik-baik saja"; "tidak apa-apalah korupsi sedikit-sedikit, kan tidak banyak juga" dll. tetapi waspadalah, karena anda tidak pernah tahu kapan waktu tuaian Tuhan tiba atas hidup anda. jika anda didapati berbuah baik, maka anda akan selamat. tetapi jika anda didapati berbuah jahat, maka anda akan ditebang dan dibakar. dan jika anda ingin mendapat buah yang baik, periksa "pohon anda", "akar anda", dan "daun anda". apakah semuanya berfungsi dengan normal? jika tidak, segera "tebang pohon lama" anda dan berdoa agar Tuhan "tumbuhkan pohon yang baru".
Mujizat instan yang paling baik yang bisa Tuhan lakukan bukanlah mengganti buah mangga yang asam menjadi mangga yang manis dalam 1 malam. tetapi membakar pohon mangga asam dan menanam pohon mangga yang manis dalam 1 malam. mari selidiki "pohon rohani anda"!
Sabtu, 17 Mei 2014
the art of preaching
Saya ingat betul kapan pertama kali saya share Firman Tuhan di depan lebih dari 20 orang. ketika itu saya berada di semester akhir dalam studi saya. jika biasa saya cuma share Firman di depan anak-anak rohani saya atau di komunitas yang kecil, maka hari itu saya bisa berdiri di depan lebih dari 20 orang. saya masih ingat betul topik yang saya bagikan hari itu : DOA. saya berbicara di sesi pemerlengkapan calon pekerja baru di pelayanan saya. saya berdiri dengan gagah di depan orang-orang itu. yaa, saya tahu saya kelihatan gagah karena calon istri saya berkata bahwa "kharisma" saya keluar waktu itu. hahaha.. oh ya, waktu itu saya belum ada berpikir mendoakan dia jadi teman hidup saya. jadi intinya saya kelihatan gagah bukan untuk manusia. hahaha..
Saya ingat sekali bagaimana perasaan saya waktu itu. saya cumalah seorang pengkotbah pemula yang tidak bisa berkata apa-apa. saya siapkan bahan kotbah saya dengan seksama. saya sungguh-sungguh berdoa! yaa, saya sangat banyak berdoa! bukan karena topik saya tentang doa, tetapi memang karena saya tidak bisa andalkan siapa-siapa selain Tuhan. tetapi jujur, saya pribadi memang suka berdoa dan merenungkan firman. ketika kotbah pertama itu, saya sampaikan bahan yang benar-benar baru saya ketahui. Roh Kudus bukakan sesuatu yang tidak saya kira sebelumnya. memang luar biasa Dia. dan hasil dari kotbah itu luar biasa. beberapa orang berkata bahwa kotbah itu powerfull dan memberkati. puji Tuhan!
Beberapa hari kemudian, saya diminta kotbah dengan topik yang sama di acara yang sama. tetapi ini khusus untuk calon pekerja yang tidak datang di sesi doa yang sebelumnya. saya kembali berdoa. dan saya sampaikan hal yang berbeda dari yang saya sampaikan di pemerlengkapan doa yang sebelumnya. sampai-sampai saya bilang kali ini untuk dengar rekaman kotbah saya yang pertama. karena apa yang saya sampaikan benar-benar baru. luar biasa Roh Kudus!
Beberapa minggu kemudian Tuhan bawa saya naik tinggi. kali ini saya diminta kotbah tentang doa di ibadah PMK ITB. yang datang mungkin lebih dari 350 orang. itu sebuah surprise bagi saya pribadi. karena status saya masih belum lulus dan yang saya tahu, rata-rata pengkotbah di ibadah PMK adalah pendeta, senior di pelayanan, atau dosen dan tidak pernah ada mahasiswa yang berkotbah disana selain ketua PMK! kali ini saya lebih sungguh berdoa. dan hasilnya luar biasa. banyak orang berkata sangat diberkati dengan kotbah saya. puji Tuhan.
Lalu tidak terhitung berapa kali saya berkotbah. kali ini tidak cuma di bandung saja. pelayanan kotbah saya mulai "menjalar" ke jakarta, bekasi, salatiga, dan yogyakarta. sungguh suatu kasih karunia yang luar biasa!
Tetapi saya ingat sekali ada saat dimana saya "jatuh" dalam berkotbah. saya pribadi suka sekali membaca alkitab, mendengar kotbah, dan membaca buku rohani. sehingga pengetahuan alkitab saya lumayan banyak. tetapi justru pengetahuan itu membuat saya jadi kurang berdoa saat akan membagikan sesuatu. disitulah kejatuhan saya. saya ingat sekali kapan kotbah saya terasa garing. yaa, saya sendiri merasa garing dengan kotbah saya, apalagi orang yang mendengarkan! itu lah kejatuhan saya sebagai pengkotbah! tetapi kemudian saya mulai mengerti banyak hal dan diubahkan dalam hal ini.
Sebelum saya berangkat menuju Belanda untuk S2, saya diberi kesampatan berkotbah di sebuah retret sebuah kampus di Bandung. saya betul-betul doakan ini dan menyiapkannya. dan hasilnya luar biasa. mereka berkata sangat diberkati. bahkan seorang adik berkata bahwa kotbah saya merubah banyak pola pikir mereka dan membuat flow retret berubah. puji Tuhan! ketika saya sedang share firman, disana ada 3 orang Papua Nugini. mereka tidaklah fasih berbahasa indonesia. lalu saya mencoba berkata dengan beberapa kalimat bahasa inggris ketika berkotbah. saya senang sekali ketika itu. salah satu dari mereka berkata bahwa kotbah saya memberkati. itu memberikah saya iman, bahwa sudah waktunya saya berkotbah di depan bangsa-bangsa.
Lalu kemudian datanglah hari senin kemarin. itu suatu pengalaman yang luar biasa bagi saya. saya diberi kasih karunia kesempatan untuk bicara di prayer meeting yang ada di kampus saya. topik bebas dan "semau" saya. leader di perkumpulan itu meminta saya share sesuatu dan saya diberi waktu 2 minggu untuk persiapan. itu karena ada hari libur sehingga pertemuan doa selanjutnya harus ditiadakan. 2 minggu itu saya benar-benar berdoa. saya berdoa karena saya tidak pede dengan bahasa inggris saya!
Saya ingat sekali, beberapa waktu lalu saya ikut sebuah pertemuan doa di kampus lain. kami berdoa dalam bahasa inggris. beberapa kali saya ikut mengangkat suara dan berdoa. tetapi waktu itu saya sangat sadari bahasa saya sangat terbatas. saya tahu bahasa inggris saya amburadul saat itu. tetapi saya tetap berbicara karena memang saya mau berdoa. dari situ saya belajar untuk berdoa dalam bahasa inggris. dan bahkan hampir setiap subuh alias setiap hari saya "memaksa" diri saya berdoa keliling kota dalam bahasa inggris! haha.. ketika semua orang masih tidur, maka saya keluar dengan sepeda dan berteriak di sepeda. haha.. saya memaksa diri saya berdoa dalam bahasa inggris.
Mari kembali ke tema kita yaitu kotbah. hehe.. saya benar-benar berdoa untuk kotbah singkat itu. memang yang datang cuma beberapa orang. paling banyak cuma 5 orang. tetapi saya tetap bergumul dalam doa. dan lucunya, Roh Kudus tidak membukakan sesuatu untuk kotbah itu. saya semakin bergumul. dan akhirnya, di pagi hari Dia berbicara sesuatu. dan singkat cerita saya putuskan ambil topik tersebut. dan waktu pun tiba. saya masuk ke dalam ruangan. awalnya cuma ada 5 orang disana. satu orang berdoa buka dan ketika saya buka mata, 3 orang wanita masuk ke dalam. woww!! rekor terbanyak dalam prayer meeting kami! ini luar biasa, tetapi bisa jadi "bumerang" buat saya. haha.. dan singkat cerita saya pun mulai share sesuatu.
Saya bisa jamin sayalah orang yang paling muda disitu. semua yang ada disitu adalah mahasiswa PhD sedangkan saya adalah mahasiswa master. rata-rata dari afrika. mari sebutkan Ghana, etiophia, nigeria, Sudan, afrika selatan, Rwanda, mozambiq, dan tidak lupa dari Belanda seorang wanita. saya benar-benar andalkan Roh Kudus disana. saya cuma share sekitar 7 menit. karena memang waktu kami yang tidak banyak. ketika saya selesai share, saya akhir dengan kalimat "yupp, just a simple message from me". saya lihat respon mereka. satu orang berkata "no, that is a powerful message". lalu orang kedua mulai menimpali. lalu orang ketiga, dan seterusnya. baru kali ini saya lihat semua orang aktif meresponi sharing seseorang. saya lihat ada "api" dalam wajah mereka. mereka mendapat api untuk berdoa bagi keselamatan kampus kami. dan ketika kami berdoa, saya rasakan atmosfer yang berbeda. lalu ketika selesai berdoa, saya lihat satu orang menyeka air mata yang mengalir di matanya. ini berbeda! bahkan ketika saya sedang turun dari lift bersama 2 orang lainnya, mereka masih tetap berkata sharing saya luar biasa. puji Tuhan!
Ketika saya renungkan semua itu, saya akhirnya dapatkan beberapa hal. pertama, semakin seorang pengkotbah banyak berdoa, maka semakin ampuh kuasa firman bekerja (ya, ini sudah hukum umum berkotbah, hehe..). saya tidak tahu berapa lama anda sebagai pengkotbah menyampaikan isi firman Tuhan. tetapi kualitas sebuah kotbah bukanlah dari lamanya, tetapi dari perubahan hidup seseorang. saya cuma sharing sekitar 7 menit dan menggunakan 1 ayat, tetapi saya lihat ada perubahan disana.
Kedua, jika anda sudah sangat sering berkotbah, maka berhati-hatilah! karena bisa jadi anda akan berkotbah tanpa banyak berdoa! Tuhan bukakan sesuatu yang baru buat saya di titik ini. saat anda mau berkotbah, maka berpikirlah itu adalah saat-saat dimana anda pertama kali berkotbah. rasakan bagaimana antusiasnya anda berdoa, menyiapkan bahan, dan bagaimana anda "memaksa" diri anda berdoa banyak karena anda tahu anda masihlah pemula,
Ketiga, janganlah berharap anda share sesuatu yang sama dalam beberapa kesempatan walaupun topik utamanya tetap sama. saya dalam waktu yang berdekatan berkotbah tentang doa dan semuanya berbeda. karena saya tidaklah suka akan firman yang lama, saya mau yang baru. itu alasan mengapa saya mencintai alkitab saya karena disana ada sumber makanan yang baru setiap saat ( silakan membaca tulisan saya sebelum ini tentang alkitab, hehe.. ).
Dan saya mau akhiri dengan ini. banyak buku ditulis untuk membahas bagaimana cara membagikan firman dengan baik. itu adalah baik. tetapi alangkah lebih baik, jika anda tau bagaimana mencari Tuhan lebih lagi saat anda diberi kesempatan untuk berkotbah! itu lebih penting dan jauh lebih baik! singkat cerita, bagi saya sekarang ini, seni berkotbah bukanlah bagaimana cara menyampaikan kotbah atau menyusun bahan kotbah, tetapi seni berkotbah adalah bagaimana mencari suara Tuhan. ini seni berkotbah yang sejati!
Saya ingat sekali bagaimana perasaan saya waktu itu. saya cumalah seorang pengkotbah pemula yang tidak bisa berkata apa-apa. saya siapkan bahan kotbah saya dengan seksama. saya sungguh-sungguh berdoa! yaa, saya sangat banyak berdoa! bukan karena topik saya tentang doa, tetapi memang karena saya tidak bisa andalkan siapa-siapa selain Tuhan. tetapi jujur, saya pribadi memang suka berdoa dan merenungkan firman. ketika kotbah pertama itu, saya sampaikan bahan yang benar-benar baru saya ketahui. Roh Kudus bukakan sesuatu yang tidak saya kira sebelumnya. memang luar biasa Dia. dan hasil dari kotbah itu luar biasa. beberapa orang berkata bahwa kotbah itu powerfull dan memberkati. puji Tuhan!
