Kamis, 15 September 2016

Kesatuan tubuh Kristus menghasilkan pelipatgandaan

Kis 2:47 -> ... dan tiap-tiap hari Tuhan menambah jumlah mereka dengan orang yang diselamatkan.

Salah satu hal yang harus dipastikan petani agar dia bisa menikmati hasil panen berlimpah adalah mengecek apakah ada bolong dalam lumbungnya atau tidak. Jika ada bolong, dia boleh panen banyak, tetapi akan ada banyak kerusakan juga pada hasil panen karena ada tikus yang bisa masuk lumbung dan merusak hasil panen. Hal yang sama juga dilakukan oleh nelayan saat mengecek jala nya.

Kita boleh lakukan PI banyak, IC cukup sering, dan sebagainya. Tetapi mengapa banyak yang terhilang kembali alias lumbung kita bocor atau jala kita robek? Ada banyak alasan tentunya. Dan salah satunya adalah kurangnya kesatuan dan kesehatian pekerja.

Di kis 2:47 bicara tentang Tuhan sendiri yang "berniat" dan "aktif" menambahkan jumlah yang percaya. Ini sebuah kalimat yang luar biasa. Saat mungkin kita "sibuk" menambah jumlah kita dan hasilnya mungkin tidak signifikan dibanding kerja yang dilakukan, maka di jemaat mula-mula, Tuhan yang sibuk menambahkan jumlah mereka. Apa rahasianya?

Hal utama yang membuat Tuhan jatuh hati pada jemaat mula-mula adalah soal kesatuan dan kesehatian dari intern jemaat. Ada beberapa kata kunci di ayat-ayat sebelumnya yang menggambarkan kesatuan dan kesehatian jemaat : persekutuan, selalu berkumpul, tetap bersatu, kepunyaan bersama, membagi-bagikannya, kepada semua orang, dengan sehati, secara bergilir, dengan gembira dan tulus hati (Bahkan kita bisa buat kalimat tersendiri dengan kata-kata kunci itu).

Bayangkan anda seorang bapak. Mungkinkah anda mempercayakan anak anda yang tercinta pada sekumpulan orang yang tidak sehati dan penuh problem di antara mereka? Tentu tidak. Tetapi anda akan dengan senang hati "menitipkan" anak anda pada keluarga yang sangat mengasihi, saling memperhatikan, tulus hati, dll. Bukankah ini sangat logis?

Mazmur 133 : 1-3 menceritakan dengan indah sebuah persatuan. Disana dikatakan bahwa Tuhan perintahkan berkat kehidupan selama-lamanya pada komunitas yang rukun. Jika saya cerna pasal ini, maka saya bilang bahwa yang perlu saya kejar bukanlah berkat Tuhan, tetapi kerukunan dengan saudara-seiman. Tuhanlah yang akan sibuk memberkati orang-orang yang rukun.

Roma 12:18 -> sedapat-dapatnya, kalau hal itu bergantung kepadamu, hiduplah dalam perdamaian dengan semua orang. Kita tidak bisa paksa orang lain memaafkan kita, tetapi kita bisa "memaksa" diri kita untuk memaafkan orang lain. Setiap orang akan mempertanggungjawabkan perbuatan masing-masing di depan tahta Anak domba. Dia cuma bertanggung jawab atas dirinya sendiri dan tidak atas diri orang lain. Oleh karena itu, penyelidikan terhadap hati sendiri adalah penting. Apakah saya masih tidak suka pada saudara saya atau mungkin abang/kakak Pa saya. Atau mungkinkah ada iri hati dalam diri saya pada saudara saya di pelayanan. Hati kita yang tahu. Tetapi jika kita yang memegang "bolanya", maka Paulus berkata hiduplah dalam perdamaian dengan setiap orang.

