Tampilkan postingan dengan label pengenalan akan Tuhan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pengenalan akan Tuhan. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 05 Agustus 2017

substantial root: akar yang besar, kuat, dan real

Sebuah kata yang terngiang di kepala selama minggu lalu adalah “akar”. Saya coba mencari tahu apa yang Roh Kudus mau agar saya mengerti. Lalu tiba-tiba pikiran saya berlari kepada perumpamaan seorang penabur yang sangat tersohor itu. Btw, Ini perumpamaan favorit saya. Hehe..

Amplified bible mencatat sebuah kalimat yang tidak ada dalam alkitab versi Bahasa Indonesia, yaitu “listen carefully” alias “dengarkan baik-baik”. Sebuah kalimat sederhana yang bermakna keseriusan. Saya tidak akan berkata seperti itu jika saya tidak benar-benar serius dengan kalimat-kalimat saya. Lalu perumpamaan ini begitu kaya makna. Saya tidak pernah bosan jika menggali lagi tentang perumpamaan ini. Hehe..

Ada 4 tipe tanah yang disebutkan Yesus (Mat 13;1-23). Dan kebetulan, tipe tanah kedua mengandung kata “akar”. Disana dikatakan bahwa sebagian benih jatuh di tanah berbatu-batu dan tidak banyak tanahnya. Benih itu SEGERA (dengan penekanan; I love this word!) tumbuh, tetapi kemudian layu dan mati ketika ada matahari karena dia tidak berakar.

Apa arti dari bagian ini? Yesus menjelaskan bahwa itu adalah tipe orang yang dengar Firman dan SEGERA menerima dengan gembira. Tetapi kemudian karena ia tidak berakar, maka ia cuma tahan sebentar saja lalu murtad karena ada pencobaan.

Saya tidak akan bahas soal faktor tanahnya yang tipis karena saya cuma mau bahas “akar” sekarang. Itu jadi topik selanjutnya lah. Hehe..

apa yang membuat seseorang menjadi pengikut Kristus yang kuat? Salah satu jawaban utamanya adalah karena dia berakar yang dalam dan kuat di dalam Kristus. Sebuah tanaman tidak akan mudah dicabut jika akarnya dalam dan kuat. Tanaman tidak akan kering dan mati di musim kemarau jika akar-akarnya begitu dalam dan mencapai lapisan confined aquifer dan tidak cuma shallow groundwater (ada guna juga pernah belajar hydrology, wkwk).

Anda tahu seberapa dalam lapisan confined aquifer? Beda-beda tiap wilayah tetapi umumnya sangat dalam, bahkan bisa ratusan meter. Confined aquifer umumnya memiliki kualitas air yang sangat bersih (sedikit yang terkontaminasi, misal oleh arsenic) dan juga abadi, alias tidak pernah (susah) habis. Di sisi lain, shallow ground water mudah didapat tetapi umumnya tercemar karena dekat dengan permukaan tanah dan mudah kering. Effort untuk mendapat confined aquifer jauh lebih besar daripada shallow groundwater. Tetapi jika bicara jangka panjang, maka confined aquifer perlu untuk diperjuangkan.

#Cukup dengan kuliah singkat hydrology*..

Begitu juga dengan akar rohani. Effort untuk membuat akar rohani menjadi lebih dalam harusnya menjadi prioritas utama dibanding effort untuk “naik ke atas”. Banyak orang ingin cepat “pelayanan di atas” dan lupa membuat akarnya lebih dalam. Dan jika anda merasa kering rohani, bisa jadi akar anda ada di level shallow groundwater dan perlu anda buat lebih dalam.

Orang yang berakar sangat dalam juga susah sekali diombang-ambingkan oleh angin-angin pengajaran yang palsu, sama seperti confined aquifer yang sangat bersih itu. Dia juga tidak mudah kering karena airnya selalu ada bahkan dalam musim kemarau sekalipun. Lalu apakah dia mudah dicabut? Tentu saja tidak! #Ehh sebentar,,

Saya baru sadar kalau Matius 13:21 ternyata membahas orang yang (bahkan) tidak punya akar! Bentar, bentar, saya jadi bingung. Bagaimana bisa tumbuhan tumbuh kalau tidak punya akar? Padahal di ayat 5 dibilang tumbuhan itu sempat tumbuh sebentar. Selidik demi selidik, Amplified bible memakai frasa “substantial root” disana yang secara harafiah (menurut google) berarti akar yang besar atau kuat atau akar yang real alias bukan akar palsu (ya iyalah, real kan lawannya palsu atau imitasi). Nah, sekarang tidak kontradiksi dengan ayat sebelumnya.

#Kembali ke jalur,,

Apa yang mau saya tekankan? Kualitas “akar” menentukan kehidupan rohani jangka panjang seseorang (menurut saya). Bagaimana cara menguji kualitas akar itu? Matius 13:21 (juga Markus 4:17) bicara penindasan dan penganiayaan. Tetapi saya lebih suka pakai versi Lukas 8:13 yang memakai kata “masa pencobaan”. Pencobaan tidak cuma berarti penindasan dan penganiayaan (kondisi negatif), tetapi juga bicara masa-masa kemakmuran dan keberhasilan (kondisi positif). Apakah dalam masa-masa penuh air mata dan penuh tawa (baca: penuh berkat) itu saya masih mencari Tuhan atau tidak. Hal-hal itu akan menguji apakah akar rohani saya palsu (pura-pura), tidak dalam, dan tidak besar atau akar rohani saya real (benar-benar dibangun di dalam kasih Kristus (Efe 3:17; Kol 2:7), dalam (sampai ke lapisan confined aquifer), dan besar (sehingga bisa menyerap air dan sari makanan dengan banyak sesuai kebutuhan).

#selingan bentar,,

Saya baru sadar google translate* memberikan arti yang keren abis untuk substantial , yaitu besar, kuat, berwujud (real, concrete, nyata). Mungkin kriteria orang yang seperti ini adalah orang yang sangat heboh di awal tetapi kemudian meredup dan padam pada akhirnya (Mat 13:20). Dia pakai sukacita palsu, kesaksian hidup yang palsu, dan hal-hal rohani palsu lainnya yang kelihatan berasal dari hubungan dengan Tuhan tetapi ternyata itu semua imitasi. Lalu apa guna akar yang kuat? Itu agar dia tidak mudah tercabut dari tanah. Mau ada badai atau banjir bandang tidak akan membuat tanaman itu tercabut dari tanah. Dia akan tetap berdiri disana karena akarnya kuat. Lalu untuk apa akar yang besar? Jika tanaman makin besar maka dia butuh air lebih banyak. Jika akarnya besar dan banyak (yeaa, ternyata google juga mengartikan substantial sebagai “banyak”), maka akarnya akan bisa membawa air lebih banyak pada pohon. Jika akarnya kecil dan sedikit, maka pohonnya tidak akan tumbuh besar alias akan kurus dan pendek. Sampai disini sepertinya mudah dipahami. Hehe..

#balik lagi ke jalur utama..

Sama seperti mencari air dari lapisan confined aquifer yang membutuhkan usaha besar, begitu juga usaha yang harus kita lakukan agar mendapat akar rohani yang dalam. Saya ingat ketika saya ingin menjadi seorang pekerja di pelayanan Sion Ministry (love this community so much), kami wajib (wajib!) selesai baca Yesaya dan Kisah Para Rasul selama kurang lebih 2 bulan. Kalau ga habis nanti kena hukuman. Yang kasian kalau dihukum kan vwxyz (#censored, wkwk). Yesaya ada 66 pasal dan KPR ada 28 pasal. Artinya kurang lebih harus baca 1,5 pasal per hari. Sebenarnya ga ribet-ribet amat dibanding disuruh baca buku kalkulus (reality: ada juga yang ga bisa habiskan 2 kitab itu dalam 2 bulan; ayo berubah!). Itu sarana saya memperdalam akar saya sebelum saya membimbing orang lain dan melayani lebih jauh lagi.

Disamping effort pribadi untuk memperdalam akar rohaninya, Rasul Paulus menuliskan dengan sangat indah di Efesus 3:14-17, “Itulah sebabnya aku sujud kepada Bapa, … dan kamu berakar serta berdasar di dalam kasih”. Wow! Di balik anak-anak rohani yang kuat, ada bapak-ibu rohani yang berlutut berdoa membela kehidupan anak-anak rohaninya. Bukan cuma doa agar hidup mereka penuh keberhasilan, tetapi doa agar mereka berakar (besar, kuat, dan real) dalam kasih Kristus. Doa agar mereka mengenal Kristus lebih dalam. Doa agar semua benih-benih Firman yang ditaburkan tidak mati dan terus dapat bertumbuh dan berbuah. Hai kawan, masihkah doa-doa syafaat itu rutin dinaikkan setiap hari?

Akhir cerita, akar rohani yang besar, kuat, dan real akan membuat orang itu tidak mengalami datangnya panas terik, yang daunnya tetap hijau, yang tidak kuatir dalam tahun kering, dan yang tidak berhenti menghasilkan buah … (Yer 17:7-8)

FIN!

-Hombz-

Catatan kaki:

*Kalau mau tahu lebih dalam hydrology silakan hubungi partner kerja saya bernama Ipin Chun, pendiri aliran Chun-Helps, saingan Wing-chun. Cari di FB atau tanya saya. Tapi kalau tidak ketemu, jangan hubungi pos polisi terdekat, dia bukan orang hilang atau maling. Hahaha..

*ga percaya sama arti substantial? Silakan ketik sendiri di google translate. Dia pintar kok.. wkwk..

Minggu, 14 Mei 2017

The selfish God

Perbendaharaan bahasa Inggris saya tidak lah cukup banyak. Saya tidak punya kosakata/istilah yang tepat untuk melukiskan Tuhan dan Abraham pada kisah di kejadian 22 selain "crazy" (or insane). Permintaan Tuhan yang "mematikan" lewat kombinasi frasa "tunggal" dan "yang sangat dikasihi" dan respon Abraham yang juga "gila dan bodoh" benar-benar tidak bisa dilukiskan dengan sebuah istilah yang pas di hati (monggo baca tulisan saya sebelumnya: "satu-satunya dan sangat dikasihi").

Banyak orang berkata bahwa Tuhan meminta Ishak karena Dia ingin melihat siapa yang paling Abraham kasihi: Ishak ataukah Tuhan. Ketika begitu banyak orang memuja Tuhan sebagai pribadi yang sangat baik, tetapi bukankah kejadian 22 bicara mengenai Tuhan yang "egois"? Tuhan tidak suka akan adanya "pesaing" lain yang mengakibatkan cemburu Tuhan. Dia cuma ingin menjadi "satu-satunya dan yang paling dikasihi". Cukup kuatkah argumen saya bahwa Dia adalah Tuhan yang egois?