Beberapa hari kemudian, saya diminta kotbah dengan topik yang sama di acara yang sama. tetapi ini khusus untuk calon pekerja yang tidak datang di sesi doa yang sebelumnya. saya kembali berdoa. dan saya sampaikan hal yang berbeda dari yang saya sampaikan di pemerlengkapan doa yang sebelumnya. sampai-sampai saya bilang kali ini untuk dengar rekaman kotbah saya yang pertama. karena apa yang saya sampaikan benar-benar baru. luar biasa Roh Kudus!
Beberapa minggu kemudian Tuhan bawa saya naik tinggi. kali ini saya diminta kotbah tentang doa di ibadah PMK ITB. yang datang mungkin lebih dari 350 orang. itu sebuah surprise bagi saya pribadi. karena status saya masih belum lulus dan yang saya tahu, rata-rata pengkotbah di ibadah PMK adalah pendeta, senior di pelayanan, atau dosen dan tidak pernah ada mahasiswa yang berkotbah disana selain ketua PMK! kali ini saya lebih sungguh berdoa. dan hasilnya luar biasa. banyak orang berkata sangat diberkati dengan kotbah saya. puji Tuhan.
Lalu tidak terhitung berapa kali saya berkotbah. kali ini tidak cuma di bandung saja. pelayanan kotbah saya mulai "menjalar" ke jakarta, bekasi, salatiga, dan yogyakarta. sungguh suatu kasih karunia yang luar biasa!
Tetapi saya ingat sekali ada saat dimana saya "jatuh" dalam berkotbah. saya pribadi suka sekali membaca alkitab, mendengar kotbah, dan membaca buku rohani. sehingga pengetahuan alkitab saya lumayan banyak. tetapi justru pengetahuan itu membuat saya jadi kurang berdoa saat akan membagikan sesuatu. disitulah kejatuhan saya. saya ingat sekali kapan kotbah saya terasa garing. yaa, saya sendiri merasa garing dengan kotbah saya, apalagi orang yang mendengarkan! itu lah kejatuhan saya sebagai pengkotbah! tetapi kemudian saya mulai mengerti banyak hal dan diubahkan dalam hal ini.
Sebelum saya berangkat menuju Belanda untuk S2, saya diberi kesampatan berkotbah di sebuah retret sebuah kampus di Bandung. saya betul-betul doakan ini dan menyiapkannya. dan hasilnya luar biasa. mereka berkata sangat diberkati. bahkan seorang adik berkata bahwa kotbah saya merubah banyak pola pikir mereka dan membuat flow retret berubah. puji Tuhan! ketika saya sedang share firman, disana ada 3 orang Papua Nugini. mereka tidaklah fasih berbahasa indonesia. lalu saya mencoba berkata dengan beberapa kalimat bahasa inggris ketika berkotbah. saya senang sekali ketika itu. salah satu dari mereka berkata bahwa kotbah saya memberkati. itu memberikah saya iman, bahwa sudah waktunya saya berkotbah di depan bangsa-bangsa.
Lalu kemudian datanglah hari senin kemarin. itu suatu pengalaman yang luar biasa bagi saya. saya diberi kasih karunia kesempatan untuk bicara di prayer meeting yang ada di kampus saya. topik bebas dan "semau" saya. leader di perkumpulan itu meminta saya share sesuatu dan saya diberi waktu 2 minggu untuk persiapan. itu karena ada hari libur sehingga pertemuan doa selanjutnya harus ditiadakan. 2 minggu itu saya benar-benar berdoa. saya berdoa karena saya tidak pede dengan bahasa inggris saya!
Saya ingat sekali, beberapa waktu lalu saya ikut sebuah pertemuan doa di kampus lain. kami berdoa dalam bahasa inggris. beberapa kali saya ikut mengangkat suara dan berdoa. tetapi waktu itu saya sangat sadari bahasa saya sangat terbatas. saya tahu bahasa inggris saya amburadul saat itu. tetapi saya tetap berbicara karena memang saya mau berdoa. dari situ saya belajar untuk berdoa dalam bahasa inggris. dan bahkan hampir setiap subuh alias setiap hari saya "memaksa" diri saya berdoa keliling kota dalam bahasa inggris! haha.. ketika semua orang masih tidur, maka saya keluar dengan sepeda dan berteriak di sepeda. haha.. saya memaksa diri saya berdoa dalam bahasa inggris.
Mari kembali ke tema kita yaitu kotbah. hehe.. saya benar-benar berdoa untuk kotbah singkat itu. memang yang datang cuma beberapa orang. paling banyak cuma 5 orang. tetapi saya tetap bergumul dalam doa. dan lucunya, Roh Kudus tidak membukakan sesuatu untuk kotbah itu. saya semakin bergumul. dan akhirnya, di pagi hari Dia berbicara sesuatu. dan singkat cerita saya putuskan ambil topik tersebut. dan waktu pun tiba. saya masuk ke dalam ruangan. awalnya cuma ada 5 orang disana. satu orang berdoa buka dan ketika saya buka mata, 3 orang wanita masuk ke dalam. woww!! rekor terbanyak dalam prayer meeting kami! ini luar biasa, tetapi bisa jadi "bumerang" buat saya. haha.. dan singkat cerita saya pun mulai share sesuatu.
Saya bisa jamin sayalah orang yang paling muda disitu. semua yang ada disitu adalah mahasiswa PhD sedangkan saya adalah mahasiswa master. rata-rata dari afrika. mari sebutkan Ghana, etiophia, nigeria, Sudan, afrika selatan, Rwanda, mozambiq, dan tidak lupa dari Belanda seorang wanita. saya benar-benar andalkan Roh Kudus disana. saya cuma share sekitar 7 menit. karena memang waktu kami yang tidak banyak. ketika saya selesai share, saya akhir dengan kalimat "yupp, just a simple message from me". saya lihat respon mereka. satu orang berkata "no, that is a powerful message". lalu orang kedua mulai menimpali. lalu orang ketiga, dan seterusnya. baru kali ini saya lihat semua orang aktif meresponi sharing seseorang. saya lihat ada "api" dalam wajah mereka. mereka mendapat api untuk berdoa bagi keselamatan kampus kami. dan ketika kami berdoa, saya rasakan atmosfer yang berbeda. lalu ketika selesai berdoa, saya lihat satu orang menyeka air mata yang mengalir di matanya. ini berbeda! bahkan ketika saya sedang turun dari lift bersama 2 orang lainnya, mereka masih tetap berkata sharing saya luar biasa. puji Tuhan!
Ketika saya renungkan semua itu, saya akhirnya dapatkan beberapa hal. pertama, semakin seorang pengkotbah banyak berdoa, maka semakin ampuh kuasa firman bekerja (ya, ini sudah hukum umum berkotbah, hehe..). saya tidak tahu berapa lama anda sebagai pengkotbah menyampaikan isi firman Tuhan. tetapi kualitas sebuah kotbah bukanlah dari lamanya, tetapi dari perubahan hidup seseorang. saya cuma sharing sekitar 7 menit dan menggunakan 1 ayat, tetapi saya lihat ada perubahan disana.
Kedua, jika anda sudah sangat sering berkotbah, maka berhati-hatilah! karena bisa jadi anda akan berkotbah tanpa banyak berdoa! Tuhan bukakan sesuatu yang baru buat saya di titik ini. saat anda mau berkotbah, maka berpikirlah itu adalah saat-saat dimana anda pertama kali berkotbah. rasakan bagaimana antusiasnya anda berdoa, menyiapkan bahan, dan bagaimana anda "memaksa" diri anda berdoa banyak karena anda tahu anda masihlah pemula,
Ketiga, janganlah berharap anda share sesuatu yang sama dalam beberapa kesempatan walaupun topik utamanya tetap sama. saya dalam waktu yang berdekatan berkotbah tentang doa dan semuanya berbeda. karena saya tidaklah suka akan firman yang lama, saya mau yang baru. itu alasan mengapa saya mencintai alkitab saya karena disana ada sumber makanan yang baru setiap saat ( silakan membaca tulisan saya sebelum ini tentang alkitab, hehe.. ).
Dan saya mau akhiri dengan ini. banyak buku ditulis untuk membahas bagaimana cara membagikan firman dengan baik. itu adalah baik. tetapi alangkah lebih baik, jika anda tau bagaimana mencari Tuhan lebih lagi saat anda diberi kesempatan untuk berkotbah! itu lebih penting dan jauh lebih baik! singkat cerita, bagi saya sekarang ini, seni berkotbah bukanlah bagaimana cara menyampaikan kotbah atau menyusun bahan kotbah, tetapi seni berkotbah adalah bagaimana mencari suara Tuhan. ini seni berkotbah yang sejati!
Minggu, 11 Mei 2014
Instantly vs suddenly
Apa yang anda pikirkan ketika membaca judul diatas? sekilas 2 kata itu adalah sesuatu yang mirip. makna sederhananya adalah sesuatu terjadi dari yang tidak ada menjadi ada dalam tempo yang cepat sekali. apa perbedaannya? banyak, tetapi yang pasti manusia terkadang suka yang berbau instan, dan di sisi yang lain Allah memakai kata "tiba-tiba" dan tidak suka yang berbau instan. Mengapa saya berani berkata Allah tidak suka yang instan tetapi suka yang tiba-tiba? mari lihat contoh-contoh sederhana ini.
seorang ibu harus mengandung 9 bulan. dokter bisa menebak kapan kira-kira anaknya akan lahir. tetapi mereka tidak bisa menebak dengan tepat kapan kontraksi ke-xxx (gak tau berapa kali kontraksi ibu hamil, maklum, masih merencanakan menikah.. :p )dan itu terjadi dengan tiba-tiba! tidak peduli ibu itu lagi ngapain TIBA-TIBA saja dia mengalami kontraksi. ramalan cuaca berkata jam 4 sore akan hujan (ramalan cuaca di belanda bisa di cek per jam), tetapi mereka tidak bisa menebak menit ke berapa hujan akan turun. dan TIBA-TIBA hujan turun! jika saja kita bisa tahu menit keberapa hujan turun, kan enak mengatur kapan kita keluar rumah.
lalu mari berpindah ke hal rohani. ketika kita lahir baru, tidak dengan instan saya tidak suka dengan dosa itu. tetapi dengan TIBA-TIBA saya menjadi tidak suka dengan dosa itu. orang-orang yang sakit di kolam Betesda (yoh 5) menanti-nanti kapan malaikat turun. dan dengan TIBA-TIBA malaikat turun sehingga berlaku siapa cepat dia sembuh. bahkan Yesus berkata kalau kita harus tetap siaga karena hari Tuhan akan dengan TIBA-TIBA datang!
Lalu mengapa Allah tidak suka istilah "instantly"? cara seorang ibu melahirkan dengan operasi caesar adalah cara instan dan tidak alkitabiah. karena Allah sudah "menakdirkan" seorang ibu untuk melahirkan dengan kesakitan (kej 3:16). Cara seorang mahasiswa menyontek adalah adalah cara instan. lalu terakhir, mie instan juga tidaklah baik.. :p
Semua mujizat yang ada di alkitab juga berdasarkan pola TIBA-TIBA. ketika perempuan sakit pendarahan itu menjamah jubah Yesus, maka dengan TIBA-TIBA dia sembuh. ada orang yang sakit kusta datang pada Yesus, dan dengan TIBA-TIBA dia sembuh. ada hamba perwira Romawi sedang sakit. lalu dengan TIBA-TIBA dia juga sembuh ketika Yesus berkata sesuatu.
alkitab versi amplified menulis istilah tiba-tiba dengan kata : "immediately", "at that very moment", "instantly", "at once", dll. lho kok ada "instantly" juga di alkitab? yaa, itu memang ada. sekarang saya akan coba kerucutkan pengertian perbedaan instantly dan suddently. instantly yang saya maksud disini lebih mengarah kepada pola pikir manusia yang tidak membuat suatu satu effort pun dan dia berharap tiba-tiba ada hasil. sedangkan suddenly berarti dia sudah membuat suatu effort dan dengan tiba-tiba dia mendapat hasilnya.