Dalam 1 kor 11: 23-32 mengenai perjamuan kudus, disana dikatakan bahwa "barangsiapa makan dan minum tanpa mengakui tubuh Tuhan, ia mendatangkan hukuman atas dirinya sendiri". Sekilas mungkin kita berpikir bahwa tubuh disini mengarah kepada Tuhan Yesus. Tetapi itu jauh lebih dalam dari tubuh Yesus.

1 kor 12:27 bicara bahwa "kamu adalah tubuh Kristus". Jadi tidak mengakui saudaramu (marah, dendam, iri, masih simpan kesalahannya, tidak mau memaafkan, ketidaktundukan, pikiran negatif, dll) dalam pelayanan akan mengakibatkan hukuman pada saat anda melakukan perjamuan suci. Itu mengapa Paulus berkata agar tiap orang menguji dirinya sendiri sebelum melakukan perjamuan suci.

Ada banyak hal yang memang harus kita benahi dalam pelayanan ini. Saya sangat setuju jika bang Parlin senior berkata bahwa Sion ini adalah pelayanan yang masih sangat muda. Kita dicetuskan tahun 80an tetapi baru benar-benar berkembang di tahun 2011. Kita masih perlu banyak belajar. Termasuk dalam hal membereskan hati kita terhadap orang lain.

Saya teringat satu pernyataan bahwa "cuma orang yang kuatlah yang bisa memaafkan orang lain". Semakin kuat pelayanan ini, maka semakin tulus para pekerjanya, semakin mudah memaafkan dan mengasihi di antara pekerjanya, semakin saling menolong satu dengan yang lain, semakin menghormati, dan pada akhirnya, Tuhan menambahkan jumlah orang percaya kedalam pelayanan.

"Etika" dalam berbahasa roh

Ketika saya membaca 1 kor 14, maka Paulus digambarkan sebagai pribadi yang "balance". Dia pribadi yang "addicted" terhadap BR, tetapi dia juga orang yang berkata lebih baik bernubuat dalam jemaat.

Sikap dia yang balance juga bisa terlihat dalam ayat berikut : 1 Korintus 14:39 Karena itu, saudara-saudaraku, usahakanlah dirimu untuk memperoleh karunia untuk bernubuat dan janganlah melarang orang yang berkata-kata dengan bahasa roh.

Jika anda melihat ini, maka mungkin anda bisa dilanda kebingungan. Tetapi satu yang saya lihat dari tulisan Paulus ini adalah bahwa dia menghendaki orang-orang percaya menjadi dewasa dalam hal karakter. Dia berkata bahwa "ini dan itu boleh, tetapi jangan penganut ini bersikap superior dari penganut itu, dan sebaliknya". Hendaklah penganut masing-masing kubu jangan merasa diri paling benar ataupun mulai menghakimi penganut paham lainnya.

Hal lain yang Paulus inginkan adalah biarlah Roh Kudus yang memimpin kita dalam bersikap ketika situasi tertentu datang. Misal dalam pertemuan ibadah, keputusan seseorang berbahasa roh atau tidak adalah karena tuntunan Roh Kudus. Ini membuat kita akan semakin bergantung pada-Nya. Sehingga hikmat yang kita dapatkan bukanlah hikmat manusia, tetapi hikmat Allah.

Jika boleh jujur, ada begitu banyak cara ber-BR tanpa merusak hubungan dalam tubuh Kristus sendiri. Misalkan orang yang ber-BR bisa mengecilkan suaranya ataupun orang yang tidak ber-BR jangan menghakimi saudara yang ber-BR. Semua bisa diselesaikan dengan komunikasi yang baik. Tetapi jika semua dilakukan dengan emosi, maka semua tentu menjadi rusak.

Akhir kata, Paulus menutup 1 korintus 14 dengan sebuah ayat yang indah : "Tetapi segala sesuatu harus berlangsung dengan sopan dan teratur."

Berbahasa roh lebih banyak ...