Egois identik dengan konotasi negatif. Tetapi hebatnya, ketika saya sematkan kata "egois" kepada Tuhan, konotasi nya berbalik menjadi sesuatu yang positif. Mengapa? Sudah bertahun-tahun saya ikut Tuhan yang katanya egois itu dan tidak pernah saya dirugikan dalam hidup saya. Yaa, that's absolutely true!

Jika anda berkata si A adalah orang egois, maka ada pasti pernah merasa dirugikan oleh si A. Tetapi berbeda dengan Tuhan. Saya sebut Dia egois, tetapi saya tidak punya satu celah pun untuk berkata saya dirugikan. Aneh bukan? Tetapi itu sungguh benar.

Mungkin ada orang yang berkata "saya dikecewakan Tuhan" saat kegagalan datang. Tetapi dalam hidup saya, saya gagal bukan karena Tuhan mau mengecewakan saya. Tetapi bisa saja karena saya cukup "ngeyel" untuk tidak mau ikuti arahan Tuhan saat itu. Mungkin sebenarnya yang dikecewakan adalah Tuhan karena Dia sudah bicara tetapi saya "ngeyel".

Mari kembali ke topik semula. Dalam "keegoisan" Tuhan itu, tidak pernah saya merasa dirugikan dalam hidup saya. Seolah mungkin saya kehilangan segalanya saat saya mengikut Kristus, tetapi justru saya dapatkan segalanya. Saya dapatkan hidup saya yang sesungguhnya dalam Kristus yang "egois" itu.

Saya mencoba menggali isi logika saya. Bagaimana bisa istilah "egois" yang berkonotasi negatif berubah menjadi konotasi positif jika disematkan pada Tuhan? Saya pun tidak tahu kenapa.

Saya akan coba "memperberat" dakwaan "egois" itu pada Tuhan. Tahukah anda bahwa Tuhan tidak suka yang setengah-setengah dari hidup anda? Tuhan cuma mau yang terbaik (atau istilah sebenarnya "sempurna"). Dia tidak suka anda memberikan nominal uang seadanya dalam persembahan ibadah, dia suka anda memberikan yang terbaik dari uang anda.

Huff, cukup! biarkan saya memetik gitalele ini sejenak sebelum pikiran saya mentok, sementok-mentoknya. Hohoho..

Newton berpikir mengapa apel bisa jatuh ke bawah. Lalu keluarlah persamaan gravitasi yang terkenal itu. Tidak ada satupun yang bisa menggugat persamaan gravitasi itu. Itu ada disana. Anda bisa bilang di luar angkasa tidak ada gravitasi, tetapi bukankah gravitasi dari matahari yang membuat susunan 9 (atau 8) planet itu tetap pada orbitnya? Hukum gravitasi itu ada disana dan jangan tanyakan "kenapa". Cukup terima saja faktanya.

Begitu juga dengan Tuhan yang saya sebut egois itu. Ketika saya bilang konotasi negatif "egois" berubah menjadi positif ketika disematkan pada Tuhan, maka ya sudah. Saya terima saja seperti saya menerima mentah-mentah hukum gravitasi.

Ckckck,, sampai paragraf ini, pikiran saya masih belum bisa lari dari istilah "selfish God". Saya masih belum ketemu istilah lain yang cocok dengan itu dan saya masih bertanya kenapa istilah itu bermakna positif ketika disematkan pada Tuhan. Hahaha.. OK! Enough! jika anda punya istilah yang lebih baik, tolong berikan pada saya. Hahaha..

Ketika saya menulis ini, seolah saya rasakan Tuhan tertawa pada saya. Dia berkata dengan PD nya "iya, gw Tuhan yang egois, ente ada masalah?" Hahaha..

Cepat-cepat saya balas " sejauh ini masih lancar jaya Tuhan dan sepertinya ga akan ada masalah. Lanjutkan saja keegoisan-Mu. Semakin baik malah jika Engkau semakin egois". Hahaha..

Mata, telinga, ataupun perasaan bisa berkata bahwa adalah sebuah kehilangan besar, jika saya memilih ikut Tuhan yang egois itu. Tetapi waktu dan pengalaman membuktikan, justru "keegoisan" Tuhan lah yang memberikan hidup yang sesungguhnya.

La la la.. jrengg., #gitalele dimainkan

Bersambung (semoga,, hahaha)

Satu-satunya dan yang sangat di kasihi

Kejadian 22:2 Firman-Nya: "Ambillah anakmu yang tunggal itu, yang engkau kasihi, yakni Ishak, pergilah ke tanah Moria dan persembahkanlah dia di sana sebagai korban bakaran pada salah satu gunung yang akan Kukatakan kepadamu."

Saya berhenti sejenak saat membaca bagian di atas pada saat teduh saya beberapa hari lalu. Kombinasi kata/frasa "tunggal" dan "yang engkau kasihi" berhasil menyita perhatian saya. Kemudian saya buka versi NLT dan dia membuat kombinasi itu menjadi lebih menawan.

Genesis 22:2 " Take your son, your only son--yes, Isaac, whom you love so much... " [NLT]

Penambahan frasa "so much" memperdalam makna "whom you love". Saya bisa berkata saya mengasihi seseorang/sesuatu, tetapi bisa saja tidak "so much". "So much" mengartikan bahwa saya SANGAT mengasihi seseorang/sesuatu itu.

Mari kembali ke konteks awal. Kombinasi frasa "tunggal" dan "yang (sangat) engkau kasihi" adalah sebuah kombinasi frasa yang saling melengkapi dan sempurna. Kombinasi 2 frasa itu membuat permintaan Tuhan pada Abraham menjadi SANGAT GILA!

Saya bisa saja mempunyai sesuatu yang satu-satunya, tetapi ternyata barang itu tidak saya cintai. Jika orang meminta sesuatu itu pada saya, maka saya bisa berikan karena saya berpikir saya tidak mencintai sesuatu itu.

Atau saya bisa mencintai sesuatu tetapi bukan barang satu-satunya. Jika saya harus kehilangan barang itu, saya bisa saja sedih tetapi saya berpikir "toh saya masih punya yang lainnya".

Tetapi di depan kombinasi frasa "tunggal" dan "sangat engkau kasihi", tidak ada zona abu-abu, either you choose 0 or 1. Tidak ada pilihan 0.5 atau di tengah-tengah. Pilihan angka antara 0 dan 1 cuma tersedia jika tidak ada kombinasi kedua frasa itu.

Sejenak pikiran saya berkata Tuhan itu "gila" dan "sangat egois". Kenapa Tuhan harus berikan pilihan "mematikan" seperti itu. Cukup lama saya merenung hal itu dan logika saya tidak bisa mendekati jalan pikiran Tuhan saat itu. Dan lebih gila lagi saat melanjutkan bacaan ke ayat 3.

Kejadian 22:3 "KEESOKAN HARINYA PAGI-PAGI bangunlah Abraham, ... memanggil dua orang bujangnya beserta Ishak, anaknya; ... lalu berangkatlah ia dan pergi ke tempat yang dikatakan Allah kepadanya"

Hey, come on!! This is so unbelievable! Abraham got up .... EARLY in the morning (AMP). He is totally insane!! Kenapa dia tidak berlambat-lambat tetapi malah bangun SANGAT PAGI seolah dia bersemangat menjawab permintaan Tuhan. Dan kenapa Abraham tidak melakukan tawar-menawar dulu dengan Tuhan. Ini bukan soal kehilangan 1 milyar dollar, tetapi ini adalah kehilangan SEGALANYA.

Abraham punya segala nya, tetapi ketidakadaan anak membuat hidupnya tidak sempurna. Dia bisa hasilkan semua kekayaan dalam sekejap mata tetapi dia menanti 25 tahun untuk Ishak lahir. Tuhan berjanji bahwa keturunan dari Ishak lah yang akan menjadi berkat bagi bangsa-bangsa dan bukan dari ismail (Kej 17:19-21). Kehilangan Ishak berarti kehilangan SEGALANYA, termasuk semua janji Tuhan itu. Abraham terlihat sangat gila dan bodoh!

Lalu apa yang bisa saya katakan tentang permintaan Tuhan yang "mematikan" itu dan respon Abraham yang "gila dan bodoh" itu?

Ahh, saya harus istirahatkan sejenak pikiran saya disini. No comment lah buat mereka berdua (Tuhan dan Abraham), karena memang tidak bisa saya comment dengan logika saya. Bye and fijne weekend!

# biarkan sebuah caffe latte cappuccino menyegarkan tenggorokan saya. Akhir tulisan ini bisa ngambang, tapi kasih Yesus tidak lah ngambang padaku dan padamu,, eeaaa!!

Bersambung.. (I hope)

Sabtu, 03 Desember 2016

hidup, kuat, dan tajam

Hebrews 4:12 For the word of God is alive and powerful. It is sharper than the sharpest two-edged sword, cutting between soul and spirit, ... It exposes our innermost thoughts and desires. (NLT) -> For the Word that God speaks is alive and full of power [making it active, operative, energizing, and effective]; ... exposing and sifting and analyzing and judging the very thoughts and purposes of the heart. (AMP) -> Sebab firman Allah hidup dan kuat dan lebih tajam dari pada pedang bermata dua mana pun; ia menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh, sendi-sendi dan sumsum; ia sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita. (IND)

Kurikurikuri... la la la..

Ayat yang sudah biasa di dengar. Tetapi saya tertarik melihat berbagai versi dari ayat di atas, dan ternyata hasilnya sangat menarik.

Firman Tuhan itu hidup. Dia tidak mati. Satu yang sangat saya kagumi, manusia bisa mati, tetapi firman Tuhan tidak bisa mati. Dia hidup melintasi segala jaman dan generasi manusia. Allah berfirman pada abram bahwa kaum nya akan menjadi bangsa yang besar. Dan dia mati tidak melihat janji itu karena dia cuma punya satu anak. Tetapi sekarang siapa yang tidak tahu "kebesaran" orang Israel. Mereka tidak cuma besar secara jumlah, tetapi mereka memang "orang-orang besar" yang mempunyai pengaruh global.

... full of power [making it active, operative, energizing, and effective].. Firman Tuhan bukanlah "sebuah benda" yang pasif. Dia bagikan "allspark" di film transformer. Dekatkan sebuah alat elektronik yang mati total pada allspark, maka alat itu akan hidup bahkan menjadi "liar". Itulah gambaran firman Tuhan. Dia aktif dan berkekuatan besar dan jika "sentuh" seseorang, maka orang itu akan aktif, penuh energi, dan efektif. Tidak ada orang yang "loyo" pada waktu bersentuhan dengan firman Tuhan.