Mengapa Allah tidak suka sama yang berbau instan? karena dengan "ke-instan-an" manusia tidak berharap pada Allah dan mengandalkan diri sendiri. saya dan anda menjadi manusia "gampangan" jika semua dalam hidup ini bisa diraih dengan instan. sedangkan TIBA-TIBA merujuk pada manusia yang berharap "mujizat" dari Tuhan karena dia tahu cuma Tuhan yang bisa buat itu. dengan "ke-instan-an" saya dan anda tahu kapan akhir dan ujung suatu proses terjadi. tetapi TIBA-TIBA tidak begitu. saya dan anda tidak bisa menebak kapan proses TIBA-TIBA itu terjadi. instan merujuk kepada waktu yang di-setting manusia, tetapi TIBA-TIBA merujuk kepada waktu Allah.
Jika hidup ini instan, maka semua masalah akan selesai dalam 1 hari. lalu kita akan segera kaya dalam waktu 1 hari. lalu karakter kita akan 100% berubah dalam 1 hari, dan lain-lain. kelihatan menyenangkan. tetapi ini bukanlah pola Allah. jika ke-instan-an terjadi dalam hidup, maka tidak ada lagi yang namanya mujizat. karena mujizat selalu terjadi dengan TIBA-TIBA.
Karena mujizat bersifat TIBA-TIBA, maka bukan kecepatan awal yang menentukan kemenangan saya dan anda, tetapi daya tahan sampai TIBA-TIBA itu terjadi. anda bisa berlari kencang di awal, tetapi kemudian mujizat tidak kunjung terjadi, maka anda mundur, dan akhirnya mujizat yang TIBA-TIBA itu tidak pernah terjadi. mungkin "dia" datang 1 menit sesudah anda memutuskan mundur. bukan berarti anda tidak boleh berlari kencang di awal, yang tidak boleh adalah anda memutuskan mundur ketika mujizat yang TIBA-TIBA itu belum terjadi dalam hidup anda. jika itu terjadi, maka pola pikir anda masihlah "instantly" karena berharap mujizat terjadi dalam kerangka waktu yang anda buat sendiri. dan akhirnya, keluarlah ayat "agung" tentang waktu, Pengkotbah 3: 11 ...
Ketika saya tahu pola pikir Allah seperti ini, maka kemudian saya berpikir bahwa Dia adalah pribadi yang sangat romantis. Dia selalu ingin membuat surprise dalam hidup saya dan anda. lalu ketika mujizat saya adalah unik dan berbeda dengan apa yang anda miliki, bukankah itu juga jauh lebih romantis?
Kawan, ketika Paulus menulis 2 ayat terpendek di muka bumi, 1 Tes 5:16 "bersukacitalah senantiasa" dan 1 Tes 5:17 "tetaplah berdoa", itu adalah pengantar yang baik untuk mujizat TIBA-TIBA yang kita harapkan. ketika masalahmu belumlah beres, maka lakukan 2 hal ini terus : bersukacita dan berdoalah. dengan bersukacita, maka sikap hatimu benar di hadapan Tuhan (mazmur 37:3-4). Dan dengan berdoa, maka anda membuktikan bahwa kekuatan anda adalah dari Tuhan.
Terus berjuang sampai mujizat TIBA-TIBA itu terjadi dalam hidupmu. ketika itu terjadi, maka saya pastikan itu menjadi surprise yang luar biasa dari Allah untuk anda.
seorang ibu harus mengandung 9 bulan. dokter bisa menebak kapan kira-kira anaknya akan lahir. tetapi mereka tidak bisa menebak dengan tepat kapan kontraksi ke-xxx (gak tau berapa kali kontraksi ibu hamil, maklum, masih merencanakan menikah.. :p )dan itu terjadi dengan tiba-tiba! tidak peduli ibu itu lagi ngapain TIBA-TIBA saja dia mengalami kontraksi. ramalan cuaca berkata jam 4 sore akan hujan (ramalan cuaca di belanda bisa di cek per jam), tetapi mereka tidak bisa menebak menit ke berapa hujan akan turun. dan TIBA-TIBA hujan turun! jika saja kita bisa tahu menit keberapa hujan turun, kan enak mengatur kapan kita keluar rumah.
lalu mari berpindah ke hal rohani. ketika kita lahir baru, tidak dengan instan saya tidak suka dengan dosa itu. tetapi dengan TIBA-TIBA saya menjadi tidak suka dengan dosa itu. orang-orang yang sakit di kolam Betesda (yoh 5) menanti-nanti kapan malaikat turun. dan dengan TIBA-TIBA malaikat turun sehingga berlaku siapa cepat dia sembuh. bahkan Yesus berkata kalau kita harus tetap siaga karena hari Tuhan akan dengan TIBA-TIBA datang!
Lalu mengapa Allah tidak suka istilah "instantly"? cara seorang ibu melahirkan dengan operasi caesar adalah cara instan dan tidak alkitabiah. karena Allah sudah "menakdirkan" seorang ibu untuk melahirkan dengan kesakitan (kej 3:16). Cara seorang mahasiswa menyontek adalah adalah cara instan. lalu terakhir, mie instan juga tidaklah baik.. :p
Semua mujizat yang ada di alkitab juga berdasarkan pola TIBA-TIBA. ketika perempuan sakit pendarahan itu menjamah jubah Yesus, maka dengan TIBA-TIBA dia sembuh. ada orang yang sakit kusta datang pada Yesus, dan dengan TIBA-TIBA dia sembuh. ada hamba perwira Romawi sedang sakit. lalu dengan TIBA-TIBA dia juga sembuh ketika Yesus berkata sesuatu.
alkitab versi amplified menulis istilah tiba-tiba dengan kata : "immediately", "at that very moment", "instantly", "at once", dll. lho kok ada "instantly" juga di alkitab? yaa, itu memang ada. sekarang saya akan coba kerucutkan pengertian perbedaan instantly dan suddently. instantly yang saya maksud disini lebih mengarah kepada pola pikir manusia yang tidak membuat suatu satu effort pun dan dia berharap tiba-tiba ada hasil. sedangkan suddenly berarti dia sudah membuat suatu effort dan dengan tiba-tiba dia mendapat hasilnya.
Mengapa Allah tidak suka sama yang berbau instan? karena dengan "ke-instan-an" manusia tidak berharap pada Allah dan mengandalkan diri sendiri. saya dan anda menjadi manusia "gampangan" jika semua dalam hidup ini bisa diraih dengan instan. sedangkan TIBA-TIBA merujuk pada manusia yang berharap "mujizat" dari Tuhan karena dia tahu cuma Tuhan yang bisa buat itu. dengan "ke-instan-an" saya dan anda tahu kapan akhir dan ujung suatu proses terjadi. tetapi TIBA-TIBA tidak begitu. saya dan anda tidak bisa menebak kapan proses TIBA-TIBA itu terjadi. instan merujuk kepada waktu yang di-setting manusia, tetapi TIBA-TIBA merujuk kepada waktu Allah.
Jika hidup ini instan, maka semua masalah akan selesai dalam 1 hari. lalu kita akan segera kaya dalam waktu 1 hari. lalu karakter kita akan 100% berubah dalam 1 hari, dan lain-lain. kelihatan menyenangkan. tetapi ini bukanlah pola Allah. jika ke-instan-an terjadi dalam hidup, maka tidak ada lagi yang namanya mujizat. karena mujizat selalu terjadi dengan TIBA-TIBA.
Karena mujizat bersifat TIBA-TIBA, maka bukan kecepatan awal yang menentukan kemenangan saya dan anda, tetapi daya tahan sampai TIBA-TIBA itu terjadi. anda bisa berlari kencang di awal, tetapi kemudian mujizat tidak kunjung terjadi, maka anda mundur, dan akhirnya mujizat yang TIBA-TIBA itu tidak pernah terjadi. mungkin "dia" datang 1 menit sesudah anda memutuskan mundur. bukan berarti anda tidak boleh berlari kencang di awal, yang tidak boleh adalah anda memutuskan mundur ketika mujizat yang TIBA-TIBA itu belum terjadi dalam hidup anda. jika itu terjadi, maka pola pikir anda masihlah "instantly" karena berharap mujizat terjadi dalam kerangka waktu yang anda buat sendiri. dan akhirnya, keluarlah ayat "agung" tentang waktu, Pengkotbah 3: 11 ...
Ketika saya tahu pola pikir Allah seperti ini, maka kemudian saya berpikir bahwa Dia adalah pribadi yang sangat romantis. Dia selalu ingin membuat surprise dalam hidup saya dan anda. lalu ketika mujizat saya adalah unik dan berbeda dengan apa yang anda miliki, bukankah itu juga jauh lebih romantis?
Kawan, ketika Paulus menulis 2 ayat terpendek di muka bumi, 1 Tes 5:16 "bersukacitalah senantiasa" dan 1 Tes 5:17 "tetaplah berdoa", itu adalah pengantar yang baik untuk mujizat TIBA-TIBA yang kita harapkan. ketika masalahmu belumlah beres, maka lakukan 2 hal ini terus : bersukacita dan berdoalah. dengan bersukacita, maka sikap hatimu benar di hadapan Tuhan (mazmur 37:3-4). Dan dengan berdoa, maka anda membuktikan bahwa kekuatan anda adalah dari Tuhan.
Terus berjuang sampai mujizat TIBA-TIBA itu terjadi dalam hidupmu. ketika itu terjadi, maka saya pastikan itu menjadi surprise yang luar biasa dari Allah untuk anda.
Selasa, 01 April 2014
akitabku, harta yang sangat berharga
Saya tidak ingat kapan terakhir saya berpikir tentang hal ini. yaa, beberapa kali saya berpikir untuk mengganti alkitab saya. saya mempunyai sebuah alkitab yang sudah cukup tua. dia sudah ada sejak saya berumur 7 tahun. itu adalah alkitab mama saya sebelumnya. di halaman pertama masih ada nama mama saya dan alamat saya dulu sewaktu kecil di bandung. tetapi saya lupa alasan apa yang membuat mama saya memberikan alkitab itu pada saya. alkitab itu besar. dan sepertinya adalah sebuah kesalahan memberikan alkitab itu pada saya yang masih kecil dan "cuma" ke sekolah minggu. hahaha..
Dan sekarang saya berumur 24 tahun. artinya alkitab itu sudah menjadi bagian hidup saya kira-kira 17 tahun. jadi jika ditanya siapakah partner hidup saya yang sebenarnya? dia adalah alkitab ini. haha.. saya ingat sekali waktu kira-kira 2-3 tahun yang lalu ada kejadian unik tentang alkitab saya. ada seorang abang yang meminjam alkitab saya pada malam hari karena dia butuh itu untuk peserta retret yang tidak membawa alkitab. saya lalu memberikan itu. pagi harinya saya langsung meminta alkitab itu kembali karena saya sadar bahwa saya kesulitan saat teduh dengan alkitab yang lain! lalu abang itu berkata saya perlu dilepaskan dari keterikatan dengan alkitab itu. yaa.. sepertinya saya addicted dengan alkitab tua dan berat ini. hahaha..