1 Korintus 14:18 Aku mengucap syukur kepada Allah, bahwa aku berkata-kata dengan bahasa roh lebih dari pada kamu semua.

Paulus terlihat "sombong" dan bangga dengan BR yang dia yang dia miliki dan lakukan. Paulus ada "super charismatic person" dan sangat "addicted (kecanduan)" dengan BR. Adakah dari anda yang berani berkata bahwa dia berbahasa roh lebih banyak dari rekan yang lain? Belum pernah saya dengar itu, bahkan di komunitas Sion Ministry yang kata orang super karismatik!

Paulus sejatinya adalah seorang akademisi. Dia seorang yang berpikir logis dan penganut "untung-rugi". Bagi dia, segala sesuatu adalah halal tetapi tidak semuanya berguna (1 kor 6:12; versi amplified menyebut istilah "profit"). Jadi jelas sekali, paulus tidak akan melakukan sesuatu yang menurut dia "tidak menguntungkan" buatnya (Mungkin itu salah satu alasan mengapa dia tidak menikah karena menurutnya orang yang single lebih baik (atau mungkin lebih untung-> ingat, paulus penganut untung/rugi) daripada yang menikah, 1 kor 7:38). Jika paulus sangat menyombongkan frekuensi nya dalam ber-BR, maka itu pasti menurutnya sangat-sangat-sangat menguntungkan!

Saudara-saudari sebangsa dan setanah air, anda mungkin belum begitu merasakan manfaat dari BR. Tetapi itu sangat-sangat-sangat dahsyat. Anda mungkin bisa mencela orang yang ber-BR. Itu karena anda belum merasakan. Jika Paulus hadir disini, maka mungkin saja dia akan jadi pengajara utama kelas BR dalam gereja-gereja. Maukah anda mengikutinya?

BR bukan dari manusia. Itu berasal dan diinspirasi dari Allah (1 kor 14:2, kata kunci : "oleh Roh").

Jika anda dalam kondisi down, atau dalam kondisi galau, atau bahkan susah tidur karena banyak pikiran (ini real, kalau saya susah tidur karena banyak pikiran, maka saya berbahasa roh sampai tertidur), maka berbahasa roh lah.

Bahkan disaat anda ingin berdoa tetapi tidak tau apa yang didoakan, maka berbahasa roh lah. Atau mungkin saat anda merasa cemas dan galau, tetapi tidak tau masalahnya apa, maka BR adalah jawaban untuk anda. Disaat anda menangis tetapi tidak tau karena apa, maka gunakan BR. Cuma roh anda lah yang mengerti apa sebenarnya masalah anda. Karena itu adalah tempat dimana Roh Allah berdiam. Akhir kata, berbahasa roh lah sebanyak mungkin.

Bahasa roh sebagai dongkrak rohani

1 Korintus 14:4a Siapa yang berkata-kata dengan bahasa roh, ia membangun dirinya sendiri, ...

BR adalah sebuah "dongkrak" rohani. Disaat anda "galau", roh anda berada dalam tekanan. Iblis menekan sedemikian rupa sampai perasaan (jiwa) anda men-takeover kendali dari roh.

Manusia diilustrasikan sebagai kereta dengan gerbong-gerbongnya. Ada 3 gerbong : roh, jiwa, dan tubuh. Hal yang sepatutnya terjadi adalah roh sebagai kemudi, lalu diikuti jiwa dan tubuh. Tetapi karena dosa atau bahkan saat roh anda lemah, maka jiwa memegang kemudi, lalu diikuti daging, dan roh selalu paling belakang. Pada umumnya, daging selalu mengikuti di belakang jiwa.

Bayangkan jika anda hidup dalam roh, maka semua serangan iblis akan mental. Semua janji firman Tuhan akan menyegarkan anda. Tetapi tidak setiap saat itu terjadi bukan?

Itulah pentingnya BR. Dengan ber-BR, roh anda mulai "dibakar". Sampai pada akhirnya roh dapat mengambil alih kembali kemudi hidup anda. Dengan ber-BR, ibaratnya anda sedang memberikan bensin pada roh anda.