... It exposes our innermost thoughts and desires... manusia bisa berpikir bahwa dia sedang melakukan hal yang benar. Tetapi firman Tuhan yang akan menyelidikinya apakah itu benar atau tidak. Manusia tidak mudah untuk sadar bahwa jauh di kedalaman hati, ada ruangan khusus 3×4 meter untuk harga diri, ingin dilihat orang, ingin dipuji, ingin dilihat, ingin dipuaskan, ingin pamer, dan hal-hal lainnya. "Kamar ukuran mahasiswa" itu tidak seberapa dengan total luas rumah dan halaman dan tidak pernah dipamerkan kepada tamu yang datang ke rumah. Tetapi hampir semua orang setuju bahwa kamar tidur adalah tempat paling nyaman di rumah. Tamu cuma melihat ruang tamu dan halaman. Orang bisa melihat yang baik dari hidup kita, tetapi siapa yang tahu isi hati dan pikiran kita. Tempat paling nyaman berbuat dosa adalah di pikiran dan tidak ada yang bisa lihat itu. Tetapi firman Tuhan mau melihat semuanya. Itu kenapa pembacaan firman seharusnya disertai dengan pertobatan-pertobatan. Firman Tuhan dapat berkata "itu salah" pada waktu kita merasa "itu benar".

Hidup, kuat, dan tajam: itu gambaran firman Tuhan yang sesungguhnya. Jika anda tidak merasakannya, maka secara garis besar cuma ada 3 alasan: alkitab anda palsu atau anda yang tidak mengerti firman itu atau anda menolak firman itu.

Tidak ada yang terlambat buat anda dan saya. Semua janji firman Tuhan masih berlaku sampai hari ini. Job 23:12 .. I have esteemed and treasured the words of His mouth more than my necessary food (AMP) -> saya memandang menghormati firman-Nya lebih dari pada saya menghargai makanan saya sendiri (terjemahan saya). Jika firman Tuhan (pada pagi hari) berada pada prioritas yang lebih tinggi dari makanan atau line/whatsup/telegram, maka karakter asli firman Tuhan itu akan keluar: hidup, kuat, dan tajam.

Kurikurikuri.. la la la..

Kamis, 15 September 2016

Menghargai firman Tuhan

Job 23:12 (amp) ... I have esteemed and treasured the words of His mouth more than my necessary food.

"saya telah menghormati dan menghargai firman-Nya lebih daripada makanan (jasmani) yang kuperlukan" (ayub)

Manusia terdiri dari roh, jiwa, dan tubuh. Usia tubuh anda mungkin sekarang sudah belasan atau puluhan tahun. Begitu juga dengan jiwa anda. Lalu bagaimana dengan roh anda? Usia tubuh dan jiwa anda boleh dewasa, tetapi mungkin roh anda bisa saja masih bayi atau balita. Itulah alasan utama mengapa anda kalah dengan kedagingan dan perasaan anda.

Ada orang yang baru lahir baru langsung ingin melayani di mimbar. Tidak ada yang salah dengan itu. Tetapi anda riskan sekali untuk "jatuh" dalam mimbar yang "licin" karena roh anda masih "belajar merangkak".

Ada orang concern untuk membentuk badannya. Dia rajin olahraga, makan bergizi, dan lainnya. Lalu ada yang membentuk jiwanya, dengan cara membaca buku motivasi atau leadership mungkin. Tidak ada yang salah. Tetapi jika roh anda tidak diberi makan, maka anda rawan sekali untuk jatuh.

Jika anda bisa hargai tubuh anda dengan makan 3 kali sehari dan rajin olahraga, maka lakukan yang sama pada roh mu. Berikan dia makanan yaitu firman Tuhan setiap hari. Tentu firman Tuhan yang "berkualitas" dan "bergizi". Perhatikan juga kualitas saat teduhmu. Jika pembacaan firman mu jarang memberikan rhema, maka ada yang harus diperbaiki.

Tidak ada yang salah dengan "benih" firman Tuhan. Yang harus diperhatikan adalah jenis tanahnya, yaitu hati manusia. Tuhan selalu hargai dan hormati firman-Nya. Percayalah.

Biarkan firman Tuhan jadi prioritas utama dalam hidup kita. Jadilah generasi yang mencintai firman Tuhan lebih dari yang lain.

Menang dari pencobaan hidup

"Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan ke luar, sehingga kamu dapat menanggungnya." -> 1 kor 10:13

Kawan, alkitab berkata bahwa pencobaan yang kamu alami adalah pencobaan biasa. Tidak ada yang terlalu istimewa dari setiap pencobaan itu. Kabar baiknya adalah pencobaan itu tidak melebihi kekuatan orang tersebut. Tuhan ijinkan pencobaan itu terjadi atas hidupmu karena Tuhan percaya anda dapat menanggungnya.

Pencobaan yang dialami menunjukkan level rohani seseorang. Semakin tinggi level rohaninya, wajar saja jika pencobaan yang dialami terasa semakin berat. Kabar istimewa lainnya adalah bahwa dalam setiap pencobaan itu, anda dapat temukan bahwa Allah setia. Dia berjanji akan SELALU memberikan jalan keluar (amp version).

Jadi perlukan kita bergembira dalam setiap pencobaan yang kita alami? Yakobus berkata bergembiralah dalam setiap pencobaan (yak 1:2). Dan akhirnya saya mengerti apa maksud Yakobus itu. Bergembiralah karena anda bisa temukan Tuhan yang setia dalam setiap pencobaan-pencobaanmu.

Tetapi saya dan anda perlu BERTAHAN sampai akhir ... (yak 1:12)

- kepekaan pada firman Tuhan vs kepekaan pada dunia -

Hai anakku, perhatikanlah perkataanku, arahkanlah telingamu kepada ucapanku; janganlah semuanya itu menjauh dari matamu, simpanlah itu di lubuk hatimu - amsal 4:20-21

Saya adalah salah satu orang yang paling tidak suka dengan hal-hal berbau biologi. Nilai-nilai saya dalam hal-hal berbau biologi tidaklah memuaskan, itu sejak SMA sampai kuliah. Mengapa? Karena saya tidak suka hapalan.

Saya sering mengatakan bahwa saya tipe orang yang tidak begitu baik dalam menghapal. Saya tidak ingat hari ulang tahun orang tua saya (cuma tahu bulannya), sampai hari ini saya cuma hapal no hp bapak saya dan tidak yang lain, saya tidak mudah ingat nama orang, dll. Tetapi lucunya, saya cukup hapal hal-hal berbau sejarah, tentang beberapa komik yang saya baca, dan tentu saja hal-hal berbau klub favorit saya : inter milan.

Amsal memakai sebuah kata yang menarik "ARAHKAN telingamu kepada ucapanku". "Arahkan" mirip dengan kata "condongkan" dan "perhatikanlah". Sebuah definisi yang saya rasa pas dengan semua kata itu adalah "membuat lebih peka". Sehingga maksud dari amsal 4:21 tadi adalah "kita harus membuat diri kita lebih peka pada firman Tuhan dibanding hal-hal lain".

Ada orang yang berkata sulit menghapal firman, tetapi anehnya dia bisa hapal hal-hal lain. Mengapa itu terjadi? Karena dia membuat dirinya "lebih peka" terhadap hal-hal lain dibanding kepada firman Tuhan.

Saya dan anda bisa setiap hari saat teduh, membaca firman, berdoa, dan lainnya. Tetapi jika telinga dan mata kita lebih terlatih pada dunia maka semua firman itu akan menguap dengan cepat. Itulah alasan mengapa saya dan anda berkekalahan dalam hidup. Karena panca indera kita lebih terlatih pada dunia daripada firman Tuhan.

Beberapa bulan lalu saya sadari sesuatu dalam hidup saya. Jika saat bangun pagi saya lebih dahulu membuka hp saya dan membaca pesan yang masuk atau membuka internet maka kualitas firman yang saya dapat tidaklah maksimal. Dan jika saya biarkan HP itu berdering atau bergetar selama saya saat teduh dan berdoa maka konsentrasi saya akan teralihkan. Dari situ saya belajar untuk tidak terlebih dahulu membuka hp saat bangun pagi dan juga men-silent hp saat sedang berdoa.

Iblis tidak suka anda dapatkan suara Tuhan. Oleh karena itu dia ganggu konsentrasi anda, salah satunya dengan bunyi HP atau berita-berita yang anda baca dari internet. Iblis mengerti strategi ini. Dia buat saya dan anda begitu bergantung pada dunia internet sehingga ada yang kurang dalam hidup ketika tidak menyentuh HP.

Ibrani 5:14 bicara tentang "orang-orang dewasa yang memiliki pancaindera yang terlatih untuk membedakan yang baik daripada yang jahat". Saya dan anda perlu melatih pancaindera untuk merespon Tuhan lebih daripada dunia. Itulah salah satu kunci kemenangan dalam Kristus.

Cara yang paling baik untuk membuat pancaindera kita terlatih pada Tuhan adalah dengan cara mengurangi akses masuk dunia dalam hidup kita. Matikan HP mu sejenak dan berdoalah. Sehingga tidak ada yang bisa mengganggu konsentrasimu dengan Tuhan.

"Mata adalah pelita tubuh. Jika matamu baik, teranglah seluruh tubuhmu (matius 6:22)"

mata dan telinga adalah 2 pintu masuk utama dalam pikiran manusia. Jika kita lebih banyak membuka 2 pintu itu pada Firman daripada dunia, maka "teranglah seluruh hidupmu".

Kuasa sudah kita miliki

Kisah 3:6 Tetapi Petrus berkata: "Emas dan perak tidak ada padaku, tetapi apa yang kupunyai, kuberikan kepadamu: Demi nama Yesus Kristus, orang Nazaret itu, berjalanlah!"

Anda tidak dapat memberikan sesuatu kepada orang lain jika anda tidak memiliki barang itu. Dan adalah suatu kesalahan besar jika orang yang sudah diberikan "sesuatu" itu tidak merasa jika dia sudah memilikinya dan terus merengek meminta "si pemberi" untuk memberikan "sesuatu" itu padanya. Apa yang Petrus miliki? Dia memiliki kuasa Allah dalam dirinya (kis 1:8). Dan dia tahu dia punya kuasa dan dia pakai otoritasnya dalam kehidupannya sehari-hari.