Karena alkitab itu begitu besar dan berat, saya beberapa kali berpikir menggantinya. saya "iri" melihat teman yang bisa memasukkan alkitab mungilnya dalam saku. lalu ketika di bangku kuliah, hampir setiap hari saya membawa alkitab itu ke kampus. dan ketika saya membawa banyak buku kuliah, maka hampir selalu ada "penyesalan" kenapa saya harus memiliki alkitab yang besar dan berat ini. lalu saya juga "iri" melihat orang yang tidak perlu berat-berat membawa alkitabnya ke gereja karena dia memiliki handphone yang canggih. kelihatannya sangat "stylis" datang ke gereja tidak membawa tas. sedangkan saya harus membawa tas saya. karena alkitab saya tentu tidak bisa digantung!!
Oh ya, jangan bilang saya gaptek. saya mempunyai 2 buah smartphone. yang pertama adalah samsung galaxy note 8 dan yang kedua adalah samsung galaxy fit. dan di kedua HP itu ada 2 software alkitab yang berbeda dan saya "harus" menginstal keduanya di kedua HP itu. yang pertama adalah software alkitab, lalu kedua mysword. dua-duanya punya kelebihan yang saya butuhkan dalam mendalami firman. pada software alkitab, terdapat jenis alkitab amplified bible. saya suka jenis alkitab ini karena dia memberikan banyak gambaran yang baru buat saya. dan jenis alkitab ini tidak ada yang gratis jadi saya beruntung bisa mendapatkannya free. hehe.. lalu di software mysword, ada jenis alkitab king james version yang dilengkapi dengan kamus alkitab strong yang berisi kata dari bahasa yang asli. jadi sering saya melihat apa sebenarnya kata asli yang dipakai oleh terjemahan itu. contoh kasus, istilah love dalam bahasa inggris. dari kamus itu, kita bisa tahu love yang dimaksud apakah agape atau philia. itu sangat berguna sekali. karena agape adalah kasih Allah dan philia adalah kasih manusia. dan hampir semua love di perjanjian baru (menurut pengetahuan saya), memakai agape. jadi misal kalimat mengasihi sesama, kita harus pakai agape, bukan philia. jadi ini ada perbedaan yang besar. so, bisakah saya simpulkan kalau saya tidaklah gaptek?? hehe..
Kemudian beberapa waktu yang lalu saya melihat sebuah kejadian yang unik. saya datang ke sebuah pertemuan doa di gereja, saya yang paling muda saat itu. kami ada belasan orang. kami duduk melingkar dalam di depan sebuah meja. dan saya dapati cuma ada 2 orang yang membawa alkitab kesana, saya dan seorang oma-oma! yang lain memakai segala jenis smartphone. kemudian pembicara sedikit menyinggung bahwa dia sedang berusaha belajar bagaimana memakai smartphonenya lebih baik lagi untuk membuka ayat-ayat firman.
Saya tidaklah anti dengan apa yang disebut dengan teknologi. tetapi tahukah anda bahwa alkitabmu adalah "saksi benda mati" bagaimana pertumbuhan rohanimu? smartphone bisa berganti setiap 6 bulan, tetapi jarang sekali ada orang yang mengganti alkitabnya 6 bulan sekali dalam hidupnya! mari perhatikan hidupmu sejenak. sudah berapa lama anda ke mengaku lahir baru? atau saya coba turunkan level pertanyaan saya. sudah berapa lama anda ke gereja dalam hidup anda? bagi yang orang tuanya kristen, pasti sudah sejak kecil. jika alkitab anda sudah cukup lama bersama anda, lalu bagaimana sekarang kondisinya? masihkah mulus atau dia sudah menunjukkan usia-usia tuanya? jika dia masih mulus, mungkin anda jarang sekali membukanya. anda terlalu sayang pada alkitab anda sehingga anda memilih memajangnya di rak buku. dan ketahuilah, anda sedang diambang kehancuran jika menyimpan rapi alkitab anda di museum rak buku anda!
Saya mau mencoba mencetuskan sebuah teori yang baru mengenai alkitab, "alkitab tidak pernah mau dicintai dan dipajang rapi di rak buku anda". alkitab tidak pernah mau diperlakukan layaknya sebuah buku antik! alkitab mau agar anda addicted padanya dan "menghancurkan" alkitab itu dengan cara membacanya setiap hari. biarkan dia lusuh karena tangan anda yang membacanya setiap hari. jika Allah adalah pencemburu, maka alkitab saya juga adalah pencemburu.
Saya sangat suka membaca. sudah ada begitu banyak buku rohani yang saya baca. dan itu membukakan banyak hal baru pada saya. sudah begitu banyak juga kotbah yang saya dengarkan. semua kotbah dan buku itu tidak cuma berbahasa indonesia, tetapi juga berbahasa inggris. sempat sekali waktu saya begitu intens membaca buku dan mendengarkan kotbah dan menjadikan itu makanan pokok rohani saya dan alkitab menjadi makanan sekunder saya. sampai suatu kali alkitab saya yang pencemburu itu berteriak. ketika saya membaca sebuah buku rohani, disana ada bab yang begitu mengena tentang firman. penulis buku itu berkata bahwa dia jauh menghargai dan mengandalkan alkitabnya daripada buku-buku rohani dan kotbah-kotbah. saya tersentak dan merenung. dan singkat cerita saya kembali "mengandalkan" alkitab saya sebagai makanan rohani saya.
Saya juga kurang begitu suka dengan orang yang mengandalkan buku saat teduh yang biasa dijual di toko buku rohani. bagi saya itu adalah makanan "sisa" dari orang lain. karena Tuhan bicara sesuatu padanya baru kemudian dia menulis bahan saat teduh itu. saya mau sesuatu yang fresh dari Tuhan. saya mau Tuhan yang bicara langsung pada saya. saya percaya Tuhan mampu bicara lewat ayat-ayat alkitab. bahkan saat saya sedang membaca kitab-kitab yang bagi orang lain begitu "membingungkan" seperti bilangan, kidung agung, atau ayat-ayat tentang silsilah dan raja-raja, dan yang lainnya, saya mendapat begitu banyak hal yang baru.
saya sudah beberapa kali mengulang alkitab saya. dan jika saya mendapat sesuatu yang baru, maka saya biasakan "meng-stabilo" ayat itu. jadi saya mengusahakan "meng-stabilo" yang baru jika saya mengulangi pasal yang sama di waktu yang kemudian. saya tidaklah cukup puas dengan ayat lama yang sudah saya stabilo. saya mau rhema dari ayat yang baru. Akhir-akhir ini saya mempunyai satu istilah yang saya pakai mengenai pembacaan alkitab saya. saya pakai istilah "kenyang". bagi saya, alkitab adalah makanan rohani. jika Roh Kudus membukakan sesuatu yang luar biasa dari alkitab yang saya baca, maka saya istilahkan saya sedang dalam kondisi kenyang rohani. jika tidak, maka saya katakan saya baru saja memakan sebuah cemilan rohani! mari perhatikan pembacaan alkitabmu setiap hari. apakah anda kenyang? atau anda baru memakan sebuah cemilan? atau bahkan anda seolah memakan sesuatu tetapi sebenarnya anda masih sangat lapar dan makanan itu cuma sebuah ilusi dan kekosongan belaka??!!
Kapan terakhir kali pembacaan alkitabmu menegur dosamu? kapan terakhir kali pembacaan alkitabmu membuat hidupmu sangat bergairah? atau setiap hari pembacaan alkitabmu dipenuhi dengan tuntutan saat teduh dari kakak dan abang PA, atau karena anda berpikir supaya anda diberkati hari itu, atau anda berpikir karena anda adalah seorang pekerja maka anda haruslah membaca alkitab atau karena apa kata orang jika aku tidak saat teduh?? mari berpikir suatu yang sederhana. jika saya tidak makan, maka saya akan lapar dan mati!
Beberapa bulan lalu saya membeli alkitab baru yang saya idamkan. sebuah alkitab saku amplified bible perjanjian baru. ketika saya bermain ke sebuah toko kristen, saya temukan alkitab itu dengan harga cuma sekitar 6 euro. itu sangat murah karena biasanya harganya mahal. akhirnya saya bisa memiliki alkitab amplified ini. hehe.. singkat cerita, saya membawa alkitab mungil ini selalu ke kampus. jika saya ada waktu kosong di break makan siang, maka saya sempatkan membaca alkitab mungil ini di kampus. saya memilih duduk di bagian pojok ruangan komputer dan membuka alkitab saya. di depan saya ada laptop yang terbuka karena terkadang kosakata saya belum cukup untuk mengerti semua bahasa inggris itu. hehe.. pagi hari saya membaca alkitab besar dan tua saya, lalu siang hari saya membuka alkitab mungil saya. hehe..
Dan memang Tuhan tidak bisu dan jago berbahasa inggris! hahaha.. saya mendapat begitu banyak hal baru dari amplified bible ini. bahkan ada istilah-istilah yang saya cari dan tidak saya temukan di bahasa indonesia ada di alkitab ini. salah satunya adalah gossipers. saya tahu penggosip adalah salah. tetapi saya tidak temukan istilah itu di bahasa indonesia dan ternyata ada di bahasa inggris. haha.. keren abis. jadi saya sarankan anda untuk membaca bahasa inggris juga karena kemungkinan besar konteks kalimat yang dipakai berbeda. pokoknya seru abis dah! hehe..
Bagi saya alkitab tua saya adalah saksi bagaimana perjalanan rohani saya. ada janji-janji kekal dan yang sudah digenapi dan yang juga masih saya tunggu. saya mendapat begitu banyak janji dari alkitab tua itu. dia juga menjadi saksi air mata saya yang keluar saat Tuhan berbicara sesuatu. ataupun saya yang langsung berdoa meminta maaf karena dia menegur saya sesuatu. karena alkitab saya "bukanlah" beda mati yang bisu, maka saya pakai istilah "dia" pada alkitab saya. "He", dan bukan "it". romantis bukan?? hahaha.. dia ikut bersama saya sewaktu saya berlibur ke Milan dan Paris. haha.. walaupun jujur sangat memberatkan, tapi entah kenapa dia begitu berharga untuk ditinggalkan. haha..
Satu ketika saya bercerita dengan seorang rekan di gereja. dia mengatakan begitu diberkati dengan tema kotbah-kotbah yang ada di gereja belakangan ini. lalu saya membalas dia dengan mengatakan bahwa saya sudah mendengar kotbah dengan tema ini sejak lama, lalu saya sudah praktekkan dan saya alami buahnya begitu banyak sampai saat ini, dan saya adalah pengkotbah tema-tema itu, dan bahkan saya bilang saya bisa buatkan sebuah buku tentang tema kotbah itu! bukan untuk sombong. tetapi saya merasa iba padanya. mengapa dia bisa begitu puas dengan sesuatu yang bagi saya adalah makanan yang sudah "lewat"? jika saja dia membaca alkitabnya lebih banyak, maka dia akan merasa "puas" dengan bahan itu sejak lama. yaa, jika saja dia membaca alkitabnya lebih banyak!