Itu mengapa dalam persekutuan doa, BR adalah suatu keperluan (need), tetapi bukan keharusan (must). Anda perlu berbahasa roh jika roh anda lagi down. Tetapi jika anda bisa rasakan roh anda sedang terbakar-bakar, maka gunakan bahasa manusia agar orang lain bisa mengerti dan dibangun dengan doa anda. Tapi jika anda lagi down, maka disarankan untuk membangun roh anda dengan BR.

Bahasa roh vs bernubuat

Mungkin ada orang yang berargumen bahwa 1 kor 14 bicara tentang karunia bernubuat lebih baik dipakai dalam jemaat daripada karunia BR. Ya itu tepat sekali dan saya setuju. Tetapi bisakah anda bernubuat jika roh anda belum berada dalam level yang sesungguhnya? Tidak bisa!

Anda cuma bisa bernubuat jika berada dalam level roh yang "seharusnya". Karunia bernubuat adalah sesuatu yang diilhamkan Roh Kudus (2 pet 1:21). Anda tidak akan bisa bernubuat jika kedagingan anda masih memegang kendali, atau bahkan jika perasaan (jiwa) anda masih dominan. Anda tidak bisa bernubuat dalam kondisi hati yang galau. Tetapi anda cuma bisa bernubuat (yang berasal dari Allah) jika anda sedang terbakar dalam roh.

Itu mengapa BR diperlukan. Jika anda berbahasa roh, maka roh anda berdoa dan bukan akal (atau perasaan) anda (1 kor 14:14). Itu adalah awalan yang baik untuk bernubuat saat mungkin hati anda lagi galau. Dengan BR, mungkin saja roh berdoa dan sedang berperang mengatasi kegalauan anda. Dan saat semua itu selesai, maka Roh Kudus akan mengilhamkan anda mengenai nubuatan-nubuatan yang harus anda sampaikan.

Bahasa roh sebagai senjata rahasia orang percaya

Salah satu hal luar biasa yang disepelekan gereja akhir-akhir ini adalah bahasa roh, bahkan bagi golongan karismatik sekalipun.

Bahasa roh (selanjutnya disebut "BR") bukanlah sebuah aksesoris dalam gereja. Bahkan bukan untuk menunjukkan level kerohanian seseorang. Bagi banyak orang, BR adalah aksesoris dalam pujian penyembahan. Atau bumbu pelengkap dalam doa. Jika suatu doa tidak diawali dengan BR, maka terasa hambar. Kita akan kehilangan makna sesungguhnya BR jika kita tidak mengerti kuasa dahsyat didalamnya.

BR adalah senjata rahasia dari Allah. Tidak ada satupun manusia yang dapat mengerti, bahkan iblis pun tidak mengerti (1 kor 14:2). Dalam BR, roh kita mengucapkan pesan-pesan rahasia pada Allah.

Pesan rahasia apa itu? Saya pun tidak tahu. Roma 8:26-27 berkata bahwa kita tidak tahu bagaiman seharusnya berdoa. Apa artinya ini? Kita bisa saja salah berdoa karena ketidakmengertian kita akan firman. Dan dengan BR, Roh Kudus menginspirasi roh kita untuk berdoa dengan tepat seperti apa yang Tuhan mau. Doa-doa dengan kedagingan tidak akan menyentuh Allah, karena Allah cuma bisa digapai dalam roh ("r" kecil) dan kebenaran (yohanes 4:24).

Karena BR adalah senjata rahasia Allah, maka iblis pun tidak mengerti. Jika anda berbahasa manusia, iblis mengerti. Dengan BR, iblis secara tidak sadar "terluka" dan "kesakitan". Dia tidak tau mengapa dia sakit. Karena dia "tidak dapat melihat" senjata rahasia itu. Yang dia tahu cuma ada orang percaya yang sedang memakai senjata rahasia untuk menyerang dia.