Matius 10:8 Sembuhkanlah orang sakit; bangkitkanlah orang mati; tahirkanlah orang kusta; usirlah setan-setan. Kamu telah memperolehnya dengan cuma-cuma, karena itu berikanlah pula dengan cuma-cuma. Petrus tahu dia TELAH mendapat otoritas kuasa Allah dengan gratis (penekanan "telah") maka dia berikan juga dengan gratis pada orang lumpuh itu.

Yesus tidak memerintahkan pada para murid (termasuk saya dan anda) untuk berdoa (meminta pada Tuhan) bagi orang sakit, tetapi Dia suruh untuk MENYEMBUHKAN orang sakit. Dia tidak suruh orang percaya untuk memohon agar setan keluar dari orang-orang tetapi menyuruh untuk MENGUSIR para setan (luk 9:2, mat 10:8).

Salah satu alasan kenapa Yesus memuji perwira romawi setinggi langit adalah karena orang ini tau betul dengan "kuasa dan otoritas" (mat 8:8-10).

Kuasa itu diberikan pada orang-orang percaya. Sehingga betul sekali ayat ini "Tidak ada yang mustahil bagi orang yang percaya!" (Mark 9:23). Yakobus 4:7 "Karena itu tunduklah kepada Allah, dan lawanlah Iblis, maka ia akan lari dari padamu!" Iblis perlu dilawan dan diwaspadai, tetapi dia tidak perlu ditakuti. Film horor menggambarkan iblis bisa membunuh manusia dan itu adalah sebuah kebohongan besar (dia adalah bapak pendusta). Firman berkata "tunduk pada Allah dan lawanlah iblis", maka "dia akan lari". Bukan "mungkin lari" tetapi "akan (pasti) lari".

Finally, siapa yang punya kuasa hebat itu di bumi sekarang? Bukan setan, tetapi orang-orang percaya yang PERCAYA dia punya kuasa Allah dalam dirinya saat dia sudah lahir baru.

Rabu, 23 Maret 2016

kekuatan firman Tuhan

Ketika saya berdoa malam ini, tiba-tiba pertanyaan ini keluar "apa rhema firman Tuhan pagi ini?". What?! Saya merenung sejenak saat doa dan ternyata saya lupa! Pertanyaan itu keluar saat saya mau mulai menyatakan keluhan-keluhan dan beban-beban doa saya pada Tuhan.

Kemudian sebuah perenungan ini keluar. Bagaimana bisa saya menang terhadap masalah jika saya sendiri lupa akan firman Tuhan. Firman Tuhan adalah pedang roh untuk menyerang masalah kita. Lalu perisai iman untuk bertahan dari serangan iblis juga cuma bisa timbul dari firman Tuhan (efesus 6:16-17; roma 10:17).

1 Yoh 5:14 berkata "Ia mengabulkan doa kita, jikalau kita meminta sesuatu kepada-Nya menurut kehendak-Nya". Bagaimana cara tahu kehendak Tuhan? Bukankah dengan membaca firman Tuhan? Pengetahuan akan firman akan membuat doa-doa kita tepat sasaran dan penuh iman! (Balik lagi, iman timbul dari firman Tuhan) dan Allah cuma merespon doa yang penuh iman!

Baru saja saya selesai berdoa, saya membuka sebuah grup line dan ada tulisan sebuah pepatah yang kita semua tahu "tak kenal maka tak sayang". Bagaimana kita dapat menyayangi Tuhan tanpa mengenalnya? Dari pengenalan akan Tuhan bahwa Dia itu baik, pengampun, penyembuh, penegur dosa, gembala, dll akan membawa kita lebih menyayangi dia. Lalu darimana pengenalan itu? Bukankah dari pembacaan firman Tuhan?

Siapa yang mau berhasil dalam hidup? Bukankah alkitab jelas katakan bahwa "janganlah engkau lupa memperkatakan kitab taurat ini, tetapi renungkanlah itu siang dan malam, supaya engkau bertindak hati-hati sesuai dengan segala yang tertulis di dalamnya, sebab dengan demikian perjalananmu akan berhasil dan engkau akan beruntung" (Yosua 1:8). Anda mau berhasil? Sudahkan anda membaca alkitabmu?

Beberapa waktu lalu Tuhan memberikan rhema buat saya. Apakah ada suatu paksaan dari seorang bayi untuk bertransformasi menjadi seorang pria dewasa yang sehat? Tidak! Itu adalah proses natural, tetapi memang perlu waktu. Tetapi walaupun itu natural dan hukum alam, adakah syarat untuk proses transformasi itu? Ada! Syaratnya adalah manusia itu harus diberi makan sesuai aturan kesehatan yang berlaku untuk usianya. Jika tidak maka dia akan jadi manusia dewasa yang abnormal : kelihatan dewasa secara fisik tetapi di dalam tubuh tidaklah dewasa/kuat.

Begitu juga dengan manusia rohani. Proses transformasi kita dari manusia berdosa menjadi sempurna seperti Allah adalah proses natural. Ada dosa-dosa atau karakter buruk yang membutuhkan waktu untuk dibuang seutuhnya. Tetapi apa syarat untuk itu? Kita harus makan makanan rohani yaitu membaca firman Allah. Jika anda mau lepas dari dosa dan karakter buruk tanpa mau untuk membaca dan merenungkan firman Allah, maka anda akan menjadi manusia abnormal rohani : datang ke gereja bertahun-tahun atau berpuluh-puluh tahun tetapi kehidupan, karakter, dan sikap anda menunjukkan bahwa anda adalah seorang bayi rohani. Anda masih mudah jatuh dalam dosa, karakter anda buruk, ketika ada masalah datang cepat sekali mengeluh dan menyerah, dan hal-hal berkekalahan lainnya.

Yosua 1:8 bicara mengenai merenungkan firman Tuhan siang dan malam. Itu tidak berarti anda tinggalkan pekerjaan anda setiap hari lalu membaca alkitab. Tetapi merenungkan berarti memikirkan itu secara kontinu. Biarkan saya membuatnya menjadi lebih mudah dimengerti.

Tahukan anda bahwa kuatir adalah bentuk perenungan? Jika anda kuatir akan masalah keuangan, maka itu berarti anda memikirkan masalah keuangan itu terus menerus. Bahkan mungkin anda tidak bisa tidur karena pikiran itu. Lalu pernahkan anda menonton sebuah film dan bahkan sampai beberapa hari kemudian adegan atau quotes di film itu masih terngiang-ngiang di kepala anda? Itu adalah bentuk perenungan kepada adegan atau quotes. Atau bisa dibilang adegan atau quotes itu menjadi "rhema" dalam pikiran kita berhari-hari. Itu adalah bentuk dan contoh perenungan.

So, mulai sekarang, mari lakukan perenungan firman Tuhan yang lebih baik dari sebelumnya. Jika kita mudah mengingat pepatah "besar pasak daripada tiang", maka lakukan hal yang lebih baik pada firman Tuhan. Biarkan firman Tuhan berada dalam posisi ingatan lebih baik daripada semua pepatah-pepatah dunia. Jika kita bisa ingat quotes dari tokoh-tokoh populer, maka biarkan ayat-ayat firman Tuhan berada dalam posisi yang jauh lebih terhormat dalam otak kita dibanding semua quotes itu.

Tahun ini Tuhan membuat saya membuka alkitab saya jauh lebih sering dari tahun-tahun sebelumnya. Sudah 3 bulan tahun ini berjalan dan saya bisa pastikan, pekerjaan Tuhan akan jauh lebih dahsyat mengalir pada orang-orang yang mencintai firman Tuhan. Mengapa? Firman Tuhan berkata bahwa di masa-masa akhir jaman, pekerjaan iblis akan semakin nyata: Masalah dimana-dimana, dosa semakin merajalela, kematian seolah mudah terjadi, dan lainnya. Tetapi hanya orang yang membangun pondasi hidupnya diatas dasar yang teguh dan kuat, yaitu firman Tuhan, yang akan tetap bertahan.

jangan salahkan lingkungan sekitar atau bahkan iblis (iblis dari sananya sudah salah kok) atau Tuhan jika permasalahan hidupmu makin sulit. Tetapi mari cek dan lihat apakah pondasi hidup kita dalam firman Tuhan sudah semakin dalam.

Tetapi jika kita coba jujur, kualitas pembacaan firman Tuhan kita seringkali dangkal. Sering kita dengar pertanyaan ini "sudah sate dan baca alkitab belum?". Itu pertanyaan baik. Tetapi sadarkah kita bahwa kita sudah tertipu oleh iblis. Sate dan membaca alkitab boleh jalan, tetapi apakah ada suara Tuhan yang spesifik kita dengar saat itu? Atau sudahkah kita mendapat rhema dari pembacaan firman Tuhan? Baca alkitab boleh jalan, tetapi catatan saat teduh kita kosong dan kita tidak dapat rhema. Inikah yang disebut membaca alkitab?

Saya suka sekali ibrani 4:12 "sebab firman Allah hidup dan kuat". Jika firman itu hidup, maka seharusnya buku catatan sate atau rhema kita tidak seharusnya kosong bukan?! Bukankah pembacaan alkitab yang tidak disertai rhema adalah tindakan mubazir? Itu sama saja dengan makan nasi kosong tanpa lauk dan sayur. Anda bisa hidup karena karbohidratnya tetapi jika penyakit datang maka anda akan segera ambruk karena tidak ada gizi di dalamnya.

Bukankah sebaiknya pertanyaan ini ditambahkan "apa yang Tuhan bicarakan lewat pembacaan alkitabmu hari ini?" (Sesudah "sudah sate dan baca alkitab belum?").

Sebelum saya tutup, saya sarankan untuk para pengkotbah atau abang dan kakak rohani untuk tidak membagikan/sharing firman Tuhan bersumber (dominan) dari kotbah-kotbah atau buku-buku rohani. Pengalaman saya, itu tidak terlalu powerful dan mengubahkan. Itu ibarat kita membagikan makanan yang sudah 2 kali dicerna, yaitu pertama oleh pengkotbah/penulis buku itu dan kedua dicerna oleh kita. Biarkan jemaat atau anak-anak rohani kita mendapat firman yang "fresh from open", yaitu firman yang baru saja kita dapat langsung dari Tuhan.

Akhir kata, semakin rajinlah merenungkan firman Tuhan dan jadikan pertanyaan ini sebagai koreksi apakah kita merenungkan firman Tuhan di hari itu atau tidak : "apa rhema yang kamu dapat dari firman Tuhan tadi pagi?" (Ajukan pertanyaan ini di malam hari sebelum anda tidur).

