Rabu, 14 Oktober 2015

“kriteria” panggilan hidup yang berasal dari Tuhan (panggilan hidup – 2)

Lalu panggilan hidup apakah yang “masuk kriteria” panggilan hidup yang dari Tuhan? Ada banyak kriteria yang bisa setiap orang ajukan. Bagi saya, 3 kriteria ini cukup untuk menentukan apakah panggilan itu berasal dari Tuhan atau tidak.

Pertama, efesus 2:10 menyebutkan “pekerjaan baik”. (jujur, saya semakin yakin kalau efesus 2:10 adalah ayat pamungkas tentang panggilan hidup, 1 ayat memberikan banyak makna. Hehe..). Jadi panggilan hidupmu tentulah sesuatu yang baik. Baik dimata siapa? Tentu saja Tuhan. Karena Dia yang persiapkan panggilan itu buat kita. Jadi kriteria baik atau tidak bukanlah menurut manusia, tetapi Allah. Itu mengapa Mat 25:23 berkata “hai hambaku yang baik dan setia”.

Kedua, panggilan hidup yang dari Tuhan berdampak besar untuk orang lain dan tidak Cuma untuk kepentingan diri sendiri. Mari lihat kisah Abraham dan Yusuf. Kej 12:3 berkata bahwa “olehmu semua kaum di muka bumi akan menjadi berkat”. Jelas sekali bahwa panggilan hidup Abraham menentukan hidup banyak orang dari berbagai tempat dan jaman. Yusuf juga mengalami hal yang sama. Dalam Kej 50:20 disana dikatakan bahwa “memelihara hidup suatu bangsa yang besar” adalah panggilan hidup yusuf.

Hal penting lainnya yang bisa kita pelajari adalah kita sebagai anak Tuhan harus sadar bahwa hidup jutaan orang ditentukan oleh cara kita menjalani panggilan hidup kita. Jika kita gagal, maka mungkin akan ada bangsa di belahan dunia tertentu atau di jaman sesudah kita yang menderita. Roma 8:19 berkata dengan indahnya “sebab dengan sangat rindu seluruh makhluk menantikan saat anak-anak Allah dinyatakan”. Dunia menantikan anak-anak Tuhan yang mengerjakan panggilan Tuhan dalam hidupnya.

Kriteria yang ketiga adalah panggilan hidupmu haruslah menjadi bagian dari misi besar Tuhan di dunia ini yang adalah menyelamatkan jiwa yang terhilang. Matius 28:19-20 berkata dengan jelas bahwa “jadikan semua bangsa sebagai murid” adalah suatu perintah, dan bukan amanat! Apapun peran yang anda lakukan nanti, itu menjadi sebuah bagian dari misi ini. 1 Kor 12:18 berkata “Tetapi Allah telah memberikan kepada anggota, masing-masing secara khusus, suatu tempat pada tubuh, seperti yang dikehendaki-Nya”. Dia sudah tetapkan posisi dan bagian saya dan anda dalam tubuh Kristus. Tentu untuk tujuan utama dari tubuh itu. Tangan, kaki, dan telinga tidak bisa bergerak semaunya sendiri. Tetapi mereka bertiga harus bergerak sinergis untuk mendukung suatu tujuan yang sudah diatur oleh otak yang ada di kepala. Dan dalam gereja, Kristus adalah kepala dari semua.

Panggilan hidup, sebuah jalan yang harus kita tempuh (panggilan hidup-1)

Saya tidak tahu apakah anda sadari ini atau tidak. Tetapi masa-masa menjelang dan sesudah lulus adalah salah satu masa paling penting dalam hidup anda. Mengapa? Karena anda harus membuat keputusan penting mengenai masa depan anda. Sesudah lulus, anda diberi kebebasan untuk memilih jalan hidup anda. Bagi saya, panggilan hidup “sejatinya” dimulai sejak saya lulus.

Semua pengalaman rohani anda selama di kampus diuji dalam masa ini. Modal berharga untuk masuk ke fase ini adalah aktivitas saat teduh yang mendarah daging. Jika selama di kampus, dalam saat teduh anda berlatih mendengar dan taat suara Tuhan untuk hal-hal sepele, maka anda akan dalam kondisi siap tempur masuk ke dalam fasa ini.

Lukas 16:10 berkata jelas sekali, “barangsiapa setia dalam perkara kecil, ia setia juga dalam perkara-perkara besar”. Itu mengapa pelajaran saat teduh adalah hal yang sangat penting diajarkan. Saya pribadi melakukan ini dalam kehidupan saya sehari-hari dan saya ajarkan pada anak rohani saya. Umumnya, PA pertama adalah bertema saat teduh. Saya coba disiplinkan mereka setiap hari wajib membaca alkitab. Saya suruh mencatat ayat yang me-rhema setiap hari. Lalu minggu depannya saya lihat catatan mereka. Maksudnya jelas, supaya mereka belajar mendengan suara Tuhan.

Efesus 2:10 -> Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya.

Prinsip pertama dalam hal panggilan hidup adalah pada Efesus 2:10 diatas, yaitu panggilan hidup kita sudah ditetapkan sejak semua oleh Tuhan. Jalan-jalan hidup kita sudah ditulis dalam kitab Tuhan bahkan sejak dalam kandungan (mazmur 139:16). Hal ini mengajarkan kita untuk bertanya pada Tuhan tentang panggilan hidup kita. Jangan pernah mencoba merancangkan sendiri jalan hidupmu. Karena “rancangan-Ku bukanlah rancanganmu, dan jalanmu bukanlah jalan-Ku (Yes 55:8)”. 2 Kor 5:17 juga berbicara jelas sekali ”Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang”. Jelas sekali bahwa anda yang lahir baru haruslah hidup bagi Kristus, yaitu bagi rancangan yang sudah dia tetapkan untuk hidup anda sejak semula.

Hal lainnya yang bisa dipelajari dari Efesus 2:10 adalah Tuhan mau supaya kita hidup dalam rancangan itu. Manusia diberi kebebasan memilih dalam hidupnya. Itu adalah hak istimewa yang diberikan Tuhan. Anda bisa memilih mengikuti rancangan Tuhan atau rancangan diri anda sendiri. Ingatlah bahwa “setiap orang diantara kita akan memberi pertanggung jawab tentang dirinya sendiri kepada Allah” (roma 14:12). anda tidak ingin disebut sebagai “hamba yang malas dan jahat” (mat 25:26), bukan?