Dosa berarti berhutang pada iblis

Hal melakukan dosa itu "sama" seperti meminjam uang dari seorang penagih utang. Senang sesaat dan "hidup" anda sebenarnya sudah menjadi milik penagih hutang sampai anda bisa membayar semuanya.

Mengapa anda meminjam uang? Tentu karena anda membutuhkan uang. Dan itu adalah masalah. Disaat anda dapatkan uang, maka anda senang karena masalah keuangan anda seolah terbantu. Tetapi anda punya masalah baru karena anda harus membayarkannya lagi. Dan kabar buruknya : anda harus bayar dengan bunganya!

Begitulah prinsip kerja melalukan dosa. Saat anda hadapi masalah, anda butuh jawaban, anda "datang" pada iblis, dia kasih anda solusi. Masalah "selesai" tetapi urusan dengan iblis belum selesai. Dia akan terus meneror anda sampai anda membayar "biaya bantuan" itu. Dan kabar buruknya adalah anda tidak akan bisa membayarnya! Bunganya terlalu besar. Dan, iblis tidak pernah lelah menagih utang anda (dan bunganya)!

Mungkin anda belum merasakan "efek samping" dari perbuatan dosa anda. Tetapi itu tinggal tunggu waktu saja sampai iblis "menagihnya".

Iblis bisa diibaratkan seperti seorang "pengacara" yang pandai memanfaatkan hukum-hukum Tuhan untuk kepentingannya sendiri. Ada 1 hukum Allah yang iblis pakai sebagai dasar dia untuk menjalankan peran sebagai seorang "penagih utang". Itu adalah hukum tabur-tuai.

Kejadian 8:22 Selama bumi masih ada, takkan berhenti-henti musim menabur dan menuai, ..

Dia pakai dasar hukum itu untuk membenarkan profesinya sebagai penagih utang. Jika anda menabur dosa, maka anda akan menuai efek dari dosa itu. Dan iblis adalah eksekutor utama dari aksi itu.

Daripada berhutang, lebih baik datang pada Bapa-mu yang superbaik. Iblis tawarkan "pinjaman" atau "shortcut" atau "instan", tetapi efek jangka panjangnya adalah buruk. Dan kesudahan cerita ini adalah Datanglah pada Tuhan yang bersifat "sustainable" saat anda hadapi gelombang kehidupan.

Menghargai firman Tuhan

Job 23:12 (amp) ... I have esteemed and treasured the words of His mouth more than my necessary food.

"saya telah menghormati dan menghargai firman-Nya lebih daripada makanan (jasmani) yang kuperlukan" (ayub)

Manusia terdiri dari roh, jiwa, dan tubuh. Usia tubuh anda mungkin sekarang sudah belasan atau puluhan tahun. Begitu juga dengan jiwa anda. Lalu bagaimana dengan roh anda? Usia tubuh dan jiwa anda boleh dewasa, tetapi mungkin roh anda bisa saja masih bayi atau balita. Itulah alasan utama mengapa anda kalah dengan kedagingan dan perasaan anda.

Ada orang yang baru lahir baru langsung ingin melayani di mimbar. Tidak ada yang salah dengan itu. Tetapi anda riskan sekali untuk "jatuh" dalam mimbar yang "licin" karena roh anda masih "belajar merangkak".

Ada orang concern untuk membentuk badannya. Dia rajin olahraga, makan bergizi, dan lainnya. Lalu ada yang membentuk jiwanya, dengan cara membaca buku motivasi atau leadership mungkin. Tidak ada yang salah. Tetapi jika roh anda tidak diberi makan, maka anda rawan sekali untuk jatuh.

Jika anda bisa hargai tubuh anda dengan makan 3 kali sehari dan rajin olahraga, maka lakukan yang sama pada roh mu. Berikan dia makanan yaitu firman Tuhan setiap hari. Tentu firman Tuhan yang "berkualitas" dan "bergizi". Perhatikan juga kualitas saat teduhmu. Jika pembacaan firman mu jarang memberikan rhema, maka ada yang harus diperbaiki.