Jumat, 08 Januari 2016

Salah dengar suara Tuhan?

Di penghujung tahun lalu saya ngobrol2 dengan beberapa orang. Kami sharing2 panjang lebar sampai akhirnya salah seorang berkata "iya nih. Saya salah dengar suara Tuhan". Itu katanya alasan kenapa dia mengalami suatu kegagalan. Lalu cepat2 saya bilang bahwa untuk orang2 yang sudah cukup lama pelayanan tidak seharusnya berkata salah dengar suara Tuhan. Itu salah besar menurut saya.

Mengapa saya bilang begitu? Yoh 10:4 berkata bahwa domba mengenal suara gembala. Jadi jika kita bilang kita salah dengar suara Tuhan, maka mungkinkah kita bukan domba Tuhan? Jika ada 100 orang berbicara dalam 1 ruangan, maka kita tentu bisa kenali mana suara bapak kita. Benar bukan?

Beda pengecualian untuk orang yang tidak pernah dengar suara Tuhan seperti Samuel. Pada waktu Tuhan bicara padanya, dia lari pada Eli karena Samuel belum pernah dengar suara Tuhan (1 sam 3). Tetapi untuk kita yang sudah lama di pelayanan, bukankah kita tau mana suara Tuhan?

Mari kita lihat contoh lain dalam kisah Yosafat di 1 raja 22. Silakan baca kisahnya biar anda mengerti. Ketika nabi2 itu dipanggil ahab, semua dari mereka berbicara memakai nama Tuhan (ayat 6). Itu Tuhan yg asli dan bukan tuhan palsu karena "T" nya besar. Tetapi Yosafat bertanya mengenai keberadaan nabi Tuhan yg asli (ayat 7). Walaupun nabi2 lain berkata memakai nama Tuhan yg asli, tetapi mengapa Yosafat cari yg lain? Itu karena dia kenal mana suara Tuhan dan mana suara tuhan palsu. Iblis boleh menipu dengan meniru suara Tuhan yg asli, tetapi yosafat tau itu salah. Begitu juga dengan kita. Kita harusnya tau mana suara Tuhan yg asli dan palsu.

Jika kita perhatikan, sebenarnya cuma ada 2 suara dlm hidup ini : suara Tuhan dan iblis. Oleh karena itu bukankah tidak sulit kenali mana suara Tuhan? Kecuali ada 100 suara dan kita mungkin saja bingung. Dan 2 suara ini terus berbicara dalam hidup kita. Contoh praktisnya saat kita berbuat dosa. Pasti ada suara RK yang berkata tidak walaupun mungkin suara itu terdengar kecil dibanding suara iblis yang teriak2 supaya kita buat dosa. 2 suara ini aktif. Sekarang mana yang mau kita dengar?

Kemudian saya coba selidiki alkitab dan saya temui fakta2 menarik tentang suara Tuhan dan saya semakin bertambah yakin bahwa kalimat salah dengar suara Tuhan itu harus dijauhkan dalam kalimat kita.

Yang seringkali terjadi dalam hidup kita adalah Tuhan sudah bicara A tapi kita ngeyel dan tidak taat dan memilih B. 1 raja2 22:17-28 bicara bagaimana nabi Tuhan yang asli berkata bahwa orang israel-yehuda akan kalah perang. Tetapi lucunya yosafat tetap memilih berperang. Seharusnya dia biarkan ahab maju sendiri. Jadi disini Yosafat ngeyel tetap maju. Akhirnya dia kalah bukan karena dia salah dengar suara Tuhan tapi karena dia tidak taat.

Ketidaktaatan akan membuat suara Tuhan itu makin kecil dalam hidup kita. Lalu hati nurani kita juga makin tumpul. Ketidaktaatan membuat kita terlatih mendengar suara iblis, tetapi ketaatan membuat kita terlatih mendengar suara Tuhan. Karena saya percaya, ukuran "kemahiran" kita dengar suara Tuhan ditentukan oleh ketaatan kita. 2 suara itu akan tetap bicara dalam hidup kita. Tetapi suara siapa yang paling besar kita dengar, ditentukan oleh ketaatan atau ketidaktaatan kita.

Lalu sebuah cerita menarik datang dari jaman hakim2. Hakim2 20 menceritakan bagaimana orang israel berperang dengan suku benyamin. Orang israel selalu tanya pada Tuhan sebelum berperang. Tuhan suruh maju, tetapi 2 kali orang israel kalah dari suku benyamin. Baru yang ketiga akhirnya Tuhan memberikan kemenangan pada orang israel. Lalu kok ini aneh? Tuhan suruh maju tetapi orang israel kalah 2x. Mari lihat kalimat Tuhan pada orang israel. Dalam 2 kekalahan itu, Tuhan bicara untuk maju. Tetapi baru pada peperangan ke 3 Tuhan bicara bahwa Ia akan berikan kemenangan pada israel. Mari kita bandingkan sejenak dengan kisah kemenangan Daud atas orang filistin di 2 Sam 5:17-25. Disana Tuhan jelas bilang bahwa Daud akan menang. Tetapi kepada orang Israel Tuhan baru janjikan mereka menang di peperangan yang ketiga. Itu mungkin kenapa orang israel kalah 2x dari suku benyamin.

Apakah Tuhan iseng suruh orang israel maju untuk kalah? saya rasa tidak. Lalu apa maksud Tuhan suruh mreka maju untuk kalah? Saya juga tidak tahu. Mungkin saja untuk melatih mereka berperang (hakim 3:1-2). Mungkin saja untuk memberitahu mereka bahwa perang saudara adalah buruk. Atau alasan lain yang saya tidak tahu. Tetapi jelas sekali dalam kisah ini bahwa Tuhan bicara, mereka taat pada suara Tuhan, tetapi mereka kalah.

Saya tidak mau berkata bahwa suara Tuhan membawa pada kekalahan. Tetapi saya mau bilang bahwa pada endingnya, suara Tuhan akan hasilkan kemenangan. Walaupun kelihatannya kita hilang sesuatu, tetapi akhirnya kita menang. Dan tiru ketaatan orang israel, mereka kalah, tapi tetap maju dan taat pada suara Tuhan. Tuhan mungkin saja ingin mengajari kta sesuatu dalam proses2 itu.

Akhir dari semua ini adalah ajakan untuk semakin taat dengar suara Tuhan. Lalu semakin kenali suara Tuhanmu. Supaya iblis tidak bisa menipumu. Tetapi balik lagi, semakin kita taat, semakin tajam kita dengar suara Tuhan.

Minggu, 11 Mei 2014

Instantly vs suddenly

Apa yang anda pikirkan ketika membaca judul diatas? sekilas 2 kata itu adalah sesuatu yang mirip. makna sederhananya adalah sesuatu terjadi dari yang tidak ada menjadi ada dalam tempo yang cepat sekali. apa perbedaannya? banyak, tetapi yang pasti manusia terkadang suka yang berbau instan, dan di sisi yang lain Allah memakai kata "tiba-tiba" dan tidak suka yang berbau instan. Mengapa saya berani berkata Allah tidak suka yang instan tetapi suka yang tiba-tiba? mari lihat contoh-contoh sederhana ini.

seorang ibu harus mengandung 9 bulan. dokter bisa menebak kapan kira-kira anaknya akan lahir. tetapi mereka tidak bisa menebak dengan tepat kapan kontraksi ke-xxx (gak tau berapa kali kontraksi ibu hamil, maklum, masih merencanakan menikah.. :p )dan itu terjadi dengan tiba-tiba! tidak peduli ibu itu lagi ngapain TIBA-TIBA saja dia mengalami kontraksi. ramalan cuaca berkata jam 4 sore akan hujan (ramalan cuaca di belanda bisa di cek per jam), tetapi mereka tidak bisa menebak menit ke berapa hujan akan turun. dan TIBA-TIBA hujan turun! jika saja kita bisa tahu menit keberapa hujan turun, kan enak mengatur kapan kita keluar rumah.

lalu mari berpindah ke hal rohani. ketika kita lahir baru, tidak dengan instan saya tidak suka dengan dosa itu. tetapi dengan TIBA-TIBA saya menjadi tidak suka dengan dosa itu. orang-orang yang sakit di kolam Betesda (yoh 5) menanti-nanti kapan malaikat turun. dan dengan TIBA-TIBA malaikat turun sehingga berlaku siapa cepat dia sembuh. bahkan Yesus berkata kalau kita harus tetap siaga karena hari Tuhan akan dengan TIBA-TIBA datang!

Lalu mengapa Allah tidak suka istilah "instantly"? cara seorang ibu melahirkan dengan operasi caesar adalah cara instan dan tidak alkitabiah. karena Allah sudah "menakdirkan" seorang ibu untuk melahirkan dengan kesakitan (kej 3:16). Cara seorang mahasiswa menyontek adalah adalah cara instan. lalu terakhir, mie instan juga tidaklah baik.. :p

Semua mujizat yang ada di alkitab juga berdasarkan pola TIBA-TIBA. ketika perempuan sakit pendarahan itu menjamah jubah Yesus, maka dengan TIBA-TIBA dia sembuh. ada orang yang sakit kusta datang pada Yesus, dan dengan TIBA-TIBA dia sembuh. ada hamba perwira Romawi sedang sakit. lalu dengan TIBA-TIBA dia juga sembuh ketika Yesus berkata sesuatu.

alkitab versi amplified menulis istilah tiba-tiba dengan kata : "immediately", "at that very moment", "instantly", "at once", dll. lho kok ada "instantly" juga di alkitab? yaa, itu memang ada. sekarang saya akan coba kerucutkan pengertian perbedaan instantly dan suddently. instantly yang saya maksud disini lebih mengarah kepada pola pikir manusia yang tidak membuat suatu satu effort pun dan dia berharap tiba-tiba ada hasil. sedangkan suddenly berarti dia sudah membuat suatu effort dan dengan tiba-tiba dia mendapat hasilnya.

Mengapa Allah tidak suka sama yang berbau instan? karena dengan "ke-instan-an" manusia tidak berharap pada Allah dan mengandalkan diri sendiri. saya dan anda menjadi manusia "gampangan" jika semua dalam hidup ini bisa diraih dengan instan. sedangkan TIBA-TIBA merujuk pada manusia yang berharap "mujizat" dari Tuhan karena dia tahu cuma Tuhan yang bisa buat itu. dengan "ke-instan-an" saya dan anda tahu kapan akhir dan ujung suatu proses terjadi. tetapi TIBA-TIBA tidak begitu. saya dan anda tidak bisa menebak kapan proses TIBA-TIBA itu terjadi. instan merujuk kepada waktu yang di-setting manusia, tetapi TIBA-TIBA merujuk kepada waktu Allah.

