Jumat, 16 Agustus 2013

Kasih adalah bukti kelahiran baru (kasih - 4)

1 yoh 3:14 Kita tahu, bahwa kita sudah berpindah dari dalam maut ke dalam hidup, yaitu karena kita mengasihi saudara kita. Barangsiapa tidak mengasihi, ia tetap di dalam maut.

Awal dari ayat ini adalah “kita tahu”. Jadi Paulus sedang menyimpulkan bahwa kasih adalah bukti dari kelahiran baru. Saya akan beri contoh sederhana. Saya tahu saya sudah lulus dari ITB saat saya menerima ijazah saya. Kemudian ada 100 orang yang tidak saya kenal berkata pada saya bahwa saya tidak lulus. Tetapi ijazah itu memberikan keyakinan pada diri sendiri bahwa saya sudah lulus. Begitu juga dengan kasih. Anda akan menerima keyakinan “alamiah” dalam diri sendiri bahwa anda sudah lahir baru pada saat anda mengasihi orang lain. Karena Cuma kasih yang tidak dapat dipalsukan orang. orang bisa saja dibaptis dan mengaku bertobat padahal dia Cuma pura-pura. Tetapi 1 Yoh 3:14 berkata bahwa kasih kepada sesama dalah bukti nyata dari kelahiran kembali.

Tetapi ada hal lain yang cukup menarik dari ayat itu. Siapa yang tidak hidup dalam kasih, ia berada di dalam maut. Anda tidak bisa berkata “saya sudah diselamatkan tetapi saya masih membenci saudara saya”. Ini tidak sesuai dengan apa yang Firman katakan.

Kasih yang dingin dalam komunitas kristen (kasih - 3)

Yang menjadi ancaman serius bagi komunitas orang percaya adalah kasih yang dingin dan palsu yang akan menimbulkan suatu “perang dingin”. Sesudah perang dunia ke-2, memang tidak ada pecah perang terbuka antara Amerika serikat dan Uni soviet. Tetapi perlombaan senjata mereka justru membuat dunia terbelah menjadi 2 bagian. Jika saja perang terbuka terjadi, maka efeknya akan jauh lebih mengerikan dari perang dunia ke-2. Karena yang terjadi adalah perang nuklir yang akan membuat jutaan orang mati Cuma dengan sebuah bom nuklir. Tinggal tunggu waktu saja perang terbuka terjadi. Untung sekali Uni soviet pecah sebelum perang terjadi.

Itulah gambaran kasih yang dingin di dalam gereja. Kita bisa saja “say hello” kepada sesama kita, ketawa-ketawa, padahal dalam hati ada sesuatu yang tidak enak kepada orang tersebut. Setiap orang cenderung berada dalam zona nyaman yang saya sebut “zona sakit hati”. Banyak orang berpikir yahh gak apa-apa lah simpan sedikit sakit hati, toh nanti hilang. Tetapi tahukan anda bahwa sakit hati memiliki akar dalam hidup kita (Ibrani 12:15)? Cuma ada 2 dosa dalam alkitab yang dapat berakar, yaitu cinta akan uang dan kepahitan. Mungkin dari atas tidak kelihatan dan kita tidak tahu, tetapi kepahitan terus berakar jauh ke dalam dan akan sangat kuat tertanam. Sehingga jika timbul sedikit “kuncup kepahitan” keluar dari “tanah” hati kita, maka itu akan segera bertumbuh dengan cepat dan sulit diberantas.

Itu mengapa sakit hati yang sangat mendalam timbul karena efek sakit hati kecil yang terus ditimbun dan tidak dibereskan. Tinggal tunggu tanggal mainnya saja maka kepahitan itu akan meledak kencang.