Tidak ada yang salah dengan "benih" firman Tuhan. Yang harus diperhatikan adalah jenis tanahnya, yaitu hati manusia. Tuhan selalu hargai dan hormati firman-Nya. Percayalah.

Biarkan firman Tuhan jadi prioritas utama dalam hidup kita. Jadilah generasi yang mencintai firman Tuhan lebih dari yang lain.

Menang dari pencobaan hidup

"Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan ke luar, sehingga kamu dapat menanggungnya." -> 1 kor 10:13

Kawan, alkitab berkata bahwa pencobaan yang kamu alami adalah pencobaan biasa. Tidak ada yang terlalu istimewa dari setiap pencobaan itu. Kabar baiknya adalah pencobaan itu tidak melebihi kekuatan orang tersebut. Tuhan ijinkan pencobaan itu terjadi atas hidupmu karena Tuhan percaya anda dapat menanggungnya.

Pencobaan yang dialami menunjukkan level rohani seseorang. Semakin tinggi level rohaninya, wajar saja jika pencobaan yang dialami terasa semakin berat. Kabar istimewa lainnya adalah bahwa dalam setiap pencobaan itu, anda dapat temukan bahwa Allah setia. Dia berjanji akan SELALU memberikan jalan keluar (amp version).

Jadi perlukan kita bergembira dalam setiap pencobaan yang kita alami? Yakobus berkata bergembiralah dalam setiap pencobaan (yak 1:2). Dan akhirnya saya mengerti apa maksud Yakobus itu. Bergembiralah karena anda bisa temukan Tuhan yang setia dalam setiap pencobaan-pencobaanmu.

Tetapi saya dan anda perlu BERTAHAN sampai akhir ... (yak 1:12)

There is no Plan B

Salah satu penghalang terbesar mujizat adalah "Plan B". Tuhan tidak pernah sediakan Plan B. Dan mujizat cuma tersedia untuk Plan A.

Plan A biasanya adalah sesuatu yang kelihatannya mustahil. Lalu kemudian iblis mulai membujuk kita untuk melihat diri kita sendiri. Kemudian yang terjadi adalah kita pikir kita tidak bisa lakukan itu (yaa, jelas tidak bisa. Cuma Tuhan yang bisa kerjakan lewat kita). Setelah iblis berhasil, maka dia membujuk kita untuk membuat Plan B. Suatu target yang jauh lebih rasional dan lebih mudah dari Plan A. Dan itu adalah sebuah kesalahan.

memikirkan alternatif-alternatif lain selain Plan A adalah penghalang iman kita untuk bekerja. Iman memandang kepada Allah dan berkata kepada plan A : "dalam nama Yesus, saya percaya firman Tuhan digenapi!" No plan B!

- kepekaan pada firman Tuhan vs kepekaan pada dunia -

Hai anakku, perhatikanlah perkataanku, arahkanlah telingamu kepada ucapanku; janganlah semuanya itu menjauh dari matamu, simpanlah itu di lubuk hatimu - amsal 4:20-21

Saya adalah salah satu orang yang paling tidak suka dengan hal-hal berbau biologi. Nilai-nilai saya dalam hal-hal berbau biologi tidaklah memuaskan, itu sejak SMA sampai kuliah. Mengapa? Karena saya tidak suka hapalan.

Saya sering mengatakan bahwa saya tipe orang yang tidak begitu baik dalam menghapal. Saya tidak ingat hari ulang tahun orang tua saya (cuma tahu bulannya), sampai hari ini saya cuma hapal no hp bapak saya dan tidak yang lain, saya tidak mudah ingat nama orang, dll. Tetapi lucunya, saya cukup hapal hal-hal berbau sejarah, tentang beberapa komik yang saya baca, dan tentu saja hal-hal berbau klub favorit saya : inter milan.