Jika hidup ini instan, maka semua masalah akan selesai dalam 1 hari. lalu kita akan segera kaya dalam waktu 1 hari. lalu karakter kita akan 100% berubah dalam 1 hari, dan lain-lain. kelihatan menyenangkan. tetapi ini bukanlah pola Allah. jika ke-instan-an terjadi dalam hidup, maka tidak ada lagi yang namanya mujizat. karena mujizat selalu terjadi dengan TIBA-TIBA.

Karena mujizat bersifat TIBA-TIBA, maka bukan kecepatan awal yang menentukan kemenangan saya dan anda, tetapi daya tahan sampai TIBA-TIBA itu terjadi. anda bisa berlari kencang di awal, tetapi kemudian mujizat tidak kunjung terjadi, maka anda mundur, dan akhirnya mujizat yang TIBA-TIBA itu tidak pernah terjadi. mungkin "dia" datang 1 menit sesudah anda memutuskan mundur. bukan berarti anda tidak boleh berlari kencang di awal, yang tidak boleh adalah anda memutuskan mundur ketika mujizat yang TIBA-TIBA itu belum terjadi dalam hidup anda. jika itu terjadi, maka pola pikir anda masihlah "instantly" karena berharap mujizat terjadi dalam kerangka waktu yang anda buat sendiri. dan akhirnya, keluarlah ayat "agung" tentang waktu, Pengkotbah 3: 11 ...

Ketika saya tahu pola pikir Allah seperti ini, maka kemudian saya berpikir bahwa Dia adalah pribadi yang sangat romantis. Dia selalu ingin membuat surprise dalam hidup saya dan anda. lalu ketika mujizat saya adalah unik dan berbeda dengan apa yang anda miliki, bukankah itu juga jauh lebih romantis?

Kawan, ketika Paulus menulis 2 ayat terpendek di muka bumi, 1 Tes 5:16 "bersukacitalah senantiasa" dan 1 Tes 5:17 "tetaplah berdoa", itu adalah pengantar yang baik untuk mujizat TIBA-TIBA yang kita harapkan. ketika masalahmu belumlah beres, maka lakukan 2 hal ini terus : bersukacita dan berdoalah. dengan bersukacita, maka sikap hatimu benar di hadapan Tuhan (mazmur 37:3-4). Dan dengan berdoa, maka anda membuktikan bahwa kekuatan anda adalah dari Tuhan.

Terus berjuang sampai mujizat TIBA-TIBA itu terjadi dalam hidupmu. ketika itu terjadi, maka saya pastikan itu menjadi surprise yang luar biasa dari Allah untuk anda.

Selasa, 01 April 2014

akitabku, harta yang sangat berharga

Saya tidak ingat kapan terakhir saya berpikir tentang hal ini. yaa, beberapa kali saya berpikir untuk mengganti alkitab saya. saya mempunyai sebuah alkitab yang sudah cukup tua. dia sudah ada sejak saya berumur 7 tahun. itu adalah alkitab mama saya sebelumnya. di halaman pertama masih ada nama mama saya dan alamat saya dulu sewaktu kecil di bandung. tetapi saya lupa alasan apa yang membuat mama saya memberikan alkitab itu pada saya. alkitab itu besar. dan sepertinya adalah sebuah kesalahan memberikan alkitab itu pada saya yang masih kecil dan "cuma" ke sekolah minggu. hahaha..

Dan sekarang saya berumur 24 tahun. artinya alkitab itu sudah menjadi bagian hidup saya kira-kira 17 tahun. jadi jika ditanya siapakah partner hidup saya yang sebenarnya? dia adalah alkitab ini. haha.. saya ingat sekali waktu kira-kira 2-3 tahun yang lalu ada kejadian unik tentang alkitab saya. ada seorang abang yang meminjam alkitab saya pada malam hari karena dia butuh itu untuk peserta retret yang tidak membawa alkitab. saya lalu memberikan itu. pagi harinya saya langsung meminta alkitab itu kembali karena saya sadar bahwa saya kesulitan saat teduh dengan alkitab yang lain! lalu abang itu berkata saya perlu dilepaskan dari keterikatan dengan alkitab itu. yaa.. sepertinya saya addicted dengan alkitab tua dan berat ini. hahaha..

Karena alkitab itu begitu besar dan berat, saya beberapa kali berpikir menggantinya. saya "iri" melihat teman yang bisa memasukkan alkitab mungilnya dalam saku. lalu ketika di bangku kuliah, hampir setiap hari saya membawa alkitab itu ke kampus. dan ketika saya membawa banyak buku kuliah, maka hampir selalu ada "penyesalan" kenapa saya harus memiliki alkitab yang besar dan berat ini. lalu saya juga "iri" melihat orang yang tidak perlu berat-berat membawa alkitabnya ke gereja karena dia memiliki handphone yang canggih. kelihatannya sangat "stylis" datang ke gereja tidak membawa tas. sedangkan saya harus membawa tas saya. karena alkitab saya tentu tidak bisa digantung!!

Oh ya, jangan bilang saya gaptek. saya mempunyai 2 buah smartphone. yang pertama adalah samsung galaxy note 8 dan yang kedua adalah samsung galaxy fit. dan di kedua HP itu ada 2 software alkitab yang berbeda dan saya "harus" menginstal keduanya di kedua HP itu. yang pertama adalah software alkitab, lalu kedua mysword. dua-duanya punya kelebihan yang saya butuhkan dalam mendalami firman. pada software alkitab, terdapat jenis alkitab amplified bible. saya suka jenis alkitab ini karena dia memberikan banyak gambaran yang baru buat saya. dan jenis alkitab ini tidak ada yang gratis jadi saya beruntung bisa mendapatkannya free. hehe.. lalu di software mysword, ada jenis alkitab king james version yang dilengkapi dengan kamus alkitab strong yang berisi kata dari bahasa yang asli. jadi sering saya melihat apa sebenarnya kata asli yang dipakai oleh terjemahan itu. contoh kasus, istilah love dalam bahasa inggris. dari kamus itu, kita bisa tahu love yang dimaksud apakah agape atau philia. itu sangat berguna sekali. karena agape adalah kasih Allah dan philia adalah kasih manusia. dan hampir semua love di perjanjian baru (menurut pengetahuan saya), memakai agape. jadi misal kalimat mengasihi sesama, kita harus pakai agape, bukan philia. jadi ini ada perbedaan yang besar. so, bisakah saya simpulkan kalau saya tidaklah gaptek?? hehe..

Kemudian beberapa waktu yang lalu saya melihat sebuah kejadian yang unik. saya datang ke sebuah pertemuan doa di gereja, saya yang paling muda saat itu. kami ada belasan orang. kami duduk melingkar dalam di depan sebuah meja. dan saya dapati cuma ada 2 orang yang membawa alkitab kesana, saya dan seorang oma-oma! yang lain memakai segala jenis smartphone. kemudian pembicara sedikit menyinggung bahwa dia sedang berusaha belajar bagaimana memakai smartphonenya lebih baik lagi untuk membuka ayat-ayat firman.

Saya tidaklah anti dengan apa yang disebut dengan teknologi. tetapi tahukah anda bahwa alkitabmu adalah "saksi benda mati" bagaimana pertumbuhan rohanimu? smartphone bisa berganti setiap 6 bulan, tetapi jarang sekali ada orang yang mengganti alkitabnya 6 bulan sekali dalam hidupnya! mari perhatikan hidupmu sejenak. sudah berapa lama anda ke mengaku lahir baru? atau saya coba turunkan level pertanyaan saya. sudah berapa lama anda ke gereja dalam hidup anda? bagi yang orang tuanya kristen, pasti sudah sejak kecil. jika alkitab anda sudah cukup lama bersama anda, lalu bagaimana sekarang kondisinya? masihkah mulus atau dia sudah menunjukkan usia-usia tuanya? jika dia masih mulus, mungkin anda jarang sekali membukanya. anda terlalu sayang pada alkitab anda sehingga anda memilih memajangnya di rak buku. dan ketahuilah, anda sedang diambang kehancuran jika menyimpan rapi alkitab anda di museum rak buku anda!

Saya mau mencoba mencetuskan sebuah teori yang baru mengenai alkitab, "alkitab tidak pernah mau dicintai dan dipajang rapi di rak buku anda". alkitab tidak pernah mau diperlakukan layaknya sebuah buku antik! alkitab mau agar anda addicted padanya dan "menghancurkan" alkitab itu dengan cara membacanya setiap hari. biarkan dia lusuh karena tangan anda yang membacanya setiap hari. jika Allah adalah pencemburu, maka alkitab saya juga adalah pencemburu.

Saya sangat suka membaca. sudah ada begitu banyak buku rohani yang saya baca. dan itu membukakan banyak hal baru pada saya. sudah begitu banyak juga kotbah yang saya dengarkan. semua kotbah dan buku itu tidak cuma berbahasa indonesia, tetapi juga berbahasa inggris. sempat sekali waktu saya begitu intens membaca buku dan mendengarkan kotbah dan menjadikan itu makanan pokok rohani saya dan alkitab menjadi makanan sekunder saya. sampai suatu kali alkitab saya yang pencemburu itu berteriak. ketika saya membaca sebuah buku rohani, disana ada bab yang begitu mengena tentang firman. penulis buku itu berkata bahwa dia jauh menghargai dan mengandalkan alkitabnya daripada buku-buku rohani dan kotbah-kotbah. saya tersentak dan merenung. dan singkat cerita saya kembali "mengandalkan" alkitab saya sebagai makanan rohani saya.

Saya juga kurang begitu suka dengan orang yang mengandalkan buku saat teduh yang biasa dijual di toko buku rohani. bagi saya itu adalah makanan "sisa" dari orang lain. karena Tuhan bicara sesuatu padanya baru kemudian dia menulis bahan saat teduh itu. saya mau sesuatu yang fresh dari Tuhan. saya mau Tuhan yang bicara langsung pada saya. saya percaya Tuhan mampu bicara lewat ayat-ayat alkitab. bahkan saat saya sedang membaca kitab-kitab yang bagi orang lain begitu "membingungkan" seperti bilangan, kidung agung, atau ayat-ayat tentang silsilah dan raja-raja, dan yang lainnya, saya mendapat begitu banyak hal yang baru.

saya sudah beberapa kali mengulang alkitab saya. dan jika saya mendapat sesuatu yang baru, maka saya biasakan "meng-stabilo" ayat itu. jadi saya mengusahakan "meng-stabilo" yang baru jika saya mengulangi pasal yang sama di waktu yang kemudian. saya tidaklah cukup puas dengan ayat lama yang sudah saya stabilo. saya mau rhema dari ayat yang baru. Akhir-akhir ini saya mempunyai satu istilah yang saya pakai mengenai pembacaan alkitab saya. saya pakai istilah "kenyang". bagi saya, alkitab adalah makanan rohani. jika Roh Kudus membukakan sesuatu yang luar biasa dari alkitab yang saya baca, maka saya istilahkan saya sedang dalam kondisi kenyang rohani. jika tidak, maka saya katakan saya baru saja memakan sebuah cemilan rohani! mari perhatikan pembacaan alkitabmu setiap hari. apakah anda kenyang? atau anda baru memakan sebuah cemilan? atau bahkan anda seolah memakan sesuatu tetapi sebenarnya anda masih sangat lapar dan makanan itu cuma sebuah ilusi dan kekosongan belaka??!!