Kawan, anda tidaklah perlu banyak membaca buku rohani atau mendengarkan kotbah. yang anda perlukan adalah membuka alkitabmu dan mulai membaca dan mencintainya. berikan dia waktu yang terbaik dan cukup untuk berbicara padamu. jangan tergesa-gesa dan memberikan waktu sisa dan mepet. berdoa pada Roh Kudus agar Dia membukakan rahasia-rahasia ilahi padamu. dan barangsiapa yang lapar dan haus akan kebenaran, dia akan dipuaskan (matius 5:6). Mari membuka alkitabmu dengan rasa lapar dan haus.
jika anda merasa kondisi rohani anda sedang jatuh bebas, atau anda terus bergumul tentang dosa atau sakit atau masalah apa pun juga, maka saya sarankan janganlah lekas simpulkan anda harus segera berangkat ke gereja atau persekutuan. saya sarankan anda duduk tenang dan mulai membaca alkitab anda. itu jauh lebih dahsyat kawan. karena disaat kalian jatuh dan kalian malah membuka alkitab, maka itu adalah lambang bahwa anda cuma bisa berserah pada Tuhan dan tidak pada yang lain. jika anda lari pada komunitas anda, orang lain, pembimbing rohani, rekaman-rekaman kotbah, maka anda sedang "mempermudah" jalan keluar anda. tetapi saat anda datang dengan hati yang remuk dan lapar akan suara Tuhan, maka firman itu akan memuaskanmu. "persulit" jalan keluarmu dengan cara membaca alkitab, sesuatu yang mungkin masih abstrak bagi anda. dan saat ayat-ayat "abstrak" itu keluar, maka biarkan Roh Kudus membimbingmu. itu jauh lebih indah buat saya.
jika doa adalah nafas orang percaya, maka alkitab adalah makanan orang percaya. jangan sebut anda kristen yang hidup jika anda jarang membuka alkitab anda. yang ada adalah anda seorang yang "hidup" tetapi kurus kering dan tidak punya tenaga dan kuasa melakukan apa-apa.
Saya akan tutup dengan pertanyaan ini, apakah anda sudah merasa "kenyang" dengan pembacaan alkitabmu?
Dan sekarang saya berumur 24 tahun. artinya alkitab itu sudah menjadi bagian hidup saya kira-kira 17 tahun. jadi jika ditanya siapakah partner hidup saya yang sebenarnya? dia adalah alkitab ini. haha.. saya ingat sekali waktu kira-kira 2-3 tahun yang lalu ada kejadian unik tentang alkitab saya. ada seorang abang yang meminjam alkitab saya pada malam hari karena dia butuh itu untuk peserta retret yang tidak membawa alkitab. saya lalu memberikan itu. pagi harinya saya langsung meminta alkitab itu kembali karena saya sadar bahwa saya kesulitan saat teduh dengan alkitab yang lain! lalu abang itu berkata saya perlu dilepaskan dari keterikatan dengan alkitab itu. yaa.. sepertinya saya addicted dengan alkitab tua dan berat ini. hahaha..
Karena alkitab itu begitu besar dan berat, saya beberapa kali berpikir menggantinya. saya "iri" melihat teman yang bisa memasukkan alkitab mungilnya dalam saku. lalu ketika di bangku kuliah, hampir setiap hari saya membawa alkitab itu ke kampus. dan ketika saya membawa banyak buku kuliah, maka hampir selalu ada "penyesalan" kenapa saya harus memiliki alkitab yang besar dan berat ini. lalu saya juga "iri" melihat orang yang tidak perlu berat-berat membawa alkitabnya ke gereja karena dia memiliki handphone yang canggih. kelihatannya sangat "stylis" datang ke gereja tidak membawa tas. sedangkan saya harus membawa tas saya. karena alkitab saya tentu tidak bisa digantung!!
Oh ya, jangan bilang saya gaptek. saya mempunyai 2 buah smartphone. yang pertama adalah samsung galaxy note 8 dan yang kedua adalah samsung galaxy fit. dan di kedua HP itu ada 2 software alkitab yang berbeda dan saya "harus" menginstal keduanya di kedua HP itu. yang pertama adalah software alkitab, lalu kedua mysword. dua-duanya punya kelebihan yang saya butuhkan dalam mendalami firman. pada software alkitab, terdapat jenis alkitab amplified bible. saya suka jenis alkitab ini karena dia memberikan banyak gambaran yang baru buat saya. dan jenis alkitab ini tidak ada yang gratis jadi saya beruntung bisa mendapatkannya free. hehe.. lalu di software mysword, ada jenis alkitab king james version yang dilengkapi dengan kamus alkitab strong yang berisi kata dari bahasa yang asli. jadi sering saya melihat apa sebenarnya kata asli yang dipakai oleh terjemahan itu. contoh kasus, istilah love dalam bahasa inggris. dari kamus itu, kita bisa tahu love yang dimaksud apakah agape atau philia. itu sangat berguna sekali. karena agape adalah kasih Allah dan philia adalah kasih manusia. dan hampir semua love di perjanjian baru (menurut pengetahuan saya), memakai agape. jadi misal kalimat mengasihi sesama, kita harus pakai agape, bukan philia. jadi ini ada perbedaan yang besar. so, bisakah saya simpulkan kalau saya tidaklah gaptek?? hehe..
Kemudian beberapa waktu yang lalu saya melihat sebuah kejadian yang unik. saya datang ke sebuah pertemuan doa di gereja, saya yang paling muda saat itu. kami ada belasan orang. kami duduk melingkar dalam di depan sebuah meja. dan saya dapati cuma ada 2 orang yang membawa alkitab kesana, saya dan seorang oma-oma! yang lain memakai segala jenis smartphone. kemudian pembicara sedikit menyinggung bahwa dia sedang berusaha belajar bagaimana memakai smartphonenya lebih baik lagi untuk membuka ayat-ayat firman.
Saya tidaklah anti dengan apa yang disebut dengan teknologi. tetapi tahukah anda bahwa alkitabmu adalah "saksi benda mati" bagaimana pertumbuhan rohanimu? smartphone bisa berganti setiap 6 bulan, tetapi jarang sekali ada orang yang mengganti alkitabnya 6 bulan sekali dalam hidupnya! mari perhatikan hidupmu sejenak. sudah berapa lama anda ke mengaku lahir baru? atau saya coba turunkan level pertanyaan saya. sudah berapa lama anda ke gereja dalam hidup anda? bagi yang orang tuanya kristen, pasti sudah sejak kecil. jika alkitab anda sudah cukup lama bersama anda, lalu bagaimana sekarang kondisinya? masihkah mulus atau dia sudah menunjukkan usia-usia tuanya? jika dia masih mulus, mungkin anda jarang sekali membukanya. anda terlalu sayang pada alkitab anda sehingga anda memilih memajangnya di rak buku. dan ketahuilah, anda sedang diambang kehancuran jika menyimpan rapi alkitab anda di museum rak buku anda!
Saya mau mencoba mencetuskan sebuah teori yang baru mengenai alkitab, "alkitab tidak pernah mau dicintai dan dipajang rapi di rak buku anda". alkitab tidak pernah mau diperlakukan layaknya sebuah buku antik! alkitab mau agar anda addicted padanya dan "menghancurkan" alkitab itu dengan cara membacanya setiap hari. biarkan dia lusuh karena tangan anda yang membacanya setiap hari. jika Allah adalah pencemburu, maka alkitab saya juga adalah pencemburu.
Saya sangat suka membaca. sudah ada begitu banyak buku rohani yang saya baca. dan itu membukakan banyak hal baru pada saya. sudah begitu banyak juga kotbah yang saya dengarkan. semua kotbah dan buku itu tidak cuma berbahasa indonesia, tetapi juga berbahasa inggris. sempat sekali waktu saya begitu intens membaca buku dan mendengarkan kotbah dan menjadikan itu makanan pokok rohani saya dan alkitab menjadi makanan sekunder saya. sampai suatu kali alkitab saya yang pencemburu itu berteriak. ketika saya membaca sebuah buku rohani, disana ada bab yang begitu mengena tentang firman. penulis buku itu berkata bahwa dia jauh menghargai dan mengandalkan alkitabnya daripada buku-buku rohani dan kotbah-kotbah. saya tersentak dan merenung. dan singkat cerita saya kembali "mengandalkan" alkitab saya sebagai makanan rohani saya.
Saya juga kurang begitu suka dengan orang yang mengandalkan buku saat teduh yang biasa dijual di toko buku rohani. bagi saya itu adalah makanan "sisa" dari orang lain. karena Tuhan bicara sesuatu padanya baru kemudian dia menulis bahan saat teduh itu. saya mau sesuatu yang fresh dari Tuhan. saya mau Tuhan yang bicara langsung pada saya. saya percaya Tuhan mampu bicara lewat ayat-ayat alkitab. bahkan saat saya sedang membaca kitab-kitab yang bagi orang lain begitu "membingungkan" seperti bilangan, kidung agung, atau ayat-ayat tentang silsilah dan raja-raja, dan yang lainnya, saya mendapat begitu banyak hal yang baru.
saya sudah beberapa kali mengulang alkitab saya. dan jika saya mendapat sesuatu yang baru, maka saya biasakan "meng-stabilo" ayat itu. jadi saya mengusahakan "meng-stabilo" yang baru jika saya mengulangi pasal yang sama di waktu yang kemudian. saya tidaklah cukup puas dengan ayat lama yang sudah saya stabilo. saya mau rhema dari ayat yang baru. Akhir-akhir ini saya mempunyai satu istilah yang saya pakai mengenai pembacaan alkitab saya. saya pakai istilah "kenyang". bagi saya, alkitab adalah makanan rohani. jika Roh Kudus membukakan sesuatu yang luar biasa dari alkitab yang saya baca, maka saya istilahkan saya sedang dalam kondisi kenyang rohani. jika tidak, maka saya katakan saya baru saja memakan sebuah cemilan rohani! mari perhatikan pembacaan alkitabmu setiap hari. apakah anda kenyang? atau anda baru memakan sebuah cemilan? atau bahkan anda seolah memakan sesuatu tetapi sebenarnya anda masih sangat lapar dan makanan itu cuma sebuah ilusi dan kekosongan belaka??!!
Kapan terakhir kali pembacaan alkitabmu menegur dosamu? kapan terakhir kali pembacaan alkitabmu membuat hidupmu sangat bergairah? atau setiap hari pembacaan alkitabmu dipenuhi dengan tuntutan saat teduh dari kakak dan abang PA, atau karena anda berpikir supaya anda diberkati hari itu, atau anda berpikir karena anda adalah seorang pekerja maka anda haruslah membaca alkitab atau karena apa kata orang jika aku tidak saat teduh?? mari berpikir suatu yang sederhana. jika saya tidak makan, maka saya akan lapar dan mati!
Beberapa bulan lalu saya membeli alkitab baru yang saya idamkan. sebuah alkitab saku amplified bible perjanjian baru. ketika saya bermain ke sebuah toko kristen, saya temukan alkitab itu dengan harga cuma sekitar 6 euro. itu sangat murah karena biasanya harganya mahal. akhirnya saya bisa memiliki alkitab amplified ini. hehe.. singkat cerita, saya membawa alkitab mungil ini selalu ke kampus. jika saya ada waktu kosong di break makan siang, maka saya sempatkan membaca alkitab mungil ini di kampus. saya memilih duduk di bagian pojok ruangan komputer dan membuka alkitab saya. di depan saya ada laptop yang terbuka karena terkadang kosakata saya belum cukup untuk mengerti semua bahasa inggris itu. hehe.. pagi hari saya membaca alkitab besar dan tua saya, lalu siang hari saya membuka alkitab mungil saya. hehe..
Dan memang Tuhan tidak bisu dan jago berbahasa inggris! hahaha.. saya mendapat begitu banyak hal baru dari amplified bible ini. bahkan ada istilah-istilah yang saya cari dan tidak saya temukan di bahasa indonesia ada di alkitab ini. salah satunya adalah gossipers. saya tahu penggosip adalah salah. tetapi saya tidak temukan istilah itu di bahasa indonesia dan ternyata ada di bahasa inggris. haha.. keren abis. jadi saya sarankan anda untuk membaca bahasa inggris juga karena kemungkinan besar konteks kalimat yang dipakai berbeda. pokoknya seru abis dah! hehe..
Bagi saya alkitab tua saya adalah saksi bagaimana perjalanan rohani saya. ada janji-janji kekal dan yang sudah digenapi dan yang juga masih saya tunggu. saya mendapat begitu banyak janji dari alkitab tua itu. dia juga menjadi saksi air mata saya yang keluar saat Tuhan berbicara sesuatu. ataupun saya yang langsung berdoa meminta maaf karena dia menegur saya sesuatu. karena alkitab saya "bukanlah" beda mati yang bisu, maka saya pakai istilah "dia" pada alkitab saya. "He", dan bukan "it". romantis bukan?? hahaha.. dia ikut bersama saya sewaktu saya berlibur ke Milan dan Paris. haha.. walaupun jujur sangat memberatkan, tapi entah kenapa dia begitu berharga untuk ditinggalkan. haha..