Amsal memakai sebuah kata yang menarik "ARAHKAN telingamu kepada ucapanku". "Arahkan" mirip dengan kata "condongkan" dan "perhatikanlah". Sebuah definisi yang saya rasa pas dengan semua kata itu adalah "membuat lebih peka". Sehingga maksud dari amsal 4:21 tadi adalah "kita harus membuat diri kita lebih peka pada firman Tuhan dibanding hal-hal lain".

Ada orang yang berkata sulit menghapal firman, tetapi anehnya dia bisa hapal hal-hal lain. Mengapa itu terjadi? Karena dia membuat dirinya "lebih peka" terhadap hal-hal lain dibanding kepada firman Tuhan.

Saya dan anda bisa setiap hari saat teduh, membaca firman, berdoa, dan lainnya. Tetapi jika telinga dan mata kita lebih terlatih pada dunia maka semua firman itu akan menguap dengan cepat. Itulah alasan mengapa saya dan anda berkekalahan dalam hidup. Karena panca indera kita lebih terlatih pada dunia daripada firman Tuhan.

Beberapa bulan lalu saya sadari sesuatu dalam hidup saya. Jika saat bangun pagi saya lebih dahulu membuka hp saya dan membaca pesan yang masuk atau membuka internet maka kualitas firman yang saya dapat tidaklah maksimal. Dan jika saya biarkan HP itu berdering atau bergetar selama saya saat teduh dan berdoa maka konsentrasi saya akan teralihkan. Dari situ saya belajar untuk tidak terlebih dahulu membuka hp saat bangun pagi dan juga men-silent hp saat sedang berdoa.

Iblis tidak suka anda dapatkan suara Tuhan. Oleh karena itu dia ganggu konsentrasi anda, salah satunya dengan bunyi HP atau berita-berita yang anda baca dari internet. Iblis mengerti strategi ini. Dia buat saya dan anda begitu bergantung pada dunia internet sehingga ada yang kurang dalam hidup ketika tidak menyentuh HP.

Ibrani 5:14 bicara tentang "orang-orang dewasa yang memiliki pancaindera yang terlatih untuk membedakan yang baik daripada yang jahat". Saya dan anda perlu melatih pancaindera untuk merespon Tuhan lebih daripada dunia. Itulah salah satu kunci kemenangan dalam Kristus.

Cara yang paling baik untuk membuat pancaindera kita terlatih pada Tuhan adalah dengan cara mengurangi akses masuk dunia dalam hidup kita. Matikan HP mu sejenak dan berdoalah. Sehingga tidak ada yang bisa mengganggu konsentrasimu dengan Tuhan.

"Mata adalah pelita tubuh. Jika matamu baik, teranglah seluruh tubuhmu (matius 6:22)"

mata dan telinga adalah 2 pintu masuk utama dalam pikiran manusia. Jika kita lebih banyak membuka 2 pintu itu pada Firman daripada dunia, maka "teranglah seluruh hidupmu".

Apa yang berharga bagimu, itu berharga juga bagi Kristus

Apa yang berharga bagimu, itu berharga juga bagi Kristus - John avanzini.

Korban terbaik yang bisa anda berikan pada Tuhan adalah sesuatu yang bernilai buat anda. Bisa berupa uang, waktu tidur, hobby, mungkin hubungan dengan orang lain, dan lainnya. Tuhan tidak melihat kuantitas, tetapi Dia lihat "seberapa hancur" hati kita saat memberikan korban itu.

Uang bukan hal paling bernilai buat abraham karena dia orang kaya. Tetapi ishak adalah hartanya sesungguhnya, dan Tuhan minta itu. Dan abraham memberikannya.

Anda mungkin terlihat kehilangan segalanya saat anda korbankan hal berharga tersebut. Tetapi anda akan dapatkan tuaian terbesar dalam hidup anda, yaitu Tuhan sendiri. Bukankah itu sudah jauh jauh jauh lebih luar biasa daripada apapun juga ?

Mazmur 16:5 Ya TUHAN, Engkaulah bagian warisanku dan pialaku, Engkau sendirilah yang meneguhkan bagian yang diundikan kepadaku.