Kapan terakhir kali pembacaan alkitabmu menegur dosamu? kapan terakhir kali pembacaan alkitabmu membuat hidupmu sangat bergairah? atau setiap hari pembacaan alkitabmu dipenuhi dengan tuntutan saat teduh dari kakak dan abang PA, atau karena anda berpikir supaya anda diberkati hari itu, atau anda berpikir karena anda adalah seorang pekerja maka anda haruslah membaca alkitab atau karena apa kata orang jika aku tidak saat teduh?? mari berpikir suatu yang sederhana. jika saya tidak makan, maka saya akan lapar dan mati!

Beberapa bulan lalu saya membeli alkitab baru yang saya idamkan. sebuah alkitab saku amplified bible perjanjian baru. ketika saya bermain ke sebuah toko kristen, saya temukan alkitab itu dengan harga cuma sekitar 6 euro. itu sangat murah karena biasanya harganya mahal. akhirnya saya bisa memiliki alkitab amplified ini. hehe.. singkat cerita, saya membawa alkitab mungil ini selalu ke kampus. jika saya ada waktu kosong di break makan siang, maka saya sempatkan membaca alkitab mungil ini di kampus. saya memilih duduk di bagian pojok ruangan komputer dan membuka alkitab saya. di depan saya ada laptop yang terbuka karena terkadang kosakata saya belum cukup untuk mengerti semua bahasa inggris itu. hehe.. pagi hari saya membaca alkitab besar dan tua saya, lalu siang hari saya membuka alkitab mungil saya. hehe..

Dan memang Tuhan tidak bisu dan jago berbahasa inggris! hahaha.. saya mendapat begitu banyak hal baru dari amplified bible ini. bahkan ada istilah-istilah yang saya cari dan tidak saya temukan di bahasa indonesia ada di alkitab ini. salah satunya adalah gossipers. saya tahu penggosip adalah salah. tetapi saya tidak temukan istilah itu di bahasa indonesia dan ternyata ada di bahasa inggris. haha.. keren abis. jadi saya sarankan anda untuk membaca bahasa inggris juga karena kemungkinan besar konteks kalimat yang dipakai berbeda. pokoknya seru abis dah! hehe..

Bagi saya alkitab tua saya adalah saksi bagaimana perjalanan rohani saya. ada janji-janji kekal dan yang sudah digenapi dan yang juga masih saya tunggu. saya mendapat begitu banyak janji dari alkitab tua itu. dia juga menjadi saksi air mata saya yang keluar saat Tuhan berbicara sesuatu. ataupun saya yang langsung berdoa meminta maaf karena dia menegur saya sesuatu. karena alkitab saya "bukanlah" beda mati yang bisu, maka saya pakai istilah "dia" pada alkitab saya. "He", dan bukan "it". romantis bukan?? hahaha.. dia ikut bersama saya sewaktu saya berlibur ke Milan dan Paris. haha.. walaupun jujur sangat memberatkan, tapi entah kenapa dia begitu berharga untuk ditinggalkan. haha..

Satu ketika saya bercerita dengan seorang rekan di gereja. dia mengatakan begitu diberkati dengan tema kotbah-kotbah yang ada di gereja belakangan ini. lalu saya membalas dia dengan mengatakan bahwa saya sudah mendengar kotbah dengan tema ini sejak lama, lalu saya sudah praktekkan dan saya alami buahnya begitu banyak sampai saat ini, dan saya adalah pengkotbah tema-tema itu, dan bahkan saya bilang saya bisa buatkan sebuah buku tentang tema kotbah itu! bukan untuk sombong. tetapi saya merasa iba padanya. mengapa dia bisa begitu puas dengan sesuatu yang bagi saya adalah makanan yang sudah "lewat"? jika saja dia membaca alkitabnya lebih banyak, maka dia akan merasa "puas" dengan bahan itu sejak lama. yaa, jika saja dia membaca alkitabnya lebih banyak!

Kawan, anda tidaklah perlu banyak membaca buku rohani atau mendengarkan kotbah. yang anda perlukan adalah membuka alkitabmu dan mulai membaca dan mencintainya. berikan dia waktu yang terbaik dan cukup untuk berbicara padamu. jangan tergesa-gesa dan memberikan waktu sisa dan mepet. berdoa pada Roh Kudus agar Dia membukakan rahasia-rahasia ilahi padamu. dan barangsiapa yang lapar dan haus akan kebenaran, dia akan dipuaskan (matius 5:6). Mari membuka alkitabmu dengan rasa lapar dan haus.

jika anda merasa kondisi rohani anda sedang jatuh bebas, atau anda terus bergumul tentang dosa atau sakit atau masalah apa pun juga, maka saya sarankan janganlah lekas simpulkan anda harus segera berangkat ke gereja atau persekutuan. saya sarankan anda duduk tenang dan mulai membaca alkitab anda. itu jauh lebih dahsyat kawan. karena disaat kalian jatuh dan kalian malah membuka alkitab, maka itu adalah lambang bahwa anda cuma bisa berserah pada Tuhan dan tidak pada yang lain. jika anda lari pada komunitas anda, orang lain, pembimbing rohani, rekaman-rekaman kotbah, maka anda sedang "mempermudah" jalan keluar anda. tetapi saat anda datang dengan hati yang remuk dan lapar akan suara Tuhan, maka firman itu akan memuaskanmu. "persulit" jalan keluarmu dengan cara membaca alkitab, sesuatu yang mungkin masih abstrak bagi anda. dan saat ayat-ayat "abstrak" itu keluar, maka biarkan Roh Kudus membimbingmu. itu jauh lebih indah buat saya.

jika doa adalah nafas orang percaya, maka alkitab adalah makanan orang percaya. jangan sebut anda kristen yang hidup jika anda jarang membuka alkitab anda. yang ada adalah anda seorang yang "hidup" tetapi kurus kering dan tidak punya tenaga dan kuasa melakukan apa-apa.

Saya akan tutup dengan pertanyaan ini, apakah anda sudah merasa "kenyang" dengan pembacaan alkitabmu?

Jumat, 01 November 2013

this is my God (maybe not yours) ...

Kamar ini cukup luas. mungkin sekitar 7 x 4 meter. cukup luas buatku yang biasa tinggal di kamar ukuran 3 x 3 meter. walaupun kamar ini besar, tetap saja tidak bisa menampung semua kebesaran Tuhanku. hehe.. Dia yang menjaga jutaan jenis spesies di muka bumi tetap ada. lalu Dia yang menahan langit dengan sangat kokoh. Dia yang mengisi lautan dengan air, lalu membuat gunung-gunung dengan lekukan tangannya. kemudian mengatur kapan waktunya salju dan hujan turun. begitu hebatnya Allahku. yaa,, Allahku.. Terkesan egois memang menyebut Allahku. seolah Dia cuma milikku seorang. tetapi tahukah anda bahwa Yesus yang saya kenal mungkin belum tentu anda kenal dan begitu juga sebaliknya.

Satu ketika Saul, orang yang diurapi (tolong garis bawahi "diurapi" ), mengatakan sesuatu yang lucu dimata saya. di 1 samuel 15:15, Saul berkata pada Samuel, "Tuhan, Allahmu", seolah-olah Allah Saul dan Samuel berbeda. padahal Saul sudah pernah mengalami kepenuhan Roh Kudus (1 Sam 11:6; 1 Sam 10:10). Tetapi begitulah yang sebenarnya dominan terjadi sekarang ini di kehidupan orang yang mengaku Kristen : saya kristen, tetapi saya tidak kenal siapa Yesus.

Apakah arti hidup kekal bagimu? cuma sekedar masuk surga? benar bahwa kekekalan membawamu masuk ke surga. tetapi Yesus masuk lebih dalam kepada pengertian kekekalan yang sesungguhnya. mari lihat Yoh 17:3 : "inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus."

Roh Kudus membuka suatu pengertian yang baru tentang ayat ini. mari kita bahas lebih dalam. ini akan semakin seru. hehe..

Hidup kekal bicara tentang mengenal Bapa. saya beritahu cara paling mudah mengetahui apakah level pengenalan saya kepada Bapa sudah lebih baik dari sebelumnya atau sama saja atau makin buruk. coba lihat kemana anda "pergi" ketika masalah datang atas hidupmu. lalu bandingkan kondisimu hari ini dengan waktu di belakang dimana masalah yang sama datang atas hidupmu.

saya beri contoh sederhana. misal masalah itu adalah penyakit tertentu. dulu saya berobat ke dokter dan sembuh, dan sekarang saya tinggal berdoa saja maka saya sembuh. itu artinya pengenalanmu akan Allah bertambah. atau jika dulu saya galau maka saya lampiaskan dengan main game, dan sekarang saat saya galau saya memilih berdoa, maka itu artinya pengenalanmu akan Tuhan bertambah. tetapi jika kegalauan datang hari ini dan anda lari pada game sedangkan dulu anda berlari pada Tuhan, maka artinya semakin hari anda semakin tidak mengenal Bapa.

Lalu mari lihat frasa "Allah yang benar". kata "allah" bicara tentang "idol" atau idola atau sesuatu atau seseorang yang kita sembah dan puja. jadi ada bermilyar-milyar "allah" di muka bumi ini. bisa jadi itu seorang artis favoritmu, tim bola kesukaanmu, game kesukaanmu, atau mungkin seseorang yang anda sayangi, dan yang lainnya. jadi ketika frasa "hidup yang kekal adalah mengenal Allah yang benar", maka hidup sehari-hari kita akan memperlihatkan apakah saya sedang berjalan dalam kehidupan kekal atau tidak. jika artis favoritmu lebih mempesonakanmu dibanding Yesus, maka artinya anda tidak sedang berjalan dalam hidup yang kekal. atau jika hobimu lebih menyita waktumu dibanding Yesus, artinya anda sedang tidak berada dalam hidup yang kekal. sederhana sekali bukan?? jika Yesus sangat mempesonakan anda lebih daripada yang lain, maka anda sedang mengenal Allah (atau idol atau idola) yang benar.