Satu ketika saya bercerita dengan seorang rekan di gereja. dia mengatakan begitu diberkati dengan tema kotbah-kotbah yang ada di gereja belakangan ini. lalu saya membalas dia dengan mengatakan bahwa saya sudah mendengar kotbah dengan tema ini sejak lama, lalu saya sudah praktekkan dan saya alami buahnya begitu banyak sampai saat ini, dan saya adalah pengkotbah tema-tema itu, dan bahkan saya bilang saya bisa buatkan sebuah buku tentang tema kotbah itu! bukan untuk sombong. tetapi saya merasa iba padanya. mengapa dia bisa begitu puas dengan sesuatu yang bagi saya adalah makanan yang sudah "lewat"? jika saja dia membaca alkitabnya lebih banyak, maka dia akan merasa "puas" dengan bahan itu sejak lama. yaa, jika saja dia membaca alkitabnya lebih banyak!
Kawan, anda tidaklah perlu banyak membaca buku rohani atau mendengarkan kotbah. yang anda perlukan adalah membuka alkitabmu dan mulai membaca dan mencintainya. berikan dia waktu yang terbaik dan cukup untuk berbicara padamu. jangan tergesa-gesa dan memberikan waktu sisa dan mepet. berdoa pada Roh Kudus agar Dia membukakan rahasia-rahasia ilahi padamu. dan barangsiapa yang lapar dan haus akan kebenaran, dia akan dipuaskan (matius 5:6). Mari membuka alkitabmu dengan rasa lapar dan haus.
jika anda merasa kondisi rohani anda sedang jatuh bebas, atau anda terus bergumul tentang dosa atau sakit atau masalah apa pun juga, maka saya sarankan janganlah lekas simpulkan anda harus segera berangkat ke gereja atau persekutuan. saya sarankan anda duduk tenang dan mulai membaca alkitab anda. itu jauh lebih dahsyat kawan. karena disaat kalian jatuh dan kalian malah membuka alkitab, maka itu adalah lambang bahwa anda cuma bisa berserah pada Tuhan dan tidak pada yang lain. jika anda lari pada komunitas anda, orang lain, pembimbing rohani, rekaman-rekaman kotbah, maka anda sedang "mempermudah" jalan keluar anda. tetapi saat anda datang dengan hati yang remuk dan lapar akan suara Tuhan, maka firman itu akan memuaskanmu. "persulit" jalan keluarmu dengan cara membaca alkitab, sesuatu yang mungkin masih abstrak bagi anda. dan saat ayat-ayat "abstrak" itu keluar, maka biarkan Roh Kudus membimbingmu. itu jauh lebih indah buat saya.
jika doa adalah nafas orang percaya, maka alkitab adalah makanan orang percaya. jangan sebut anda kristen yang hidup jika anda jarang membuka alkitab anda. yang ada adalah anda seorang yang "hidup" tetapi kurus kering dan tidak punya tenaga dan kuasa melakukan apa-apa.
Saya akan tutup dengan pertanyaan ini, apakah anda sudah merasa "kenyang" dengan pembacaan alkitabmu?
Minggu, 06 September 2009
Dia adalah bapaku...
Aku mendapat suatu pengalaman yang luar biasa kemarin, minggu 6 september 2009. Tuhan dengan indahnya dan hebatnya (so pasti!!) berhasil melakukan suatu terobosan yang luar biasa dalam hidupku. Suatu hal yang sebenarnya sederhana dan kelihatannya simpel, tetapi memiliki makna yang sangat dalam.
Hari minggu ini aku bangun tidur dengan suasana hati yang sedikit mengganjal. Entah apa yang ada dalam pikiranku. aku tidak bisa menebak-nebaknya. Aku berusaha berpikir apakah ada yang salah dalam hidupku, tetapi tetap saja perasaanku masih ada yang mengganjal. Aku langsung saat teduh dan berdoa. Aku berusaha membangun manusia rohku tetapi tetap saja perasaan mengganjal itu selalu datang. Lagi-lagi aku bertanya pada Tuhan apa yang salah. Dia tetap diam saja, aku jadi makin gelisah. Waktu kemudian menunjukkan pukul 2 siang, jadi sudah waktunya aku bersiap-siap ke gereja. Tetapi hatiku tetap gelisah. Lalu aku pun memutuskan menyembah Tuhan sejenak. Hatiku terasa remuk, tetapi tetap saja aku tidak mengerti apa penyebab semua ini. seingatku selama ini aku selalu tahu apa yang menyebabkan hatiku remuk saat berdoa, entah itu karena keluargaku, teman-temanku, anak rohani, jiwa-jiwa, dsb. Tetapi anehnya yang ini tidak kumengerti.
Aku lalu berangkat ke gereja dengan perasaan yang mengganjal. Aku sadar aku tidak sedang dalam kondisi hati yang 100% saat sesi PW. Seperti ada yang membelenggu hatiku dan membuat aku tidak bebas sepenuhnya. Selesai ibadah perasaan itu masih ada. Lalu kemudian salah satu abang, b’ Decky, mengajakku ngobrol berdua. Sampai kemudian dia sepertinya melihat ada yang salah dengan sikapku. Dia bertanya kenapa aku seperti orang bingung. Aku cuma bisa jawab bahwa aku lagi heran ada adik sekolahku yang tidak menjawab sms-ku untuk gereja bareng, padahal selama ini aku tahu adik sekolahku itu selalu menjawab sms-ku. Tetapi dengan sangat yakin aku tahu itu bukan jawabannya. Karena aku sendiri masih bingung apa penyebab semua ini. kemudian aku mengajak abang PA-ku, b’David, pulang bareng dan makan malam bareng. Dia hari ini (senin, 7 September 2009) akan berangkat ke Kupang bersama para abang dan kakak lainnya dari Sion untuk melakukan misi. Jadi aku ajak dia makan bareng supaya bisa ngobrol. Karena kami mungin tidak akan bertemu selama hampir sebulan. Kami ngobrol banyak hal sambil makan. kemudian aku mengantar dia pulang ke kos karena ada mas Risen yang mau mengambil computer.
Hatiku masih belum nyaman saat itu. aku terus bertanya apa yang salah. Tetapi Tuhan tetap diam saja. Aku berusaha menebak apa yang menjadi bahan pikiranku selama ini. lalu aku teringat akan salah satu temanku di Sion yang mulai jarang kelihatan di pelayanan. Setelah aku mengantar b’ David pulang ke kosnya, aku langsung menuju tempat temanku Robert yang dekat dengan kos temanku yang mulai jarang kelihatan ini. rencananya mau mengajak Robert mengunjungi teman kami ini. tetapi sesampai di kos Robert, dia tidak ada di tempat. Aku berusaha sms tetapi tidak dibalas. Akhirnya aku memutuskan pergi kunjungan sendiri. ehh! Temanku ini tidak ada di kosnya. Lalu kemudian aku berniat pulang, tetapi baru keluar ke jalan raya sedikit, aku masih merasa masih ada yang mengganjal dalam hatiku. Aku pinggirkan motor sejenak di pinggir jalan. Aku membuka HP dan berharap mendapat pencerahan. Tidak beberapa lama kemudian adik sekolahku yang tidak membalas sms-ku tadi langsung meng-sms dengan sendirinya. Dia bilang dia ganti nomor HP. Aku lalu ajak dia ketemu hari ini dan dia langsung mengiyakan. Aku sangat senang. Aku nyalakan motor dan berniat pulang. Tetapi lagi-lagi belum sampai 100 meter aku masih merasa ada yang ganjal dalam hatiku. Aku saat itu sedang berhenti di lampu merah GII Dago. Lalu kemudian sesaat ada dorongan untuk pergi ke kos b’ David. Kemudian aku langsung memutar motor sebelum lampu hijau dan berbelok kearah Dago menuju kos-an b’ David. Di tengah jalan aku sms dia kalau aku mau kesana.
Kemudian aku sampai di kos-an b’ David. Kami cerita banyak kembali. Aku kira-kira sampai disana jam 20.45. kemudian datang mas Risen dan b’Josua mau mengambil monitor. Setelah mereka pulang, kami berdua lalu kembali ngobrol. Banyak hal yang aku dan b’ David ceritakan saat itu. seperti kami tidak pernah bertemu lama sekali. Padahal kami baru komsel hari senin yang lalu (31 agustus 2009). Kami juga bertemu di PDS, hari rabu, kamis, dan jumat. Tetapi serasa kami tidak bertemu lama sekali. Waktu menunjukkan kira-kira pukul 22.15, kemudian b’ David mengajak kami berdoa bersama supaya aku pulang karena sudah malam. Lagipula aku sedang flu dan jarak dari kos b’ David ke tempatku sekitar 15 menit. Sebelum berdoa dia bilang mau ke kamar mandi sebentar.
Ketika b’ David keluar dari kamar, ada sesuatu yang luar biasa terjadi. Roh Kudus bicara dengan sangat jelasnya padaku saat itu. Dia bilang : “dia adalah bapamu”. Sesaat aku terdiam. Lalu kemudian aku berkata pada-Nya bahwa aku sudah tahu bahwa b’ David adalah bapa rohaniku. Lalu apa yang salah? Kemudian Roh Kudus mengingatkanku pada waktu retreat KORPS kemarin. Saat sesi “api unggun” (aku juga gak tahu apa persis nama sesinya), ada sesuatu yang agak “aneh” terjadi padaku. Saat itu akan didoakan para calon pekerja Sion. Kami mulai berbaris. Aku ada di barisan pojok kiri paling belakang. Para pekerja lalu mulai mendoakan kami calon pekerja. Lalu kemudian b’ Decky datang dan mendoakanku. Saat itu hatiku sudah sangat remuk, air mataku sudah mau keluar. Tapi anehnya air mataku tidak bisa keluar. Aku cuma mengangkat tangan dan berbahasa lidah saat b’ decky menumpangkan tangan atasku dan mulai berdoa, sambil meng-aminkan dan meng-iyakan. Kemudian setelah itu datang b’ David. Dia langsung memelukku dan mulai berbahasa lidah. Anehnya, mungkin tidak sampai 1 menit aku langsung menangis sejadi-jadinya. Air mataku langsung keluar dengan sangat banyak. Kembali ke kamar b’ David. Kemudian aku bilang pada Roh Kudus bahwa aku menangis seperti itu sudah merupakan hal yang wajar. Tetapi kemudian Roh Kudus bilang sesuatu yang lain. Dia bilang bahwa aku tidak akan sangat tersentuh hatiku saat itu jika bukan b’ David yang melakukannya. Dia bilang bahwa pelukan seorang bapak akan sangat berbeda dengan pelukan orang yang bukan bapak kita. Pelukan seorang bapak jauh lebih terasa daripada pelukan orang lain. Itu karena dia yang telah merawat kita dengan baik. Kita sudah merasakan kasih sayang langsung dari bapa kita. Aku lalu terdiam kembali.