Tuhan lah warisan terbesar dalam hidupku

Kuasa sudah kita miliki

Kisah 3:6 Tetapi Petrus berkata: "Emas dan perak tidak ada padaku, tetapi apa yang kupunyai, kuberikan kepadamu: Demi nama Yesus Kristus, orang Nazaret itu, berjalanlah!"

Anda tidak dapat memberikan sesuatu kepada orang lain jika anda tidak memiliki barang itu. Dan adalah suatu kesalahan besar jika orang yang sudah diberikan "sesuatu" itu tidak merasa jika dia sudah memilikinya dan terus merengek meminta "si pemberi" untuk memberikan "sesuatu" itu padanya. Apa yang Petrus miliki? Dia memiliki kuasa Allah dalam dirinya (kis 1:8). Dan dia tahu dia punya kuasa dan dia pakai otoritasnya dalam kehidupannya sehari-hari.

Matius 10:8 Sembuhkanlah orang sakit; bangkitkanlah orang mati; tahirkanlah orang kusta; usirlah setan-setan. Kamu telah memperolehnya dengan cuma-cuma, karena itu berikanlah pula dengan cuma-cuma. Petrus tahu dia TELAH mendapat otoritas kuasa Allah dengan gratis (penekanan "telah") maka dia berikan juga dengan gratis pada orang lumpuh itu.

Yesus tidak memerintahkan pada para murid (termasuk saya dan anda) untuk berdoa (meminta pada Tuhan) bagi orang sakit, tetapi Dia suruh untuk MENYEMBUHKAN orang sakit. Dia tidak suruh orang percaya untuk memohon agar setan keluar dari orang-orang tetapi menyuruh untuk MENGUSIR para setan (luk 9:2, mat 10:8).

Salah satu alasan kenapa Yesus memuji perwira romawi setinggi langit adalah karena orang ini tau betul dengan "kuasa dan otoritas" (mat 8:8-10).

Kuasa itu diberikan pada orang-orang percaya. Sehingga betul sekali ayat ini "Tidak ada yang mustahil bagi orang yang percaya!" (Mark 9:23). Yakobus 4:7 "Karena itu tunduklah kepada Allah, dan lawanlah Iblis, maka ia akan lari dari padamu!" Iblis perlu dilawan dan diwaspadai, tetapi dia tidak perlu ditakuti. Film horor menggambarkan iblis bisa membunuh manusia dan itu adalah sebuah kebohongan besar (dia adalah bapak pendusta). Firman berkata "tunduk pada Allah dan lawanlah iblis", maka "dia akan lari". Bukan "mungkin lari" tetapi "akan (pasti) lari".

Finally, siapa yang punya kuasa hebat itu di bumi sekarang? Bukan setan, tetapi orang-orang percaya yang PERCAYA dia punya kuasa Allah dalam dirinya saat dia sudah lahir baru.

memberi adalah bentuk iman

Karena iman Habel telah mempersembahkan kepada Allah korban yang lebih baik daripada korban kain. (Ibr 11:4) (Amp: a better and more acceptable sacrifice; nkjv: more excellent sacrifice)

Melakukan sesuatu dengan "excellent" dan "more (lebih)" daripada apa yang orang normal lakukan adalah bentuk iman. Allah berkenan pada persembahan Habel karena Allah cuma menghargai iman.

1 Korintus 15:10 Tetapi karena kasih karunia Allah aku adalah sebagaimana aku ada sekarang, dan kasih karunia yang dianugerahkan-Nya kepadaku tidak sia-sia. Sebaliknya, aku telah bekerja lebih keras dari pada mereka semua; tetapi bukannya aku, melainkan kasih karunia Allah yang menyertai aku.

Kasih karunia Allah memampukan anda dan saya bekerja lebih daripada orang-orang lain. Kasih karunia bukan alasan untuk bermalas-malasan. Kasih karunia adalah alasan untuk bekerja, yaa, bekerja.