Daniel 11:32 berkata dengan sangat indah : "tetapi umat yang mengenal Allahnya akan tetap kuat dan bertindak". bukan orang yang sering ke gereja, sering kotbah, sering melayani, dan sebagainya yang akan tetap kuat, cuma orang yang mengenal Allahnya. ada kata "nya" dibelakang kata "Allah", bukan "Allah mereka". ini merujuk kepada kata ganti orang tunggal. jadi, pengenalan akan Tuhan adalah individu per individu, bukan berkelompok. itu mengapa anda bisa masuk ke surga sedangkan ibu anda tidak bisa. karena kepercayaan pada Kristus adalah pribadi lepas pribadi.

Matius 7:24 bicara : "setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan melakukannya, ia sama seperti orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas batu". jadi pondasi hidup anda ditentukan oleh 2 hal : mendengar suara Tuhan dan melakukannya. jika 1 diabaikan, maka anda tidak membangun pondasi rohani yang benar. kedua hal itu sangat erat berhubungan dengan pengenalan akan Bapa. jika saya tidak mengenal Bapa, maka saya mustahil mendengar suara-Nya. itu artinya orang yang belum lahir baru tidak bisa mendengar suara Bapa. lalu cuma orang yang mengenal Bapa akan melakukan apa perintah Bapa. mengapa demikian? mudah sekali menjelaskannya.

Jika saya seorang anak kecil, lalu kemudian ayah saya menyuruh saya tidak keluar pada waktu hujan, maka saya akan melakukan apa suruhannya itu. itu karena saya mengenal ayah saya. lain ceritanya jika seseorang yang tidak saya kenal menyuruh saya demikian, maka pasti tidak akan saya lakukan. tahukah anda bahwa seringkali perintah Tuhan itu terasa berat bagi jiwamu (baca : pikiran dan perasaan)? saya beri 1 contoh sederhana. Tuhan perintahkan engkau untuk menyerahkan 100 % hidupmu. tetapi jika anda tidak mengenal siapa Allah sesungguhnya, maka anda tidak akan bisa serahkan 100% hidupmu, mungkin cuma 80%. Tuhan sekali waktu bicara padamu bahwa wanita ini bukanlah jodohmu, lalu karena anda kuatir dan tidak percaya pada Tuhan maka anda tetap jalan dengan wanita itu. seolah Allah adalah Allah yang jahat dan akan memberikan wanita yang lebih buruk dari yang sekarang anda kencani. bukankah ini adalah efek karena tidak mengenal Allah? lalu misal Tuhan berkata padamu untuk menabur 100% uang bulananmu dan anda cuma menabur 50% karena kuatir tentang apa yang anda makan. itu sama saja dengan berkata bahwa uang Tuhan tidak cukup buat mengisi perutmu! bukankah ini karena efek tidak mengenal Tuhan dengan benar??

Saya betul-betul kagum pada pengenalan Daud akan Allah israel. ada 56 kali kata "Allahku" dipakai di mazmur dan sebagian besar dari kata itu berasal dari mulut Daud. ketika Saud berkata "Allahmu", maka Daud berkata "Allahku".

Jadi, siapakah allahmu?? jika Hillsong mempunyai album "this is our God", maka saya punya album "THIS IS MY GOD"..

Kamis, 16 April 2009

Komsel adalah tempat kedua curhat setelah Tuhan.

Luk 12:1 Sementara itu beribu-ribu orang banyak telah berkerumun, sehingga mereka berdesak-desakan. Lalu Yesus mulai mengajar, pertama-tama kepada murid-murid-Nya, kata-Nya: "Waspadalah terhadap ragi, yaitu kemunafikan orang Farisi.
Mrk 4:11 Jawab-Nya: "Kepadamu telah diberikan rahasia Kerajaan Allah, tetapi kepada orang-orang luar segala sesuatu disampaikan dalam perumpamaan,

Pada ayat diatas disebutkan bahwa Yesus mengajar murid-murid-Nya secara khusus. (Yesus memberi mereka suatu “porsi” khusus. Yesus mengutamakan murid-murid-Nya terlebih dahulu untuk mengerti. Jika kita mendapat masalah atau Firman Tuhan yang baru, marilah kita share-kan dulu di komsel kita. Karena komsel ibarat keluarga rohani paling dekat dengan kita. Bagaimana mungkin kita mementingkan keluarga lain atau orang lain dulu dibanding keluarga kita yang terdekat dulu? Jadi sebaiknya jangan ada masalah yang dibicarakan diluar dulu sebelum dibicarakan di komsel. Alkitab dengan jelas berkata bahwa Tuhan akan menyatakan rencana-Nya pada orang-orang dekat dengan-Nya terlebih dahulu. Jika Tuhan mengambil sikap seperti itu, bagaimana dengan kita? Mari belajar mempercayai orang yang Tuhan taruh dalam komsel kita masing-masing. Karena mereka ada karena kasih karunia Tuhan. Sebagaimana kita ada. Jadi jika ada masalah, ceritalah pada Tuhan dulu, baru ceritakan di dalam komsel kita masing-masing. GO GET GLORY!)

Jangan pernah menyerah untuk memuridkan!

Luk 13:6 Lalu Yesus mengatakan perumpamaan ini: "Seorang mempunyai pohon ara yang tumbuh di kebun anggurnya, dan ia datang untuk mencari buah pada pohon itu, tetapi ia tidak menemukannya.
Luk 13:7 Lalu ia berkata kepada pengurus kebun anggur itu: Sudah tiga tahun aku datang mencari buah pada pohon ara ini dan aku tidak menemukannya. Tebanglah pohon ini! Untuk apa ia hidup di tanah ini dengan percuma!
Luk 13:8 Jawab orang itu: Tuan, biarkanlah dia tumbuh tahun ini lagi, aku akan mencangkul tanah sekelilingnya dan memberi pupuk kepadanya,
Luk 13:9 mungkin tahun depan ia berbuah; jika tidak, tebanglah dia!"

Roh Kudus mengaruniakan hal yang baru pada waktu saya membaca ayat diatas. (Saya saat tulisan ini dibuat, berstatus mahasiswa. Dan masa waktu kuliah biasanya adalah 4 tahun. Saya dimuridkan sejak kuliah tingkat 1. Dan saya mendapati banyak mahasiswa yang belum mendapatkan murid atau anak rohani sampai tingkat akhir. Menurut ayat ini, Tuhan masih bersabar untuk menanti kita mempunyai murid sampai tingkat akhir kuliah. Jika sampai tingkat 3 kita belum mempunyai murid, bersabarlah dan minta pada Tuhan agar pada tingkat 4 bisa mempunyai murid. Tuhan tidak mau kita “mandul” rohani. Ia mau kita menjalankan amanat-Nya untuk memuridkan semua bangsa. So, make disciples of all the nations! Never give up! GO GET GLORY!)

Minggu, 05 April 2009

Apakah saudara lebih baik dari Daud dalam mengenal siapa Tuhan sebenarnya???

1Tw 13:11: Daud menjadi marah, karena TUHAN telah menyambar Uza demikian hebatnya; maka tempat itu disebut orang Peres-Uza sampai sekarang.

Kalau kita membaca 1 Taw 13 secara lengkap kita akan menemukan berbagai hal yang sangat menarik. Dikatakan bahwa Daud berniat untuk membawa tabut Tuhan ke Yerusalem. Dalam perjalanannya, tabut itu mau jatuh karena lembu-lembu yang membawanya tergelincir. Maka Uza memegang tabut itu agar tidak tergelicir dan jatuh. Lalu Tuhan marah dan langsung membunuh Uza seketika itu juga. Daud lalu marah pada Tuhan karena hal itu. Jika kita membaca kisah hidup Daud dan membaca apa yang dia tulis dalam Mazmur, kita bisa lihat bahwa ia sangat dekat dengan Tuhan. Daud menulis berbagai mazmur yang menunjukkan bahwa ia sangat mencintai Tuhan. Sekilas bisa kita lihat bahwa Daud sudah mengenal Tuhan sangat dalam. Tetapi dalam 1Tw 13:11 dikatakan sebaliknya.
(Daud tidak bisa menerima bahwa Tuhan membunuh Uza. Di mata Daud, Uza melakukan hal yang benar. Tetapi perbuatan Uza itu salah dimata Tuhan. Tuhan marah karena Ia tidak ingin tabut Allah yang kudus itu dipegang oleh sembarangan Tuhan. Hanya orang yang kudus berhak memegang tabut Allah. Tetapi Daud belum mengerti hal ini. Itu sebabnya ia marah pada Tuhan. Lalu mengapa Daud belum mengerti??? Itu karena ia belum paham betul siapa Tuhan yang ia sembah.
Itu adalah sebuah ironi. Bagaimana mungkin seorang Daud yang telah menulis banyak Mazmur dan dikatakan Tuhan sebagai orang yang berkenan dimata-Nya bisa sampai lupa mengenai hal ini? Mungkin Daud merasa bahwa ia sudah cukup mengenal Tuhan dan merasa berhak marah atas semua yang Tuhan lakukan atas Uza. Daud selama ini merasakan sangat banyak kebaikan Tuhan sampai ia lupa bahwa Tuhan juga berhak marah pada orang yang melanggar kekudusan-Nya. Dari sini bisa kita lihat bahwa seorang Daud pun masih belum sempurna mengenal Tuhan.
Lalu pertanyaannya adalah : seberapa jauhkan saya dan saudara sudah mengenal Allah dengan sempurna? Jika seorang Daud saja masih belum sempurna mengenal Allah, bagaimana dengan kita yang masih jatuh bangun dalam dosa, masih malas-malasan bangun pagi untuk saat teduh, dan juga malas untuk berdoa. Jangan pernah berharap bisa mengenal Tuhan lebih dalam hanya dengan membaca 1 pasal tiap hari dan bersaat teduh hanya 5 menit. Tetapi mari kita baca lebih banyak pasal setiap hari dan lebih lagi menyediakan waktu untuk Tuhan. Kabar baiknya, kita bisa minta Roh Kudus untuk lebih membawa kita mengenal Tuhan. Hal ini merupakan nilai lebih kita saat ini dibanding dengan jaman Daud dulu. Mari kita lebih giat untuk mengenal siapa Tuhan sebenarnya! Go Get Glory!!!)