Sesaat kemudian b’ David kembali masuk ke kamar. Dia langsung memegang gitar dan mengajak berdoa. Tetapi aku menyela sebentar dan bilang bahwa ada yang mau aku bicarakan. Kemudian aku bilang apa yang sudah Roh Kudus katakan padaku barusan. Sesaat air mataku mulai keluar. Aku menceritakan semuanya dengan berlinangan air mata. Aku lalu mengatakan bahwa dia adalah bapak rohaniku. Aku mengatakannya dengan hati yang betul-betul remuk dan air mata yang keluar. Entah apa yang terjadi saat itu. kemudian b’ David berkata bahwa dia sangat senang aku berkata bahwa dia adalah bapak rohaniku. Aku baru sadar bahwa ini adalah pertama kalinya aku berkata di depannya bahwa dia adalah bapak rohaniku. Kami sudah komsel sejak satu tahun yang lalu, dan butuh satu tahun untuk aku berkata padanya bahwa dia adalah bapa rohaniku. Padahal setahuku sudah sejak bulan maret 2009 aku berkata pada orang lain bahwa dia adalah bapa rohaniku. Lalu kemudian aku juga katakan pada angkatan 2009 bahwa b’ David adalah bapa rohaniku. Tetapi baru sekarang aku katakan secara langsung padanya. Kemudian kami berdoa dan aku pulang ke tempatku dengan hati yang damai. Ternyata ini yang Tuhan mau aku lakukan. Dia cuma mau aku katakan pada b’ David bahwa dia adalah bapa rohaniku.
Aku jujur saja awalnya mengangggap ini adalah sesuatu yang sederhana. Tetapi jika kita perhatikan lebih lagi, ini adalah suatu tahap hubungan yang naik selevel lebih tinggi dari sebelumnya. Seorang bapa butuh pengakuan dari anaknya bahwa dia adalah bapa dari anak tersebut. Bisa kita bayangkan apa yang ada di pikiran bapa jasmani kita ketika di rumah kita tidak memanggil dia dengan sebutan bapa. Tetapi kemudian bapa jasmani kita mendengar orang di luar yang berkata bahwa kita memanggil dia adalah bapa kita. Tidakkah akan jauh lebih senang perasaan bapa kita ketika dia mendengar sendiri dari mulut kita dan di depan matanya kita memanggil dia dengan sebutan bapa. Begitu juga dengan bapa rohani kita. Tidakkah alangkah baiknya jika suatu waktu kita datang padanya dan mengaku dengan jujur tanpa ada dorongan dari pihak lain (kecuali Roh Kudus) dan berkata bahwa kita mengakui dia sebagai bapa rohani kita? Suatu kalimat pendek dan simpel tetapi sangat bermakna. Bapa rohani kita juga butuh pengakuan langsung dari mulut kita tentang siapa dia di mata kita.
Aku ingat tanggal 9 mei 2009 k’ Christ pernah membagikan firman di Sion Raya tentang masalah pembapaan rohani. salah satu poinnya adalah bahwa boleh ada lebih dari satu pendidik dalam Kristus, tetapi hanya ada satu bapa rohani ( 1 Kor 4:15-16). Jadi sama seperti bapa jasmani yang hanya satu, begitu juga dengan bapa rohani. kemudian b’ David berkata bahwa “it’s all by grace” jika dia menjadi bapa rohaniku dan sebaliknya. Ya, seperti kita tidak dapat memilih siapa bapa jasmani kita, begitu juga dengan bapa rohani kita. Semua adalah anugerah.
Dalam matius 16:13-20 dikatakan bahwa Tuhan Yesus bertanya pada murid-murid-Nya apa pendapat orang tentang siapa diri-Nya. Tetapi kemudian Dia bertanya apa pendapat murid-murid-Nya sendiri tentang siapa Dia di mata para murid. Kemudian Petrus berkata bahwa Dia adalah Mesias, Anak Allah yang hidup. Lalu Tuhan Yesus berkata bahwa perkataan itu datang dari Bapa di sorga. Begitu juga dengan bapa rohani kita. Dia butuh pengakuan siapa dia di mata anak rohaninya. Lalu kemudian hanya dengan dorongan Bapa di sorga kita dapat mengaku bahwa orang yang memuridkan kita adalah bapa rohani kita.
Tidak semua yang dimuridkan merasa bahwa orang yang memuridkannya adalah bapa rohaninya. Karena ada level hubungan yang lebih tinggi untuk sampai pada pengakuan kesana. Tentu ada harga yang harus dibayar. Level pengakuan bapa rohani adalah level yang paling tinggi menurutku dalam hubungan pemuridan. Karena ada orang yang dimuridkan hanya merasa bahwa yang memuridkannya hanya sebagai pembimbing rohaninya saja (itu berarti dia hanya “dianggap” dalam hal yang berlabel rohani saja), atau sebagai mentor rohani (pengertiannya sejenis dengan pembimbing), atau mungkin hanya sebagai pengajar alkitab saja (ini level pemuridan yang kurang baik). Sama seperti bapa jasmani, seorang bapa rohani memiliki semacam “koneksi” batin dengan anak rohaninya. Hal ini sudah aku alami. Beberapa kali b’ David meng-sms-ku dan berkata sesuatu tentang kondisiku yang ternyata memang benar aku alami. Kemudian dia bilang bahwa Tuhan menyuruhnya membagikan bahan komsel X dimana ternyata bahan komsel ini sangat bersesuain dengan apa yang aku alami. Dan banyak contoh koneksi batin lainnya.
Level pengakuan bapa rohani adalah sesuatu yang sangat luar biasa dalam pemuridan. Adalah suatu yang lumrah jika seorang yang memuridkan mengaku bahwa orang yang dimuridkannya adalah anak rohaninya. Tetapi adalah sesuatu yang jarang jika yang dimuridkan mengaku bahwa yang memuridkannya adalah bapa rohaninya. Biasanya yang sering terdengar adalah istilah pembimbing rohani, mentor, abang PA/komsel,pengajar alkitab, dsb.
Ada lagi satu fakta yang luar biasa tentang konsep pengakuan bapa rohani itu. dalam dunia kita, warisan biasanya hanya diberikan pada anak dari orang yang meninggal dunia. Begitu juga dengan konsep bapa rohani. kita akan mendapat warisan utuh dari orang yang memuridkan kita jika kita mengakui dia adalah bapa rohani kita. Coba kita lihat contoh kasus Elia dan Elisa. Dalam 2 raja-raja 2 dikisahkan bahwa Elia akan terangkat ke surga. Lalu Elisa meminta warisan 2 bagian dari roh Elia. Nabi-nabi yang ada saat itu menyebut Elia adalah tuan Elisa. Tetapi dalam ayat 12 dikatakan bahwa Elisa memanggil Elia dengan sebutan “bapa”. Ada pengertian yang berbeda antara sebutan “tuan” dan “bapa”. Memang dalam 1 raja-raja 19:21 dikatakan bahwa Elisa menjadi pelayan Elia, tetapi dalam 2 raja-raja 12 dikatakan bahwa Elisa menyebut Elia dengan sebutan “bapa”. Aku tidak tahu apa latar belakang Elisa memanggil seperti itu. tetapi yang jelas Elisa merasa bahwa dia diperhatikan seperti anak sendiri oleh Elisa sehingga dia dapat berkata seperti itu. itu perkataan tanpa dorongan dari pihak manapun dan dengan tulus. Dan akhirnya Elisa mendapat warisan itu dari Elia.
Saat ini sedang banyak hal dalam hubungan sesama saudara dibagikan di Sion. Ada banyak pengakuan-pengakuan yang diungkapkan secara terbuka di depan para pekerja Sion. Mulai dari kebutuhan dana, kekurangan fisik, kondisi keluarga, sampai pada berbagai dosa yang mulai ditelanjangi. Akibatnya banyak perkara besar mulai diperlihatkan. Hubungan sesama saudara pekerja semakin dekat saja. Tetapi alangkah baiknya jika segala sesuatu dimulai dari komsel kita sendiri. dimana komsel adalah keluarga terdekat. Sama seperti Tuhan Yesus yang mulai membangun hubungan dekat dengan murid-murid-Nya terlebih dahulu ( baca Luk 12:1 dan Markus 4:11), kita juga harus mulai hubungan dekat dari dalam komsel kita terlebih dahulu.
Adalah sesuatu yang sederhana berkata pada yang memuridkan kita bahwa dia adalah bapa rohani kita. Tetapi ini tentu setelah kita merasakannya sendiri dan Roh Kudus telah mengatakannya pada kita. Karena orang yang memuridkan kita juga butuh pengakuan dari kita sendiri. ini bukan soal tentang mencari pengakuan dan kehormatan, tetapi soal penghargaan kita pada yang telah memuridkan kita. Hanya dengan berkata : “abang/kakak adalah bapa rohaniku”, maka banyak terobosan akan dimulai dalam hubungan kita dengan bapa rohani kita dan tentunya hubungan dengan orang lain juga akan dipulihkan. Go Get Glory!
Gogetglory.co.cc
Senin, 06 Juli 2009
Berbagi hidup dalam pemuridan

Sebentar lagi mahasiswa baru akan datang ke kampus itb. Angkatan 2009 akan segera masuk dan mengisi almamater itb. Dari sekian banyak mahasiswa baru itu, tentu saja ada mahasiswa Kristen yang juga akan menjadi bagian dari kampus itb. Panitia PMB dan INKM sudah dibentuk. Mereka akan melakukan berbagai hal untuk menyambut mahasiswa baru. para mahasiswa Kristen yang diwadahi PMK pun tidak ketinggalan untuk “menuai” mahasiswa baru ini. bagaimanapun juga, ini adalah suatu “ladang” yang sudah menguning dan siap dituai bagi kerajaan Allah. Panitia PMB PMK 2009 pun sudah dibentuk.
Ayat tema untuk pmb pmk itb 2009 diambil dari 1 tes 2:8 yang berbunyi : “Demikianlah kami, dalam kasih sayang yang besar akan kamu, bukan saja rela membagi Injil Allah dengan kamu, tetapi juga hidup kami sendiri dengan kamu, karena kamu telah kami kasihi. “ ayat ini sangat dalam jika kita perhatikan. Ini adalah pengertian dasar dari istilah pemuridan. Pemuridan tidak hanya berkisah tentang sekelompok anak Tuhan yang terikat dalam suatu kelompok pendalaman Alkitab, dimana ada yang berfungsi sebagai bapa rohani dan yang lainnya sebagai anak rohani. arti pemuridan lebih dalam dari sekedar arti diatas. Pemuridan mempunyai pengertian dasar berbagi hidup. Lho, kok bisa??? Lalu dimana pendalaman Alkitabnya??? Pelan-pelan.
Kita mulai dari ayat tema pmb pmk 2009 diatas. Disana dikatakan bahwa karena kasih Paulus yang begitu besar pada jemaat Tesalonika, dia tidak hanya datang dan memberitakan Firman Tuhan pada mereka, melainkan juga membagikan hidupnya pada mereka. Berbagi hidup mempunyai pengertian antara lain menjalani hidup bersama-sama dalam suka dan duka. Ada saling mengisi kehidupan, saling memberi nasihat, bahkan mungkin pertengkaran. Tetapi karena kita bicara tentang kasih, maka kita kesampingkan masalah pertengkaran. Dalam berbagi hidup ini, kasih dan keterbukaan harus menjadi dasar. Kenapa bisa begitu? Karena ayat diatas dikatakan dasar Paulus membagi hidup adalah kasih. Lalu mengapa keterbukaan? Karena tidak mungkin kita saling berbagi hidup jika kita menutup diri dari orang lain sehingga mereka tidak melihat diri kita yang sebenarnya. Jika tidak terbuka, maka bukan menjadi berbagi hidup, tetapi hanya berbagi kesenangan dan kelebihan kita saja. Disatu sisi keterbukaan adalah sesuatu yang berat. Tetapi disinilah “seni” dari berbagi hidup.
Lalu apa yang harus dibagikan dari hidup kita??? Rasul Yohanes menuliskan dalam I Yoh 1: 1-3 mengenai hal ini (ayatnya harap dibaca sendiri, karena panjang kalau dimuat disini ^^). Disana dikatakan bahwa Yohanes membagikan apa yang telah didengarnya, dilihatnya, dan disaksikannya sendiri, yaitu tentang Firman Tuhan. Kita tidak perlu membahas apa saja yang dibagikan dari Firman Tuhan dalam pemuridan. Yang jelas, pemuridan harus ada pembagian Firman Tuhan. Karena ini hal yang sangat esensial.
Rasul paulus juga menuliskan contoh yang baik dalam hal ini. dalam Roma 15:18 yang berbunyi : “Sebab aku tidak akan berani berkata-kata tentang sesuatu yang lain, kecuali tentang apa yang telah dikerjakan Kristus olehku, yaitu untuk memimpin bangsa-bangsa lain kepada ketaatan, oleh perkataan dan perbuatan,” Pada ayat diatas dikatakan bahwa Paulus hanya akan membagikan apa yang telah Kristus lakukan dalam hidupnya. Dia tidak akan membagikan ambisi pribadinya, mimpi pribadinya yang tidak berasal dari Tuhan, atau hal apapun juga yang berasal dari keinginan dunia. Apa yang telah Kristus lakukan dalam hidupmu??? Banyak bukan. Mulai dari menenun dari dalam kandungan ibu kita sampai saat ini kita masih bisa bernapas. Bagikan itu. lalu apakah hal-hal yang buruk dalam hidup kita dan saat-saat dimana kita jatuh dalam dosa juga harus kita bagikan? ya, harus! Mengapa begitu?
Memang tepat bahwa saat-saat buruk dalam hidup kita dan saat kita jatuh dalam dosa bukan karena dibuat oleh Allah. Hal ini bisa dibaca sendiri dalam Yak 1:13. Tetapi bukankah kita dapat bangkit kembali karena apa telah yang dikerjakan oleh Allah dalam hidup kita? Ya, semua itu tentu karya Allah. Jadi ceritakanlah semua itu! ceritakan bagaimana engkau bisa bangkit kembali dari semua hal-hal buruk dan semua dosa yang telah membelenggu kita. Itu sangat penting agar anak murid kita tidak melakukan hal yang sama. Ibrani 2: 18 mengatakan hal ini : “Sebab oleh karena Ia sendiri telah menderita karena pencobaan, maka Ia dapat menolong mereka yang dicobai.” Jadi Tuhan Yesus dicobai agar kita bisa ditolong-Nya keluar dari pencobaan itu. tetapi ingat, walaupun Tuhan Yesus dicobai, tetapi Ia tidak berbuat dosa ( Ibr 4:15). Sama halnya dengan kita. Seberapa burukpun kita dicobai, itu semua terjadi agar kesaksian hidup kita itu (arti lain : pengalaman) bisa memberkati orang lain yang mungkin juga telah jatuh ke pencobaan yang sama. Mungkin ini maksud dari Roma 5:20b yang mengatakan : “dan di mana dosa bertambah banyak, di sana kasih karunia menjadi berlimpah-limpah,”
Lalu hal lainnya yang harus dibagikan dalam pemuridan terdapat dalam 2 Tim 3:10 yang berbunyi : “Tetapi engkau telah mengikuti ajaranku, cara hidupku, pendirianku, imanku, kesabaranku, kasihku dan ketekunanku.” Jadi apa saja yang harus dibagikan? Ajaran (bicara tentang Firman Tuhan), cara hidup, pendirian, iman, kesabaran, kasih, dan ketekunan. Soal ajaran telah dibagikan diatas. Begitu juga tentang cara hidup. Tentang kesabaran, kasih, dan ketekunan mungkin tidak jauh berbeda dari cara hidup. Lalu pendirian dan iman bagaimana? Pendirian sebenarnya tidak jauh berbeda dengan ajaran. Hal ini karena pendirian kita atau hal yang kita pegang teguh biasanya didapat dari Firman Tuhan yang juga termasuk ajaran. Pendirian satu orang tentu bisa berbeda dengan hal lainnya. Ini tergantung ajaran yang telah dia dapat. Lalu sekarang iman. Yang aku tangkap dari iman ini adalah soal mimpi atau visi. Jadi harus ada impartasi mimpi atau visi dari bapak ke anak rohani dalam suatu pemuridan. Contoh yang paling nyata adalah elia dan elisa. Juga Tuhan Yesus kepada murid-murid-Nya tentang amanat agung. Jadi sebagai bapak rohani, kita harus bagikan apa visi dan mimpi kita pada anak rohani kita. Karena bukan tidak mungkin anak rohani kita lah yang akan menggenapi visi dan mimpi ini.
Mungkin tidak perlu dibahas terlalu dalam soal cara-cara praktis memuridkan yang baik. Cara memuridkan semua orang berbeda. Tetapi kita akan coba lihat cara memuridkan versi Tuhan Yesus. Dia memuridkan tidak banyak orang, Cuma 12. Dan 1 harus gugur di tengah jalan. Jadi jumlah murid tidak melambangkan kualitas dari komsel tersebut. Memuridkan juga mengandung resiko gagal. Dimana mungkin ada kalanya anak rohani kita mundur dari komsel. Hal lainnya adalah soal intensitas pertemuan. Tuhan Yesus memang hanya memuridkan selama kurang lebih 3 tahun. Tetapi hampir kemana saja Dia pergi, Dia selalu bersama murid-murid-Nya. Jadi ke-12 murid bisa melihat langsung bagaimana “kinerja” Tuhan Yesus di lapangan. Mereka juga bisa saling mengenal baik dan akrab. Ini sangat penting. Lalu Tuhan Yesus membagikan hal-hal yang “special” hanya kepada murid-murid-Nya. Hal ini bisa kita lihat dari Markus 4:11 yang berbunyi : “jawab-Nya: "Kepadamu telah diberikan rahasia Kerajaan Allah, tetapi kepada orang-orang luar segala sesuatu disampaikan dalam perumpamaan,” Tuhan Yesus juga membagikan visi-Nya pada murid-murid-Nya. Yaitu soal amanat agung. Dan ada banyak hal lainnya yang bisa kita contoh.
Ada paradigma yang mengatakan bahwa memuridkan hanya cocok bagi orang yang sudah betul-betul lama ikut Tuhan dan tidak jatuh-bangun dalam dosa lagi. Jadi kurang lebih hidup kita harus “perfect” dulu lah baru memuridkan atau kita harus siap dulu secara mental atau apalah. Aku kurang setuju dengan hal ini. salah satu seniorku di pelayanan pernah berkata bahwa kalau bicara siap tidak siap, semua orang pada dasarnya tidak siap untuk memuridkan. Karena tidak ada orang yang sudah sempurna pengenalannya akan Tuhan di dunia ini dan hidupnya tidak jatuh bangun dalam dosa lagi. Justru dengan memuridkan maka antar bapak dan anak rohani bisa saling menajamkan. Sebagaimana yang ditulis oleh Salomo dalam amsal 27:17 : “Besi menajamkan besi, orang menajamkan sesamanya.” Jadi tidak ada istilah tidak siap untuk memuridkan. Menurutku istilah tidak siap berarti menolak kehendak Allah dalam dirinya. Karena sudah jelas dalam amanat agung bahwa Tuhan ingin kita memuridkan. Jika kita tidak memuridkan hanya karena alasan tidak siap, maka kita tidak jauh berbeda dengan ahli-ahli taurat. Dalam Luk 7:30 dikatakan : “Tetapi orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat menolak maksud Allah terhadap diri mereka, karena mereka tidak mau dibaptis oleh Yohanes.” Wow! Sangat ekstrim contohnya. (aku harap setelah membaca hal ini, banyak anak Tuhan yang memilih memuridkan, amin!)
Banyak orang yang walaupun sudah mengetahui hal ini tetapi tetap enggan untuk memuridkan. Mungkin kita bisa menasihati mereka dan mendoakan mereka. Atau mungkin juga ada faktor lain yang mencegah dia untuk mau dimuridkan atau memuridkan. Kita bisa selidiki bersama. dan ini bisa dijadikan pelajaran berharga.
Atau ada juga yang ingin memuridkan tetapi harus terkekang dalam berbagai hal yang membuatnya sulit untuk melaksanakan kehendak Tuhan ini. ada kalanya hal yang mengekangnya ini berasal dari dirinya sendiri, misalnya jadwalnya sibuk, banyak kerjaan, atau hal lainnya. Tetapi semua ini bisa selesai jika ada komitmen yang kuat dari orang tersebut. Jika semua direncanakan dengan baik, pasti dia akan sempat melakukan pemuridan. Disini diperlukan komitmen untuk tetap menjalankan pemuridan. Memang sulit, tetapi bukankah dengan komitmen dan perencanaan yang baik kita dapat melakukan banyak hal yang luar biasa sekaligus?! Ini bukan bicara soal “kehebatan” orang tersebut. Ini bicara soal bagaimana cara menjalankan kehendak Allah. Tetapi silakan pilih sendiri, mengikuti kehendak Tuhan atau tidak.
Atau ada kalanya “pengekangan” ini berasal bukan dari dirinya sendiri, tetapi dari orang lain. Ini sedikit lebih complicated masalahnya. Disaat ada orang yang berkomitmen untuk memuridkan dengan segala tantangan, lalu disaat bersamaan ada hal dari luar yang tidak mengijinkannya melakukan hal itu. ini masalah sulit. Mari kita cermati dulu permasalahannya. Jika mungkin tidak boleh memuridkan karena kesalahan yang telah diperbuat orang tersebut di masa lalu, mungkin boleh-boleh saja. Tetapi jika dia menunjukkan perubahan positif, tentu kita jangan melarangnya. Yang jadi masalah jika kita melarang seseorang memurid hanya karena trauma masa lalu yang terjadi atau peristiwa buruk yang terjadi di masa lalu pada orang tertentu (dimana peristiwa ini tidak dialami oleh orang yang kita larang memuridkan tersebut) lalu kita takut peristiwa yang sama terulang kembali, apalagi jika orang yang kita larang tersebut menunjukkan perilaku yang positif. aku kurang setuju dengan hal ini. orang yang telah menunjukkan perilaku positif pantas diberikan kepercayaan lebih, termasuk soal pemuridan ini. soal kesalahan atau trauma masa lalu yang terjadi, ini sebenarnya tidak bisa dijadikan alasan untuk mengekangnya tidak memuridkan. Karena Tuhan kita sangat kreatif, maka belum tentu apa yang terjadi di masa lalu akan kembali terjadi di waktu yang akan datang. Tetapi jika terancam terulang lagi??? Mudah saja, tanya pada Tuhan yang kreatif tadi. Maka Dia akan menaruh hal-hal kreatif untuk mencegah kita melakukan kesalahan di masa lalu. Jadi menurutku tidak ada alasan trauma masa lalu mencegah orang untuk memuridkan, apalagi orang tersebut tidak mengalaminya dan dia sudah berkomitmen untuk memuridkan. Ketakutan bahwa hal buruk akan terulang kembali hanya menunjukkan bahwa kita mengandalkan kekuatan diri sendiri dan bukan Tuhan. Lalu jika ternyata semua jenis “pengekangan” ini tidak bisa dihilangkan, kita ngapain? Mungkin kita bisa pasrah dan menerima semuanya begitu rupa. Tetapi setahuku, orang yang berkomitmen akan melakukan cara-cara kreatif agar tujuannya tercapai, tentu harus sesuai kehendak Tuhan. Bagaimana caranya? Tentu yang pertama bisa berdoa. Tuhan pasti akan beri jawaban jika hati kita murni.
Terakhir, ada ayat yang sangat bagus dari 2 Tim 4:2a: “Beritakanlah firman, siap sedialah baik atau tidak baik waktunya”. Kalau aku menangkap maknanya seperti ini : Bagaimana buruknya keadaan, tetap ambil komitmen untuk memuridkan dan lakukanlah itu, karena itu kehendak Tuhan Yesus, bukan kehendak manusia. Go get glory!
Gogetglory.co.cc
Langganan:
Postingan (Atom)









